Masuk"Karena kamu yang mengambil wujud & rupa dari kekasihku, serta membunuhnya dari dunia ini. Maka kamu yang harus bertanggung jawab mengantikannya." The Fight Creates Destiny Dari air mata yang membuat semuanya tak lagi sama. "aku mengutuk putramu...." Memory yang hancur berkeping-keping, hingga perjuangan yang tak mengenal lelah. membuat kagum semua mata! Saat bulan purnama muncul. Together or Ending Identitas, Ikatan, Takdir, Teriakan, amarah, kekuasaan, cinta, dan perpisahan. "Jika bukan aku, maka kota inilah yang akan menghilang!"_Damara Eos Thalesacena. "Itu bukan pilihan!"_Arron Cerberus Mycana Kebencian, Kebohongan, Pengkhinatan, pertarungan, Hingga pengorbanan. "I'M A VILLAIN, FOR YOUR HEART!"
Lihat lebih banyakHappy Reading.Bahagia. Itu hanya sementara saja, karena setelahnya Damara mendapatkan kado yang begitu spesial. Sampai ia tak bisa berkata apa-apa lagi saat menyaksikan senyuman dan harapan semua orang, yang ingin melihat ia bahagia.***Beberapa hari setelah hari ulang tahun Eos, Damara terlihat bahagia menghabiskan waktunya untuk bercanda dengan orang-orang di sekitarnya.Tidak menghindar, atau menatapnya dengan tatapan rendah, apalagi bersembunyi di balik pintu karena takut padanya."Hei Eos, kau menyimpan hadiahku kan?""Ya." Damara tersenyum senang. "Aku menyimpannya pada ibuku."Damara terkejut. "Ibumu?" Eos menganggukan kepalanya sebagai jawaban, menolehkan kepalanya ke arah ibunya. Emerald. Damara menghembuskan nafasnya kasar. sebelum tersenyum menepuk puncak kepala Eos dengan sayang. "Bermainlah!""Em."Lalu Damara pergi begitu saja, mendekat ke arah Emerald. "Belum cukup kau membuat anak dengan pria lain, kau juga memberikan namaku pada anak itu. Setelahnya merebut hadiah
Happy Reading."Damara?""Damara." Hah. Panggilan itu langsung menyadarkan Damara dari lamunannya. "Ada apa? Hm?" tanya Arron, ia kini merangkul pinggang ramping Damara yang sedang berdiri menangkupkan satu tangannya pada wajahnya menyandar pada peyangga di lantai dua. Yang menghadap langsung ke lantai dansa, di lantai satu.Sedang ada pesta."Kau terlihat resah?"Damara tersenyum pada Arron. Karena meski ia berhasil mendapatkan kepercayaan semua orang dan menyingkirkan ketakutan akan Faycon yang membahayakan, tapi bukan berarti itu menyelesaikan masalahnya."Arron," Damara ragu untuk mengatakannya. "Ada apa?""Tidak apa-apa."Pria itu tak memaksa, karena ia tahu kalau sejak saat Damara pingsan kondisi tubuhnya memburuk dan darah selalu menghiasi tempat tidur Damara. "Haruskah aku datang ke kamarmu malam ini Damara?""Tidak usah, aku … baik-baik saja."Arron mendengus, sebelum memeluk erat Damara. "Sebagai gantinya, jangan tolak aku saat kita menikah nanti."Lalu Damara menarik dir
Happy Reading.Apakah akan baik-baik saja? Bagaimana jika semua yang dipikirkan diawal tidak terjadi, dia tidak diterima justru dimusuhi? Apakah semuanya akan berakhir seperti sebelumnya."Damara," Arron kini menggenggam tangan Damara, menatap wanita dengan tatapan penuh percaya diri. "Semua akan baik-baik saja?"Tapi tentu saja Damara semakin cemas. "Tapi bagaimana jika aku tidak bisa mengendalikan diriku. Meski punya kamu, bayangan akan masa selalu ada. Aku adalah Faycon bagaimanapun bentukku Arron, dan dendam akan selalu ada dalam benakku—""Kecemasanmu sangat tidak berarti sekarang." timpal Lycus. "Lihatlah kami akan selalu berada di depanmu untuk menghalangi semua niatmu!"Sontak mata Damara langsung tertuju pada mereka semua, entah mengerti pada takdir atau sengaja dibuat mengerti padahal tidak tahu apa-apa tentang waktu yang sedang berjalan sekarang."Haruskah aku menciummu agar kau tenang?" Goda Arron. Kini wajahnya dan Damara ada dalam jarak yang cukup dekat.Malu. Tentu saja
Happy Reading."Karena aku, butuh obatku!" jawab Arron. Kemudian tersenyum melihat wajah cantik Damara, yang masih sama seperti pertama kali mereka bertemu.***Lama mengobrol, akhirnya mereka sampai di sebuah hutan belantara dengan bendera yang sudah usang."Tempat apa ini?" tanya Damara. Alisnya terus saja menyatu saat pandangannya mencoba menganalis sekitarnya.Bekas kurumput yang injak, sayatan pedang di pohon dan aroma amis darah yang telah menghitam, mengering di beberapa tempat.Damara menetralkan aura Fayconnya setelah berhasil mendapatkan jawaban dari kebingungannya barusan."Jadi, ada area seperti ini di tempat ini?""Ya. Kami membangunnya agar para kesatria dan para pemuda kota ini terlatih untuk menghadapi masalah yang besar, jauh dari perkiraan mereka sebelumnya." jelas Arron.Damara mengangguk-anggukan kepalanya sebagai respon. Lalu kemudian ia tersenyum seperti smile yang lumayan mengerikan jika di lihat terlalu lama."Lalu, apa maksudmu membawaku ke tempat ini? Boleh a
Happy Reading.'kau harus menepati janjimu, kau tidak boleh mengingkarinya lagi, kau tidak boleh menghilang lagi dari kota sekeras apapun kau membenci' ucapannya terus terngiang-ngiang dalam benak Damara.Kini ia telah tumbuh dewasa, berbeda dan terlihat jauh dari Damara yang di kenal semua orang mesk
Happy Reading.Huaaa!Asrama pelatihan. Ada suara tangisan yang begitu pilu berasal dari sebuah kamar, di lorong yang sepi karena semua sedang latihan.Loly—dia menangis sejadi-jadinya sampai tak bisa menyembuyikan perubahan tubuhnya yang kini terlihat mahkluk penghuni neraka, yang berapi-api."Kenapa k
Happy Reading.Senang. Apakah dia boleh mendapatkannya? Rasanya tidak adil ya, kalau seorang yang jahat mendapatkan kebahagiaan dan bukannya hukuman."Apa kalian sudah dengar, katanya kota Hilike sedang dikutuk. Meski semakin berkembang, tapi di luar sana ada hal mengerikan yang tidak warga ketahui."S
Happy Reading.Rasa sakit yang sempat memenuhi dada, penyesalan, amarah dan kesedihan tiba-tiba saja hilang. Seperti kembang api yang meledak-ledak, kini hancur dan menghilang.Tubuhnya terasa lebih ringan, dan air matanya tak menetes lagi."Apakah tidak apa-apa. Membuat ruangan pribadi ini?" tanya Dam






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan