MasukMarni, seorang Ibu beranak empat harus mengalami kejadian mengenaskan. Ia diperkosa dan di bunuh secara keji ketika akan berbelanja sayur di pasar. Ia sempat memohon agar tidak di bunuh karena memikirkan nasib ke empat anaknya. Bagaimana nasib keempat anak Marni setelah ibunya pergi untuk selamanya?
Lihat lebih banyakBismillah
"Ibuku Ternyata Hantu"
# horor_story
#by:Ratna Dewi Lestari
"Kak, Ibu pergi belanja dulu, tolong kakak jaga adik-adik, ya, kak," perintah Ibu sebelum menstater motor maticnya. Ibu menatapku dengan lembut, senyumnya tersungging manis untukku.
Sebuah lambaian diberikan Ibu sebelum ia benar-benar hilang ditelan kegelapan malam.
Dia Ibuku. Wanita paruh baya yang berperawakan tinggi, tidak terlalu gendut dengan kulit putih membalut tubuh. Wajahnya masih terlihat cantik dan menarik di usianya yang menginjak 45 tahun.
Ibu seorang yang ulet dan pekerja keras. Tegas, tetapi sangat mencintai semua anaknya dan suami.
Di pertengahan malam seperti ini, ketika waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari, Ibu selalu ke pasar untuk membeli sayur, lauk dan barang-barang untuk warungnya esok pagi.
Namun ada yang aneh dari diri Ibu hari ini. Ibu nampak murung tidak seperti biasanya. Sifatnya yang ceria seolah sirna. Entah kenapa wajah Ibu tampak lebih bersinar.
*
Aku Widya. Anak tertua dari 4 bersaudara. Ibuku seorang Ibu rumah tangga biasa yang membuka warung di depan rumah untuk membantu perekonomian keluarga.
Ayahku seorang salesman yang kadang bertugas ke luar daerah. Usiaku saat ini 17 tahun. Di usiaku yang remaja ini, di saat teman-temanku yang lain bisa bebas bermain, tetapi tidak dengan diriku. Hari-hariku hanya mengurus Adik-adik dan membantu pekerjaan Ibu di rumah.
Tapi aku tak pernah mengeluh. Ada rasa bahagia ketika bisa meringankan tugas Ibu. Ibu tidak pernah marah. Ia selalu tersenyum walaupun dalam keadaan lelah. Itu sebabnya Aku dan ketiga Adik-adikku selalu kompak untuk bekerja sama agar ibu tak kelelahan.
Kami tak ingin Ibu sakit, sedangkan ia harus mengurus kami selagi ayah mencari nafkah di daerah lain.
Kututup segera pintu begitu Ibu sudah tak terlihat. Dalam hati berdoa semoga Ibu selamat dimanapun ia berada. Walau dihati terselip rasa khawatir yang amat sangat. Namun segera kutepis pikiran itu. Ibu pasti baik-baik saja.
**
Di tengah kegelapan malam, seorang Ibu dengan gagah berani memacu motornya membelah kegelapan malam. Ia tak perduli dingin malam menyelimuti perjalanannya.
Pandangan matanya fokus ke jalan yang dilaluinya.Ia hanya ingin cepat sampai di pasar. Berbelanja dan segera pulang. Ia takut meninggalkan anaknya berlama-lama. Ia takut terjadi hal buruk kepada 4 orang anaknya.
Di tengah konsentrasinya mengendarai motor maticnya, tiba-tiba ia di dikagetkan dengan seberkas sinar yang tampak dari kaca spion motornya.
Sinar itu melesat mengikuti laju motornya. Hati si Ibu yang bernama Marni itu mulai tak enak.
Sinar itu kian mendekat dan mulai terlihat jelas, yang ternyata sinar dari lampu motor. Motor itu di tunggangi 2 orang lelaki paruh baya.
Dua lelaki itu tertawa menggoda Marni ketika motor mereka berpapasan. Tampak dengan jelas 2 lelaki itu mempunyai maksud buruk terhadap Marni.
Marni ketakutan menyadari adanya bahaya yang sedang mengintainya. Ia kemudian mempercepat laju kendaraannya untuk menghindari 2 lelaki yang mengincarnya itu.
Kebut-kebutan di jalanan tak terelakkan. Jalanan berlubang pun dilaluinya. Motor Marni menghentak hebat begitu memasuki lubang besar yang cukup dalam.
Brukkkkkkkkk!
