Home / Male Adult / Hasrat Wanita Desa / Bab 8 Serina Mulai Luluh ?

Share

Bab 8 Serina Mulai Luluh ?

Author: Tristar
last update publish date: 2025-12-13 04:57:00

"Aku tidak menyangka, tuan muda sangat kuat," ucap Bu Resti dengan wajah penuh kepuasan.

"Apakah kamu puas?" tanya Erfan.

"Aku masih ingin, tapi istirahat dulu sebentar!" jawab Bu Resti.

"Kamu itu yah. Suami mu sedang di rumah sakit, kamu malah bersenang senang," ucap Erfan sambil meremas pantat montok Bu Resti.

"Salahkan tubuh ku, yang menginginkan belaian. sudah lama tubuh ini, tidak di belai," jawab Bu Resti, tanpa rasa bersalah.

"Kamu seperti jalang saja," ucap Erfan, sambil menggelengkan kepalanya.

"Aku akan menjadi jalang, untuk tuan muda!" jawab Bu Resti, dengan nada genit.

Erfan tertawa, sambil menatap wanita itu.

"Haha, Jika ingin menjadi jalang ku, kamu harus merawat tubuh dengan baik!" ucap Erfan.

"Jika ada uang nya, tentu saja aku akan melakukannya," ucap Bu Resti, dengan terus terang.

"Uang bukanlah masalah," balas Erfan, sambil mengusap wajah wanita itu.

Setelah beristirahat sebentar, Erfan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut.

"Anakmu berapa? pasti sudah punya anak kan?" tanya Erfan.

"Ada 2 sayang, keduanya wanita, yang pertama barumur 17 Thn masih sekolah Sma, yang ke 2 berumur 10 thn masih sd," ucap Bu Resti.

"Pasti yang SMA cantik!" ucap Erfan, sambil terkekeh.

"Tentu saja, dia menjadi salah satu primadona di sekolah," ucap Bu Resti, dengan bangga.

"Boleh kali, kenalin sama aku haha," Erfan terkekeh nakal.

"Nanti kamu tiduri lagi, mana tubuh anak ku sangat menggoda, ukuran dadanya tidak kecil loh," ucap Bu Resti dengan nada menggoda.

"Jika aku tiduri, bagaimana?" tanya Erfan, dengan nada main main.

"Jika anak ku mau, silahkan saja. tapi jangan sampai hamil!" jawab Bu Resti

"Kalo tidur bersama anak, dan ibu, sekaligus pasti sangat hot," ucap Erfan, sambil merangkul pundak Bu Resti.

"Kamu sangat nakal," Bu Resti tidak marah dia malah tersenyum nakal.

===

1 jam kemudian,

Mereka sampai di kampung mawar, Erfan mengantarkan pulang BU Resti. Sebelum Bu Resti turun dari mobil, Erfan memberi uang 1 jt, dan meminta ciuman. Dengan senang hati Bu Resti melayani Erfan, setelah selesai Bu Resti turun dari mobil, dan Erfan melajukan kembali mobilnya menuju Vila.

Sampai di vila,

Setelah Erfan makan dan bersih bersih, dia bersantai sambil menonton Tv di sisinya se botol anggur lokal menemani nya.

===

Pagi hari,

Erfan keluar dari kamar nya, dia sudah sangat rapih.

Saat Erfan menuju ke meja makan, dia melihat Serina yang sedang menata makanan. Serina memakai Dres yang di belikan Erfan membuat tubuh nya terlihat sangat menggoda.

Erfan menyeringai nakal, sambil mengendap ngendap.

Saat Sudah dekat, Erfan langsung memeluk Serina Dari belakang.

"AHHH," Serina kaget, secara refleks dia berteriak. Saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Erfan, dia berhenti berteriak.

"Kamu ini ngagetin aja," Serina berkata dengan kesal.

Erfan memeluk Serina dengan erat, sambil cengengesan.

"Pagi cantik," Ucap Erfan, dengan penuh keceriaan.

"Pagi juga tuan muda," jawab Serina, dia tidak melawan di peluk erat Erfan.

Erfan mengendus leher Serina lalu mengecup nya.

"Tuan muda jangan berlebihan," Serina mulai menolak, saat merasakan kecupan Erfan.

Walaupun sebenarnya Serina menginginkan nya, Tapi karena status nya yang sebagai wanita bersuami, dia terus menahan setiap godaan Erfan.

"Oke oke jangan marah," ucap Erfan, lalu melepakan pelukan nya, Karena Erfan tidak mau memaksakan kehendaknya, tapi dia akan terus berusaha menaklukkan Serina.

Selama sarapan, Erfan dibuat panas dingin, apalagi saat menatap belahan dada Serina yang begitu dalam.

