MasukDiancam calon mertua, membuat Clarice Lucille terpaksa mau menikah dengan Reynand Wirata, seorang tuan muda arogan sang pewaris tunggal Wirata Group. Banyaknya kejutan dan rahasia yang disembunyikan Clarice, ternyata diam-diam malah membuat Reynand jatuh cinta kepada istri culunnya. Namun bagaimana jika orang terdekat mereka tanpa sadar telah menjadi batu sandungan dalam rumah tangga mereka? Akankah mereka bisa mempertahankan rumah tangga mereka, ketika cinta siap memberikan mereka kebahagiaan?
Lihat lebih banyakTiga bulan kemudian..."Sudah bangun?" Reynand yang sedang bercermin segera menoleh ke belakang saat melihat bayangan Clarice di kaca sedang menggeliat seraya membuka mata."Hah? Jam berapa sekarang?" Clarice mengambil ponselnya, memeriksa jam di ponsel yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi."Maaf, aku terlambat bangun, jadi belum menyiapkan sarapan.""Nggak apa-apa, santai saja. Aku sarapan di kantor saja, dan aku juga sudah memesan sarapan untukmu," sahut Reynand seraya menghampiri Clarice, lalu ia mengusap kepala Clarice.Clarice tersenyum. "Terima kasih."Reynand kemudian mencium kening Clarice. "Tidurlah lagi, kulihat wajahmu pucat, nanti setelah aku pulang dari kantor aku temani periksa ke dokter."Clarice sontak bercermin, ia memang terlihat pucat, namun ia tidak merasa sakit."Aku nggak apa-apa. Pasti cuma gara-gara kurang tidur saja."Reynand sontak tertawa, ia tidak berkata apa-apa lagi karena merasa itu memang ulahnya.Setelah Reynand pergi, Clarice langsung pergi mandi
Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, kini Reynand dan Clarice langsung pergi menuju ke salah satu pusat perbelanjaan di kota tersebut.Karena ini adalah kali pertama mereka keluar bersama sebagai pasangan suami istri yang sebenarnya, maka mereka akan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin.Clarice dan Reynand tidak hanya akan berbelanja saja, mereka berdua juga akan menonton sekaligus makan malam di dalam mall tersebut."Sayang, tolong ambilkan yang itu," ujar Clarice seraya menunjuk botol shampo yang jauh dari jangkauan tangannya."Yang mana? Yang itu, baiklah." Meski setuju untuk membantu Clarice, namun Reynand bukannya mengambil botol shampo tersebut, ia malah dengan santainya mengangkat tubuh Clarice, hingga membuat tinggi Clarice sejajar dengan rak tempat shampo itu berada."Reynand! Apa yang kamu lakukan?" pekik Clarice yang terkejut ketika tubuhnya tiba-tiba terasa melayang. Pipinya pun lantas memerah karena malu sebab orang-orang banyak yang menoleh ke arahnya.Reynand
Beberapa hari kemudian...Setelah luka Reynand benar-benar sembuh, Reynand dan Clarice hari ini akan bekerja kembali. Namun, posisi Clarice bukan lagi sebagai asisten Reynand, akan tetapi ia berstatus sebagai seorang istri yang mengikuti ke mana pun langkah suaminya pergi."Sayang, kenapa kamu tidak pakai ini saja?" Reynand menenteng sebuah rambut palsu dan kacamata yang biasanya Clarice pakai. Melihat istrinya terlihat sangat cantik tanpa memakai kedua benda tersebut, membuat Reynand jadi khawatir jika nanti istrinya akan dilirik laki-laki lain."Tidak mau, lagi pula semua berita tentang diriku sudah mencuat ke publik, jadi untuk apa lagi memakai kedua benda tersebut," sahut Clarice seraya merapikan lagi rambutnya. Setelah dirasa cukup rapi, Clarice langsung berbalik. "Sudah selesai. Ayo, kita berangkat sekarang." Clarice tertawa ketika melihat Reynand memajukan bibirnya, lalu kemudian ia segera menggandeng tangan Reynand dan mengajaknya keluar dari penthouse mereka.Clarice bukanny
Sedangkan di tempat lain, Reynand dan Clarice baru saja tiba di apartemen mereka. Mereka berdua langsung berpisah dari rombongan Deffin setelah sampai di California."Sayang, tolong antar aku ke kamar mandi," pinta Reynand manja, padahal lukanya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Clarice mengangguk, lalu kemudian ia membantu Reynand berjalan hingga menuju ke kamar mandi.Reynand sudah mengganti nama panggilan untuk Clarice menjadi 'sayang' sejak di rumah sakit waktu itu. Sedangkan Clarice sendiri masih malu jika harus memanggil dengan sebutan yang sama."Kamu bisa sendiri kan? Kalau begitu aku keluar ya?" Clarice tampak kikuk ketika melihat Reynand menurunkan resleting celananya, ia buru-buru berbalik, namun Reynand mencegahnya."Sayang, jangan pergi dulu, setelah ini tolong bantu aku mengelap tubuhku," ujar Reynand yang sudah merasa tidak nyaman dengan tubuhnya yang terasa lengket, sebab sudah dua hari ia tidak mandi."Hah? Tapi--" Wajah Clarice memerah ketika membayangkan Reyna
Keesokan harinya. Saat ini Clarice sudah dipindahkan di rumah sakit milik Wirata Group. Kemarin setelah dokter mengecek kondisi Clarice yang sudah lebih baik, dan memungkinkan untuk dipindahkan, maka Reynand dan keluarganya langsung membawa Clarice pindah ke rumah sakit Wirata Group.Namun, setelah C
Reynand yang berada di dalam mobil sempat panik, saat ada seseorang yang ingin memaksa membuka pintu mobilnya menggunakan senjata tajam. Sedangkan di depan, sang sopir pun juga ikut panik, ia sudah mengarahkan pistol ke arah orang tersebut, sedang bersiap-siap, jika saja orang itu berhasil membobol
Beberapa hari kemudian, tidak ada kejadian apapun yang membahayakan nyawa Reynand, jadi Reynand hanya menganggap Clarice sok tahu saja, ia pun juga semakin kesal, karena waktu itu Clarice sudah membuat martabatnya jatuh di depan CEO GNMax, sebab bisa-bisanya Clarice membungkam mulutnya ketika ia sed
Sedangkan di luar ruangan pribadi Reynand, saat ini Reynand sedang menundukkan kepalanya, karena sedang dimarahi Deffin. Ayahnya itu sedang berbicara panjang lebar, yang intinya juga mengejek Reynand karena dinilai tidak becus melindungi istrinya sendiri."Kamu itu seharusnya belajar dari Ayah, belaj












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan