Share

Bab 67

Penulis: Thaiteaa
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 21:09:37

"Mau ke mana kamu? " Tanya Alfan melihat istrinya turun dari brankar sambil menenteng ingusan.

"Ke kamar mandi Mas, aku pengen buang air kecil, " Jawab Karina lalu terpekik ketika Alfan menggendongnya tanpa aba-aba.

"Ya ampun Mas! " Pekik perempuan itu terkejut dengan tindakan suaminya.

"Biar kamu nggak repot sayang, " Tukas Alfan santai lalu membawa Karina ke kamar mandi.

"Astaga aku masih bisa jalan lho, " Protes Karina yang sudah di dudukan di closet.

Alfan tidak membalas, tetapi ia tet
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   119

    Mendengar semua ucapan dan pengertian dari suaminya Karina menarik napasnya pelan, kemudian ia hembuskan lagi keluar sampai akhirnya ia benar-benar merasa tenang. "Sudah tenang sekarang hmm? " Tanya Alfan. Karina mengangguk pelan"Sayang tidak perlu pikirkan apapun ya, kan Mas juga tidak masalah karena mungkin Tuhan belum kasih rezeki ke kita lagian kita juga sudah selalu berusaha kan" Terang Alfan. "Tapi Mas" Sela Karina. "Jangan dengerin tetangga itu, mereka gak tau apapun karena yang jalani itu kita, bukan mereka" Ucap Alfan. Karina mengangguk pelan, Alfan membawa Karina ke pelukannya kemudian mengelus punggung nya. "Jangan sedih lagi ya sayang, di sini masih ada Mas. Kita kan lagi berusaha untuk itu bahkan kita sedang mengusahakan semua yang terbaik untuk rumah tangga kita" Ucap Alfan lagi. Karina mengangguk lagi, ia angkat kepalanya kemudian mencuri ciuman di pipi sang suami. " Genit kamu, udah berani ya sekarang"Karina hanya tertawa, tak mau berlarut dalam kesedihan mer

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 118

    Karina menoleh ke langsung ke arah Alfan, matanya berkaca-kaca melihat ekspresi Alfan. "Mas, maaf untuk kegagalan itu ya pasti masih membekas ya di hati kamu? " Tanya Karina. "Kamu selalu kuatin Karina untuk hal itu, tapi sekarang Karina mereka Karina bener-bener gak pantas buat kamu Mas" Tambah Karina lagi. "Kok kamu ngomongnya gitu sayang? Mas minta maaf bener-bener minta maaf untuk perkataan Mas yang mungkin membuat kamu tersinggung "Alfan mengatupkan kedua tangannya untuk meminta maaf Pada Karina. Karina menggeleng dengan cepat kemudian meraih tangan Alfan. " Mas, Karina ingen banget waktu pertama kali kamu ikut USG baby kamu bilang mau ajak babu sering-sering jalan-jalan biar happy terus tapi ternyata Tuhan belum kasih kepercayaan itu sampai sekarang ya" Lagi dan lagi Karina harus menangis ketika membahas kejadian empat bulan lalu saat ia gagal bener-bener gagal menjadi seorang ibu. "Sayang sudah makan belim? Tadi mas ada beli oleg-oleh dari rest area kamu mau? " Tawar Alfa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 117

    Bagaimana mereka menyusahkan Alfan dengan mencari jenis makanan, mereka minta Alfan melakukan ini itu untuk mereka, bahkan Alfan rela melakukan perjalanan Jakarta-yogyakarta untuk memenuhi keinginan mereka berdua. Air mata Karina menetes tanpa permisi. "Walau orang-orang bilang kamu masih terlalu kecil untuk diratapi kepergiannya tapi percayalah sayang, kehilangan kamu lebih sakit daripada saat Bunda kehilangan kakek buyut kamu" Ucap Karina lagi. "Terima kasih sudah memberikan warna baru di kehidupan Bunda sama Ayah beberapa bulan kemarin ya, Bunda janji besok kalau kesini lagi Bunda ajak Ayah ya biar kamu gak merasa di lupain sama Ayah" Tambah Alfan lagi. "Ayah nangis kan waktu kehilangan kamu? Iya sayang Ayah sedih sekali bahkan sampai sekarang pun kalau Bunda bahas Ayah juga masih sedih" Ucap Karina. Kadang, Karina mersa bercerita di makam kakeknya atau omanya menjadi bagian lingkungan menyenangkan ketika ia mencurahkan seluruh isi hatinya. Sebenarnya ketika bercerita dengan

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   116

    "Gimana acaranya tadi Mas? " Tanya Karina. "Lancar sih sayang, ayo masuk kamar kita sayang" Ajak Alfan. "Eh mau ngapain? " Tanya Karina yang reflek menjauh dari Alfan. "Harus Mas jelasin ya sayang? " Tanya Alfan. "Mau magrib Mas, tidak baik. Kalau kata orang tua pamali" Elah Karina. "Bagus aja sih sayang" Ucap Alfan enteng. "Kamu tauvtifak Mas olahraga yang kamu maksud itu baiknya di lakukan sekitar pukul 6-9pagi atau menjelang subuh, karena apa? Karena di jam segitu kadar hormon testosteron dan estrogen melonjak naik sehing-" Ucap Karina belum selesai. "Cukup sayang, Mas mandi dulu deh" Ucap Alfan yang sudah berjalan menjauh meninggal Karina. "Hahahahahahah" Karina tertawa terbahak-bahak melihat sifat Alfan, enak sekali menjahili suaminya itu. Ia bisa pastikan mood suaminya itu turun drastis, apalagi mereka sudah berjauhan selama tiga hari. Baru akan bangkit dari duduknya suara handphone yang bukan milik Karina melainkan milik suaminya, melihat handphone Alfan fi ujung sofa

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 115

    Karina mengangguk kemudian duduk di sebelah ibu-ibu guru yang usianya jauh diatasnya. Harus kalian ketahui bahwa ini adalah kali pertama karina melihat Alfan menjadi pemateri di Seminar, sebelumnya di acara kantor Alfan hanya berbicara sedikit jadi tidak terlalu kelihatan karena yang paling banyak adalah papah Wijaya. Senyum dari wajah Karina terbit ketika Alfan mulai memperkenalkan diri dan mengucapkan kata sambutan untuk yang lain, ketahuilah pandang Alfan selama berbicara tertuju pada istrinya. Tak hanya Alfan kini pandangan banyaknya orang yang hadir juga tentu pada Karina ketika Alfan memperkenalkan Karina sebagai istrinya. *****35 menit seminar berlalu, Alfan masih belum selesai dengan penjelasan nya karena apa? Karena di selingi dengan tanya jawab dari murid-murid. Karina yang memang sudah janjian dengan temannya untuk padek bersama ia langsung mengkode Alfan. "Kenapa sayang? " Tanya Alfan dari microphone membuat Karina langsung menunduk karena malu. Godaan langsung ter

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 114

    Kemarin Karina sudah pulang dari acara camping nya dan hari ini Karina mau pergi tapi berbeda tujuan dengan Alfan, Alfan harus menghadiri seminar yang di selenggarakan oleh salah satu perusahaan yang kerjasama dengan perusahaan nya untuk penyuluhan mengenai cara berbisnis dengan benar dan gimana sih cara menghadapi perusahaan yang sedang krisis. Seminar ini sebenarnya tidak formal, hanya saja undangan seminar dari sekolah Alfan waktu SMA yang membuat Alfan harus tutung menghadiri undangan tersebut apalagi ia sebagai alumni Sekolah itu. Hal ini tidak biasa bagi Alfan, karena baru pertama kali Alfan mengisi seminar seperti ini kian tau kenapa Alfan di tunjuk sebagai pemateri nya? Karena Alfan di sekolah SMA memiliki predikat Siswa pintar dan berprestasi bahkan ia sering mengikuti lomba sains mau antar sekolah ataupun lomba kota dan provins.Awalnya Alfan menolak keras Karina untuk berpisah dengan nya, namun sebuah bisikan diberikan oleh Karina kepada Alfan sehingga membuat Alfan denga

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 1

    "Wijaya Industries sekarang sudah ada di tangan kamu Alfan. Tapi walau begitu, papah nggak akan lepas tangan dan pasrahin semuanya ke kamu. Perusahaan Wijaya Industries ini perusahaan keluarga, besar sekali tanggung jawabnya bagi orang yang sudah menduduki kursi kepemimpinan. Dan biarpun umur kamu s

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 5

    "Salsa? " Suara bariton mendistraksi lamunan seorang perempuan berwajah blasteran Amerika Indonesia, cantik dan penuh keanggunan. "Kamu ngapain berdiri di depan sini? " Tanya pria itu lalu merangkul perempuannya. "Aku nunggu kamu kok, udah selesai? " Salsa tersenyum tipis, membalas dengan meme

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 4

    "Yah kalau, Kamu punya cowok di luar. Kamu bayar laki-lak itu pakai uang dari kartu ini. apapun sesuatu yang kamu inginkan, " Seloroh santai. Rahang Karina hampir jatuhh dibuat, karena mendengar tuduhan suaminya yang tidak masuk akal. "Mana ada Mas! Jangan bicara sembarangan ya Mas, " Jawabannya pen

  • Istri Wasiat Sang Pewaris   Bab 2

    Pantai yang di maksud adalah pantai Parangtritis. Salah satu pantai yang terhits di kota Yogyakarta. Terutama di sore seperti ini, pemandangannya sangat cantik. Langit berwarna jingga kemerahan terlihat mendominasi, cahaya matahari memantul indah ke permukaan air laut. "Cantik banget, " Puji Karina

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status