Beranda / Romansa / Hello, Nanny! / 47. Gila Cowok

Share

47. Gila Cowok

Penulis: Yuli F. Riyadi
last update Tanggal publikasi: 2026-03-13 11:27:23

“Kenapa Lo nggak bilang kalau Papa Reyga secakep itu?!”

Begitu Reyga pergi, Moya kehebohan. BerWow-Wow ria tidak ada hentinya sampai Kalla bosan mendengarnya.

“Kan gue udah cerita kalau dia itu ganteng.”

“Tapi gue nggak ekspek bakal seganteng ini. Bodynya, Kaaaal. Lengannya, Kaaaaal. Ya ampuuun. Gimana rasanya dipeluk lengan semacho itu, Kaaal?”

“Anget sih yang pasti.” Tanpa diduga Moya menjerit, membuat sekonyong-konyong Kalla mendelik. “Astaga, Lo bisa biasa aja nggak sih?”

“Nggak bisa, Ka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (8)
goodnovel comment avatar
Yuli F. Riyadi
Yuk intip yuk
goodnovel comment avatar
Yuli F. Riyadi
Hihihi bakaaar
goodnovel comment avatar
Yuli F. Riyadi
Yuk bakaaar
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Hello, Nanny!   S2.1. Proyek yang Hancur

    Bunyi brakkk terdengar sampai ke dapur. Bunyi familiar yang sekonyong-konyong bisa mematahkan hati seseorang karena usahanya hancur seketika. Kalla yang sedang mengaduk adonan refleks berhenti dan menatap putranya yang berdiri di depannya. Wajah remaja 16 tahun itu spontan memerah sambil memejamkan mata. Kalla tahu betul Kael sedang menahan marah. Dia bahkan melihat tangan putranya itu meremas kuat tangkai hand mixer yang digenggamnya. “Uhm, Sayang. Na-nanti mama bantu kamu merangkainya lagi, oke?” ucap Kalla dengan raut was-was. Perlahan dia melepas spatula. “Jangan marah ya. Mam pastikan adik-adik kamu mendapat hukuman.”Kalla buru-buru lari ke arah kamar. Demi Tuhan dia berharap weekend kali ini aman tanpa keributan. Tapi sepertinya itu hanya angan-angan saja. “Kaia…!!! Lior…!!!”Langkah Kalla berhenti mendadak. Dia meringis seraya menutup telinga mendengar teriakan Kael dari dapur, sebelum lanjut lari ke kamar putranya. Pintu kamarnya terbuka sehingga dia bisa melihat langsung

  • Hello, Nanny!   Extra Part 2

    THE TIME Ini akan menjadi momen paling bersejarah untuk Kalla. Dia sudah siap menjalani sectio caesarea hari ini. Wanita itu terlihat sangat cantik dengan makeup tipis hasil pulasan Cecilia. Istri Cade itu bersikeras mendandani Kalla agar saat proses bayi lahir wanita itu tetap terlihat cantik. Sama seperti Ceci, Kalla dan Reyga juga melakukan birth videography. Mulai dari persiapan, proses, hingga pasca melahirkan diabadikan ke dalam birth video diary yang akan menjadi dokumenter pribadi mereka. “Gimana perasaan kamu?” tanya Kiana, yang ikut menunggui persiapan Kalla. “Deg-degan. Tapi seneng juga.” “Harus semangat, kan kalian sebentar lagi ketemu.” Semua keluarga Reyga ikut berkumpul demi menyambut anggota baru keluarga, kecuali Candra karena dia tidak bisa absen dari rumah sakit. Ibu juga datang. Meski lututnya gemetar, ibu bela-belain datang memberi semangat pada putrinya. Ini pertama kali dalam hidup, dan dirinya akan segera menimang cucu. “Lo harus rileks. Jangan sa

  • Hello, Nanny!   Extra Part 1

    Beberapa kali Kalla mematut diri di cermin. Cermin full body yang bisa memantulkan seluruh tubuhnya. Bibirnya mencebik saat melihat pipinya yang terlihat lebih chubby. Lalu tatapannya turun ke perutnya yang makin buncit. Dia tahu kehamilan ini bakal menghancurkan bentuk tubuh idealnya. Tapi Kalla sama sekali tidak menyesal. Terlebih bayi dalam perutnya sangat sehat dan aktif. Kalla berjengit ketika sesuatu menempel di pipinya. Ujung matanya melirik, dan dari pantulan cermin dia bisa melihat foto prenatalnya bersama Reyga. “Cantik banget kamu di sini, Sayang,” ujar Reyga, ikut bergabung dalam pantulan cermin yang sama. Kalla merebut foto tersebut dari tangan Reyga dan memperhatikannya. Di foto itu, dirinya tersenyum lebar. Mengenakan gaun putih yang mempertontonkan bagian perutnya yang besar. Makeup tipis natural dan tatanan rambut yang agak sedikit bergelombang. Meski dengan perut buncit, Kalla terlihat sangat cantik dan bersinar. Dan Reyga di sana mengenakan celana panjang

