LOGIN"Aku tidak menyangka, tuan muda sangat kuat," ucap Bu Resti dengan wajah penuh kepuasan.
"Apakah kamu puas?" tanya Erfan. "Aku masih ingin, tapi istirahat dulu sebentar!" jawab Bu Resti. "Kamu itu yah. Suami mu sedang di rumah sakit, kamu malah bersenang senang," ucap Erfan sambil meremas pantat montok Bu Resti. "Salahkan tubuh ku, yang menginginkan belaian. sudah lama tubuh ini, tidak di belai," jawab Bu Resti, tanpa rasa bersalah. "Kamu seperti jalang saja," ucap Erfan, sambil menggelengkan kepalanya. "Aku akan menjadi jalang, untuk tuan muda!" jawab Bu Resti, dengan nada genit. Erfan tertawa, sambil menatap wanita itu. "Haha, Jika ingin menjadi jalang ku, kamu harus merawat tubuh dengan baik!" ucap Erfan. "Jika ada uang nya, tentu saja aku akan melakukannya," ucap Bu Resti, dengan terus terang. "Uang bukanlah masalah," balas Erfan, sambil mengusap wajah wanita itu. Setelah beristirahat sebentar, Erfan kembali melajukan mobilnya pergi dari tempat tersebut. "Anakmu berapa? pasti sudah punya anak kan?" tanya Erfan. "Ada 2 sayang, keduanya wanita, yang pertama barumur 17 Thn masih sekolah Sma, yang ke 2 berumur 10 thn masih sd," ucap Bu Resti. "Pasti yang SMA cantik!" ucap Erfan, sambil terkekeh. "Tentu saja, dia menjadi salah satu primadona di sekolah," ucap Bu Resti, dengan bangga. "Boleh kali, kenalin sama aku haha," Erfan terkekeh nakal. "Nanti kamu tiduri lagi, mana tubuh anak ku sangat menggoda, ukuran dadanya tidak kecil loh," ucap Bu Resti dengan nada menggoda. "Jika aku tiduri, bagaimana?" tanya Erfan, dengan nada main main. "Jika anak ku mau, silahkan saja. tapi jangan sampai hamil!" jawab Bu Resti "Kalo tidur bersama anak, dan ibu, sekaligus pasti sangat hot," ucap Erfan, sambil merangkul pundak Bu Resti. "Kamu sangat nakal," Bu Resti tidak marah dia malah tersenyum nakal. === 1 jam kemudian, Mereka sampai di kampung mawar, Erfan mengantarkan pulang BU Resti. Sebelum Bu Resti turun dari mobil, Erfan memberi uang 1 jt, dan meminta ciuman. Dengan senang hati Bu Resti melayani Erfan, setelah selesai Bu Resti turun dari mobil, dan Erfan melajukan kembali mobilnya menuju Vila. Sampai di vila, Setelah Erfan makan dan bersih bersih, dia bersantai sambil menonton Tv di sisinya se botol anggur lokal menemani nya. === Pagi hari, Erfan keluar dari kamar nya, dia sudah sangat rapih. Saat Erfan menuju ke meja makan, dia melihat Serina yang sedang menata makanan. Serina memakai Dres yang di belikan Erfan membuat tubuh nya terlihat sangat menggoda. Erfan menyeringai nakal, sambil mengendap ngendap. Saat Sudah dekat, Erfan langsung memeluk Serina Dari belakang. "AHHH," Serina kaget, secara refleks dia berteriak. Saat menyadari bahwa yang memeluknya adalah Erfan, dia berhenti berteriak. "Kamu ini ngagetin aja," Serina berkata dengan kesal. Erfan memeluk Serina dengan erat, sambil cengengesan. "Pagi cantik," Ucap Erfan, dengan penuh keceriaan. "Pagi juga tuan muda," jawab Serina, dia tidak melawan di peluk erat Erfan. Erfan mengendus leher Serina lalu mengecup nya. "Tuan muda jangan berlebihan," Serina mulai menolak, saat merasakan kecupan Erfan. Walaupun sebenarnya Serina menginginkan nya, Tapi karena status nya yang sebagai wanita bersuami, dia terus menahan setiap godaan Erfan. "Oke oke jangan marah," ucap Erfan, lalu melepakan pelukan nya, Karena Erfan tidak mau memaksakan kehendaknya, tapi dia akan terus berusaha menaklukkan Serina. Selama sarapan, Erfan dibuat panas dingin, apalagi saat menatap belahan dada Serina yang begitu dalam. Serina yang menyadari tatapan Erfan hanya pura-pura tidak tau. Kenyataannya Serina sudah mulai luluh, makannya dia mau memakai pakaian, dan menggunakan skin care, saat berada di vila Erfan. Semua itu agar Erfan mengagumi nya. "Cantik, aku berangkat dulu!" ucap Erfan berkata, lalu berjalan pergi dengan penuh senyuman. "Erfan, entah sampai kapan aku bisa bertahan dari godaan," ucap Serina dengan suara pelan, sambil menatap kepergian Erfan, dengan tatapan Rumit. Erfan sampai di perusahaan, "Selamat pagi tuan muda," ucap Para petugas keamanan. "Pagi semua," sapa Erfan, dengan penuh keceriaan. "Tuan muda, kenapa mobil yang bagus di tinggal di perumahan?" tanya Petugas Keamanan. "Kemarin aku membantu salah satu warga, mengantar kerumah sakit," ucap Erfan. Petugan keamanan yang berjaga pagi tidak tau, karena mereka ganti sif pada jam 3 sore. Semua petugas keamanan mengangguk mengerti, lalu Erfan masuk ke kantor. Hari ini, Erfan sangat santai tidak ada pekerjaan yang harus di kerjakan. Karena jenuh, Erfan memutuskan untuk pergi ke kebun. Erfan mengajak Anne, untuk menemaninya berkeliling. Mereka ber dua pergi ke kebun buah buahan menggunakan mobil pajero. Erfan sangat terpesona dengan penampilan Anne hari ini, dia menggunakan dres hitam pendek tanpa lengan dengan kerah rendah, wajahnya di rias tidak terlalu terlalu over, tapi sangat mengoda. "Nona, hari ini kamu begitu cantik," ucap Erfan, sambil tersenyum nakal. "Ahh, masa tuan muda?" Anne berkata sedikit malu. "Serius tapi, emm sayang nya kamu sudah punya suami," Erfan berkata pura-pura sedih. Deg Hati Anne seketika kacau, Anne tidak menjawab, dia hanya diam karena bingung mau menjawab apa. "Anne, ingat kamu memiliki suami," Anne hanya bisa menggumamkan kalimat tersebut, di dalam hatinya. Tidak lama mereka sampai di parkiran mobil. Mereka turun, lalu berjalan menuju tempat pertanian buah stroberi. Terlihat banyak karyawan wanita sedang memetik Stroberi. Saat mereka melihat Erfan, mereka menyapa dengan sopan. Erfan menyadari, ada beberapa wanita cantik yang berusaha mencari perhatiannya. "Tuan muda apakah kamu mau makan stroberi?" tanya Anne. "Tentu saja!" jawab Erfan. Anne pergi mengambil Stroberi berkualitas terbaik yang telah di cuci. "Ini tuan muda!" Anne menyodorkan semangkuk Stroberi. Erfan memakan Stroberi tersebut, dia sangat puas dengan kualitas rasa Stroberi. "Apakah enak tuan muda?" tanya Anne, dia sedikit gugup, karena takut Erfan tidak puas dengan kualitas stroberi tersebut. "Sangat enak, ini sangat manis," puji Erfan sambil tersenyum puas. Anne tersenyum lega. "Kamu makan juga!" ucap Erfan kepada Anne. Anne tidak menolak, dia memakan Stroberi tersebut. Terlihat ekspresi wajahnya sangat puas, dengan rasa stroberi tersebut. "Sangat enak," Anne berkata dengan bahagia. Erfan yang melihat Anne memakan Stroberi, sangat panas, apa lagi saat memasuk Stroberi ke bibir merahnya. Erfan berusaha menenangkan hatinya, yang mulai bergejolak. "Ayo pergi ke tempat lain!" ajak Erfan. Mereka pun pergi ke pertanian buah Cerry, Erfan sangat kagum dengan kualitas semua buah disana. Para karyawan pun sangat lega, saat melihat Erfan puas dengan kualitas buah. Erfan dan Anne, berkeliling hampir ke 6 tempat buah yang berbeda. Setelah Erfan puas, dan juga Anne ada pekerjaan, merekapun kembali ke kantor. Saat tengah hari, waktu istirahat makan. Erfan kembali ke Vila untuk makan siang. Saat sampai di vila, Erfan melihat Serina sedang duduk sambil melamun. Erfan yang melihat itu, sedikit mengerutkan keningnya. Erfan memeluk Serina dari belakang. "Ada apa cantik? kok ngelamun?" tanya Erfan. "Enggak kok," jawab Serina berusaha menyembunyikan sesuatu. "Kalo ada masalah, bicara saja," ucap Erfan dengan lembut. Serina berpikir sejenak, lalu dia menghela nafas panjang mengumpulkan keberanian."Ahh...gadis nakal, apa sekarang kamu merasakan sakit?" ejek Erfan.Diva membuka matanya menatap Erfan dengan tatapan tegas."Enggak kok! aku...aku hanya salah bicara!" ucapnya dengan nada tinggi.Diva benar-benar tidak mau di anggap lemah.Erfan tertawa kecil, karena merasa lucu dengan gengsi wanita muda ini.Air mata yang sedikit keluar dari sudut mata Diva langsung Diva hapus."Hey, kamu menangis!" goda Erfan."Apa sih! enggak juga," balas Diva dengan kesal.Erfan mengelus pipi merah muda wanita itu, lalu berkata dengan penuh penghargaan."Wanitaku ini benar-benar kuat! aku salut," Diva mendengus bangga, lalu dia membalas."Hmph, tentu saja! aku memang lah kuat, rasa sakit sedikit ini tidak ada apa-apanya untukku," Erfan mencium bibir seksi wanita itu dalam-dalam, Diva langsung menanggapi yang akhirnya mereka berciuman dengan panas.Setelah puas berciuman bibir mereka terpisah."Sayang, aku mau foto dulu!" ucap Diva sambil mengambil ponsel miliknya yang tidak jauh darinya."Memfo
Tidak lama Diva kembali. Saat Erfan menatap penampilan wanita itu, api hasrat di tubuhnya semakin membara.Diva mengenakan lingerie seksi berlubang berwarna hitam, yang yang menempel erat di tubuh menggodanya itu."Sayang, apakah indah?" tanya Diva sambil berpose menggoda.Erfan menelan ludah, lalu menganggukkan kepalanya. Matanya tidak berkedip, menatap lekat tubuh panas itu.Diva berjalan menghampiri Erfan, dengan gerakan perlahan dia naik ke atas tempat tidur, matanya terus menatap Erfan dengan tatapan panas dan penuh godaan.Tanpa membuang waktu Erfan langsung menarik wanita itu kemudian menekannya di bawah tubuhnya."Ahh...sayang ayo makan aku!" goda Diva.Erfan dengan ganas menyerang bibir wanita, Diva tidak menghindar dia menanggapinya secara langsung. Mereka pun berciuman dengan panas, lidah keduanya saling melilit, menari, di dalam sana.Tangan Erfan meremas gundukan besar yang kenyal dan padat milik Diva dengan keras, yang membuat wanita itu mengeluarkan suara desahan merdu
Beralih ke Dika, dia nampak sedang berjalan ke menuju ke arah lift hotel berada.Tiba-tiba terdengar suara pria yang memanggilnya."Dika!" Dika langsung menoleh ke arah suara itu."Kamu Do, mau ke mana?" tanya Dika.Rido terkekeh, sambil berkata."Hehe, aku mau mengajakmu bersantai di tempat kolam berenang!" Ternyata pria itu adalah Rido, setelah Rido pulang dari kamar tempat Erfan berada dia pergi ke kamarnya untuk merancang rencana lalu pergi mencari Dika, akhirnya dia bertemu Dika di tempat tersebut."Bersantai? ayo kalo gitu!" Dika setuju begitu saja."Ehh, ke mana pacarmu? tumben gak ngikut," Rido basa basi menanyakan Geya."Dia lagi mencari uang untukku!" ucap Dika dengan santai, tapi tidak mengatakan hal spesifiknya.Mendengar pertanyaan Dika, Rido mengerutkan keningnya."Mencari uang? apa maksudmu?" tanya Rido.Dika mengibaskan tangannya."Udah, jangan banyak tanya dulu! ayo kita cari tempat bersantai," Dika tidak mau memberi hal spesifiknya.Rido mengangguk saja, dia tidak
Sambil berjalan, Rido dan Bayu mengobrol."Do, kamu pikirkan baik-baik cara mendapatkan bukti itu, jangan sampai Dika tahu ataupun curiga," ucap Bayu dengan serius.Rido mengangguk tegas."Tenang saja, aku pasti hati-hati,"Bayu berpikir sejenak, lalu berkata."Kalo bisa, bukti itu harus berbentuk rekaman audio jika bagusnya video. Karena itu akan menjadi bukti yang kuat!" Rido berpikir sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Bayu."Tapi gimana cara aku mendapatkannya?" Rido belum memiliki ide yang bagus.Bayu berpikir sejenak, kemudian berkata."Aku ada saran untukmu!" Rido menatap Bayu dengan serius.Bayu melanjutkan."Gali informasi langsung dari mulut Si Dika! kamu ajak dia mengobrol tetang hubungannya dengan Geya sampai dia mengucapkan semua rahasianya. Jangan lupa kamu rekaman obrolan itu, jika bisa rekaman video,"Mendengar ide dari Bayu, Rido langsung setuju. "Ya...ya itu ide bagus! Si Dika pasti mengatakan semuanya," "Tapi ingat jangan sampai menim
Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhatikan para gadis itu, sambil sesekali memberi pembelajaran ke para gadis itu.Sedangkan Erfan dan Dosen Erika berbaring di kasur dengan posisi intim. Dosen Erika berada di atas tubuh Erfan.Bibir keduanya terjerat dalam ciuman panas.Tangan Erfan meremas pantat gagah wanita itu dengan penuh gairah."Ahh...sayang, jangan nakal! Dosen Ratna ada di sini," ucap Dosen Erika, tapi tidak ada rasa malu sama kali di ekspresi wajahnya.Erfan menyeringai nakal, lalu berkata."Ciuman sama meremas pantat apa bedanya?" Dosen Erika terkikik genit."Hihi, kamu emang nakal yah!" Erfan kembali mencium bibir wanita itu, tangannya meremas area-area yang nyaman di remas di tubuh wanita itu termasuk payudara.Do
Erfan berpikir, lalu berkata. "Sebaiknya jangan hubungi secara langsung!" Erfan merubah ide untuk menghubungi Rido. "Ehh, kenapa sayang?" tanya Dosen Erika dengan bingung. Wanita lainnya pun menatap Erfan kebingungan. Erfan melanjutkan perkataannya. "Jika kita menghubunginya langsung dia akan panik. Begini saja! cari mahasiswa pria yang kenal dengan Rido lalu suruh dia mengajak Rido ke sini!" "Iya benar sekali! kita lakukan itu saja!" satu persatu wanita bersahutan menyetujui rencana itu. "Bayu...Si Bayu cukup di takuti, dan dia juga sangat royal! jika Si Rido di ajak pergi oleh Si Bayu pasti tidak akan menolak," Diva berkata terburu-buru. "Iya Si Bayu cocok! lagian ayah Si Bayu kan rekan bisnis kamu juga sayang!" ucap Yesi. "Oh, dia juga anak dari rekan bisnisku?" Erfan bertanya. Dia tidak terlalu tahu satu persatu anak dari rekan bisnisnya. "Iya sayang! dia pernah mengejek Dosen Benny saat Dosen Benny menyinggungmu waktu di kampus," Diva mengingatkan Erfan. Setelah mende







