LOGINDi umurnya yang masih muda, Amala tak pernah menyangka, jika dirinya akan menjadi istri dadakan seorang pria yang merupakan sahabat papanya sendiri! Meskipun enggan, Amala tak memiliki pilihan lain, selain menuruti permintaan terakhir papanya. Namun, entah mengapa, tak peduli betapa kerasnya Amala dengan suaminya, sang suami selalu sabar menghadapinya. Bagaimana kisah pernikahan dadakan Amala selanjutnya?
View More---
Chapter 1: The Drowning Season
Every year in the small riverside village of Elowen, someone drowns when the mist rolls thick and the willows drip silver dew. It’s tradition not to speak of the dead. Evelyn Blake returns home after fifteen years away, inheriting her estranged grandmother’s broken-down cottage by the river. The locals greet her with silence and sidelong glances. At night, she hears whispers in the water.
Here is the full, detailed version of the thriller story “River Witch”, complete with chapter titles:
A Supernatural Thriller in Six Chapters
Every year in the small riverside village of Elowen, someone drowns when the mist rolls thick and the willows drip silver dew. It’s tradition not to speak of the dead. Evelyn Blake returns home after fifteen years away, inheriting her estranged grandmother’s broken-down cottage by the river. The locals greet her with silence and sidelong glances. At night, she hears whispers in the water.
On the third night, Evelyn sees a flickering light drifting down the river. She follows it—drawn by something she doesn’t understand—and finds a wooden boat with a burning lantern and an old journal inside. The pages are filled with entries from a woman named Alara who speaks of binding spells, river spirits, and a curse upon her bloodline. The last page is stained and unreadable.
Evelyn investigates the forest where the river bends—locals call it “The Hollow.” Inside the willow grove, she discovers ancient symbols carved into bark and bones buried beneath moss. An old woman named Maeve warns her: “The river doesn't forget. Neither should you.” Evelyn begins to dream of drowning.
Here is the full, detailed version of the thriller story “River Witch”, complete with chapter titles:
A Supernatural Thriller in Six Chapters
Every year in the small riverside village of Elowen, someone drowns when the mist rolls thick and the willows drip silver dew. It’s tradition not to speak of the dead. Evelyn Blake returns home after fifteen years away, inheriting her estranged grandmother’s broken-down cottage by the river. The locals greet her with silence and sidelong glances. At night, she hears whispers in the water.
On the third night, Evelyn sees a flickering light drifting down the river. She follows it—drawn by something she doesn’t understand—and finds a wooden boat with a burning lantern and an old journal inside. The pages are filled with entries from a woman named Alara who speaks of binding spells, river spirits, and a curse upon her bloodline. The last page is stained and unreadable
Evelyn investigates the forest where the river bends—locals call it “The Hollow.” Inside the willow grove, she discovers ancient symbols carved into bark and bones buried beneath moss. An old woman named Maeve warns her: “The river doesn't forget. Neither should you.” Evelyn begins to dream of drowning.
Evelyn pieces together the truth: Alara, her ancestor, made a pact with a spirit to save her child during a famine. In return, the river would claim one of her bloodline every twenty-five years. Evelyn realizes she’s next. The journal hints at a forbidden ritual to break the curse—but it involves calling the river spirit directly.
With the help of Maeve and Alara’s journal, Evelyn performs the ritual under the blood moon. The river rises unnaturally. Mist wraps around her like fingers. The spirit—neither man nor beast—emerges, cloaked in water and shadow. It offers Evelyn a choice: become the river’s keeper and end the cycle, or refuse and let another die in her place.
Evelyn accepts. The spirit merges with her—painfully, beautifully. In the morning, the river is still. The fog lifts. The curse ends, but Evelyn is changed. She becomes the silent guardian of the water, a myth whispered by children and feared by adults. Every year on the drowning night, a lantern drifts down the river, but no one dares follow it anymore.
Would you like this in eBook, audiobook, or cinematic screenplay format next?