Serina yang menyadari tatapan Erfan hanya pura-pura tidak tau. Kenyataannya Serina sudah mulai luluh, makannya dia mau memakai pakaian, dan menggunakan skin care, saat berada di vila Erfan. Semua itu agar Erfan mengagumi nya.

"Cantik, aku berangkat dulu!" ucap Erfan berkata, lalu berjalan pergi dengan penuh senyuman.

"Erfan, entah sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan," ucap Serina dengan suara pelan, sambil menatap kepergian Erfan, dengan tatapan Rumit.

Erfan sampai di perusahaan,

"Selamat pagi tuan muda," ucap Para petugas keamanan.

"Pagi semua," sapa Erfan, dengan penuh keceriaan.

"Tuan muda, kenapa mobil yang bagus di tinggal di perumahan?" tanya Petugas Keamanan.

"Kemarin aku membantu salah satu warga, mengantar kerumah sakit," ucap Erfan.

Petugan keamanan yang berjaga pagi tidak tau, karena mereka ganti sif pada jam 3 sore.

Semua petugas keamanan mengangguk mengerti, lalu Erfan masuk ke kantor.

Hari ini, Erfan sangat santai tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan.

Karena jenuh, Erfan memutuskan untuk pergi ke kebun. Erfan mengajak Anne, untuk menemaninya berkeliling.

Mereka ber dua pergi ke kebun buah buahan menggunakan mobil pajero.

Erfan sangat terpesona dengan penampilan Anne hari ini, dia menggunakan dres hitam pendek tanpa lengan dengan kerah rendah, wajahnya di rias tidak terlalu terlalu over, tapi sangat mengoda.

"Nona, hari ini kamu begitu cantik," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal.

"Ahh, masa tuan muda?" Anne berkata sedikit malu.

"Serius tapi, emm sayang nya kamu sudah punya suami," Erfan berkata pura-pura sedih.

Deg

Hati Anne seketika kacau, Anne tidak menjawab, dia hanya diam karena bingung mau menjawab apa.

"Anne, ingat kamu memiliki suami," Anne hanya bisa menggumamkan kalimat tersebut, di dalam hatinya.

Tidak lama mereka sampai di parkiran mobil.

Mereka turun, lalu berjalan menuju tempat pertanian buah stroberi.

Terlihat banyak karyawan wanita sedang memetik Stroberi. Saat mereka melihat Erfan, mereka menyapa dengan sopan.

Erfan menyadari, ada beberapa wanita cantik yang berusaha mencari perhatiannya.

"Tuan muda apakah kamu mau makan stroberi?" tanya Anne.

"Tentu saja!" jawab Erfan.

Anne pergi mengambil Stroberi berkualitas terbaik yang telah di cuci.

"Ini tuan muda!" Anne menyodorkan semangkuk Stroberi.

Erfan memakan Stroberi tersebut, dia sangat puas dengan kualitas rasa Stroberi.

"Apakah enak tuan muda?" tanya Anne, dia sedikit gugup, karena takut Erfan tidak puas dengan kualitas stroberi tersebut.

"Sangat enak, ini sangat manis," puji Erfan sambil tersenyum puas.

Anne tersenyum lega.

"Kamu makan juga!" ucap Erfan kepada Anne.

Anne tidak menolak, dia memakan Stroberi tersebut. Terlihat ekspresi wajahnya sangat puas, dengan rasa stroberi tersebut.

"Sangat enak," Anne berkata dengan bahagia.

Erfan yang melihat Anne memakan Stroberi, sangat panas, apa lagi saat memasuk Stroberi ke bibir merahnya.

Erfan berusaha menenangkan hatinya, yang mulai bergejolak.

"Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Erfan.

Mereka pun pergi ke pertanian buah Cerry,

Erfan sangat kagum dengan kualitas semua buah disana. Para karyawan pun sangat lega, saat melihat Erfan puas dengan kualitas buah.

Erfan dan Anne, berkeliling hampir ke 6 tempat buah yang berbeda. Setelah Erfan puas, dan juga Anne ada pekerjaan, merekapun kembali ke kantor.

Saat tengah hari, waktu istirahat makan. Erfan kembali ke Vila untuk makan siang.

Saat sampai di vila, Erfan melihat Serina sedang duduk sambil melamun. Erfan yang melihat itu, sedikit mengerutkan keningnya.

Erfan memeluk Serina dari belakang.

"Ada apa cantik? kok ngelamun?" tanya Erfan.

"Enggak kok," jawab Serina berusaha menyembunyikan sesuatu.

"Kalo ada masalah, bicara saja," ucap Erfan dengan lembut.

