مشاركة

159. Mati rasa

مؤلف: HaniHadi_LTF
last update تاريخ النشر: 2026-11-01 20:52:47

Seketika, wajah Linggar berubah pucat.

Tubuhnya menegang, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.

“Apa?”

“Kita akan menemui ayahmu.”

Linggar segera menggeleng.

“Tidak. Aku tidak mau bertemu dengannya.”

Aaraf menatapnya serius.

“Linggar, ada banyak hal yang perlu kamu selesaikan. Dan Sanjaya adalah salah satu orang yang harus kamu hadapi jika ingin memperjuangkan kembali hakmu.”

“Aku tidak sanggup!”

Suara Linggar bergetar.

Baginya, nama Sanjaya bukan sekadar nama seorang ayah. Lelaki i
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   160. Alasan

    Linggar menerima makanan tersebut, lalu mengucapkan terima kasih. Setelah petugas itu pergi, Linggar meletakkan nampan di atas meja kecil.Siapa yang mengirim makanan untuknya?Karena penasaran, Linggar membuka pintu kembali dan melangkah keluar.Begitu menoleh ke arah kamar di seberang, matanya langsung membesar.Aaraf berdiri di depan pintunya sendiri, mengenakan kaus santai dan celana panjang. Lelaki itu tampak baru saja selesai berbicara melalui telepon.“Kamu di sini?” Linggar spontan bertanya.Aaraf menoleh, kemudian tersenyum santai.“Seperti yang kamu lihat.”Linggar memandang pintu kamar Aaraf, lalu kembali menatapnya.“Kenapa kamu menginap di sini?”“Karena tempat ini nyaman.”Linggar menyipitkan mata.“Jangan mengarang. Hotel ini tidak selevel denganmu. Kamu bisa memilih hotel mewah."“Aku memilih yang dekat dengan mitra bisnisku.”“Mitra bisnis?”Aaraf menunjuk makanan yang dibawa Linggar.“Kamu harus makan tepat waktu. Sebagai mitra bisnis aku tidak ingin kamu jatuh sakit

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   159. Mati rasa

    Seketika, wajah Linggar berubah pucat.Tubuhnya menegang, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuh.“Apa?”“Kita akan menemui ayahmu.”Linggar segera menggeleng.“Tidak. Aku tidak mau bertemu dengannya.”Aaraf menatapnya serius.“Linggar, ada banyak hal yang perlu kamu selesaikan. Dan Sanjaya adalah salah satu orang yang harus kamu hadapi jika ingin memperjuangkan kembali hakmu.”“Aku tidak sanggup!”Suara Linggar bergetar.Baginya, nama Sanjaya bukan sekadar nama seorang ayah. Lelaki itu adalah orang yang pernah mengancamnya, menamparnya, merampas rumahnya, dan memaksanya menandatangani surat yang mengalihkan seluruh aset keluarganya.Dia masih mengingat wajah lelaki itu ketika menyuruhnya pergi tanpa sedikit pun penyesalan.Bagaimana mungkin dia harus kembali berhadapan dengan orang yang telah menghancurkan hidupnya?Aaraf menatap Linggar beberapa saat sebelum berbicara lagi.“Aku tidak akan memaksamu melakukan sesuatu yang belum siap kamu lakukan.”Linggar menunduk. Air mat

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   158. Menyelamatkan

    Aaraf menatapnya lembut. Senyum tipis menghiasi wajahnya, tetapi sorot matanya tampak begitu serius.“Karena sejak pertama kali melihatmu di taman, aku sudah jatuh hati kepadamu.”Linggar tertegun.Dia menatap Aaraf seolah baru saja mendengar sesuatu yang sulit dipercaya. Lelaki itu mengatakannya begitu saja, tanpa keraguan, sementara dirinya bahkan belum mampu membereskan kekacauan dalam hatinya sendiri.“Apa kamu sedang bercanda?” tanyanya.“Menurutmu, aku terlihat sedang bercanda?”Linggar menggeleng pelan.Aaraf menghembuskan napas, lalu menyandarkan tubuhnya pada mobil.“Aku bukan lelaki yang gampang tertarik kepada perempuan, Linggar. Selama ini, aku lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Tapi sejak melihatmu di taman... "Dia berhenti sebentar, kemudian kembali menatap Linggar.“entah kenapa, semuanya berbeda. Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Aku ingin berada di dekatmu. Bahkan, tanpa kusadari, aku mulai mencari alasan agar bisa bertemu denganmu lagi. Termasuk saat kamu

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   157. Menyelidiki

    "Apa aku salah?" tanya Aaraf.“Bukankah kamu bilang perusahaan ini sedang kolaps?” tanya Linggar balik, beralasan menyembunyikan ketakutan.Aaraf mengangguk, walau tersenyum selintas menata Linggar.“Benar.”“Lalu kenapa kamu membawaku ke sini?”Aaraf memasukkan kedua tangannya ke saku celana.“Karena aku sedang mempertimbangkan untuk membelinya.”Linggar menatapnya.“Apa?”“Pemiliknya ingin menjual. Perusahaannya masih punya izin usaha, gudang, kantor, dan jaringan yang cukup bagus. Memang ada masalah keuangan yang harus diselesaikan, tetapi bukan berarti semuanya tidak bisa diperbaiki.”Linggar kembali menatap bangunan itu. Nama PT Arunika Nusantara terpampang jelas di depannya.Seketika itu, bayangan bagaimana ayahnya bicara menjelma."Perusahaan ini akan dikelola Nisa dan akan aku ganti namanya menjadi Arunika, anak kami.""Tapi usaha ini milik mamiku, Pi. Papi dan selingkuhan Papi itu tidak berhak atas semua ini.""Jaga bicaramu, Linggar." Sanjaya menatap tajam lalu menyodorkan be

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   156. Penting

    Linggar tertegun.Seseorang berdiri di dekat meja, mengulurkan sapu tangan kepadanya.Linggar perlahan mengangkat kepala. Matanya membulat.“Kamu?” ucap Linggar.Linggar masih menatap laki-laki yang berdiri di samping mejanya. Sapu tangan yang diulurkan itu belum juga ia ambil.Lelaki tinggi besar dengan bulu halus di wajahnya itu tersenyum tipis.“Kenapa? Kamu tidak senang melihatku?” tanyanya dengan bahasa Indonesia kaku. Linggar mengerjap. Ia buru-buru mengusap pipinya dengan tisu, berusaha menghilangkan jejak air mata yang telanjur membasahi wajah.“Bagaimana kamu bisa berada di sini?”Aaraf menarik kursi di hadapannya, lalu duduk.“Aku lagi ada pekerjaan di sini.”“Pekerjaan?”Aaraf mengangguk. Matanya sempat melirik piring Linggar yang masih hampir utuh.“Ada sebuah perusahaan ekspor impor yang sedang kolaps. Pemiliknya mau menjual perusahaan itu. Kebetulan lokasinya tidak jauh dari sini.”Linggar mengernyit. Perusahaan expor impor? Tak jauh di sini? "Memangnya kamu sudah past

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   155. Sesakit ini

    Herman terdiam sesaat.“Baik, Pak.”Ilalang menatap pintu rumah. Ia tidak tahu di mana Linggar berada.Ia bahkan tidak tahu apakah perempuan itu masih berada di kota yang sama.Yang ia tahu, Linggar telah melihat sesuatu yang mungkin tidak akan pernah bisa dimaafkan.Ilalang merasa ketakutan kehilangan istrinya bukan lagi sekadar ancaman.Melainkan sesuatu yang mungkin benar-benar terjadi.Bu Ratih menghampiri Ilalang.“Lang, sebenarnya ada apalagi? Kenapa kamu pulang dengan wajah seperti itu?”Ilalang mengangkat kepalanya. Ia sempat terdiam, seolah masih berusaha menyusun kalimat yang tepat untuk menjelaskan sesuatu yang bahkan dirinya sendiri belum sepenuhnya mengerti.“Aku dijebak Cindy, Nek.”Kening Bu Ratih berkerut.“Dijebak bagaimana?”Ilalang mengusap wajahnya kasar. “Dia membuatku kehilangan kendali. Aku bahkan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Waktu sadar, aku sudah berada dalam keadaan yang...” Ilalang menghentikan ucapannya. Rahangnya mengeras. “Linggar melihat kami

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status