Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 132. Kebanyakan Es

Share

132. Kebanyakan Es

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-08-08 18:03:52

Jovita menghangatkan makanan yang dibawakan Bi Siti. Tapi, sebelum seluruh hidangan di atas kompor sempat siap disajikan, Raymond sudah berjalan mendekatinya dengan setelan rapi.

“Maaf, aku tidak sarapan di sini dulu ya pagi ini,” ujar Raymond dengan suara yang sedikit sengau. “Kemarin aku sudah janji mau sarapan bareng Vio di rumah.”

Jovita menghentikan tangannya, lalu perlahan mematikan kompor. Ia berbalik menghadap Raymond, menatap wajah suaminya yang tampak agak pucat dengan pangkal hidung
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
wkwkwkwk om Jimmy bisa aja. tepat banget jawaban om. wkwkwkwk
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kebanyakan buka bukaan .........
goodnovel comment avatar
vyjoo
hahahahah om jimmy kepoo
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   203. Positif, tapi...

    Di ruang tunggu poli kandungan yang relatif lengang, Jovita terus meremas jemarinya sendiri. Rasa cemas menggerogoti pikirannya. Ia menoleh ke arah Raymond yang duduk tenang di sampingnya.“Om... bagaimana kalau hasilnya nanti negatif?” tanya Jovita lirih, menyuarakan keraguan yang mengganjal di dadanya.Dengan santai tanpa beban, Raymond meliriknya lalu menjawab enteng, “Ya diulangi lagi prosesnya dari awal.”Jovita seketika merengut kesal, menepuk pelan paha suaminya. “Aku serius, Om!”Raymond yang sejak tadi tidak melepaskan genggaman tangannya di jemari Jovita kini mengelus punggung tangan istrinya itu dengan lembut. “Kalau belum ada hasilnya, anggap saja memang belum rezeki kita, Jo.”Jovita menghembuskan napas kasar, ada kekecewaan yang tersirat di matanya. “Apa karena Om sudah punya Viola... jadi keberhasilan promil ini sebenarnya nggak terlalu penting buat Om?”Mendengar tuduhan itu, raut wajah Raymond langsung berubah serius.“Mana ada seperti itu,” sahutnya cepat. Pria itu m

  • Istri Rahasia Om Raymond   202. Ditunggu Kabar Baiknya

    “Katanya Jojo nginap di sini, di mana dia?”Bi Lastri langsung menimpali dengan wajah polos tanpa beban. “Anu, Nyonya... Jojo sudah keluar tadi, pas Tuan dan Nyonya lagi berdebat di ruang tengah. Dia merasa nggak enak, jadi cuma pamit ke saya terus pergi.”Felisa melangkah maju, memangkas jarak dan menatap Bi Lastri dengan mata memicing tajam penuh desakan.“Jangan bohong kamu, Bi!”Bi Lastri berdehem pelan. Bukannya gentar, ia justru menatap balik mata Felisa tanpa ada rasa takut sedikit pun.“Nyonya, kalau yang Nyonya takutkan itu Jojo selingkuh sama Tuan... saya bisa pastikan hal itu tidak terjadi.”“Tahu apa kamu, Bi?!” bantah Felisa sinis, mengibaskan tangannya meremehkan.Dari sudut matanya, Bi Lastri melihat Viola mulai melangkah mendekat dari arah ruang tamu. Memanfaatkan momen tersebut, Bi Lastri sengaja memajukan tubuhnya dan berbisik sangat pelan tepat di samping telinga Felisa.“Saya tahu banyak hal, Nyonya... Termasuk saat Nyonya memasukkan Tuan Julian ke rumah lama,” bis

  • Istri Rahasia Om Raymond   201. Serasa di Surga

    Bi Lastri mengetuk pintu kamar utama pelan lalu melangkah masuk membawa nampan sarapan.Ia menyodorkan nampan itu pada Raymond seraya berbisik setengah mengadu, “Maaf ya, Tuan... Di bawah Mak Lampir masih nangkring manis di sofa. Jadi Bibi cuma berani bawakan satu piring saja biar nggak dicurigai. Tapi ini porsinya porsi jumbo kok, Tuan! Sepiring berdua, biar romantis.”Raymond tersenyum tipis melihat kejelian asisten rumah tangganya itu. “Terima kasih banyak ya, Bi.”Saat Bi Lastri hendak berbalik, Raymond menahannya sebentar. “O iya, Bi... Nanti kalau Feli sudah pergi atau ada kesempatan buat keluar rumah tanpa dicurigai, tolong segera kabari saya ya. Saya mau bawa Jovita ke rumah sakit.”Bi Lastri mendadak menghentikan langkahnya, menoleh dengan raut khawatir. “Lho, Jojo kenapa, Tuan?”“Sepertinya meriang, Bi. Tadi pagi muntah-muntah terus, sekarang badannya lemas banget,” jawab Raymond jujur, menatap ke arah ranjang tempat Jovita terbaring meringkuk.Mendengar penjelasan itu, Bi L

  • Istri Rahasia Om Raymond   200. Tamu tak Diundang

    Raymond mendadak panik mendengarnya. Tanpa membuang waktu, ia langsung lari ke arah kamar mandi. Di sana, ia melihat Jovita terduduk lemas di lantai tepat di depan kloset dengan wajah pucat pasi.Raymond segera berlutut menghampirinya. Dengan penuh kelembutan, tangan kokohnya mengumpulkan helai-helai rambut Jovita yang berantakan agar tidak terkena kotoran, sementara tangan satunya mengelus lembut punggung sang istri.“Kamu salah makan apa, Jo? Wajah kamu pucat banget,” tanya Raymond khawatir setengah mati. “Ayo kita ke dokter sekarang ya?”Jovita dengan sisa tenaganya meraih dan menggenggam erat lengan Raymond, menggeleng pelan menolak ajakan itu. Setelah menghela napas panjang dan merasa keadaannya sedikit lebih tenang, Jovita menengadah menatap suaminya.“Jangan sekarang, Om...” bisik Jovita lirih. Ia lalu mengedarkan pandangan ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. “Om... nanti keluarnya tunggu Vio pergi dulu atau pas dia lagi anteng di kamarnya ya. Jangan sampai dia tahu kalau

  • Istri Rahasia Om Raymond   199. Pertanda

    Hentakan Raymond semakin dalam dan cepat. Setiap dorongan membuat tubuh Jovita berguncang di atas kasur. Desahan mereka saling bersahutan, basah dan serak. Jovita merasakan gelombang kenikmatan yang semakin mendekat, perut bawahnya mengencang, jari-jari kakinya menggulung, dan dinding dalamnya berdenyut hebat meremas penis suaminya.“Om… aku… hampir…” suaranya pecah, hampir menangis karena nikmat.Raymond menunduk, mencium bibirnya kasar sambil terus bergerak lebih dalam. “Sama… bareng sama Om…”Beberapa hentakan kemudian, tubuh Jovita menegang kala tak sanggup menahan gelombang kenikmatan yang menerjang. Ia menjerit tertahan di bahu suaminya, punggung melengkung, kaki-kakinya mencengkeram pinggang Raymond erat-erat. Cairan hangat membasahi tempat mereka bersatu, tubuhnya bergetar hebat tanpa bisa dikendalikan.Melihat istrinya mencapai puncak membuat Raymond tak lagi mampu menahan diri. Ia menanamkan dirinya sedalam mungkin, mengerang rendah dari dada, lalu melepaskan semuanya. Benih

  • Istri Rahasia Om Raymond   198. Mommy dan Daddy Menunggumu

    Melihat suaminya datang, Jovita turun dari ranjang. Dengan langkah pelan dan wajah masam yang dibuat-buat, ia menghampiri Raymond.“Aku diusir sama Bi Lastri, Om... Tas aku langsung disodorin terus didorong keluar kamar,” adunya manja seraya melingkarkan kedua tangannya di pinggang Raymond.Raymond langsung tertawa terkekeh mendengar aduan itu. Didekapnya tubuh sang istri gemas. “Bener-bener ya Bi Lastri... Om sama sekali nggak nyangka kalau dia bakalan merencanakan ini semua.”Raymond melepas pelukannya sebentar, merogoh tas kecil yang dibawanya dan mengeluarkan beberapa pot polos berisi suplemen serta obat promil milik Jovita. “Oya, kamu udah minum obat buat malam ini belum?”“Hari ini sudah.” Matanya melirik ke dalam tas Raymond, lalu menengadah menatap wajah suaminya. “Om nggak sekalian bawa testpack-nya?”Dengan santai tanpa beban, Raymond terkekeh tipis. “Aduh, lupa Om... Emangnya kamu udah ngerasa ada tanda-tanda?” Raymond balik menatap Jovita lekat-lekat, memandangi raut wajah

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status