Serina berpikir sejenak, lalu dia menghela nafas panjang mengumpulkan keberanian.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (4)
goodnovel comment avatar
Shinta
ud langganan yg 1 minggu utk baca cerpen tanpa batas & iklan, lah koq tiba2 ga bisa lanjut bab selanjutnya, gimana sih ini jd kesel saya ......
goodnovel comment avatar
Randuardi Ardi
mantulll banget
goodnovel comment avatar
Nyoman Suindera
gimana cara menemukan.iklannya
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 322 Mengunjungi Tesa Dan Frisa

    Pada malam hari, suasana vila terasa hangat dan penuh kebersamaan. Erfan duduk di tengah, dikelilingi oleh para wanita. Setelah memastikan perhatian mereka tertuju padanya, Erfan pun menyampaikan niatnya. "Lusa, aku akan mengantar Bu Susan dan Cika ke Kota Hua," ucapnya dengan nada tenang. Mendengar hal itu, para wanita saling berpandangan sejenak, lalu mengangguk setuju. Tak ada penolakan sedikit pun. Bagi mereka, keputusan itu adalah hal yang wajar. Bu Susan adalah bagian dari kehidupan Erfan, dan Cika, sebagai anaknya, tentu pantas mendapatkan perhatian serta kehadiran sosok orang tua. Erfan memandang Kak Gisel, lalu dia berkata. "Besok, aku akan mengantar kakak ~ mencari lahan." Kak Gisel mengangguk, sorot matanya mengeluarkan sedikit kilatan panas. Namun, semua orang tidak ada yang menyadarinya. "Erfan, berapa lama kamu di Kota Hua?" tanya Tante Yurike. Erfan memandang Bu Susan, karena dia belum tahu, kunjungan wisata itu berlangsung berapa lama. Bu Susan langsung mengert

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 321 Kak Gisel Menguping++

    "Sayang, mau langsung mulai?" tanya Erfan dengan nada menggoda. "Ayo. Mau gaya apa, sayang?" tanya Bu Susan dengan nada genit. "Kamu nungguin, sayang!" perintah Erfan. Bu Susan mengambil posisi menungging membelakangi Erfan. Kepalanya di posisikan lebih rendah dari pantatnya. Melihat posisi yang sudah pas, Erfan langsung memosisikan batang besarnya itu di lubang apem wanita itu, lalu dia mendorongnya masuk sampai mentok di dalam. "Ahhhh..." desahan panjang bergema di dalam kamar, saat tubuh keduanya menyatu sempurna. "Sayang, enak banget... ahh..." ujar Bu Susan, nada bicaranya terdengar sangat menikmati. "Vaginamu... sangat enak, sayang! batangku di jepit erat di dalam." Erfan mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam sana dengan gerakan cepat. Sehingga, suara benturan antara pahanya dan pantat wanita itu menimbulkan suara khas yang

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 320 Kak Gisel Ikut Pulang

    Kakak perempuan pertama Diva yang bernama, Gisel, tampak ingin berkata, namun dia tampak ragu.Diva menyadari itu, lalu dia bertanya kepada kakaknya itu. "Ada apa kak? kalau ada yang mau kakak katakan, katakan saja!" "Sebenarnya... aku kepikiran membuka bisnis di sana. Tapi... bisnis yang bisa aku buat hanyalah bisnis sederhana," ujar Kak Gisel dengan nada canggung."Emangnya... bisnis apa yang kakak ingin buat?" tanya Erfan dengan serius."Bisnis penginapan, seperti bisnis yang aku jalankan di sini," balas Kak Gisel."Itu bagus kak! kalau kakak mau buat bisnis itu, buat lah secepatnya!" ucap Erfan menyarankan."Apa... bisnis seperti itu akan laku? di tempat mewah yang akan kamu bangun?" tanya Kak Gisel, dia merasa ragu."Yah pasti laku! walau tempat yang dibangun mewah, tapi pengunjung yang datang, gak semuanya mau menyia-nyiakan uang, buat tidur di hotel mewah. Bahkan, kebanyakan pasti memilih tinggal di penginapan se

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 319 Erfan Gak Normal

    Erfan mengajak wanita itu beristirahat di dalam mobil. Namun, Tante Yurike harus di bawah ke dalam mobil dengan cara di gendong, karena dia sudah tidak sanggup berjalan. Di dalam mobil, keduanya berbaring sambil berpelukan, dengan posisi Tante Yurike ada di atas tubuh Erfan. "Tante rasa... kamu semakin hebat!" ujar Tante Yurike pelan. Matanya menatap Erfan dengan sorot mata kagum, dan juga ada kepuasan. "Gimana gak hebat? setiap hari aku selalu bercinta dengan para wanitaku," ucap Erfan dengan bangga. "Bocah nakal! kamu gak boleh terlalu sering bermain dengan wanita! itu gak baik untuk kesehatan ginjalmu," Tanta Yurike mengingatkan. "Aku awalnya berpikir begitu. Tapi, sampai sekarang... aku gak pernah merasa ada keluhan apapun," balas Erfan santai. "Kamu paling banyak... sehari bisa berapa kali?" tanya Tante Yurike. Karena dia belum tahu, seberapa hebat Erfan yang sebenarnya. "Kalau memaksakan diri, aku bisa memua

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 318 Panggil Aku, Suami!

    Erfan tidak langsung bergerak, dia ingin menikmati sensasi penyatuan awal terlebih dahulu. "Tante, apa suamimu... masih suka meminta jatah kepadamu?" tanya Erfan dengan nada main-main. "Itu sudah pasti! kamu gak harus bertanya," balas Tante Yurike dengan nada manja. "Tapi... kenapa vaginamu begitu sempit?" "Kamu jangan seolah-olah gak tahu deh!" balas Tante Yurike sedikit ketus. Erfan terkekeh lucu. Dia tahu kondisi suami Tante Yurike, alasannya bertanya hanya untuk menggoda wanita itu. "Aku kira... batang suami tante... ukurannya sudah membesar," goda Erfan. "Udah, jangan bicarakan dia terus! ayo mulai! udah gatal nih," rengek Tante Yurike. "Oke. Aku mulai, yah!" Setelah Erfan berkata, dia mulai menggerakkan batangnya maju mundur di dalam apem wanita itu. Gerakan awal tampak pelan, namun lama kelamaan gerakannya semakin cepat.

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 317 Di Manja Tante Yurike++

    Setelah mengantarkan Sinta ke rumahnya, Erfan tidak langsung pulang ke vila. Dia membelokkan mobilnya masuk ke area hutan yang dulu di jadikan tempat untuk bercinta bersama, Bi Ayu. Tante Yurike merasa bingung kenapa Erfan membawanya ke tempat seperti itu. Namun, dia tidak bertanya apapun. Setelah sampai di tempat yang biasa dia kunjungi, Erfan menghentikan mobilnya. Dia melirik Tante Yurike, lalu memeluk tubuh wanita itu dan tangannya langsung hinggap di payudara besar wanita itu. Tante Yurike mengerti, mengapa Erfan membawanya ke tempat seperti ini. Senyuman genit mulai terlukis di bibir seksinya. "Kamu benar-benar yah, mau ajak tante bercinta di tempat seperti ini," ucap Tante Yurike dengan nada menggoda. "Hehe, tante harus mencobanya. Lebih seru loh!" ucap Erfan dengan nada main-main. Tante Yurike melingkarkan tangannya di leher Erfan. "Oke. Tante setuj

  • Hasrat Wanita Desa   Bab 34 Bu Susan Pemilik Warung

    Saat Erfan masuk ke dalam warung dia melihat, kursi dan meja yang di siapkan untuk pelanggan makan. Erfan kira Bu Susan mengundangnya ke dalam untuk menggodanya, dia terlalu geer. "Makan disini kan?" tanya Bu Susan, sambil menatap Erfan dengan tatapan genit. "Iyah Bu!" jawab Erfan, dengan nada

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 31 Keributan Di Pernikahan

    Semua orang kaget, dengan teriakan Erfan. "4 tuan muda jahat bertindak," ucap teman Erfan yang lain. Mereka sudah tau betapa mendominasi nya Erfan dan 3 lainnya. Pria itu melirik ke arah Erfan, "Siapa kau, apa mau," Sebelum pria muda tersebut menyelesaikan perkataannya, Erfan mengambil satu bo

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 37 Erfan Ngambek

    Pagi hari, Saat Erfan terbangun dari tidurnya, Bu Evi sudah tidak ada di kamar, itu karena sebelum matahari terbit, Bu Evi pulang ke rumahnya. Erfan pergi bersiap-siap, karena hari ini Erfan mau pergi ke kota menjemput Serina dan orang tua nya. Mobil Lamboghini urus, keluar dari Vila lalu berh

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Hasrat Wanita Desa   Bab 38 Serina Tidak Tahan Lagi

    Mereka pun melakukan pemanasan terlebih dahulu, sebelum pertempuran di mulai. "Sayang, milikmu ini membuat ku candu," ucap Anne sambil bermain dengan senjata Erfan. "Em. enak sayang," Erfan menikmati permainan Anne. Setelah dirasa penasaran cukup, dan Erfan juga, sudah membuat Anne mencapai pu

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status