Putri mendesah pelan. "Kita hanya mencoba untuk menerka, Mal. Lalu siapa lagi sekarang? Bukankah mertuamu sangat benci dengan kamu? Kamu tahu, kan?""Tapi, tapi aku enggak yakin itu perbuatan Ibunya Mas Rido, Put.""Aku tahu. Ini berat buat kamu, Mal, tapi aku hanya membicarakan hal yang mengarah ke sana. Aku harap, kamu baik-baik saja dan kamu bisa memaklumi semuanya. Oke?"Amala tidak menjawab. Dia akan membiarkan semuanya terjadi begitu saja. Namun dia tetap akan memikirkan dengan apa yang sudah Putri ujarkan padanya itu."Aku harap kamu bisa percaya, Mal. Aku juga harap, kamu bisa menerima kenyataan jika itu sebenarnya benar. Sini. Biar aku saja yang antarkan ini pada Mbak Mona," ujar Putri seraya mengambil gelas minuman pada tangan Amala dan dia segera berlalu.Amala masih berdiri di tempatnya. Pikirannya bermain dengan cepat. Ada hal yang seolah membuat dirinya kian frustasi. Haruskah kembali mengatakan pada Pak Rido jika dia mencurigai ibu mertuanya sendiri?*"Orangnya tinggi,
"Tidak. Satu hal lagi. Rahmi akan segera diturunkan dari jabatan kepala sekolah.""Apa?" Amala dan Mona, kompak terkejut.*"Nilaimu sangat bagus, Amala."Bu Lusi, kini melihat lembar penilaian Amala selama masa penelitian dengan senyum senang. Ada hal yang membuat Amala ikut senang.Pak Rido telah berhasil memberikan dia ketenangan dan kini dia berhasil meraih nilai yang sudah dia inginkan itu."Bu, kapan saya akan segera ikut sidang?""Urus saja semua syaratnya, ya. Jadwal akan turun dalam dua Minggu ini."Amala terlonjak senang. "Ibu benarkah?"Bu Lusi mengangguk pasti. "Iya. Selamat, ya. Akhirnya kamu akan sidang juga. Kamu hanya perlu revisi sedikit lagi dan kamu akan mendapatkan yang selama ini kamu lakukan. Oke?"Amala mengangguk pasti. Dia pun segera pamit pada Bu Lusi tidak lupa segera mengabari Putri terkait dirinya itu. Ada hal yang membuat sahabatnya itu ikut bergembira sekarang.Putri memang sedang berada di kampus. Dia mencoba melupakan hatinya yang pernah sakit dan kini
"Masih untung saya menerima kamu di sekolah ini! Kamu masih banyak tanya, hah! Kalau kamu saya tolak, nilai segini saja kamu tidak akan punya! Anak kemarin sore so-soan mau mengajari saya! Tidak tahu malu!"Amala bergeming. Dia tidak sadar kini, mengepal kedua tangannya dengan kuat. Gemetar."Keluar!"Amala tidak bisa lagi mempermalukan dirinya. Dia segera keluar. Ada isak tangis yang akan pecah namun sebisa mungkin berusaha menahan diri.Dia tidak lekas menemui Pak Rido suaminya itu selain kini segera ke toilet. Duduk di sana mencoba melepaskan semua hal yang membuatnya terpikat.Amala terkadang kian heran, apa yang sebenarnya Rahmi itu inginkan padanya. Bukankah seharusnya masalah pribadi tidak dikaitkan dengan hal yang ingin dia capai sekarang? Bagaimana bisa dia menjelaskan pada dosennya terkait nilai yang begitu buruk diberikan oleh pihak sekolah.Amala hanya takut, jika orang kampus juga akan mengira dia melakukan suatu hal yang jahat di sekolah ini, meskipun kenyataan Amala sam
"Pepes ikannya enak lho, Bu. Ayah emang pintar masak, hehe!" Dia terkekeh lucu di sana yang semakin membuat Amala merasa trenyuh, sedih dan kasian karena Kanaya harus ikut dalam masalah ini.*Amala memandang lekat anak-anak dengan tatapan yang sedih. Hari ini, dia tidak bisa percaya adalah hari terakhir bertemu dan mengajar anak-anak di kelas lima itu.Ada hal puas yang hinggap dalam hatinya. Dia puas dan senang karena bisa mengajar walaupun hanya sebentar. Dia juga merasa puas karena berhasil menjadi seorang pendidik yang mereka inginkan. Meskipun kini amala akan merasa sedih karena harus meninggalkan mereka karena telah selesai masa penelitiannya itu.Dia hanya melepas anak-anak dengan berpelukan hangat. Amala bahkan sengaja tidak mengatakan apapun pada mereka terkait dirinya yang tidak akan pernah masuk lagi ke kelas lima itu, namun begitu kelas telah usai, seperti biasa hanya Andi yang tertinggal, Amala pun berniat untuk mengatakan padanya saja."Andi harus menjadi anak yang puny
"Ibu saya sangat membenci Amala karena pernikahan ini. Ibu bahkan melarang Habil untuk tinggal bersama kami di sini.""Apa?" Mona. Dia tersentak kemudian.*Melangkah cukup perlahan. Rumah sederhana itu kini menjadi awal untuk mencari jawaban tepatnya. Berlandaskan harapan bahwa semua akan menjadi yang
"Aduh! Tantee!" Amala sukses berteriak begitu Tantenya itu memegang tepat pada kakinya yang terkilir."Ya ampun! Maafin Tante Maal!" Tante Nisya pun ikut panik kemudian.*Ada senyum mengembang terlihat kini. Pak Rido tidak berhenti menatap istrinya itu dengan rasa senang karena telah mampu bersikap le
"Lho, Non?" Mona kian terkejut dengan sikap Amala kini. Apakah majikannya itu benar-benar begitu marah?*Beberapa paksaan terjadi. Bahkan kini, suaminya yaitu Pak Rido ikut campur. Dia hanya mendapat aduan dari Mona jika Amala menolak untuk menghubungi nomor yang baru saja menelpon tadi.Amala yakin j
"Kanaya juga sempat bilang jika orang yang ingin masuk ke rumah kemarin bertubuh tinggi juga."Amala terkejut. "Jadi, itu orang yang sama?" Rasa takut kini kembali menguasai dirinya."Iya. Itu mungkin orang yang sama yang memang berniat untuk memcelakai kalian, Dik. Kita sudah tidak bisa membiarkan in






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews