Share

Chapter 6 Revisi

Author: Nananailalala
last update publish date: 2026-02-20 15:39:00

Akas sedikit terkejut ketika Salsa bahkan menolak kontaknya. Melihat Salsa yang buru buru berbalik hendak pergi, Akas mengeluarkan kartu nama miliknya dari dalam dompetnya. "Setidaknya kamu bisa menerima kartu nama ini kan? Hubungi aku jika kamu butuh sesuatu." Ucap Akas dengan sedikit kelembutan. Selain rasa bersalah karena mengambil pertama kali milik gadis kecil itu, Akas juga merasa bersalah karena ia benar benar lepas kendali semalam. Ia terlalu keras semalam hingga menyakiti gadis kecil itu di pengalaman pertamanya.

Memikirkan hal ini, Akas memejamkan matanya dan menenangkan gejolak emosi yang ada tanpa disadarinya.

Disisi lain Salsa memandang kartu nama yang terulur tersebut dengan perasaan bimbang. Lagipula dia sudah menolak untuk bertukar kontak dengan paman ini, jika ia juga menolak kartu namanya bukankah itu tidak sopan. Jadi Salsa mengambil kartu nama tersebut, lalu menganggukkan kepalanya dan segera berbalik untuk berlari pergi.

Akas yang melihat punggung Salsa menghilang dengan cepat dari pandangannya tiba tiba merasa geli. "Apa aku begitu menakutkan?" Gumam Akas dengan ekspresi tak berdaya juga sedikit kesal di wajahnya. Namun memikirkan pengalamannya semalam, mau tidak mau Akas juga menyalahkan dirinya sendiri. "Mungkin memang sedikit menakutkan?" Bisiknya, lagipula semalam terlalu liar! Benar benar sangat liar!

Pada saat ini sebuah mobil mewah hitam panjang dengan sebuah patung emas berdiri di kap mobilnya perlahan mendekat dan berhenti tepat di depan Akas.

Seorang pria dengan jas yang rapi tanpa lipatan keluar dari kursi pengemudi. "Presiden." Sapa Dimas selaku asisten pribadi Akas. Keduanya hampir seumuran, namun penampilan Dimas tampak sedikit jauh lebih tua. Ia berjalan ke pintu belakang tempat kursi penumpang berada dan membantu Akas untuk membuka pintu.

Akas memandang ke arah dimana Salsa pergi untuk beberapa saat sebelum melangkah masuk ke dalam mobil. Dimas juga mulai melaporkan jadwal Akas hari ini seperti biasanya. Namun di tengah tengah laporannya, ia dihentikan oleh Akas.

"Ada apa presiden?" Tanya Dimas dengan ragu. Akas membuka mulutnya dan hendak bertanya namun ia sedikit ragu. Namun pada akhirnya Akas tidak meminta Dimas untuk menyelidiki perihal gadis kecil itu. Akas menggelengkan kepalanya dan meminta Dimas untuk melanjutkan laporannya.

"Presiden, Tuan Henry mengundang anda untuk datang ke rumahnya. Ia tahu anda baru saja kembali ke negara ini dan pihak lain tidak bisa mengikuti janji temu semalam, jadi ia mengundang anda secara pribadi untuk datang ke rumahnya sekaligus memperkenalkan putrinya." Ucap Dimas meminta pendapat Akas.

"Mengapa ia memperkenalkan putrinya padaku?" Akas balik bertanya dengan alis terangkat merasa sedikit bingung. Henry yang ada di bibir Dimas baru saja adalah teman dekat Akas yang statusnya hampir sama layaknya saudara angkat. Ia sudah berteman dengan Henry selama empat dekade dan keduanya banyak membantu satu sama lain. Meski Akas pergi ke luar negeri, keduanya hampir tidak pernah kehilangan kontak. Jadi Akas sangat akrab dengan pihak lain.

"Tuan Henry berkata bahwa anda pergi keluar negeri ketika istrinya sedang hamil saat itu. Bukankah anda bilang bahwa putri Tuan Henry juga putri anda?" Ucap Dimas sambil tersenyum. Akas sedikit terdiam lalu menganggukkan kepalanya sebagai isyarat bahwa ia menerima undangan Henry.

...

Disisi lain, Salsa yang meringkuk di tengah jalan sudah tak bisa menahan tangisnya lagi dan terisak pelan. Rasanya menyakitkan di khianati oleh teman yang ia percayai. Selama tiga tahun di sekolah menengah, ketiganya begitu dekat hingga lengket. Namun tak disangka, disaat seperti tadi malam keduanya tidak segan segan mengirimnya ke ranjang seorang pria asing.

Namun Salsa tidak serapuh itu, setelah menangis sejenak ia bangkit dengan tenang. Ia menatap ke arah hotel dengan sorot mata tajam. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diubah, namun apa yang harus dibalas harus ia balas.

Pada saat ini, sebuah mobil sport merah muda melaju cepat dan berhenti tepat di depannya. Seorang wanita cantik dengan jas formal berjalan keluar dari kursi kemudi dengan tergesa gesa. Ia mendekati Salsa dan memeluknya erat erat.

"Ya ampun sayangku... Apakah kamu baik baik saja? Jelaskan padaku, bagaimana tepatnya? Apa yang sebenarnya terjadi?" Crystal bertanya dengan khawatir menanyakan banyak pertanyaan dan kekhawatirannya sekaligus.

Tangis yang tertahan kini kembali pecah, Salsa menenggelamkan wajahnya di bahu Crystal. Keduanya memiliki kontras yang kuat, Crystal memiliki penampilan yang dewasa namun Salsa jauh lebih feminim dengan kesan yang memikat dan manis.

Crystal tidak banyak bertanya dan hanya menenangkan Salsa dalam diamnya. Semakin Salsa memikirkannya semakin sedih hatinya. Ia berteman dengan Sania dan Marry selama tiga tahun, dan selama tiga tahun ini ia seringkali mendorong Crystal menjauh dan mengabaikannya. Namun teman baru mengkhianatinya dan Crystal tetap datang untuk menghiburnya. Bagaimana Salsa tidak merasa bersalah.

Salsa dan Crystal adalah teman sejak kecil. Keduanya sudah menghabiskan lebih dari lima belas tahun bersama sama berteman dan tumbuh dewasa. Kedua orang tua mereka memiliki status dan kekayaan yang hampir setara sehingga keduanya selalu lebih sering bertemu dan memiliki hampir topik yang sama.

Namun tiga tahun yang lalu, karena kedekatan Salsa dengan Sania juga Marry membuat hubungan keduanya renggang. Namun hari ini, setelah Salsa mengetahui wajah di balik dua temannya, Salsa merasa sakit hati dan merasa bersalah untuk semua yang ia lakukan pada Crystal selama tiga tahun ini. Terutama ketika ia mengabaikannya dan mendorongnya menjauh.

Setelah menangis beberapa saat, air mata Salsa perlahan terhenti. Crystal dengan lembut mengambil sapu tangan dan membasahinya dengan sedikit air agar Salsa bisa meletakkannya di matanya untuk meredakan bengkak.

Salsa perlahan bercerita tentang semua yang terjadi semalam. Ketika Crystal mengetahui seluk beluk semua yang terjadi, ia hampir tidak bisa mengendalikan diri untuk bergegas masuk ke dalam hotel dan memukuli anak yang disebut Tuan Muda Liam itu dengan kedua teman yang telah lama dianggap sahabat oleh Salsa.

"Lepaskan aku! Aku janji aku akan memukulinya hingga babak belur. Aku tidak akan membiarkannya keluar dari rumah sakit selama 6 bulan! Tidak, aku akan menghancurkan masa depannya! Lalu ada dua wanita itu, aku akan menampar mereka seratus kali!" Ucap Crystal dengan penuh amarah, ia bahkan sudah bergegas berlari ke arah pintu hotel.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 97

    Ketika waktu tiup lilin tiba, seluruh ruangan menjadi gelap. Tirai dijatuhkan menghalangi sinar matahari. Akas mengusap puncak kepala Salsa dan berkata, "Ayo, katakan harapanmu." Salsa mengedipkan matanya, hatinya menghangat. Ia bahkan menduga bahwa Hendry sudah melupakan hari apa hari ini, namun pria di sampingnya yang bukan keluarganya dan selalu menindasnya ini justru merayakan ulang tahunnya dengan cara paling manis dan meriah meski rasanya canggung.Salsa tidak meminta banyak harapan, ia hanya berharap dirinya sehat dan mimpinya tercapai, ia juga berharap Akas sehat. Terakhir, ia mengingat Hendry yang mungkin sedang bersama istri baru dan putri barunya. Bisakah ia berharap agar ayahnya kembali menjadi ayahnya seorang diri? Salsa tidak berharap banyak.Begitu Salsa membuka matanya, ia meniup lilinnya dengan lembut. Umurnya bertambah satu tahun, matanya sedikit memerah. Ia melihat seorang pelayan restoran membawa tumpukan kado. Ia menoleh pada Akas dan bertanya, "Mengapa kado nya b

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 96

    Akas tidak menjawab pertanyaan Salsa. Ia hanya menatapnya dalam diam yang membuat Salsa merasa tidak nyaman pada awalnya. Setelah beberapa saat, Salsa juga terbiasa. Ia hanya memfokuskan pikirannya sendiri pada buket bunga di pelukannya. Setelah menghitungnya dengan bosan, itu lengkap sembilan puluh sembilan sembilan bunga mawar merah muda. Akas memilih jumlah ini bukan karena alasan lain. Karena itu jumlah paling banyak yang bisa dibuat buket menurut pemilik toko bunga nya. Tanpa mengetahui arti darinya.Ketika Akas membeli buket bunga, pemilik toko bertanya. "Mau satu tangkai? Tiga? Empat? Atau dua belas? Lima puluh atau sembilan puluh sembilan?" Masing masing tentu memiliki arti yang berbeda. Setelah Akas mendengarnya, tanpa tahu artinya ia hanya memilih yang paling banyak.Dimas ingin mengingatkan, namun ekspresi Akas memperlihatkan kekeras kepalaannya. Ia jelas juga mengerti arti angka mawar tersebut. Seperti satu tangkai yang berarti cinta pertama dan satu satunya. Tiga tangkai

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 95

    Salsa memeluk buku mata kuliah di dadanya, kemudian menggelengkan kepalanya kuat. "Maaf kak, hari ini aku sudah ada janji." Ucap Salsa dengan penuh penyesalan. Ekspresi Ilham berubah menjadi kecewa, sementara Rosa merasa tak berdaya. Padahal menurutnya dua orang ini sangat cocok bersama, namun rintangan nya sepertinya tidak mudah dilewati.Pada saat ini, seorang mahasiswi berjalan melewati Salsa. "Apakah kamu anak baru yang bernama Salsa? Ada orang yang mencarimu di lapangan. Dia sepertinya sudah cukup lama menunggumu." Ucap mahasiswi tersebut. Sementara Salsa mengangkat alisnya tahu, siapa yang mencarinya ke universitas. Itu tidak mungkin Akas kan?"Baiklah terimakasih." Setelah mengatakan terimakasih, Salsa berjalan pergi dengan langkah cepat. Sementara Rosa dan Ilham mengikutinya di belakang dengan rasa penasaran."Junior, kamu benar benar mengenal pria mapan setampan itu!" Ucap mahasiswa senior yang baru saja memberitahu Salsa kabar tersebut. Salsa mengabaikannya, namun ucapan pih

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 94

    Kamar tidur Novi, saat ini kepala pelayan keluarga Hendry dan bawahan khusus di bawah perintah Akas itu sedang diam diam membuka handphone nya untuk menghubungi Akas. Tidak butuh waktu lama hingga telephone terhubung.Akas duduk di kursi kantor yang tenang, dengan tumpukan dokumen di atas mejanya. Dinding kaca di belakang punggungnya menunjukkan panorama pemandangan seluruh kota malan itu dengan sangat detail."Bagaimana situasi disana?" Akas membuka mulutnya lebih dulu dan bertanya. Entah mengapa beberapa waktu belakangan ini ia merasa firasat buruk menghantuinya. Akas mendongak menatap Novi yang tampak memasang ekspresi rumit, bingung dan bimbang tentang bagaimana harus menceritakan apa yang telah terjadi.Ekspresi Akas berubah menjadi buruk, jangan jangan sesuatu terjadi pada Salsa? Jika itu benar, maka ia tidak akan pernah memaafkan Hendry lagi seumur hidupnya. Novi menggelengkan kepalanya lembut dan mulai bercerita. Mulai dari Salsa yang baru saja pulang sekolah dan langsung men

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 93

    "A-akan ku katakan! A-akan ku katakan. A-aku membuangnya di tempat sampah halaman belakang!" Teriak Audrey dengan putus asa setelah ia merasakan rasa sakit di tangannya semakin menyakitkan. Ia takut jika terus di tarik, tangannya akan benar benar patah.Salsa menepis tangan Audrey ke samping. Nova yang menyaksikan semua yang terjadi dengan pucat segera bergegas pergi ke tempat yang dikatakan Audrey untuk mengambil boneka tersebut. Meski ia tidak tahu apa alasan Salsa begitu keras kepala tentang boneka itu. Namun ia tahu bahwa jika sesuatu yang besar terjadi pada Salsa hari ini, bos nya tidak akan mengampuninya. Lagipula Salsa adalah kesayangan bos nya."SALSA!!!" Pada saat yang sama, Hendry yang baru saja datang memandang situasi Audrey yang buruk. Terutama tangannya yang lebam merah kebiruan Sienna menangis histeris, menghampiri Audrey dan memeluknya dengan penuh kasih sayang.Sementata Hendry, dengan langkah cepat dan tanpa pikir panjang. Ia mengangkat tangannya tinggi dan mengayun

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 92

    Tidak butuh waktu lama, dalam perjalanan yang lancar. Akas dan Salsa hampir tidak berbicara satu kata patah pun. Suasana di dalam mobil semakin dingin dan canggung hingga membuat Dimas merinding.Ketika mobil akhirnya berhenti di depan villa tempat tinggal Salsa. Salsa tidak buru buru turun. Ia duduk dengan tenang di dalam mobil, mempertahankan sikap canggung yang sama. Salsa merasa bersalah dan Akas jauh lebih merasa bersalah. Keduanya sama sama memalingkan muka.Salsa terdiam sejenak, kemudian berkata dengan lembut. "Terimakasih." Salsa kemudian membuka pintu mobil, ia tidak mendapatkan jawaban atas ucapan terima kasihnya. Hanya sebuah deheman ringan yang hampir tidak terdengar.Salsa menutup pintu mobilnya, ia berdiri disana selama beberapa saat dan mengetuk ringan jendela mobil Akas. Dimas yang melihatnya buru buru menekan tombol untuk menurunkan kaca mobil. Salsa sedikit membungkukkan badannya, matanya berkilat dengan rasa ragu namun ia tetap berbicara. "Lain kali ayo makan bersa

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 18

    Salsa yang mendengar perintah Akas sedikit mengangkat alisnya dengan bingung. Ia membuka dan menutup mulutnya dengan ragu. Akas yang melihat hal itu terdiam dan rasa jengkel bersama geli membuat alisnya mengerut rapat untuk gadis kecil di dalam pandangannya itu."Kamu tidak menyimpan nomorku? Kemar

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 17

    Ekspresi beberapa guru berikutnya juga berubah, dan mereka merasa keringat dingin membasahi punggung mereka. Wajah mereka pucat pasi dan beberapa bahkan pingsan dan terjatuh di tempat. Keadaan berubah dengan kecepatan yang dapat dilihat oleh mata telanjang yang membuat banyak murid yang tersisa dan

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 16

    Orang orang tersebut jelas mendengar pertanyaan dan isyarat kepala sekolah, tetapi tetap tidak ada satupun yang maju untuk menjelaskan. Meski mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan sikap kepala sekolah namun siapa yang suruh mereka dipekerjakan oleh keluarga Liam untuk melindungi putra d

  • Jadi Selingkuhan Teman Ayahku    Chapter 15

    'Balas dendam ya balas dendam. Anggap saja aku sedang membayar rasa bersalahku padanya. Lagipula aku sudah berjanji pada Henry untuk melindunginya.' Gumam Akas dalam hatinya, ia membiarkan Salsa berdiri di sampingnya sambil menatap Liam dan kelompok anak lainnya dengan sorot mata dingin.Untuk seje

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status