공유

Bab 63

작가: Tinta Senyap
last update 게시일: 2026-04-14 13:57:08

Cahaya matahari pagi menyelinap masuk melalui celah gorden otomatis di penthouse mewah itu. Siska terbangun dengan rasa nyeri yang masih terasa di pipinya, namun keempukan kasur Arga sempat membuatnya lupa sejenak tentang tragedi semalam. Dia menoleh ke samping, tempat tidur itu kosong. Arga sudah tidak ada di sana.

Perut Siska berbunyi, menuntut untuk diisi. Dia melihat ponselnya yang tergeletak di meja kayu jati tersebut. Dengan tangan gemetar, dia mencoba membuka aplikasi pesan antar makanan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 114

    Di tempat yang lain, Hendri tampak seperti bom waktu yang siap meledak. Wajah pria itu merah padam, urat-urat di lehernya menonjol, dan tangannya mengepal begitu kuat hingga gemetar. Arga sengaja melakukan ini. Arga ingin Hendri melihat sendiri dengan siapa selama ini dia berbagi tempat tidur dan rahasia. "Sialan, wanita yang aku bela mati-matian rupanya sedang mencoba mengkhianatiku demi kenyamanan barunya," gumam Hendri. "BAJINGAN KAU, VENI!" teriak Hendi dan hampir saja dia memukul layar TV. "Aku menyesal telah percaya sepenuhnya padamu, kamu memang Ular licik yang tau di untung!" teriak Hendri. "Aku telah melihat semuanya, melihatmu agresif mendekati Arga! Aku melihatmu menghinaku dengan sukarela! Aku akan memastikan kamu membusuk di jalanan!" Suara Hendri menggema diruangan itu. Malam semakin larut di sudut kota yang kumuh. Bau sampah yang membusuk dari gang sempit di samping hotel melati itu seolah menjadi aroma penyambutan bagi Veni yang baru saja tiba. Wanita itu berja

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 113

    Malam pun tiba. Hotel Grand Majestic tampak megah dengan lampu-lampu kristal yang berkilauan. Veni turun dari taksi dengan pakaian yang sangat minim dan berani. Dia memakai gaun merah ketat yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, berharap Arga akan langsung bertekuk lutut melihatnya. Dia berjalan menuju resepsionis dengan gaya angkuh. "Kunci untuk Suite 801 atas nama Arga Pratama Dewantara." Setelah mendapatkan kartu akses, Veni naik ke lantai atas dengan jantung yang berdebar kencang. Dia sudah membayangkan betapa kayanya Arga, jauh lebih kaya dari Hendri yang sekarang sudah jatuh miskin. Dia masuk ke dalam kamar mewah itu, menyemprotkan parfum berkali-kali ke lehernya. "Arga... kamu di mana?" panggil Veni dengan suara yang dibuat-buat manja. Keadaan kamar itu temaram. Hanya ada satu lampu meja yang menyala. Di atas ranjang besar, terlihat sebuah kotak perhiasan yang terbuka, menampakkan kalung berlian yang sangat indah. Veni langsung berlari menghampiri kalung itu. "Ya Tuhan!

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 112

    Siska berdiri terpaku di depan jendela besar ruang kantor yang kini sudah resmi menjadi milik Arga. Pertanyaannya yang terakhir tadi masih menggantung di udara. Dadanya terasa sesak saat membayangkan Arga akan menemui Veni, hanya berdua saja. Arga berjalan mendekat, menatap Siska dengan tatapan yang begitu teduh, seolah ingin mencairkan ketakutan di hati wanita itu."Siska, lihat mataku," ucap Arga lembut. Dia memegang kedua bahu Siska, memaksa Siska untuk berhenti mundur. Arga menghela napas panjang, lalu dia menarik Siska ke dalam pelukannya. "Veni sedang panik, Sayang. Dia melihat pohon tempatnya bersandar sudah tumbang. Dia tahu Hendri sudah tidak punya apa-apa lagi. Sekarang dia sedang mencoba menanam duri di antara kita agar kita saling curiga. Itu adalah senjatanya yang terakhir."Belum sempat Siska menjawab, ponsel Arga di atas meja bergetar pendek. Sebuah notifikasi muncul di layar yang menyala. Arga melepaskan pelukannya, lalu mengambil ponsel itu. Dia tersenyum sinis, seb

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 111

    Pagi itu, langit Jakarta tampak mendung, seolah ikut merasakan ketegangan yang menyelimuti gedung pencakar langit Wijaya Group. Siska duduk di dalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari lobi gedung. Pagi ini ada sesuatu yang berbeda. Sebuah undangan resmi untuk Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah dikirimkan ke alamat Siska. Siska tahu, hari ini adalah hari penghakiman bagi pria yang pernah membuangnya demi wanita lain. Siska melangkah masuk ke dalam gedung dengan langkah yang lebih mantap. Dia mengenakan pakaian formal yang elegan, pemberian dari Arga. Saat dia berjalan melewati lobi, dia melihat Arga sudah berdiri di sana, dikelilingi oleh beberapa pengawal dan asisten pribadinya. Arga menoleh dan melihat Siska. Wajahnya yang semula dingin dan kaku seketika melunak. Dia berjalan menghampiri Siska tanpa mempedulikan tatapan orang-orang di sekitarnya. "Kamu datang, Siska?" tanya Arga lembut. Dia meraih jemari Siska dan mengecupnya di depan umum. Arga terse

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 110

    Malam yang dingin di sebuah gang sempit kawasan padat penduduk, seorang wanita sedang menahan mual karena bau lembap yang menyengat.Veni membanting tas bermereknya ke atas kasur tipis yang terasa keras. Ruangan itu sempit, hanya ada satu kipas angin tua yang berderit bising dan dinding yang catnya sudah mengelupas. Ini adalah hotel kelas melati, tempat yang dulu tidak pernah terbayangkan akan diinjak oleh kaki indahnya.Semua fasilitas kemewahan yang diberikan Hendri telah dibekukan. Apartemen mewahnya disegel, mobilnya ditarik, dan yang paling menyakitkan, kartu kreditnya tidak bisa digunakan sama sekali."Sialan! Kenapa hidupku jadi menjijikkan begini?!" teriak Veni frustrasi.Dia menatap cermin buram di kamar itu dan melihat wajahnya yang tampak kusam karena stres. Veni mencoba menenangkan diri. Dia duduk di pinggir kasur, jemarinya mulai membuka aplikasi Instagram. Dia mencari satu nama yang kini sedang menjadi pembicaraan hangat di kalangan elit: Arga Dewantara.Matanya membelal

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 109

    Suasana mewah dan tenang di Penthouse menyambut mereka. Namun, bagi Siska, kemewahan ini terasa berbeda malam ini. Adrenalin yang selama ini memacu jantungnya untuk membalas dendam telah menguap sepenuhnya, menyisakan keletihan yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. Siska kemudian melangkah masuk ke kamar dan menutup pintu dengan pelan. Dia berjalan menuju meja rias yang diterangi lampu temaram. Perlahan, dia menatap pantulan dirinya di cermin besar itu. Siska menyentuh wajahnya sendiri. Di bawah cahaya lampu, dia melihat apa yang selama ini tidak pernah dia perhatikan: kerutan halus di sudut matanya. Kulitnya yang tampak sedikit pucat karena kelelahan kronis. Ada guratan-guratan kesedihan yang seolah sudah permanen di wajahnya. Dia membandingkan dirinya dengan Arga. Arga adalah matahari yang sedang terbit, sementara dia merasa seperti bulan yang sudah mulai memudar. Rasa minder yang selama ini terkubur jauh di dalam hatinya mendadak muncul ke permukaan seperti ombak yang meng

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 42

    Alih-alih pulang seperti yang diperintahkan Arga, Siska justru kembali menekan tombol kecepatan pada mesin treadmill di hadapannya. Angka digital itu menunjukkan kecepatan sepuluh, lalu sebelas, dan sekarang dua belas. Siska berlari layaknya dikejar setan, napasnya memburu tersengal-sengal, sementa

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 39

    "Jika dia cukup berani untuk muncul di depanku setelah apa yang dia lakukan padamu, maka dia harus bersiap untuk kehilangan lebih dari sekadar istrinya."Kalimat Arga itu terus berputar-putar di benak Siska saat ia menatap kunci mobilnya yang tergeletak di atas meja marmer. Pagi ini, sebuah mobil d

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 37

    "Aku tidak akan pernah membiarkanmu memiliki kesempatan untuk menghilang satu detik pun dari pengawasanku, Siska." Kalimat obsesif Arga itu masih terngiang di kepala Siska, namun rasa panik dan sisa harga diri sebagai seorang istri mendadak bangkit kembali. Siska melepaskan diri dari dekapan Arga

  • JERAT MANIS BERONDONG POSESIF   Bab 36

    "Tidurlah yang nyenyak, karena mulai besok, kamu bukan lagi Nyonya Hendri Wijaya. Kamu hanya akan menjadi Siska milikku."Kalimat terakhir Arga semalam seolah masih bergetar di telinga Siska saat ia perlahan membuka matanya. Siska mengerjap, menatap langit-langit kamar yang tinggi dengan lampu kris

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status