LOGINKina Anggita terpaksa menikah dan menjadi istri kedua Zayyan LavRoy Azam, kakak iparnya sendiri. Kina tidak berdaya sebab Zayyan merupakan orang berkuasa di negaranya–Tuan muda dari keluarga Azam yang terhormat. Sedangkan Zayyan, dia hanya menginginkan Kina untuk dinikahi dan menjadi ibu bagi putrinya yang masih kecil. Bayang-bayang Kina tentang istri kedua dan pengganti adalah sebuah penderitaan tanpa henti. Namun, itu tidak berlaku bagi Zayyan yang sangat memanjakannya dan habis-habisan menggodanya. "Ingin malam yang panjang atau malam yang panas, My Kitten?" Zayyan LavRoy Azam. "Ma-malam Jumat saja, Kak. Eh, bukan itu maksudku!" Kina Anggita.
View More“Keluar kau, wanita jalang!” Lelaki gondrong menodongkan pisau di depan.
Mobil Athena dihadang sejumlah preman. Orang bilang kawasan La Daga ini rawan perampokan. Sungguh sial malam ini Athena pulang sendirian. Bahkan tak ada kendaraan lain yang lalu-lalang. ‘Apa yang mereka inginkan?!’ batin Athena mencengkeram kemudi kuat-kuat. Lehernya menengang saat dua orang mendekat. Salah satu dari mereka tak segan menggedor kaca samping mobil Athena. “Cepat keluar atau mobil ini aku hancurkan!” dengusnya penuh ancaman. Bukannya menurut, Athena justru menyalakan mobilnya, berniat kabur meski harus melindas mereka. Tapi entah mengapa mesinnya itu tak kunjung menyala. “Aish, sial! Kenapa tidak bisa?!” tutur Athena diselimuti cemas. Ya, sejak meninggalkan Hotel Senca setelah acara lelang seni, Athena merasa ada yang janggal dengan mobilnya. Terlebih dia sempat melihat sosok misterius di basement. Mungkinkah mobilnya disabotase? Tanpa diduga, lelaki bertubuh gempal mengayunkan tongkat dari luar. “Hah?! Tidak!” Athena sontak memejam saat berpikir kaca mobilnya remuk. Dengan gemetar, wanita itu merogoh ponsel dari tas. Dia gelagapan mencari nomor Edmund dan menghubunginya. Panggilan tak langsung diangkat, bahkan setelah Athena menelephone beberapa kali, sang suami malah menolaknya. ‘Edmund, mengapa—’ Ucapan dalam hati Athena terhenti tepat saat kaca mobilnya pecah karena pukulan berandal tadi. “Ahh!” Pecahan beling menggores pipi Athena, tangan dan lengannya pun ikut terluka. Lelaki berbadan gempal membuka paksa mobil Athena dan menariknya keluar. “Lepas! Apa yang kalian lakukan?!” Athena berusaha memberontak. Namun, tenaganya kalah kuat. Dia diseret menjauh, bahkan di lempar ke tengah aspal dengan kasar. Tiga orang berwajah garang mengelilinginya, membuat Athena tak punya celah kabur. “Kalian mau apa?!” Athena mendecak disertai tatapan waspada. “Uang? Mobil? Aku akan berikan!” Mendengar itu, lelaki bertato ular langsung terkekeh. Dia berjongkok, lantas merengkuh kasar dagu Athena. Sang wanita berusaha melengos, tapi celakan lelaki tadi makin kuat. “Mudah saja, aku mau nyawamu. Sebelum itu, bercintalah dengan kami bertiga!” tukas lelaki itu disertai seringai miring. “Dasar brengsek!” Athena memaki dan lantas meludahi wajah lelaki tadi. “Wanita sialan!” Lelaki itu mengusap kasar bekas ludah Athena. Bahkan detik berikutnnya dia melayangkan tamparan keras, sampai-sampai darah merembes dari sudut mulut Athena. “Cepat bereskan jalang ini!” decaknya melirik sang rekan. Lelaki berambut gondrong lekas menarik Athena, memanggul paksa wanita itu menuju mobil mereka. “Ti-tidak! Lepaskan aku, aku bilang lepaskan!” Athena berupaya memberontak. Dia memukuli punggung lelaki gondrong itu, sialnya perlawanan Athena sia-sia. Hingga tiba-tiba dia menggigit bahu