Marni jatuh dan terpental di aspal. Kepala dan lengannya robek mengeluarkan banyak darah segar. Ia mengaduh kesakitan. Berusaha sekuat tenaga bangkit, tetapi tubuhnya sulit digerakkan.
Dua lelaki itu menghentikan motornya dan perlahan mendekati Marni yang terkapar tak berdaya. Dua lelaki itu kemudian ....
Bismillah "Ibuku Ternyata Hantu"#part_15#Tamat#by:Ratna Dewi Lestari. "Abang! Abang ...." Brakkkkkk ! Istri Maman ambruk begitu melihat keadaan Maman yang sangat mengenaskan. Para tetangga berdatangan mendengar teriakan. Mereka memandang ngeri jasad Maman. Jasad yang mengenaskan. Mata nya hampir copot, sekujur tubuh penuh lubang, dari telinga, hidung dan mulutnya keluar binatang-binatang kecil berbisa. Kelabang, kalajengking dan lintah merayap keluar bersamaan. Mereka bergidik ngeri melihat Maman yang sudah terbujur kaku dan berlumuran darah. Entah apa dosa Maman sehingga ia bisa mengalami hal yang sangat mengenaskan seperti ini. Para tetangga berbisik dan bertanya-tanya satu sama lain. Istri Maman di bawa ke dalam kamar lain. Setelah sadar mereka lalu segera mengebumikan Maman hari itu juga. Derai airm
Bismillah "Ibuku Ternyata Hantu"#part_15#Tamat#by:Ratna Dewi Lestari. "Abang! Abang ...." Brakkkkkk ! Istri Maman ambruk begitu melihat keadaan Maman yang sangat mengenaskan. Para tetangga berdatangan mendengar teriakan. Mereka memandang ngeri jasad Maman. Jasad yang mengenaskan. Mata nya hampir copot, sekujur tubuh penuh lubang, dari telinga, hidung dan mulutnya keluar binatang-binatang kecil berbisa. Kelabang, kalajengking dan lintah merayap keluar bersamaan. Mereka bergidik ngeri melihat Maman yang sudah terbujur kaku dan berlumuran darah. Entah apa dosa Maman sehingga ia bisa mengalami hal yang sangat mengenaskan seperti ini. Para tetangga berbisik dan bertanya-tanya satu sama lain. Istri Maman di bawa ke dalam kamar lain. Setelah sadar mereka lalu segera mengebumikan Maman hari itu juga. Derai airm
Bismillah "Ibuku Ternyata Hantu"#part_14#by:Ratna Dewi Lestari Warjo bergegas menuju kantor Polisi. Ia melangkah seorang diri tanpa Maman ataupun istrinya. Hatinya sudah mantap untuk mengakui semua kesalahannya. Ia tak ingin dibayang-bayangi rasa bersalah dan kematian. Ia ingin damai dan tenang. Di kantor Polisi, Warjo mengungkapkan semua dengan lugas. Namun, ia tak membawa Maman dalam kesaksiannya. Ia mengakui semua perbuatan kejinya. Polisi tak menunggu lama untuk membawa Warjo masuk ke dalam sel. Sidang akan segera menyusul. Warjo tak gentar. Ia malah merasa lega. Dalam hati terselip rasa sesal yang teramat. Ia tahu karena perbuatannya, ia telah memisahkan wanita itu dari orang-orang yang di cinta. Ia ingin mengucap maaf. Walau hanya mampu dalam hati ia ucapkan. Dinding dingin dalam sel dan lantai keras semen tak membuat nyali Warj
Bismillah "Ibuku Ternyata Hantu"#part_12#by:Ratna Dewi Lestari "Aaaaaaa ....," Mata Warjo terbelalak. Napasnya ngos-ngosan memburu. Keringat dingin mengucur sebesar biji jagung menetes di keningnya yang lebar. Jantungnya berdebar kencang. Tok-tok-tok! "Bang! Bang Warjo! kenapa kamu, Bang!" suara istri Warjo di luar membuat Warjo tersadar dari mimpi buruknya. Ia bergidik ngeri mengingat mimpinya barusan. Dengan gemetar Warjo melangkah mendekati pintu. Membukanya dan ia tampak sangat pucat melihat wanita dihadapannya. Wajah Marni, wanita malang yang ia bunuh malam itu tersenyum manis menatap ke arahnya. Matanya yang bulat memancarkan kebencian yang mendalam. Masih teringat jelas di ingatannya saat Marni memohon kepadanya. Bias rasa bersalah itu terekam jelas di wajah Warjo saat itu. "Maafkan aku ... Ibu ... aku tak tau nam
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan