แชร์

Bab 108 Shara Sangat Kejam

ผู้เขียน: Tristar
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-02 17:29:27

Erfan dan para wanita sampai di hotel.

Mereka tidak langsung bermain, karena perut mereka semua merasakan lapar, dan akhirnya mereka memesan makanan terlebih dahulu.

"Sambil menunggu makanan, aku akan menepati taruhan tadi!" ucap Shara, sambil berjalan menuju Erfan.

"Kamu beneran mau putus dengan pacarmu?" tanya Geya.

Shara tertawa kecil, dia duduk di pangkuan Erfan dengan pose menggoda.

"Bagaimana lagi, selain aku taruhan ku sama pria ini, aku juga sudah ditaklukkan pria ini, dan tidak mu
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 442 Biar Aku Yang Puasin Kamu

    Tanpa banyak basa basi lagi, Erfan mendaratkan bibirnya di bibir wanita itu, lalu dia melumat bibir merah ranum itu dengan ganas. Mendapatkan lumatan itu, tentu saja Bu Nana yang sudah sangat berhasrat ~ membalas dengan lumayan yang tidak kalah ganas dari pria itu. Pada akhirnya, mereka berciuman dengan panas, meluapkan hasrat yang sedang bergejolak itu. Tangan Erfan menurun Bra renda yang menutupi payudara Bu Nana, sampai kedua payudara wanita itu menyembul keluar dari sana. Setelah itu, Erfan meremas payudara itu, sampai berubah bentuk sesuai dengan remasannya. "Emm... emm..." Desahan tertahan keluar dari mulut Bu Nana, saat rasa kenikmatan dari remasan pria itu ~ menjalar ke seluruh tubuhnya. Erfan menarik bibirnya dari bibir pria itu, lalu bibirnya menyerang leher wanita itu kembali. Kali ini, bukan hanya kecupan ringan! Dia mendaratkan jilatan ganas dan isapan basah di leher wanita itu. "A

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 441 Ketemuan Sama Bu Nana

    Ternyata Erfan kembali ke tempat mobilnya di parkir. Setibanya di sana, dia masuk ke dalam mobil, menyalakannya, memutar arah mobil, lalu dia melajukannya ke arah jalan raya. Beberapa saat kemudian, terlihat mobil Erfan berhenti di depan seorang wanita dewasa cantik ~ berpakaian dinas desa. Wanita itu adalah adik Bu Sumi, yaitu Bu Nana. Ternyata sebelumnya, Erfan sudah janjian dengan wanita itu. Erfan membuka kaca mobil, lalu dia memberi kode agar wanita itu masuk ke kursi depan. Dengan penuh senyuman, Bu Nana langsung beranjak masuk ke dalam mobil. Setelah pintu mobil kembali di tutup, Erfan langsung melajukan mobilnya ~ meninggalkan tempat tersebut. Di dalam mobil, Bu Nana tampak menyandarkan kepalanya di bahu Erfan. Sikapnya saat ini, tampak sangat manja. "Tuan Muda, aku kangen banget sama kamu," ucap Bu Nana dengan nada genit. "Kangen aku, atau kangen bercinta sama aku?" tanya Erfan dengan nada mai

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 440 Rencana Kak Rita

    Kak Rita menghela nafas, sebelum akhirnya dia menjelaskan alasannya."Soalnya, aku pikir kalau buka toko aksesoris, pasti bakalan laku. Soalnya, para pengunjung pasti membutuhkan itu, apalagi pengunjung wanita. Kalau toko pakaian, itu sudah pasti di gemari pengunjung, para pengunjung pasti butuh hal seperti itu buat oleh-oleh, atau buat kebutuhan pribadi.Semua orang di sana mengangguk-anggukkan kepalanya ~ tanda paham dengan maksud dari penjelasan Kak Rita."Dua bisnis itu sangat bagus, kenapa kamu sulit memutuskan? Kedua bisnis itu sudah pasti menguntungkan," ucap Kak Gisel.Semua orang mengangguk ke arah Kak Rita, tanda setuju dengan ucapan Kak Gisel.Kak Rita menghela nafas."Huh... aku lagi mempertimbangkan... apa aku gabungkan saja kedua bisnis itu, atau aku kelola satu saja," balas Kak Rita."Gabungkan saja!" sahut Tuan Gubernur dengan tegas ~ tanpa banyak berpikir."Benar kata ayah! Kamu gabungkan saja dua bisnis itu!" Kak Gisel setuju. "Nih.. misalnya, ada pengunjung yang tad

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 439 Proyek Di Mulai

    Saat ini, terlihat Erfan yang sedang bersandar di sandaran tempat tidur sambil menikmati sebatang rokok yang terselip di sela jarinya. Terlihat di pelukannya, terbaring Riana yang tampak kelelahan. Tubuh keduanya di banjiri oleh keringat hangat. Meski penampilan mereka sekarang tampak berantakan, namun visual yang tercipta tampak sangat menggairahkan. "Sayang, kamu pasti belum puas! Maaf yah... aku gak bisa bikin kamu puas," ucap Riana dengan nada meminta maaf. "Gak apa-apa sayang. Aku emang terlalu kuat, bahkan kalau bercinta sama beberapa wanita pun, aku gak akan merasa puas," balas Erfan dengan nada riang. "Tapi... pelayananku masih sangat buruk kalau di banding para wanitamu yang lain. Aku janji, bakalan banyak belajar," ucap Riana dengan serius. "Udah... gak usah di pikirkan, nanti kamu juga bakalan sehebat mereka," ucap Erfan. Dia tak ingin Riana merasa kurang percaya diri dan tertekan gara-gara hal itu. Riana membalas dengan anggukan pelan. Riana sangat menyadari, kala

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 438 Riana Keenakan

    "Sayang... ahhh... coba lebih cepat!" pinta Riana. Dia sudah merasakan nikmat saat di gempur pelan, jadi dia penasaran gimana rasanya kalau gempuran itu lebih cepat."Oke... kalau itu yang kamu mau!" balas Erfan, sambil meningkatkan intensitas gempurannya.Meski begitu, Erfan tahu batasan. Riana baru saja di jebol olehnya, jadi dia tak bergerak terlalu keras ~ seperti yang biasa dia lakukan kepada wanitanya yang lain."Ahhh... ahh... sayang, enak... ahh... rasanya lebih jelas, hah... enak banget," Riana tampak sangat menikmati gempuran Erfan."Nikmati sayang... semakin lama, bakalan semakin nikmat," ucap Erfan.Tangan Erfan berpindah dari pinggang Riana ke payudaranya, lalu remasan keras dia lakukan di kedua payudara wanita itu.Mendapatkan serangan di payudaranya, sensasi nikmat yang di rasakan Riana ~ semakin hebat."Ahh... enak sayang... aku gak nyangka, bercinta bakalan seenak ini," racau Riana."Hei... kalau bercintanya sama aku... pasti enak! Kalau sama pria lain, belum tentu! A

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 437 Robek Segel

    Tak lama kemudian, kekakuan Riana berangsur-angsur menghilang. Jilatannya itu menjadi lincah, bahkan terkesan ganas. Rasa nikmat yang di rasakan Erfan, tentu saja semakin besar. "Ahh... ahh, sayang... iya bagus, benar.. kayak gitu... terus sayang, enak banget... ahh.." racau Erfan. Melihat dan mendengar Erfan yang menikmati, menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Riana. Karena hal itu, dia berusaha melakukan permainannya sebaik mungkin. Setelah puas menjilat, Riana memasukkan batang itu ke dalam mulutnya. Karena ukurannya yang besar, Riana pada awalnya merasa kesulitan, karena giginya terus bersentuhan dengan batang itu. Namun, setelah berusaha, dia berhasil menyesuaikan. "Ahhh... bagus sayang, kamu hebat banget!" Erfan melontarkan pujian, agar wanita itu lebih bersemangat dan tidak merasa kalau Erfan tidak menikmati permainannya. Riana mulai mengulum batang besar itu. Pada awalnya, kulumannya itu sangat lambat, tapi lama kelamaan ~ kulumannya menjadi cepat. "Ahhh... iya bagus

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 112 Kematian Suami Bi Ayu dan Bu Susan

    Tapi alam berkehendak lain, beberapa menit kemudian, Pak Jukri suami Bu Susan meninggal, tidak lama setelah itu, Ningsih juga meninggal.Akhirnya Erfan memutar balik mobil, tidak ada gunanya melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.Di jalan pulang, Pak RW menelepon salah satu warga di kampung, member

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 111 2 vs 1 Di Hutan, Malah Di Gigit Ular

    Bu Susan yang mendengar suaminya di gigit ular sangat cemas. "Mereka mereka bercinta di dalam hutan, lalu digigit ular!" jawaban Anne, membuat Erfan dan Bu Susan seketika terdiam.Wajah Bu Susan seketika memucat, yang perasaan khawatirnya di gantikan dengan amarah."Bajingan! ternyata begitu kelak

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 107 Shara Dan Zihan

    Erfan menarik Geya, dan ingin bermain dengannya, tapi Geya buru-buru menghentikannya."Sayang, gua aku masih sakit! jangan di masukin dulu yah," ucap Geya, dengan nada memohon.Sebelum Erfan menjawab, Shara berkata."Geya gimana kalo aku menggantikanmu?" ucap Shara, dengan nada penuh hasrat."Aku j

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 117 Persiapan Liburan

    Erfan menatap Bi Ayu dan Bu Susan, secara bergantian. "Oke...agar Bi Ayu, Tesa, Bu Susan, dan Cika, gak sedih lagi, gimana kalo besok kita pergi berlibur!" ucap Erfan. "Kapan dan Ke mana?" tanya Dewi, dengan antusias. "Kalo besok gimana? tempatnya tentukan saja sama kalian!" ucap Erfan. "Gi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status