LOGINRasa nikmat yang cukup hebat, di rasakan oleh Erfan, yang membuat pria itu tak kuasa menahan desahannya."Ahhh... ahhh, enak banget... ahh.. terus... lebih keras lagi!" ucap Erfan.Bu Alin meningkatkan goyangannya sesuai dengan apa yang diinginkan Erfan.Melihat ekspresi penuh kenikmatan pria itu, membuat Bu Alin merasa semakin bersemangat."Ahhh... iya begitu! Ahh... enak banget, ahh..." racau Erfan."Ahhh... ahh, Tuan Muda... remas payudaraku! Biar aku lebih bersemangat!" pinta Bu Alin.Tanpa pikir panjang, Erfan meraih kedua payudara besar wanita itu, lalu meremasnya nya dengan keras. Tidak hanya meremasnya! Erfan juga sesekali memilin puting merah gelap yang ada di payudara wanita itu."Ahhh... enak Tuan Muda... ahh.." Bu Alin tampak sangat menikmati dengan apa yang dilakukan Erfan.Erfan tak hanya puas meremas payudara wanita itu, dia menarik wanita itu agar sedikit membungkuk, lalu dia melahap salah satu puting payudaranya. Isapan kuat dia lakukan ke puting itu, yang membuat Bu
Erfan menundukkan kepalanya, lalu mencium ganas bibir wanita itu. Sambil menikmati sensasi penyatuan awal, mereka berciuman panas terlebih dahulu. Setelah cukup menikmati, barulah Erfan mulai menggerakkan pinggangnya perlahan. Batang besar pria itu tampak masuk keluar di dalam apem tembem dan becek wanita itu. "Ahhh... ahhh... ahhh.." Desahan-desahan nikmat keluar dari mulut mereka berdua. Saat sensasi aneh yang sangat nikmat di rasakan oleh mereka. "Ahhh... hah, enak banget... ah.. lebih cepat!" pinta Bu Alin. Erfan memegang pinggang wanita itu, lalu dia meningkatkan intensitas gempurannya. Sampai suara benturan antara kulit terdengar jelas di kamar tersebut. "Ahhh... ahhh... apemmu sungguh nikmat, ahh.." ucap Erfan dengan nada yang sangat menikmati. "Nikmati saja... cuma batang Tuan Muda... yang bisa merasakan kenikmatan apemku," balas Bu Alin.Erfan meraih kedua tangan Bu Alin, lalu mengangkatnya ke atas ~ menahannya di atas kepalanya. Setelah itu, dia menundukkan kepalanya
Tanpa berbasa basi, Erfan langsung mencium ganas bibir merah wanita itu. Mendapatkan ciuman ganas itu, Bu Alin buru-buru menanggapinya. Saat Erfan mengisap bibirnya, Bu Alin akan membalas mengisap bibir Erfan. Saat Erfan melilitkan lidahnya ke lidah Bu Alin, lidah wanita itu pun akan membalas melilitnya kembali. Erfan menarik bra wanita itu ke bawah, sampai kedua payudaranya itu menyembul keluar. Setelah itu, dia meremas payudara itu depan remasan keras. "Emmm... emmm..." Desahan tertahan keluar dari mulut Bu Alin sebagai respons dari remasan Erfan. Tubuhnya pun tampak bergeliat-geliat keenakan karena remasan itu. Puas berciuman, bibir Erfan turun ke bawah ~ merambat ke permukaan payudara wanita itu. Isapan dan jilatan di daratkan di sana, yang membuat sensasi itu semakin merangsang Bu Alin. Sampai di putingnya, Erfan melakukan isapan keras di sana. Tak lupa, dia juga terus melakukan remasan keras. "Ahhh..." Desahan keras keluar dari mulut Bu Alin, saat sensasi isapan yan
Di dalam, Erfan duduk di sofa yang tampak sederhana dengan santai."Tuan Muda, mau minum apa?" tanya Bu Alin dengan nada sedikit genit.Erfan menatap wanita itu dari bawah sampai atas. Hari ini, wanita itu tampak sangat menggoda. Pakaian yang dikenakan adalah sebuah dress ketat dan seksi, sehingga lekuk tubuhnya tampak tercetak jelas.Mata Erfan berhenti di bagian payudara wanita itu yang tampak menjulang tinggi."Aku mau minum susumu saja," celetuk Erfan dengan nada main-main."Ih, Tuan Muda... baru juga dateng, udah nakal aja," gerutu Bu Alin dengan nada genit."Kenapa? Kamu gak mau ngasih jatah sama aku?" tanya Erfan."Kata siapa gak mau?" balas Bu Alin, sambil duduk di pangkuan Erfan. "Tapi kan tadi Tuan Muda bilang mau minum susu aku! Payudaraku gak ada susunya, jadi Tuan Muda gak bakalan dapat susu," ucap Bu Alin, sambil menggesekkan payudaranya itu di dada Erfan. Tangan Erfan hinggap di salah satu payuda
Beberapa saat kemudian, terlihat Erfan dan Alana keluar dari kamar. Penampilan mereka sudah sangat rapi. Mereka berdua berjalan ke lantai bawah, sambil bergandengan tangan ~ dengan mesra. Alana tak merasa khawatir sama sekali, hubungannya dengan Erfan di ketahui para wanita Erfan. Lagi pula, dia sudah menegaskan akan menjadi wanita Erfan. Sampai di lantai bawah, terlihat para wanita Erfan semuanya berada di sana. Saat para wanita itu melihat Alana yang menggandeng tangan Erfan, mereka seketika melempar tatapan penuh pengertian. "Ternyata.... kamu udah di taklukkan, yah.... sama pria nakal itu," ucap Jessy kepada Alana, dengan nada main-main. "Huh, gimana lagi... aku gak sanggup nahan godaannya," balas Alana ~ berpura-pura tak berdaya."Gimana, enak gak?" tanya Dewi dengan nada main-main."Enak banget! Pria ini sangat hebat," balas Alana, tanpa malu sama sekali."Udah, jangan bahas yang kayak gitu!
"Dari pada kamu selingkuh terus sama aku... kamu minta cerai saja! Terus jadi wanitaku," ucap Erfan dengan nada merayu. Tanpa di duga, Alana langsung mengangguk. "Aku akan coba minta cerai nanti!" Erfan pun merasa sedikit terkejut. Karena pasalnya, dia hanya bercanda tadi. Namun tak di sangka, Alana langsung setuju begitu saja. "Kamu serius?" tanya Erfan. "Serius, dong! Aku mau sama kamu aja. Udah ganteng, kaya, jago di ranjang lagi," balas Alana. Jari telunjuknya terus membuat gambar lingkaran di dada Erfan. "Hey, bukannya kamu sangat mencintai suamimu? Bahkan kamu sampai menentang keluarga pas mau nikah sama dia," ucap Erfan dengan nada menyelidik. "Itu dulu! Sekarang udah engga. Aku sangat lelah menghadapi suamiku itu," balas Alana dengan nada malas. "Emangnya kenapa?" tanya Erfan. "Bayangkan saja. Dia setiap hari hanya bersenang-senang, sedangkan aku... harus berusaha nyari uang. Bahkan aku dengar, dia berselingkuh sama salah satu sales di dealer ku. Padahal, dia gak mam
Erfan meletakan ujung senjatanya di depan pintu gua Bu Jessy, lalu menekannya ke depan."Ahh...ini ahh...terlalu besar!" pekik Bu Jessy, sambil mendesah antara nikmat dan ada rasa sakit."Ternyata milikmu begitu sempit! sebesar apa milik suamimu itu," ucap Erfan, sambil terus mendorong ke depan, me
Setelah Frisa tidur pulas, Erfan pergi ke kamar tempat para wanita lainnya berada. Saat di masuk ke dalam kamar, matanya langsung berbinar. Dia melihat para wanita sedang duduk di atas kasur, mereka sudah menggunakan pakaian tidur seksi tembus pandang, memperlihatkan lekuk tubuh menggoda itu samar
Di dalam kamar mandi, Erfan mengisi bathtup dengan air, lalu memberinya sabun, yang sudah di siapkan. Sambil menunggu, dia kembali berciuman panas bersama Bu Jessy. Tangannya mulai meraba tubuh seksi itu, dan akhirnya hinggap di dada besar yang masih tertutup bra renda hitam. Erfan meremas dada B
Pantai tidak lah jauh dari hotel, cukup beberapa menit, mereka sudah sampai di pantai. Saat mobil Erfan masuk ke dalam parkiran pantai, itu langsung menjadi pusat perhatian. Selain suaranya yang merdu, mobil Erfan terlihat sangat mewah. "Itu Lamborghini Urus!" ucap Seorang pria, sambil menyenggol