  • Hello, Nanny!   257. Lamaran Menembus Langit

    “Bayi Om Cade matanya sipit. Mirip banget kayak Tante Ceci.” “Putih dan montok.” Kael dan Kalla sedang membicarakan anak Cecilia dan Cade yang baru lahir beberapa hari lalu. Bayi itu terlahir sehat dengan jalan caesar. Cade sengaja memilih tanggal cantik untuk kelahiran putranya. Pewaris Ganesha selanjutnya. “Bibir sama tangannya juga kecil banget, Ma.” “Iya, kan masih bayi.” “Baby twins ntar mirip siapa ya?” “Mirip papa dong. Kan papa yang paling semangat bikinnya,” sambar Reyga yang sejak tadi hanya menyimak pembicaraan anak dan ibu itu. Namun detik berikutnya dia mengaduh ketika mendapat sikutan dari sang istri. Pria itu nyengir saat Kalla memelotot padanya. “Aku harap sih mirip mama aja. Pasti cakep.” Reyga kontan menoleh dengan tampang tak terima. “Maksud kamu papa nggak cakep?” “Cakep sih, cuma ngebosenin.” “Kamu—” Reyga tidak jadi marah ketika mendengar tawa istrinya pecah. Dia hanya mendengus dengan muka memberengut. “Sejak punya mama, kamu sering banget ngejek pap

  • Hello, Nanny!   256. Ngidam

    “Dampak utama diplomasi budaya Jepang terhadap hubungan bilateral dengan Indonesia adalah terbentuknya kemitraan strategis komprehensif yang solid berbasis rasa saling percaya dan—” Kalla menoleh ketika mendengar suara grubak-grubuk dari luar. Namun ketika beberapa menit lamanya tidak terdengar lagi, dia kembali membaca literasi milik mahasiswanya. “Diplomasi budaya berhasil menggeser memori kelam masa lalu menjadi persepsi—” Kembali Kalla menoleh cepat. Kali ini dirinya melihat kelebatan sosok Reyga. Dia mengernyit, lalu melirik jam. Baru pukul tiga sore. Dia mengangkat bahu menyadari itu hal mustahil. Mana mungkin Reyga pulang secepat itu? Namun ketika perhatiannya kembali ke atas kertas, suara dentingan sendok dan porselan menyita fokusnya. Kalla berdiri, lalu beranjak keluar dari kamar dengan raut penasaran. Kakinya berjalan cepat menuju ruang makan. Dan benar ternyata Reyga sedang duduk manis di salah satu kursi sambil menyantap sesuatu di mangkok. Kalla menyandarkan

  • Hello, Nanny!   255. Permintaan Absurd

    Hal gila yang dilakukan keluarga Abimanyu setelah mendengar kabar baik itu adalah ingin sama-sama mengunjungi klinik ibu dan anak hanya demi melihat baby twins di monitor ultrasonograf. “Kalian jangan malu-maluin dong,” kesah Reyga. Usul mengunjungi klinik bersama adalah dari si bungsu. Gara-gara Ceci ngidam pengin lihat penampakan baby twins saat di-USG. “Lo mau bayi gue ileran gara-gara ibunya ngidam ngggak keturutan?” Reyga meringis kesal. Terlebih ketika mendengar ide gila Raven. “Gimana kalau kita bawa dokternya ke rumah aja sekalian alat USGnya?” Kalla yang mendengar itu tertawa pengin nangis. Sementara Reyga cuma bisa mengusap dahi. Entah ada apa dengan keluarga ini. Herannya sang mama malah lebih setuju ide gila anak keduanya itu. Candra saja sampai ngakak. Mungkin karena dia seorang dokter jadi pikirannya lebih waras. “Maklum keluarga kita kan nggak ada yang punya anak kembar. Ini baru pertama kalinya. Jadi, kami sedikit excited,” ujarnya nyengir. “Gini aja. Kita b

  • Hello, Nanny!   20. Demam

    Bianglala dan kora-kora membuat perut Reyga bergejolak. Begitu turun dari wahana, dia memuntahkan semua isi perut. Wajahnya sudah seputih kapas. Sehingga ketika Kael menariknya lagi untuk naik cangkir putar, dia menolak. Jika bukan karena memiliki anak, Reyga tidak sudi datang ke tempat macam ini.

  • Hello, Nanny!   14. Bertemu Musuh

    Kalla baru saja sampai ke apartemen setelah sebelumnya mengantar Kael ke sekolah. Suasana sepi kembali menyerbunya. Selalu seperti ini. Hanya melepas Kael ke sekolah tapi sudah rindu celotehan anak itu. Kakinya bergerak menuju kamar Kael. Saat melihat kamar sudah rapi senyumnya terukir. Sejauh ini

  • Hello, Nanny!   13. Resiko Orang Cantik

    "Terima kasih, Kal." Ucapan terima kasih yang diucapkan dengan gurat lelah membuat Kalla cuma bisa mengangguk. Sudah empat hari ini Reyga memintanya menjaga Kael sampai lewat senja lantaran pria itu sedang sibuk-sibuknya di kantor. Bahkan sekarang jauh lebih malam. Dengar-dengar ada proyek baru, en

  • Hello, Nanny!   12. Es Krim

    Sebenarnya Reyga ingin memecat Kalla sejak kejadian seminggu lalu di apartemen. Mana ada majikan kalah ribut sama bawahan? Harga dirinya sedikit terusik dengan tingkah tengil pengasuh Kael itu. Tapi melihat betapa Kael sangat akrab dengan wanita itu, Reyga mengurungkan niatnya. Terlebih ada perubah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status