Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 191. Kala Raymond Tergoda

Share

191. Kala Raymond Tergoda

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-09-03 21:50:51

Jovita duduk di depan meja rias, tangannya lincah mengeringkan rambutnya dengan hair dryer, sementara Raymond berdiri di belakangnya mengikat dan merapikan dasinya.

Melalui pantulan cermin, Jovita menatap wajah suaminya yang terlihat begitu tampan, matang, dan gagah dalam balutan kemeja kerja.

“Om, foto pernikahannya yang mau dipasang di kamar nanti setelah wisuda atau pas kita fitting kebaya sekalian?” tanya Jovita berbarengan suara hair dryer.

Raymond melirik istrinya lewat cermin seraya mera
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
pak Robert udah ya. situ dl yg buang anak sendiri gegara om Ray dijebak Ama Mak lampir. skrg jgn sok mo ngatur hidup om Ray ya... semoga kembarnya jadi ya om. aamiin... mksh updatenya kakak syng:)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
emang kenapa pak Roberto kalau anaknya punya istri lagi..?? kamu keberatan?
goodnovel comment avatar
vyjoo
oh pasangan bucinkuuu, suka deh sama scene2 mereka klu lagi daily life gitu! ayoo lg yg banyakkkkkkkk.. papah roberto, kalau foto ray sm seorg wanita itu WAJARRRRR dia lg ga selingkuh
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   205. Gangguan

    Tak jauh dari posisi Jovita dan Raymond berdiri, seorang pria paruh baya melangkah keluar dari balik pilar koridor. Roberto berdiri di sana sambil menggenggam ponsel di telinganya. “Papa ingin bicara denganmu, Ray,” ucap Roberto dingin begitu mereka terhubung. Raymond mengepal erat jemari tangannya yang bebas, merasa sang ayah menghubungi di waktu yang tidak tepat. “Tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Kita sudah bahagia dengan hidup kita masing-masing.” Jovita mengerutkan dahinya mendengar nada bicara sinis suaminya. Dia menduga saat ini Raymond sedang bicara dengan mantan istri yang sepertinya masih berat untuk melepaskan. “Ini penting,” potong Roberto cepat, suaranya terdengar penuh penekanan. “Ini menyangkut wanita simpananmu.” “Simpanan apa?!” bentak Raymond dengan nada suara meninggi. Rahangnya mengeras menahan amarah yang mendadak membakar dadanya.

  • Istri Rahasia Om Raymond   204. Dua

    Dokter Amira menggeleng pelan, raut ragunya perlahan berganti menjadi senyuman takjub. “Bukan masalah, Pak... Tapi saya melihat hal yang luar biasa di sini. Ada dua kantung kehamilan yang berkembang sangat baik.”Dua? Batin Jovita menjerit bingung. Ia dan Raymond saling pandang dengan kening berkerut.“Maksudnya bagaimana, Dok?” tanya Jovita. Suaranya bergetar menahan debar dada yang mendadak tak beraturan.Dokter Amira menunjuk dua titik fokus di layar monitor, lalu menoleh menatap pasangan itu. “Selamat, Mbak Jovita... Anda hamil kembar.”Kembar? Bayi kembar?Lidahnya mendadak kelu, tak sanggup mengucakapan sepatah kata pun. Dadanya bergemuruh hebat, dipenuhi rasa syukur. Semua doa dan penantiannya, bahkan bonus luar biasa berupa anak kembar, rasanya dikabulkan sekaligus tanpa tersisa.Jovita menoleh, menatap suaminya yang masih membeku. Di wajah tampan suaminya itu, terukir senyum sangat lebar bersamaan dengan lelehan air mata haru yang menetes membasahi pipinya.“Semua yang Om Ray

  • Istri Rahasia Om Raymond   203. Positif, tapi...

    Di ruang tunggu poli kandungan yang relatif lengang, Jovita terus meremas jemarinya sendiri. Rasa cemas menggerogoti pikirannya. Ia menoleh ke arah Raymond yang duduk tenang di sampingnya.“Om... bagaimana kalau hasilnya nanti negatif?” tanya Jovita lirih, menyuarakan keraguan yang mengganjal di dadanya.Dengan santai tanpa beban, Raymond meliriknya lalu menjawab enteng, “Ya diulangi lagi prosesnya dari awal.”Jovita seketika merengut kesal, menepuk pelan paha suaminya. “Aku serius, Om!”Raymond yang sejak tadi tidak melepaskan genggaman tangannya di jemari Jovita kini mengelus punggung tangan istrinya itu dengan lembut. “Kalau belum ada hasilnya, anggap saja memang belum rezeki kita, Jo.”Jovita menghembuskan napas kasar, ada kekecewaan yang tersirat di matanya. “Apa karena Om sudah punya Viola... jadi keberhasilan promil ini sebenarnya nggak terlalu penting buat Om?”Mendengar tuduhan itu, raut wajah Raymond langsung berubah serius.“Mana ada seperti itu,” sahutnya cepat. Pria itu m

  • Istri Rahasia Om Raymond   202. Ditunggu Kabar Baiknya

    “Katanya Jojo nginap di sini, di mana dia?”Bi Lastri langsung menimpali dengan wajah polos tanpa beban. “Anu, Nyonya... Jojo sudah keluar tadi, pas Tuan dan Nyonya lagi berdebat di ruang tengah. Dia merasa nggak enak, jadi cuma pamit ke saya terus pergi.”Felisa melangkah maju, memangkas jarak dan menatap Bi Lastri dengan mata memicing tajam penuh desakan.“Jangan bohong kamu, Bi!”Bi Lastri berdehem pelan. Bukannya gentar, ia justru menatap balik mata Felisa tanpa ada rasa takut sedikit pun.“Nyonya, kalau yang Nyonya takutkan itu Jojo selingkuh sama Tuan... saya bisa pastikan hal itu tidak terjadi.”“Tahu apa kamu, Bi?!” bantah Felisa sinis, mengibaskan tangannya meremehkan.Dari sudut matanya, Bi Lastri melihat Viola mulai melangkah mendekat dari arah ruang tamu. Memanfaatkan momen tersebut, Bi Lastri sengaja memajukan tubuhnya dan berbisik sangat pelan tepat di samping telinga Felisa.“Saya tahu banyak hal, Nyonya... Termasuk saat Nyonya memasukkan Tuan Julian ke rumah lama,” bis

  • Istri Rahasia Om Raymond   201. Serasa di Surga

    Bi Lastri mengetuk pintu kamar utama pelan lalu melangkah masuk membawa nampan sarapan.Ia menyodorkan nampan itu pada Raymond seraya berbisik setengah mengadu, “Maaf ya, Tuan... Di bawah Mak Lampir masih nangkring manis di sofa. Jadi Bibi cuma berani bawakan satu piring saja biar nggak dicurigai. Tapi ini porsinya porsi jumbo kok, Tuan! Sepiring berdua, biar romantis.”Raymond tersenyum tipis melihat kejelian asisten rumah tangganya itu. “Terima kasih banyak ya, Bi.”Saat Bi Lastri hendak berbalik, Raymond menahannya sebentar. “O iya, Bi... Nanti kalau Feli sudah pergi atau ada kesempatan buat keluar rumah tanpa dicurigai, tolong segera kabari saya ya. Saya mau bawa Jovita ke rumah sakit.”Bi Lastri mendadak menghentikan langkahnya, menoleh dengan raut khawatir. “Lho, Jojo kenapa, Tuan?”“Sepertinya meriang, Bi. Tadi pagi muntah-muntah terus, sekarang badannya lemas banget,” jawab Raymond jujur, menatap ke arah ranjang tempat Jovita terbaring meringkuk.Mendengar penjelasan itu, Bi L

  • Istri Rahasia Om Raymond   200. Tamu tak Diundang

    Raymond mendadak panik mendengarnya. Tanpa membuang waktu, ia langsung lari ke arah kamar mandi. Di sana, ia melihat Jovita terduduk lemas di lantai tepat di depan kloset dengan wajah pucat pasi.Raymond segera berlutut menghampirinya. Dengan penuh kelembutan, tangan kokohnya mengumpulkan helai-helai rambut Jovita yang berantakan agar tidak terkena kotoran, sementara tangan satunya mengelus lembut punggung sang istri.“Kamu salah makan apa, Jo? Wajah kamu pucat banget,” tanya Raymond khawatir setengah mati. “Ayo kita ke dokter sekarang ya?”Jovita dengan sisa tenaganya meraih dan menggenggam erat lengan Raymond, menggeleng pelan menolak ajakan itu. Setelah menghela napas panjang dan merasa keadaannya sedikit lebih tenang, Jovita menengadah menatap suaminya.“Jangan sekarang, Om...” bisik Jovita lirih. Ia lalu mengedarkan pandangan ke arah pintu kamar mandi yang tertutup. “Om... nanti keluarnya tunggu Vio pergi dulu atau pas dia lagi anteng di kamarnya ya. Jangan sampai dia tahu kalau

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status