Partager

325. Oh, Mama...

Auteur: Henny Djayadi
last update Date de publication: 2026-10-22 16:43:08

“Julian! Kamu gila, ya? Keluar dari sini!” Felisa berusaha mendorong dada pria itu keluar dengan wajah pucat pasi. “Vio mau datang ke sini sebentar lagi! Dia bisa tahu semuanya kalau kamu ada di sini!”

Tapi, bukannya mundur, Julian justru terkekeh renyah. Dengan santai ia mengunci pintu dari dalam, lalu melangkah maju menghimpit Felisa yang panik.

“Alasan saja,” cibir Julian dingin sembari menangkup wajah Felisa yang ketakutan. “Vio tidak akan datang secepat itu, Fel. Kita masih punya banyak wa
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
nah lho kali ini ga bisa ngelak lagi tuh 2 jala**
goodnovel comment avatar
vyjoo
harus ribut yg GEDE BGT YA KA AUTHOR..
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Dernier chapitre

  • Istri Rahasia Om Raymond   326. Celaka

    Suara Viola seketika mengalihkan perhatian Felisa dan Julian yang tinggal sebentar lagi mencapai klimaks.Jantung Felisa serasa berhenti berdetak saat matanya menangkap sosok Viola berdiri terpaku di ambang ruang makan. Wajah gadis itu pucat pasi, menatap lurus pada adegan paling menjijikkan dan merendahkan yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya.“Vio...!” Felisa panik luar biasa.Felisa berontak, berusaha melepaskan diri dari kungkungan Julian demi bisa berlari memeluk dan menjelaskan segalanya pada sang putri.Tapi, Julian yang sudah dikuasai nafsu gila sama sekali tak peduli. Pria itu justru mencengkeram pinggang Felisa semakin kuat, menahannya tetap di posisi semula karena tak mau kesenangannya terputus begitu saja di ambang puncak.Melihat pemandangan menjijikan di depan matanya, mama yang selama ini Viola harap bisa menjadi tempat bersandar, justru tengah berbuat hina dengan pria yang selama ini dia hormati layaknya papa kandung sendiri.Air mata Viola menetes deras membasahi p

  • Istri Rahasia Om Raymond   325. Oh, Mama...

    “Julian! Kamu gila, ya? Keluar dari sini!” Felisa berusaha mendorong dada pria itu keluar dengan wajah pucat pasi. “Vio mau datang ke sini sebentar lagi! Dia bisa tahu semuanya kalau kamu ada di sini!”Tapi, bukannya mundur, Julian justru terkekeh renyah. Dengan santai ia mengunci pintu dari dalam, lalu melangkah maju menghimpit Felisa yang panik.“Alasan saja,” cibir Julian dingin sembari menangkup wajah Felisa yang ketakutan. “Vio tidak akan datang secepat itu, Fel. Kita masih punya banyak waktu... kita bisa main cepat sebelum anak manjamu itu sampai.”Felisa terpaku, gemetar hebat di antara rasa takut jika tiba-tiba putrinya datang dan betapa tidak berdayanya dirinya di hadapan Julian. Napasnya memburu, dada naik-turun cepat di bawah genggaman tangan pria itu yang masih menangkup pipinya.“Julian… tolong…” Suara Felisa terdengar parau, nyaris tercekik. “Kartu akses Vio masih aktif. Dia bisa masuk kapan saja. Bagaimana kalau dia melihat kita…”Julian tidak menjawab, hanya tersenyum

  • Istri Rahasia Om Raymond   324. Rela

    Sebenarnya, rencana Viola untuk melanjutkan studi ke luar negeri sudah sempat terdengar sejak lama. Ketika kenyataan itu di depan mata dan Viola benar-benar akan merealisasikannya, rasa kehilangan langsung menghantam dada Jovita. Apalagi, hubungan mereka sebagai keluarga belum sepenuhnya mencair dan membaik secara utuh.Jovita duduk di samping Raymond, mengusap pelan punggung suaminya untuk menenangkan. “Menurut Om... apa dia masih marah padaku?”Jovita teringat masa lalu. Dulu saat mengetahui Jovita akan magang di Vastu Chandra, Viola meminta bantuan agar sahabatnya itu mengawasi papanya saat dekat dengan Karina. Tapi ternyata, justru Jovita sendiri yang menikah dengan Raymond.Raymond mengusap wajahnya yang tampak lelah, lalu menatap Jovita lurus.“Vio bilang, dia ambil keputusan ini bukan karena marah padamu, dan dia menegaskan ini juga bukan karena Dylan. Vio cuma bilang... dia ingin belajar mandiri.”“Om percaya?”Raymond menghela napas panjang dan dalam, mencoba meredakan gejola

  • Istri Rahasia Om Raymond   323. Sedih Juga

    Viola duduk termenung di depan meja belajar kamarnya. Layar laptop yang menyala menampilkan deretan informasi detail mengenai program studi dan persyaratan pendaftaran dari kampus-kampus yang tertera di brosur tadi siang. Berbagai kertas informasi berjejer rapi di sekeliling laptopnya.Ketukan pelan di pintu kamarnya memecah keheningan."Masuk," sahut Viola tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Dia menduga itu Bi Lastri yang datang membawa minuman dan camilan.Pintu terbuka, ternyata sosok Raymond muncul dari balik pintu. Pria itu tersenyum hangat, namun mengernyitkan kening saat mendapati putrinya sedang berkutat di depan laptop dengan lembaran brosur yang berserakan di atas meja."Belum tidur?" tanya Raymond lembut sembari mendekat. "Sedang sibuk apa malam-malam begini?"Raymond mengambil salah satu lembar kertas tebal yang berserakan di atas meja. Matanya membelalak kaget saat membaca deretan nama universitas ternama dan peta kampus di benua Eropa serta Australia."Vio... ini

  • Istri Rahasia Om Raymond   322. Tekad Viola

    SUV yang dikendarai Raymond perlahan memasuki pelataran luas kediaman keluarga Hadiningrat.Dari balik jendela kaca ruang depan, Damian dan Dylan berdiri berdampingan. Kedua pria berbeda generasi itu saling lempar pandang dengan makna tersendiri saat mengenali kendaraan yang baru saja berhenti di depan halaman utama.Kelegaan seketika terpancar dari raut wajah Damian dan Dylan saat pintu mobil terbuka dan hanya menampilkan sosok Raymond yang dengan sigap membukakan pintu untuk Jovita. Tidak ada Viola bersama mereka.“Sadar diri juga, anak manja itu,” ucap Dylan penuh kelegaan lalu meninggalkan Damian menuju ke tempat adiknya berada.Bagi Dylan, ketiadaan Viola adalah sebuah kebebasan. Pria muda itu sangat enggan jika harus bersandiwara memasang topeng keramahan di hadapan Viola.Sementara bagi Damian, situasi ini jauh lebih krusial. Damian yang dalam perjalanan hidupnya sudah mengalami dua kali pernikahan akibat perjodohan, paham betul bagaimana dinamika perasaan pria bekerja.Damian

  • Istri Rahasia Om Raymond   321. Menghindar

    Bi Lastri terkesiap, nyaris menjatuhkan sendok di tangannya. “Non Vio! Kenapa ngomong begitu? Apa ada masalah sama Tuan, atau sama Jojo?”Viola menggeleng pelan, air matanya kembali mendesak ingin keluar namun ia tahan sekuat tenaga.“Nggak ada masalah, Bi. Aku… hanya tidak ingin ganggu kebahagiaan Papa.”“Non Vio jangan berpikir seperti itu, Non Vio adalah salah satu sumber kebahagiaan Tuan.”Viola tahu itu, papanya telah banyak berkorban untuk kebahagiaanya, terutama korban perasaan menutupi aib mamanya.“Selama aku masih di sini, Papa harus terus membagi waktu dan perhatiannya antara aku dan Jojo... Papa pasti capek banget harus terus berada di tengah-tengah, jadi seperti punya dua istri.”Bi Lastri mengernyitkan kening, mencoba menenangkan. “Tapi Non, sekarang kan Non sama Tuan tinggal serumah, harusnya nggak ada masalah... toh dulu Jojo dulu juga sering nginep di sini.”“Dulu Jojo kalau nginep tidurnya sama aku, sekarang sama papa.”Bi Lastri menahan senyum melihat wajah masam Vi

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

  • Istri Rahasia Om Raymond   4. Dilema Jovita

    ​Raymond terdiam sejenak, menatap lekat sudut bibir Jovita yang masih sedikit membiru akibat hantaman Joni. Ucapan Jovita yang menuntut talak mengandung keangkuhan dan kepasrahan penuh ironi.​“Aku tidak sebajingan itu, Jo,” suara Raymond melunak, namun tetap tegas. “Jika aku menalakmu malam ini

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status