Share

16|

Auteur: Shanum Belle
last update Dernière mise à jour: 2025-10-26 19:00:02
Saat Muniratri sedang berjuang mati-matian menaiki tangga, Damarteja malah masih tidur nyenyak di kamar Raden Ayu Ratnawangi, selir yang diberikan oleh Ibu Suri.

Lelaki itu terlelap di atas risban dengan memegang sebilah pedang di tangannya. Dan ia baru bangun setelah mendengar ketukan pintu.

“Masuk!” perintah Damarteja.

Bukan hanya pelayan yang masuk ke ruangan tersebut, melainkan juga Raden Ayu Kasmirah, selir dari Prameswari Widuri. Perempuan itu datang ke sana untuk memastikan apakah Ratnawangi benar-benar menghabiskan malam dengan Pangeran Adipati atau tidak.

Setelah memasuki ruangan, Kasmirah berlutut pada Damarteja. “Saya memberi salam pada Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Agung Hadiwangsa.”

Sang Pangeran mengangguk, sebagai tanda bahwa dia menerima salam dari wanita itu. Ia lalu mempersilakan Kasmirah berdiri.

“Paduka, saya membawa air hangat untuk membasuh wajah Anda,” ucap Kasmirah.

“Aku bisa membersihkan diri sendiri. Kalian layani saja Raden Ayu yang sudah bekerja keras semal
Shanum Belle

Jadi di bab ini tidak aku kasih judul karena enggak punya ide yang cocok. Serius!

| J'aime
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   101|

    Tiga tahun yang lalu, Damarteja, Pangeran Mahkota Badra yang disandera oleh Kerajaan Sumbur selama sepuluh tahun, kembali ke tanah air dengan membawa kemenangan.Ia berhasil mengalahkan Sumbur dengan membunuh rajanya dan mempersembahkan kepala yang bersangkutan kepada Badra. Peristiwa tersebut tentu saja membuat Bahuwirya gelisah.“Ibunda ... Damarteja kembali! Bagaimana jika dia menuntut takhta yang sudah kumiliki?” Bahuwirya menggenggam erat tangan Ibu Suri Tari Sujana di kediaman wanita tersebut.Untung saja hanya ada mereka berdua di ruangan itu, sehingga tak seorang pun menyaksikan sisi rapuh sang Penguasa Badra.Tarisujana menepuk-nepuk bahu anaknya untuk memberi ketenangan. “Jangan khawatir, Baginda. Sepuluh tahun sudah berlalu. Tidak akan ada yang berani mempertanyakan kekuasaanmu.”Perkataan wanita itu memang menenangkan hati sang anak untuk sesaat. Kendati demikian, hal itu tak bisa membersihkan isi pikiranny

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   100|

    Perbuatan Damarteja yang jauh dari kata sopan terhadap ketiga selir membuat Muniratri trauma berat. Tiap kali lelaki tersebut bermalam di kamarnya, ia selalu memastikan bahwa lampu menyala sepanjang malam.Semua dia lakukan demi mencegah dirinya bertemu kemalangan seperti yang dialami oleh para selir. Kendati demikian dia tidak sekali pun membocorkan apa yang sebenarnya terjadi kepada siapa pun.“Tiap aku bermalam di tempat Putri, entah kenapa aku merasa kalau Putri memasang tembok yang tebal di antara kita berdua.” Damarteja meraih tangan Muniratri.Wanita yang tengah duduk di kursi tengah itu segera merengkuh pegangan tangan sang Pangeran. Ia juga mengubah raut wajah yang awal mulanya berekspresi datar menjadi tersenyum lebar.“Itu hanya perasaan Paduka saja. Mana mungkin saya berani melakukan itu.” Muniratri menatap Damarteja dengan sorot mata penuh keramahan dan cinta.Sang Pangeran terpesona pada senyum di bibir Munirat

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   99|

    Di dalam sebuah komunitas, ada tidak semua pihak satu pendapat dengan pemimpin. Mereka yang memiliki pemikiran berbeda akan membangun forum di dalam forum untuk menuangkan isi kepala mereka yang berantakan.Setelah para istri bangsawan meninggalkan Puri Kacayagra, mereka berkumpul kembali di Balai Skul Lawuh. Wanita yang memelopori pertemuan tersebut ialah Raden Ayu Sekar, istri Tumenggung Yajnayoda.“Pihak Puri Kacayagra sudah keterlaluan. Sudah barang harganya murah, kita masih ditekan untuk memberi potongan harga.” Sekar mengepalkan tangan di atas meja.“Benar, itu Mbakyu.” Mayang, istri Raden Jaka berdiri dari tempatnya.Ia mendukung Sekar karena keluarga mereka sama-sama menjadi pengepul bahan pangan. Kini stok melimpah yang dimiliki oleh mereka menjadi pekerjaan rumah yang memusingkan.Di satu sisi, bahan pangan tak bisa disimpan terlalu lama karena akan menurunkan kualitas bahkan menjadi rusak. Di sisi lain, jik

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   98|

    Berbohong merupakan perbuatan tercela. Jika seseorang berbohong pada orang biasa konsekuensinya hanya tidak dipercaya lagi. Namun jika berbohong pada seorang pangeran, orang tersebut bisa mendapat konsekuensi yang serius.Damarteja tidak memandang bulu saat menghukum seseorang. Karena Mustika telah membohonginya sakit hanya demi menarik perhatian sang Pangeran, wanita itu dilarang meninggalkan kamar hingga dirinya selesai menyalin kitab.“Kalian saja yang menulisnya!” Mustika melempar alat tulis di tangannya.Pelayan yang dibawa oleh Mustika langsung mengerjakan perintah sang selir. Bertolak belakang dengan perempuan itu, dua pelayan yang diberikan oleh Damarteja hanya bergeming di tempat.“Kenapa kalian diam saja?!” bentak Mustika.“Cepat ambil alat tulisnya!” Selir yang sedang dihukum itu menunjuk pena dan kertas di atas meja menggunakan gerakan leher.Kedua pelayan itu saling berpandangan untuk se

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   97|

    Pertunjukkan wayang memiliki kaitan yang erat dengan agama yang dianut oleh masyarakat Badra. Mereka menganggap acara ini sebagai sesuatu yang sakral karena mengubungkan dunia manusia dan spiritual.Bagi para penguasa, wayang memiliki fungsi yang lain, yakni sebagai penggerak cerita agar mereka dekat dengan rakyat. Karena alasan itulah, Damarteja meminta bantuan Muniratri untuk menyelenggarakannya, sebelum masyarakat terhasut oleh pihak yang tak bertanggung jawab.“Bagaimana persiapannya?” tanya Damarteja pada sang istri.Sudah satu minggu berlalu sejak lelaki itu meminta istrinya untuk mengadakan pertunjukkan wayang di depan Puri Kacaragra. Ia menanyakan perkembangan rencananya setiap hari hingga Muniratri kesal dibuatnya.“Kediaman sudah membeli barang di pasar dalam jumlah yang besar. Paduka tidak perlu khawatir lagi tentang harga” Muniratri memeluk sang suami di atas ranjang.Wanita itu memutar matanya di balik pel

  • Jadilah Pedangku, Sayang!   96|

    Apabila barang tersedia dalam jumlah sedikit sementara permintaan masyarakat sangat tinggi, maka menurut konsep ekonomi akan terjadi kelangkaan relatif yang mendorong harga barang naik. Hal ini juga berlaku untuk keadaan sebaliknya.Untuk menekan tingginya harga barang, Tumenggung Yajnayodha membanjiri pasar dengan membuka keran distribusi dari gudang Balai Pangan. Tak tanggung-tanggung, dia mengeluarkan semua stok. Akibatnya, harga di pasar terjun bebas.“Ini kan yang Anda inginkan. Aku mengabulkannya,” batin sang Tumenggung saat dirinya berada di Pendopo Balai Adipati.Di hadapan para pejabat, Damarteja dituntut agar tidak tutup mata karena penyebab harga pangan jatuh, salah satunya adalah akibat dari dominasinya. Jika dia tidak ikut campur dalam urusan Badan Pangan, hal ini tidak akan terjadi.“Rasakan itu. Anda boleh mengambil simpati rakyat dengan menurunkan harga pangan. Namun para pemilik barang dalam jumlah besar merupakan para p

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status