/ Romansa / Istri Simpanan Pak Dosen / Bab 55: Sentuhan Penenang

공유

Bab 55: Sentuhan Penenang

작가: Devieshinta
last update 게시일: 2026-06-09 12:00:55

Kabar tentang ketegangan di kubikel dosen pagi tadi menyebar seperti api di kalangan mahasiswa tingkat akhir. Alana yang mendengar selentingan itu dari Keira dan Elara langsung merasa dunianya runtuh. Sepanjang jalan pulang menggunakan taksi, dadanya sesak luar biasa. Bayangan Bara dan Aksa yang hampir beradu jotos di depan koridor fakultas terus menghantui pikirannya.

Begitu melangkah masuk ke dalam apartemen, pertahanan Alana runtuh sepenuhnya. Ia melempar tasnya ke lantai, duduk
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 85: Jebakan Menu Sarapan

    Keira menahan napasnya di lantai, memandangi jam tangan miliaran rupiah itu dengan otak yang berputar cepat. Aksa yang menyadari tatapan Keira langsung dengan tenang menarik turun lengan *hoodie*-nya, lalu berbalik mengemas kotak perkakas. "Sudah selesai, Neng. Cuma masalah freon sedikit. Saya permisi dulu," ujar Aksa dengan suara diredam, lalu melangkah cepat keluar dari pintu utama sebelum Keira sempat menegurnya. Alana mengembuskan napas lega yang teramat panjang setelah pintu tertutup. "Hah... akhirnya selesai juga. Untung abangnya cepat kerjanya." Keira bangkit berdiri, menepuk-nepuk celananya sambil menatap pintu dengan senyum misterius. "Iya, Al. Cepat banget. Bahkan untuk ukuran tukang AC, jam tangannya... keren banget ya. Kelihatan seperti barang langka." Jantung Alana kembali mencelos. "A-Ah? Masa sih? Mungkin itu jam tangan KW yang beli di pasar kaget, Kei. Zaman sekarang kan banyak yang mirip." "Mungkin saja," sahut Keira pendek, tidak ingin membongkar kartu as-nya se

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 84: Sang "Tukang AC" Misterius

    "I-Itu bau diffuser ruangan tahu, El! Aroma sandalwood plus cedarwood. Aku sengaja beli biar tidurnya nyenyak, mirip bau spa hotel," sela Alana super cepat, buru-buru menyambar sebotol pelembap dari meja rias dan menyodorkannya ke tangan Elara. "Ini skincare-nya. Yuk ganti baju di kamar mandi luar, nanti filmnya keburu habis!" Elara mengendus pelembap itu beralih fokus. "Oh, kirain. Wanginya cowok banget soalnya." Setelah Elara berhasil digiring keluar, Alana bersandar di pintu kamar mandi dalam dengan sisa tenaga yang ada. Sungguh malam yang menguras umur.*** Keesokan paginya, pukul tujuh tepat. Pagi hari membawa kepanikan babak baru. Aksa memiliki jadwal sebagai ketua penguji sidang Bab 2 mahasiswa lain pukul delapan tiga puluh. Ia harus keluar dari apartemen, namun masalahnya, Keira sudah bangun dan duduk tenang di meja makan luar sambil membaca tabletnya. Di dalam kamar utama, Aksa menatap penampilannya di cermin dengan dahi berkerut dalam. Ia mengenakan hoodie kebesaran warn

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 83: Operasi Lemari Pakaian

    Alana tertawa hambar sambil mengelus pergelangan kakinya yang sama sekali tidak sakit. "I-Iya, Kei. Lantainya licin banget, makanya agak oleng tadi. Yuk, langsung masuk ke ruang tengah saja!"Keira tidak menjawab, hanya tersenyum tipis yang membuat bulu kuduk Alana meremang. Begitu masuk ke ruang tengah, Elara langsung melompat ke atas sofa beludru raksasa. "Al! Gila, TV lo segede gaban begini! Ada Netflix-kan? Malam ini kita wajib movie marathon!""Ada kok, El. Bebas pakai saja," jawab Alana, berusaha bersuara senormal mungkin. Pandangannya melirik ke arah pintu kamar utama yang tertutup rapat. 'Mas Aksa pasti ada di dalam,' batinnya menjerit panik."Gue mau ganti baju dulu ya, baju gue bau asap knalpot motor Bara tadi," kata Elara sambil bangkit berdiri."Eh, jangan di kamar utama, El!" seru Alana cepat, menghadang jalan Elara. "K-Kamar mandi luar ada di sebelah sana. Baju ganti aku ambilin dulu, kalian tunggu di sini saja ya!"Alana langsung melesat masuk ke dalam kamar utama dan m

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 82: Misi Penginapan Dadakan

    Keira meremas struk apotek itu di dalam genggamannya, menyembunyikannya ke dalam saku kulot sebelum Alana menyadari keterkejutannya. Pikirannya berputar liar. 'Susu ibu hamil? Vitamin pranikah? Atas nama Pak Aksa?' Detektif di dalam diri Keira mendadak bangun total. Tak lama kemudian, Elara kembali masuk ke lobi setelah memastikan Bara benar-benar melesat pergi dengan motornya. "Hah! Capek banget badak satu itu kalau lagi ngamuk. Al, kamu nggak apa-apa?" "Aku nggak apa-apa, El. Makasih ya udah bantuin," jawab Alana, napasnya masih agak memburu karena sisa ketegangan tadi. Keira berjalan mendekat, memasang senyum manis yang sengaja dibuat sealami mungkin. "Al, ini udah hampir jam dua belas malam. Angkutan umum udah nggak ada, kosan aku juga gerbangnya pasti udah dikunci jam sebelas tadi. Kosan Elara 'kan searah sama aku. Gimana kalau... malam ini kita menginap di tempat kamu aja?" "Eh?" Alana tersentak, matanya melebar panik. "M-Menginap di sin

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 81: Interupsi Sang Suami

    "Sekarang jawab jujur, Al... Kenapa kamu bisa tinggal di apartemen mewah milik Pak Aksa, dosen pembimbing kamu sendiri, malam-malam begini?!" Suara Bara yang meninggi laksana guntur di lobi Kuningan Residence yang sunyi. Cengkeramannya di bahu Alana membuat gadis itu terpaku dengan wajah pias. Di samping mereka, Elara dan Keira melangkah mundur satu langkah, mata mereka membelalak sempurna menanti jawaban. Atmosfer lobi mendadak mencekam, siap meruntuhkan seluruh dinding rahasia Alana. "Ada masalah di sini, Saudara Bara?" Sebuah suara bariton yang teramat familier, dengan nada santai namun sarat akan wibawa yang memotong ketegangan, tiba-tiba terdengar dari arah lift koridor utama. Semua kepala refleks menoleh. Aksa Dewantara berjalan mendekat dengan langkah kasual. Tidak ada setelan jas formal atau kemeja kaku dosen yang biasa ia kenakan di kampus. Malam ini, Aksa hanya memakai kaus oblong putih polos berpotongan pas badan, celana jins hitam,

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 80: Sandiwara Menegangkan

    Jantung Alana seakan berhenti berdetak melihat wajah Bara yang terpampang jelas di layar interkom unit penthouse. Hubungan mereka yang belum berakhir, namun merenggang karena pernikahan siri ini, membuat kehadiran Bara selalu menjadi bom waktu. "M-Mas Aksa... bagaimana ini?" bisik Alana panik, suaranya bergetar hebat. "Bara nekat sekali sampai naik ke atas. Kalau Papa dan Mama lihat..." Aksa tetap mempertahankan ekspresi tenangnya yang dingin, meskipun kilat amarah dan cemburu sempat melintas di matanya. Aksa menoleh sekilas ke arah ruang tengah, di mana Papa Damar dan Mama Ratna sedang berbincang santai setelah menempuh perjalanan jauh. Sebagai sesama kalangan pengusaha yang menghormati persahabatan lama, kedatangan orang tua Alana adalah kehormatan, sekaligus ujian berat untuk menyembunyikan status pernikahan siri ini dari publik kampus. "Alana, dengarkan saya," ucap Aksa dengan suara rendah namun teramat tegas, mencengkeram lembut kedua bahu Alana. "Jangan biarkan dia membuat ke

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 12: Jam Malam dan Hukuman

    Alana langsung meloncat dari kasur, merebut ikat rambut merah muda itu dari tangan Aksa dengan gerakan secepat kilat. Wajahnya yang tadi memerah karena kesal, kini berubah pucat pasi. "Mampus... ini punya Keira!" gumam Alana dengan suara bergetar. Ia ingat betul kemarin sore Keira

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 9: Ancaman Keira dan Elara

    Kalimat bernada ancaman halus dari Aksa sukses membuat Alana linglung sepanjang hari di kampus. Alana bahkan sengaja memilih bangku paling belakang saat kelas bimbingan makroekonomi sore itu, melarikan diri dari sorot mata tajam suaminya yang sesekali sengaja menyapu ke arahnya. Begitu kelas buba

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 7 : Perhatian yang Terselubung

    Suara detak jam dinding di ruang kerja Aksa terdengar seperti dentuman palu di kepala Alana. Sudah pukul dua pagi. Tumpukan jurnal setebal bantal itu masih tersisa separuh, dan tangan Alana sudah mati rasa karena terus menulis esai tangan sebanyak puluhan lembar. Aksa sendiri masih duduk di kursi

  • Istri Simpanan Pak Dosen   Bab 6 : Cemburu Dosen Kaku

    Alana menyambar kembali dompetnya dari tangan Aksa dengan wajah merah padam. "Bapak keterlaluan! Nilai itu urusan akademik, kenapa dibawa-bawa ke urusan hati? Bara itu pacar saya, jauh sebelum Bapak datang merusak semuanya!" Aksa tidak bergeming. Ia hanya merapikan kerah kemejanya, menatap Alana

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status