مشاركة

151. Tak perlu

مؤلف: HaniHadi_LTF
last update تاريخ النشر: 2026-10-21 11:19:22

“Tadi kamu bilang ingin pergi dan meninggalkannya. Sekarang, ketika aku kembali tanpa Lintang, kamu justru bertanya di mana dia?”

Linggar menatap Ilalang dengan mata berkaca-kaca.

“Aku memang ingin pergi tanpa dia tadi. Aku kini tahu, aku tak bisa hidup tanpa dia."

Ilalang terdiam.

Linggar mengusap air matanya.

“Aku memang terluka, Mas. Aku tidak tahu harus bagaimana ketika mengetahui bahwa anak yang selama ini kupanggil putriku ternyata anakmu.”

Ia menunduk.

“Aku mau meninggalkannya, tapi itu
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (2)
goodnovel comment avatar
rara
linggar Batu banget
goodnovel comment avatar
Dyah Wiryastini
Linggar itu terlalu keras kepala
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   156. Penting

    Linggar tertegun.Seseorang berdiri di dekat meja, mengulurkan sapu tangan kepadanya.Linggar perlahan mengangkat kepala. Matanya membulat.“Kamu?” ucap Linggar.Linggar masih menatap laki-laki yang berdiri di samping mejanya. Sapu tangan yang diulurkan itu belum juga ia ambil.Lelaki tinggi besar dengan bulu halus di wajahnya itu tersenyum tipis.“Kenapa? Kamu tidak senang melihatku?” tanyanya dengan bahasa Indonesia kaku. Linggar mengerjap. Ia buru-buru mengusap pipinya dengan tisu, berusaha menghilangkan jejak air mata yang telanjur membasahi wajah.“Bagaimana kamu bisa berada di sini?”Aaraf menarik kursi di hadapannya, lalu duduk.“Aku lagi ada pekerjaan di sini.”“Pekerjaan?”Aaraf mengangguk. Matanya sempat melirik piring Linggar yang masih hampir utuh.“Ada sebuah perusahaan ekspor impor yang sedang kolaps. Pemiliknya mau menjual perusahaan itu. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari sini.”Linggar mengernyit. Perusahaan expor impor? Tak jauh di sini? "Memangnya kamu sudah past

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   155. Sesakit ini

    Herman terdiam sesaat.“Baik, Pak.”Ilalang menatap pintu rumah. Ia tidak tahu di mana Linggar berada.Ia bahkan tidak tahu apakah perempuan itu masih berada di kota yang sama.Yang ia tahu, Linggar telah melihat sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa dimaafkan.Ilalang merasa ketakutan kehilangan istrinya bukan lagi sekadar ancaman.Melainkan sesuatu yang mungkin benar-benar terjadi.Bu Ratih menghampiri Ilalang.“Lang, sebenarnya ada apalagi? Kenapa kamu pulang dengan wajah seperti itu?”Ilalang mengangkat kepalanya. Ia sempat terdiam, seolah masih berusaha menyusun kalimat yang tepat untuk menjelaskan sesuatu yang bahkan dirinya sendiri belum sepenuhnya mengerti.“Aku dijebak Cindy, Nek.”Kening Bu Ratih berkerut.“Dijebak bagaimana?”Ilalang mengusap wajahnya kasar. “Dia membuatku kehilangan kendali. Aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Waktu sadar, aku sudah berada dalam keadaan yang...” Ilalang menghentikan ucapannya. Rahangnya mengeras. “Linggar melihat kami

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   154. Cari!

    Lelaki itu memejamkan mata rapat-rapat. Di balik kegelapan pikirannya yang makin tenggelam dalam pusaran gairah, hanya ada satu nama yang terus berbisik dan menggema di dalam dadanya. Satu nama yang amat ia rindukan, satu-satunya perempuan yang selalu menjadi tempat hatinya berlabuh.Dengan napas tersengal dan bibir yang masih bertautan erat, Ilalang menangkep kedua pipi perempuan di hadapannya. Ia mengusapnya penuh kelembutan, seolah takut sosok itu runtuh menjadi debu jika tersentuh terlalu kasar.Lelaki itu sedikit menarik wajahnya, menatap penuh kerinduan pada sepasang mata yang nampak kabur di penglihatannya. Sudut matanya bahkan mengembun oleh emosi yang mendalam, tak mampu lagi menahan gelombang rasa cinta yang membuncah.Dengan suara serak, berat, dan bergetar menahan kerinduan yang amat sangat, Ilalang bergumam lirih tepat di depan bibir Cindy, "Linggar... akhirnya kita bersama lagi. Aku kangen..."Cindy membeku ketika mendengar nama itu.“Linggar?”Senyum yang semula menghi

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   153. Tak. ingin

    Linggar tidak sanggup melihatnya lebih lama.Ia segera berbalik, berlari keluar dari rumah Cindy tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Tangannya gemetar saat meraih kunci motor. Ia bahkan hampir menjatuhkannya sebelum berhasil menyalakan mesin.Air matanya terus mengalir.Linggar melajukan motornya meninggalkan rumah itu, tanpa tahu harus pergi ke mana.Ia hanya ingin menjauh.bMenjauh dari Ilalang. Menjauh dari Cindy.Walau bayangan Lintang sempat membuatnya ragu. Linggar terus melajukan motornya.Jalanan yang semula terasa begitu dikenalnya perlahan berubah menjadi asing. Ia tidak memperhatikan papan penunjuk arah, tidak pula peduli ketika kendaraan lain membunyikan klakson karena motornya melaju terlalu lambat.Pikirannya hanya dipenuhi satu pemandangan.Ilalang.Cindy.Tangan suaminya yang berada dalam genggaman perempuan itu. Lalu bibir itu yang menyatu. Jyga keasikan tatapan mereka yang seolah tidak menyadari bahwa Linggar sedang berdiri di depan pintu.Linggar menggigit bibirnya

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   152. Ketika bibir bertemu..

    Namun, begitu punggungnya menyentuh kasur, perempuan itu kembali mendorong tubuh suaminya.“Mas, aku ke kamar mandi.”Ilalang menatapnya. Hasrat yang meluap seketika padam. “Untuk apa?”Linggar mengerutkan kening.“Ya, untuk mandi. Memangnya aku harus meminta izin dulu?”Ilalang akhirnya melepaskan tangannya.“Baik. Tapi jangan pergi ke mana-mana.”Linggar tidak menjawab. Ia segera masuk ke kamar mandi, menutup pintunya, lalu bersandar di sana. Ia sebenarnya tak tega melihat Ilalang menahan sesuatu dalam dirinya. Namun saat lelaki itu mendekat, bayangan Cindy bersama Lintang munculKedua tangannya menutupi wajah. Ia mengusap air mata yang tiba-tiba menetes di pipinya. Ia tidak tahu bagaimana harus menghadapi semuanya.Lintang yang selama ini selalu mencarinya setiap pulang sekolah, yang selalu memanggilnya Bunda, kini bahkan tidak mau kembali.Linggar memejamkan mata. Lalu mengusap air matanya asal. Ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa semua ini hanya sementara. Bahwa Lintang sedan

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   151. Tak perlu

    “Tadi kamu bilang ingin pergi dan meninggalkannya. Sekarang, ketika aku kembali tanpa Lintang, kamu justru bertanya di mana dia?”Linggar menatap Ilalang dengan mata berkaca-kaca.“Aku memang ingin pergi tanpa dia tadi. Aku kini tahu, aku tak bisa hidup tanpa dia."Ilalang terdiam.Linggar mengusap air matanya.“Aku memang terluka, Mas. Aku tidak tahu harus bagaimana ketika mengetahui bahwa anak yang selama ini kupanggil putriku ternyata anakmu.”Ia menunduk.“Aku mau meninggalkannya, tapi itu bukan berarti aku tidak menginginkannya.”Ilalang menatap mat Linggar yang sudah tak terbendung air matanya. “Dab sekarang, kenapa kamu malah membiarkannya tinggal di sana?”Ilalang membeku.Linggar tersenyum getir.“Sekarang aku justru ingin bertanya kepadamu, Mas.”Linggar melangkah mendekat, menatap wajah suaminya dengan mata yang dipenuhi ketakutan.“Setelah semua yang terjadi, setelah kamu mengetahui bahwa kamu adalah ayah kandung Lintang, apa kamu masih ingin mempertahankan anak itu bersa

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status