LOGINDua mobil yang lolos sudah tiba di pintu masuk kampung. Namun kedua mobil itu terpaksa berhenti, karena ada 4 orang pria berdiri menghalangi jalan."Hmm... kalian berlima lawan mereka! Kita yang mengurus para wanita itu," ucap pria di mobil yang pertama alat komunikasi."Baik!" terdengar suara belasan dari alat komunikasi tersebut.Lima pria yang ada di mobil belakang turun, lalu menyerang ke empat pria bawahan Erfan.Terlihat kelima pria itu tampak kuat, bahkan bawahan Erfan hanya bisa imbang melawan mereka. Jika kelima lagi ikut menyerang, kemungkinan besar bawahan Erfan akan kalah.Mobil yang pertama melaju masuk ke dalam kampung."Sialan! Bagaimana ini! Para Nona pasti celaka," teriak pria berambut keriting dengan panik."Mau bagaimana lagi, para sialan ini ternyata sangat kuat!" balas pria bertato naga di wajahnya dengan ekspresi sangat muram."Kita harus cepat habisi mereka, siapa tahu masih bisa menyelamatkan para Nona," ucap pria yang sudah agak tua. Ekspresi pria itu tampak t
Di malam hari, pas di jam tengah malam. Terlihat belasan mobil sedan hitam melaju di jalanan pedesaan."Ternyata ini tempat Tuan Muda Erfan bersembunyi selama ini," ucap seorang pria berpakaian serba hitam yang ada di dalam salah satu mobil sedan tersebut."Hati-hati, jangan sampai lengah! Di sini pasti sudah di jaga ketat," ucap pria di sampingnya.Tak lama setelah pria itu berbicara, terlihat puluhan pria berdiri menghadang jalan. "Hmm... sulit banget bersembunyi dari mereka. Aku kira mereka berjaga di sekitar vilanya," ucap pria berpakaian hitam itu.DOR... DOR... DORTerdengar suara tembakan di luar."Hati-hati!" ucap salah satu pria berpakaian hitam, sambil menunduk.PRAKK... PRAKK... PRAKKKaca mobil itu hancur oleh beberapa peluru sniper."Sialan, ayo cepat keluar! Jangan sampai mati di sini," ucap salah satu pria dengan panik.Semua pria berpakaian hitam di dalam belasan mobil itu keluar dari mobil.Para pria yang menghadang mereka menatap tajam. Aura mereka semua tampak sang
"Tenang saja, sepertinya mereka belum memata-matai sampai ke bagian paling dalam," ucap Erfan. "Semoga saja begitu! Kalau sampai mereka tahu bagian paling dalam, itu sangat berbahaya!" balas Tuan Surya. "Tuan Muda, anda dapat informasi ini sari siapa?" tanya seorang wanita dewasa yang cukup cantik. "Dari si bodoh Tuan Muda Wings itu. Aku banyak mengorek informasi dari dia. Bukan cuma mata-mata, aku juga dapat banyak informasi tentang keburukan Keluarga Wings!" ucap Erfan. "Benarkah?" tanya Tuan Surya dengan serius. "Tuan Muda coba ceritakan, apa saja keburukan yang pernah mereka lakukan," ucap seorang pria. Erfan menceritakan semua informasi yang dia dapatkan dari Tuan Muda Wings. Tak hanya menceritakan, dia juga memberikan bukti rekaman yang dia ambil. Setelah selesai mendengar, semua orang tampak sangat geram. "Sialan! Ternyata mereka yang memberikan akses narkotika di Ibu Kota. Mereka sangat pandai bersembunyi dari kita," ucap seorang pria tua. "Aku gak nyangka, ternyata K
Keesokan paginya, Erfan pergi memberitahu ayahnya tentang informasi yang dia dapatkan dari Tuan Muda Wings, serta informasi mata-mata yang dikirim oleh Keluarga Wings.Setelah mendengar itu, Tuan Wijaya tak tinggal diam lagi. Dia langsung pergi ke kantor pusat Keluarga Purnama, untuk menyelesaikan para tikus itu. Sebelum pergi, Tuan Wijaya berpesan, kalau nanti siang, Erfan harus pergi bersamanya ke istana pemimpin negara untuk mendiskusikan masalah Keluarga Purnama.===Di sebuah ruang mewah tampak seorang pria paruh baya duduk di kursi pemimpin. Di sisi kanan dan kirinya, duduk beberapa pria dan wanita."Ku dengar, bocah Erfan itu ada di ibu kota," ucap pria paruh baya itu dengan nada sinis."Iya ayah. Kalau kata berita sih, kemarin malem dia muncul di Club miliknya," balas seorang pria dewasa."Hmm... kalian ada yang tahu gak, dia pulang ke sini bawa para wanitanya, atau nggak?" tanya pria paruh baya itu."Nggak! Menurut informasi, dia pulang ke ibu kota sama ayahnya. Nyonya Kartik
Saat ini, terlihat Erfan yang bersandar di sofa sambil menikmati sebatang rokok. Sementara itu, Citra meringkuk di pelukan Erfan. Tubuh keduanya tampak sangat basah oleh keringat hangat. "Tuan Muda, kamu bakalan lepasin aku kan?" tanya Citra sambil menatap Erfan dengan tatapan ragu. Dia merasa takut, kalau Erfan tidak menepati janjinya dan akan membunuhnya setelah mendapatkan kenikmatan darinya. Erfan tersenyum jahat. "Kalau aku gak lepasin kamu, kamu mau gimana?" tanya Erfan. Citra menghela nafas sedih. "Kalau Tuan Muda gak lepasin aku, aku cuma bisa pasrah," balas Citra. "Kamu gak bakalan benci sama aku? Kalau aku membunuhmu," ucap Erfan. Citra menggelengkan kepalanya. "Nggak! Aku pasti menyalahkan pria sialan itu yang sudah membawaku ke masalah ini!" balas Citra sambil melirik mayat Tuan Muda Wings. "Hehe, oke... aku gak akan menggodamu lagi. Tenang saja, aku gak bakalan bunuh kamu. Tapi, asalkan kamu gak bocorkan rahasia aku. Kalau sampai berani..." Erfan menatap Citra den
"Punya kamu... masih sempit banget!" ucap Erfan sambil terus mendorong masuk batangnya. "Ahh... itu gara-gara punya Tuan Muda terlalu besar. Ahh... pelan-pelan saja, agak sakit!" ringis Citra. Setelah batang besar itu masuk agak dalam, Erfan menghentak keras ~ sampai batang itu mentok di dalam. "Ahhh..." Citra mendesah keras, dengan tubuh yang menegang hebat, dan mata membelalak. Erfan memejamkan matanya ~ fokus menikmati sensasi yang diberikan apem wanita itu ke batangnya. "Tuan Muda... dalam banget, sampai nabrak dinding rahimku," ucap Citra dengan suara serak. Mata wanita itu perlahan tertutup dan tubuhnya kembali rileks. Erfan membuka matanya, lalu melirik Tuan Muda Wings. "Punya pacarmu ini sangat nikmat. Sayangnya kamu gak akan bisa menikmatinya lagi," ucap Erfan. Tuan Muda Wings tak menjawab, dia hanya menatap Erfan dengan penuh kebencian. Citra membuat matanya, lalu dia berkata. "Tuan Muda, ayo mulai!" Erfan menatap Citra. "Mau main keras mau pelan?" "Terserah Tuan
Seorang wanita dewasa cantik berpenampilan anggun, berjalan menghampiri Erfan. Senyuman indah terlukis di bibir merah wanita itu. Senyumannya itu membuat siapa saja yang melihatnya pasti sulit untuk melupakannya. "Tuan Muda! saya Rita, manajer PT Coleri," ucap wanita cantik itu dengan sopan. "Ha
Matahari tenggelam, datanglah kegelapan malam. Erfan dan para wanitanya menunggu kabar dari Bayu dengan penuh kesabaran.Para gadis Shara, Diva, dan Yesi, sedang fokus ke laptop mereka masing-masing. Mereka sedang mencatat pembelajaran yang mereka dapat tadi saat kunjungan.Dosen Ratna memperhat
Beralih ke tempat Shara dan wanita lainnya berada. Para wanita itu, terlihat sedang berjalan beriringan dengan mahasiswa lainnya. Mereka mengikuti seorang staf pergi ke suatu tempat dia dalam perusahaan tersebut. Shara berjalan sambil mengobrol dengan Diva. Seperti biasa yang mereka bahas hanyalah
"Sayang, mau makan di mana?" tanya Shara. "Bebas! mau di hotel apa di luar terserah kalian!" balas Erfan dengan nada santai. "Di luar aja yuk! sekalian menikmati suasa malam Kota Su. Kota Su adalah kota besar, pasti kalo malam sangat ramai," ucap Diva. Semu orang mengantuk setuju. Mereka masuk