Share

204. Dua

Author: Henny Djayadi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-10 09:58:28

Dokter Amira menggeleng pelan, raut ragunya perlahan berganti menjadi senyuman takjub. “Bukan masalah, Pak... Tapi saya melihat hal yang luar biasa di sini. Ada dua kantung kehamilan yang berkembang sangat baik.”

Dua? Batin Jovita menjerit bingung. Ia dan Raymond saling pandang dengan kening berkerut.

“Maksudnya bagaimana, Dok?” tanya Jovita. Suaranya bergetar menahan debar dada yang mendadak tak beraturan.

Dokter Amira menunjuk dua titik fokus di layar monitor, lalu menoleh menatap pasangan it
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Alhamdulillah..dugaanku benar..Jojo hamil kembar.jaga baik baik.apapun yg terjadi percayalah cinta kalian kuat.jangan takut dengan reaksi viola.dll.jalani aja memang kenyataannya seperti ini
goodnovel comment avatar
vyjoo
Selamat pasangan bucinkuuu..terkabul yaa bayi kembarnyaa aaa seneng bgt :3 om Ray mode siaga penuh nih haha. tp tolong om Ray, mommy jojo tinggal di apart aja jgn di rumah Vio, bahaya ada mak lampir ihhhh..
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
nah ini...ini... menyebalkan sekali. banyak bener "musuh" om ray yg mau ngejatohin dia.. hikss... bahagia selalu om ray n JoJo. plis jangan buat mereka susah Thor...kasian mereka...hiks
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Rahasia Om Raymond   344. Apa Dok?

    Di ruang perawatan yang sunyi, Viola perlahan mengerjap-kerjap menyesuaikan pandangannya dengan cahaya ruangan. Di sisi ranjang, Roberto duduk kaku sambil melipat tangan di dada.Melihat kakeknya berada di sana, Viola mengumpulkan sisa-sisa tenaganya. Suaranya terdengar sangat lirih, hampir berupa bisikan.“Opa...”Roberto menoleh sekilas, menatap cucunya dengan sorot mata sedingin es tanpa ekspresi. “Ada apa?”Viola menelan ludahnya yang terasa pahit, lalu menatap lurus ke arah Roberto dengan mata berkaca-kaca penuh permohonan.“Opa... mau bantu aku?” tanya Viola parau.Roberto menyipitkan mata, menatap cucunya dengan sorot dingin penuh selidik. “Apa?”“Kalau aku sudah sembuh nanti... aku mau ke luar negeri.”“Kenapa tiba-tiba mau ke luar negeri? Capek kerja karena harus merintis karier dari nol?”Viola menggeleng lemah di atas bantal, menahan nyeri di dadanya. “Sebenarnya... rencana itu sudah ada dari dulu. Mau langsung lanjut studi S2.”Tentu saja Viola menyembunyikan alasan sebena

  • Istri Rahasia Om Raymond   343. Kepedulian Roberto

    Pagi baru saja merayap naik, sinar matahari menembus kaca jendela ruang VIP rumah sakit.Pintu kamar berderit pelan saat Roberto melangkah masuk dengan tongkat penyangganya. Sosok tua itu menyapu pandangan ke dalam ruangan, hingga matanya jatuh pada Jovita yang terlelap di atas ranjang tambahan lipat, posisi tidur wanita itu tampak meringkuk kaku, teramat kurang nyaman untuk ukuran seorang yang tengah mengandung besar.Melihat putranya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk kecil di leher, emosi Roberto langsung tersulut tanpa aba-aba.“Jadi suami, tanggung jawab sedikit, apa susahnya?” sembur Roberto dengan suara serak namun penuh tekanan.Raymond tertegun di tempatnya, pagi-pagi sudah mendapat makian yang tak jelas arahnya. Urat-urat di lehernya serta-merta mengeras, dorongan untuk membalas dengan mengungkap masa lalu sang papa membuncah di ujung lidah.Tapi, sebelum Raymond sempat membuka mulut untuk meledakkan amarahnya, Roberto kembali menyambung ketus.“Istrimu sed

  • Istri Rahasia Om Raymond   342. Istri Pilihan

    “Tapi di matanya, yang dia tahu dan panggil papa selama ini adalah Raymond, bukan aku!” “Itu semua wajar, karena selama ini dia hidup bersama Raymond. Tapi kalau sudah tiba waktunya... kita bongkar semua rahasia ini di hadapan Viola.” Sebuah rencana busuk terpatri jelas di benak wanita itu. “Kita ambil dia dari Raymond. Jadikan dia satu-satunya putri mahkota yang tunduk di bawah kendalimu sebagai ayah kandung yang sebenarnya.” Elleonor tersenyum dingin, sorot matanya memancarkan ambisi gelap yang tak pernah padam. “Asal kau tahu, tidak mudah meyakinkan Felisa untuk mempertahankan kandungannya. Waktu itu dia hampir mengugurkan kandungannya.” Elleonor menghela napas menjeda kalimatnya. “Kita tinggal selangkah lagi, jangan buat penantian panjang kita berakhir sia-sia.” Julian mendengus lelah, mengusap wajahnya dengan kasar. Pertanyaan penuh keputusasaan meluncur begitu saja dari bibirnya

  • Istri Rahasia Om Raymond   341. Anak Satu-satunya

    "Pa, suruh Mama pergi! Aku jijik... Aku nggak mau lihat Mama lagi!" racaunya parau, napasnya memburu tak beraturan di tengah tangis yang memecah dada.Viola terus memohon. Jemarinya yang bengkak dengan jarum infus tertancap di punggung tangan mencengkeram erat lengan sang dokter, mencakar batas kesadarannya sendiri."Dokter, jangan biarkan Mama masuk!”Bola mata gadis itu berputar liar, menangkap sosok Jovita yang berdiri di samping Raymong. “Jojo, tolong aku, Jo... Temani aku, jangan biarkan Mama mendekat."Di sisi ranjang, Jovita berdiri dalam dilema yang menyesakkan. Ia bergeming, tak menyangka Viola justru memanggilnya dan menolak mamanya. Perempuan yang sedang hamil kembar itu diliputi rasa tidak nyaman, bagaimana pun juga, Felisa adalah ibu kandung yang melahirkan Viola.Melihat trauma psikologis yang terpampang di depan matanya, Jovita hanya mampu mengelus kaki Viola pelan, menyalurkan kehangatan semu yang diharap mampu meredakan gemetar di tubuh gadis itu.“Tenang Vio… semua a

  • Istri Rahasia Om Raymond   340. Diusir

    Jam sudah menunjuk pukul empat sore. Felisa menatapnya dengan debar jantung yang tak karuan.Sudah waktunya Felisa bersiap menggantikan shift jaga di rumah sakit. Ada ketakutan luar biasa di dalam dadanya jika nanti Viola terbangun dan menolak kehadiranna.Tapi mau mundur ada rasa sungkan. Sekalipun ia tahu Raymond tidak akan marah atau mengungkit, rasa tidak enak pada Jovita mencengkeram hatinya lebih kuat.Bagaimana bisa ia sebagai ibu kandung berleha-leha, sementara Jovita yang selama ini telah ia sakiti dengan begitu keji, justru dengan tulus meluangkan waktu merawat putrinya meski dalam kondisi hamil?***Di ruang VIP rumah sakit, suasana sore menjelang senja terasa lebih tenang. Di sisi ranjang, Raymond dan Jovita masih bercakap-cakap pelan sambil menunggu kedatangan Felisa.“Sudah jam segini Feli belum datang,” ucap Raymond yang terlihat gelisah dan berulang kali menatap pintu.Jovita melirik sinis kea rah suaminya. “Oh kangen mantan ternyata,” celetuknya sambil mengalihkan pan

  • Istri Rahasia Om Raymond   339. Sepenggal Masa Lalu

    Tatapan Raymond kembali jatuh pada sosok Viola yang terbaring tenang di balik selimut putih. Selama ini, ia meyakini bahwa kemiripan fisik Viola dengannya adalah bukti dari ikatan darah di antara mereka. Keyakinan Raymond memang tidak sepenuhnya salah, garis genetik itu memang ada di antara mereka, hanya saja bukan dari benihnya asal garis itu tercipta. “Aku akan menyelidiki ini sampai tuntas,” gumam Raymond dengan rahang mengeras. Jovita merapatkan posisi duduknya, menyusun logika dingin di tengah kekalutan. “Kita bisa mulai dari memetakan motif siapa yang paling kuat untuk menjebak Om Ray saat itu. Siapa yang paling diuntungkan dengan keadaan ini.” Raymond mengangguk, membenarkan logika istrinya. “Kalau itu Pak Roberto, bukankah dia punya pengalaman menyimbunyikan istri simpanan? Jadi daripada membuat orang lain bertanggung jawab, aku yakin dia akan menggunkan ca

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status