lelaki itu sekuat tenaga. “Argh, brengsek!” Si gondrong mengerang dan membanting Athena ke bawah. Saat itulah, Athena berniat kabur. Tapi si gondrong kembali menarik lengannya. “Jangan harap bisa lari, jalang sialan!” cecarnya sambil menusuk perut Athena dengan pisau. Gelenyar darah seketika merembes dari balik dress wanita itu, memicu tatapan Athena jadi buram. Lelaki tadi menyeringai sambil berbisik, “matilah untuk lima ratus juga kami!” Mendengar itu, manik Athena melebar. Rupanya ada orang yang memerintahkan mereka untuk mengambil nyawanya. Bulu mata Athena gemetar saat lelaki itu menekan pisaunya lebih dalam. Dengan sisa tenaganya, Athena langsung mencakar wajah si gondrong tadi, membuatnya mundur saat kuku tajam Athena melukai matanya. “Brengsek! Kau memang cari mati, dasar jalang!” Laki-laki itu memberang murka. Di sela lengah lelaki tadi, Athena pun kabur sembari menekan perut kirinya. Dia tertatih-tatih lari saat dua lelaki lain mengejarnya. Lelaki bertato ular mendengus marah. “Sialan! Cepat tangkap kembali wanita itu!” ‘Aku harus pergi! Aku harus segera kabur dari mereka!’ batin Athena amat tegang. Sesekali Athena berpaling ke belakang, saat itulah sorotan lampu mobil terang melaju kencang dari depan. Athena seketika terhenti, tapi para lelaki berandal sudah mengepung dari lawan arah. “Hah! Tidak!” Athena sontak memejam dengan tubuh kaku. Beruntungnya mobil tersebut berhenti tepat sebelum menyentuh Athena. Napas wanita itu tercekat, tatapannya jadi tegang melihat sosok pria tinggi besar turun dari mobil. Karena sorotan lampu, Athena tak bisa melihat wajahnya. Namun, manik Athena sontak melebar kala pria itu mengacungkan pistol ke depan. ‘A-apa dia anggota mereka?!’ batin Athena yang lantas terdengar tembakan keras."Seru nggak tadi mainnya sama Kak Kendrick?" tanya Zana pada putranya, mendapat anggukan dari putranya tersebut. "Selu." Abizard menjawab dengan cepat, "tapi sekalang Abi mengantuk, Mom. Abi ingin tidul." Abizard memeluk leher mommynya lalu menyenderkan kepala ke pundak sang mommy. "Hu'um. Kita sudah di rumah dan bentar lagi kita sampai ke kamar," ucap Zana, menggendong putranya. Dia tersenyum lembut, mengingat masa indah saat mengandung putranya. Ebrahim– suaminya, dulu sering muntah-muntah saat Zana mengandung Abizard. Saat melahirkan, Ebrahim menangis karena terharu. Suaminya begitu bahagia, terus mengungkapkan kata cinta pada Zana. Senyuman Zana lebih lebar saat mengingat kebaikan suaminya yang bersedia ikut menjaga Abizard. Meskipun Ebrahim sudah lelah dari kantor, malam butuh tidur, tetapi semisal Abizard terbangun di malam hari, Ebrahim bersedia menjaga putra mereka. Ebrahim bukan hanya suami yang baik, tetapi dia juga ayah yang sangat baik. Yah, walau suaminya itu sem
---Empat tahun kemudian--- "Weiiih, itu anak siapa? Tampan sekali. Ya ampun!!" pekik seorang perempuan, berlari kecil ke arah Alana untuk menghampiri anak laki-laki yang terlihat tampan dan menggemaskan tersebut. Ketika anak itu tersenyum manis padanya, perempuan cantik itu semakin dibuat meleleh. "Aaaa … tampan sekali, dan … sangat manis. Murah senyum yah," ucap Kanza, mengusap pucuk kepala anak kecil yang ia tebak berusia tiga tahun atau empat tahun tersebut. "Alan, ini anak siapa?" tanyanya kembali. Mereka semua habis foto keluarga, kemudian acara lanjut dengan makan bersama–kediaman Azam. Tadi, anak ini tak ada. Oleh sebab itu Kanza terus bertanya-tanya siapa anak kecil tampan yang menggemaskan ini. "Abizard Mahendra, putranya Kak Ebrahim dan …-" jawab Alana tetapi dipotong cepat oleh Kanza. "Hah? Kak Ebrahim sudah menikah? I--ini anak dia?" kaget Kanza yang tak tahu jika Ebrahim, kakak dari sahabatnya ini telah menikah. Kanza adalah istri Razie dan mereka sudah punya
Hari ini adalah hari kelulusan Zeeshan. Akan tetapi karena orangtuanya sudah kembali ke Paris–setelah sehabis pesta ulang tahun pernikahan Gabriel dan Satiya, maka Zana dan Ebrahim lah yang menjadi perwakilan untuk menghadiri acara perpisahan tersebut. Ebrahim sebenarnya tak ingin Zana keluar rumah karena takut Zana bertemu dengan Jaki–sepupu jauh Zana yang suka pada Zana, saat di pesta ulang tahun pernikahan Gabriel. Ebrahim semakin posesif pada istrinya, dia sangat menggilai Zana. Namun, ini adalah hari penting adik istrinya, mau tak mau Ebrahim harus mengizinkan. "Awas saja jika matamu jelalatan," peringat Ebrahim, menggandeng erat tangan istinya. Mereka berjalan menuju aula, tempat kelulusan dilaksanakan. Zana menatap suaminya cemberut, mendengkus setelahnya. 'Setelah pulang dari pesta, Kak Ebrahim semakin galak. Dia sangat suka mengurungku dan lebih pengekang. Ck, nggak asik sekali.' batin Zana, menganggukkan kepala lesu secara pelan. Setelah sampai di tempat, Zana dan Ebrah
"Lah." Zana menganga kaget, syok melihat Ebrahim ada di sana. Dia mengerjapkan mata kemudian segera bangkit, menghampiri suaminya. Namun, tindakannya tersebut ia urungkan karena banyak sepupunya yang laki-laki ada di sana. Sejujurnya Zana sedikit tak suka bertemu para keluarganya. "Kenapa tidak jadi menemui Kak Ebra?" tanya Kina, sudah berada di sebelah putrinya–ikut menatap kemana arah mata putrinya melihat. Kina dan Zayyan baru pulang dari Paris. Ada dua alasan yang membuat mereka segera pulang. Pertama, kehamilan Zana dan yang kedua ulang tahun pernikahan mertua Kina. "Aih, ada banyak abang-abang speak om-om di sana, Mom. Zana tak suka," celetuk Zana pelan, cukup kaget ketika mommynya berada tepat di sebelahnya. Kina berdecak pelan, menepuk pundak Zana lalu menarik putrinya untuk beranjak dari sana. "Mommy itu sebenarnya ingin marah sama kamu. Suami kamu kan sakit, kenapa masih dibawa kemar
'Aku hamil anak kamu, Mas Zay.'"Aaaaaa …." Kina Anggita Dharmasya berteriak horor, dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Jantung Kina berdebar kencang, wajahnya pucat dan tubuhnya tegang. Dia bermimpi yang bukan-bukan, melakukan 'itu dengan kakak iparnya lalu dalam mimpi dia berakhir hamil
"Ini foto kita bertiga, Mommy. Ada Daddy, Mommy dan Zana," antusias Zana, di mana saat ini tengah berbaring sembari melihat-lihat hasil foto pernikahan Daddy dan Mommy barunya. Ada banyak foto mereka bertiga yang membuat Zana merasa senang luar biasa. Zana tidak memiliki foto dengan mendiang mama
"Zayyan, kamu dari mana? Daddy dan Mommy sudah menunggu dibawah dan ijab kabul akan segera dimulai. Cepat ke sana!" galak seorang perempuan, mendapat senyuman tipis dari Zayyan. "Baik, Kakak ipar," jawabnya singkat, masih mengembangkan senyuman indah pada sang kakak. Ziea--kakak ipar Zayyan terse
"Ikut Kakak!" ucap Kina tegas, menarik Zana dari sana agar ikut dengannya. Setelan sampai di kamarnya, dia mengunci pintu agar tak ada yang masuk. "Yang kamu lihat tadi-- Kakak dan Daddymu hanya berbicara. Nggak ada berciuman-berciuman. Lagian kamu tahu tahu dari mana pasal berciuman. Masih kecil


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore