Share

100. Ronde Kedua

last update publish date: 2026-07-25 10:20:22

Dengan perlahan, Raymond melepaskan ikatan tubuhnya dari sang istri. Jovita sempat melenguh pelan karena rasa kehilangan kehangatan, namun dengan sigap Raymond segera menariknya kembali ke dalam dekapan. Pria itu membalikkan tubuhnya sehingga kepala Jovita bersandar nyaman di atas dada bidangnya.

Mereka berbaring dalam keheningan yang intim dan menenangkan selama beberapa saat. Raymond mengusap punggung mulus Jovita dengan gerakan melingkar yang lembut, sesekali mendaratkan kecupan hangat di pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
vyjoo
semangat ka Hennyyy 🫰
goodnovel comment avatar
Henny Djayadi
OK, siap Kak. terima kasih masukannya
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Thor yuk agak di skip yg berbau intim . kasih yg tegang² dulu thorr beberpa bab agak sedikit borring .. maaf yaa
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   104. Memilih Jujur

    Bi Siti terduduk lemas di tepi ranjang kamarnya. Tatapannya kosong mengarah ke lantai, sementara dadanya terasa sesak oleh himpitan rasa kecewa yang luar biasa berat.Air mata menetes membasahi pipinya yang mulai dihiasi keriput. Ia merasa seluruh wejangan dan peringatan yang ia sampaikan selama ini diabaikan begitu saja, bahkan seperti dianggap lelucon oleh Jovita.“Jojo...” Suara Bi Siti gemetar menahan tangis yang pecah.“Bibi sudah menganggap kamu seperti anak Bibi sendiri, tapi kenapa kamu malah berbuat seperti ini?”Bi Siti mengusap air matanya kasar, dadanya kian bergemuruh hebat.“Tuan Raymond juga... Bibi begitu menghormati Tuan. Tuan orang berpendidikan, orang terpandang... Tapi tega-teganya kalian berbuat tidak senonoh seperti itu?” Perempuan parih baya itu merasa kepercayaannya diinjak-injak begitu tega.“Duh Gusti... Selama ini Bibi malah ikut menyembunyikan mereka tanpa sadar. Bibi tidak tahu mereka ini statusnya apa, cuma kumpul kebo atau bagaimana... Kenapa Bibi harus

  • Istri Rahasia Om Raymond   103. Satu Lagi Orang yang Tahu

    “Vio... Papa menghubungi kamu akhir-akhir ini?” Felisa mencoba memancing informasi tentang mantan suaminya.Di balik meja makan granit yang megah, Felisa duduk berhadapan dengan putri tunggalnya, sambil memoles mentega ke atas rotinya. Dia melirik Viola yang sibuk mengaduk serealnya.Felisa sebenarnya sudah tidak betah berlama-lama berada di rumah Raymond. Terlalu melelahkan baginya untuk terus bersandiwara pura-pura menjadi ibu yang penuh kasih di hadapan Viola.Di rumah mewah ini, Felisa hanya bisa menumpang makan dan tidur, sementara kebutuhan finansial pribadinya yang lain sama sekali tak terpenuhi.Sebagai wanita yang terbiasa hidup mewah, Felisa harus memutar otak mencari uang. Di dekat putrinya, ia tak bisa berkomunikasi dengan leluasa setiap kali ada ‘pelanggan’ atau klien yang menghubunginya. Ia tetap harus menjaga citra sebagai ibu yang baik di mata Viola.“Iya, Ma.” Viola mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangan dari mangkuknya. “Papa lagi di Singapura ada urusan bisnis

  • Istri Rahasia Om Raymond   102. Hanya Maut yang Memisahkan

    “Kamu suka?”Di atas ranjang yang masih berantakan, Raymond menopang tubunya dengan satu tangan, menatap wajah Jovita yang merona hangat di sampingnya. Pria itu menyunggingkan senyum lembut yang hanya dia berikan untuk orang yang dia sayang.Jovita tidak segera menjawab, masih tertegun. Matanya menatap kotak perhiasan kecil berbahan beludru hitam yang kini terbuka di atas pangkuannya. Di dalamnya, sebuah cincin berlian berkilau begitu indah menagkap pendar cahaya lampu kamar.“Bagus sekali, Om...” Akhirnya Jovita bersuara, lirih hampir berbisik karena terpukau. “Pasti mahal banget, ya?”Raymond terkekeh pelan. “Sangat pantas untukmu.”Dengan gerakan perlahan dan lembut, Raymond mengambil cincin itu dari kotaknya, lalu menyusupkan lingkarannya ke jari manis tangan kanan Jovita. Cincin itu terpasang sangat pas, seolah memang diciptakan khusus untuk jemari lentik sang istri.Raymond mengangkat tangan Jovita, lalu melabuhkan sebuah kecupan hangat dan lama di punggung tangannya.Jovita men

  • Istri Rahasia Om Raymond   101. Intuisi Perempuan

    Raymond terlihat segar dengan kaus kasual dan celana santai, melangkah turun menuju area dapur. Suara langkah kakinya menyapa Bi Siti yang sedang sibuk merapikan meja dapur.“Bi, sarapan sudah siap?”Bi Siti yang sedang membelakangi meja langsung tersentak kaget. Perempuan paruh baya itu membalikkan badan dengan mata membelalak, memegang dadanya yang terkejut.“Eh, Tuan Raymond!” Bi Siti tampak heran, karena dia tidak mengetahui kedatangan Raymond. “Kapan Tuan datang? Perasaan sampai malam belum ada.”“Tadi malam, Bi,” jawab Raymond santai sambil menarik salah satu kursi di meja makan.Bi Siti mengerutkan kening, mencoba mengeledah ingatannya.“Lho, kok Jojo nggak ada ngabari Bibi ya kalau Tuan sudah pulang? Mana ini sudah mau siang, malah belum turun-turun juga...”Raymond berdehem pelan untuk menutupi senyum tipis yang nyaris terukir di bibirnya.“Mungkin capek, Bi. Tadi malam dia lembur mengerjakan tugas sampai larut sekali,” ujar Raymond membela istri kecilnya dengan nada tenang d

  • Istri Rahasia Om Raymond   100. Ronde Kedua

    Dengan perlahan, Raymond melepaskan ikatan tubuhnya dari sang istri. Jovita sempat melenguh pelan karena rasa kehilangan kehangatan, namun dengan sigap Raymond segera menariknya kembali ke dalam dekapan. Pria itu membalikkan tubuhnya sehingga kepala Jovita bersandar nyaman di atas dada bidangnya.Mereka berbaring dalam keheningan yang intim dan menenangkan selama beberapa saat. Raymond mengusap punggung mulus Jovita dengan gerakan melingkar yang lembut, sesekali mendaratkan kecupan hangat di pelipis, pipi, dan bibir istrinya. Jovita merasa begitu aman, hangat, dan terlindungi berada di dalam pelukan kokoh tersebut.Namun, usapan lembut itu perlahan mengalami perubahan. Jemari Raymond yang semula membelai punggung turun menuju pinggul Jovita, meremasnya halus. Jovita dapat merasakan gelombang hasrat suaminya yang kembali menyala dan mengeras di bawah perutnya.“Om...” gumam Jovita setengah protes, setengah menggoda.“Kalau dekat kamu otomatis begini,” bisik Raymond serak di telinganya.

  • Istri Rahasia Om Raymond   99. Seperti Malam Pertama

    Dengan napas yang mulai memburu, Raymond mengangkat tubuh Jovita dengan sangat mudah. Kedua tangan besarnya menopang tubuh istrinya yang ramping, sementara kaki Jovita refleks melingkar di pinggang tegas Raymond.Bibir mereka bertemu dalam ciuman yang liar dan intens, lidah saling menari, mengecap, dan menuntut lebih.Jovita mengerang pelan di dalam pagutan Raymond, tangannya mencengkeram bahu pria itu seolah takut terjatuh, meski ia tahu Raymond tak akan melepaskannya.Tanpa memutus ciuman, Raymond melangkah menuju ranjang king-size di kamar mereka. Dengan lembut, ia merebahkan tubuh Jovita.Tubuh mereka tak pernah terpisah, Raymond langsung menindih, bibirnya masih melumat bibir Jovita yang sudah membengkak karena ciuman panas tadi.Tangan Raymond mulai bergerak. Dari pinggang, naik ke punggung, lalu merayap ke depan. Ia meremas dada Jovita dengan penuh nafsu, jempolnya menyapu puncak yang sudah mengeras. Jovita menggeliat, napasnya tersengal.“Om... ah...”“Kamu milikku malam ini,”

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   25. Pembenaran di Atas Ranjang

    Dengan gerakan yang terburu-buru Raymond melepas tanktop Jovita. Bibirnya turun, menciumi leher, tulang selangka, lalu ke gundukan di dada yang kencang. Ia menghisap puncaknya dengan rakus hingga membuat Jovita menggeliat dan mendesah pelan.Tangan Raymond terus turun, menyusup ke balik hot pants h

  • Istri Rahasia Om Raymond   23. Kunjungan Tengah Malam

    “Bagaimana kalau kita coba berpikir sedikit lebih dewasa... dan mengesampingkan ego masing-masing?”Jovita memindahkan ponselnya ke telinga kiri, lalu meringkuk di atas tempat tidur dengan lutut ditekuk.Di seberang saluran telepon, suara Viola terdengar sangat nyaring, memecah keheningan malam kam

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status