Share

57. BORGOL

Author: Lidia Rahmat
last update publish date: 2026-09-20 13:12:14

Ada sesuatu yang berbeda dari Senja pagi ini, dan Tria bisa merasakannya.

Meskipun masih sering terlihat gugup dan mudah salah tingkah, namun Tria juga merasa seolah ada jarak yang sedikit terkikis diantara mereka.

Setidaknya Senja tidak lagi terkesan terlalu waspada, dan terlihat luwes.

Buktinya saat dirinya datang, gadis itu mampu menyajikan kopi dan kue untuk ayah, juga mampu membangun percakapan, meskipun Tria sendiri masih belum tahu persis apa yang dibicarakan keduanya.

Namun yang p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   57. BORGOL

    Ada sesuatu yang berbeda dari Senja pagi ini, dan Tria bisa merasakannya. Meskipun masih sering terlihat gugup dan mudah salah tingkah, namun Tria juga merasa seolah ada jarak yang sedikit terkikis diantara mereka. Setidaknya Senja tidak lagi terkesan terlalu waspada, dan terlihat luwes. Buktinya saat dirinya datang, gadis itu mampu menyajikan kopi dan kue untuk ayah, juga mampu membangun percakapan, meskipun Tria sendiri masih belum tahu persis apa yang dibicarakan keduanya. Namun yang paling menbuat Tria berbunga-bunga, tentu saja inisiatif Senja untuk menawarinya secangkir kopi. Demi apa? Tria sendiri tak mampu melukiskan se-berisik apa hatinya sekarang. Tapi melihat Senja yang kini sedikit lebih terbuka, Tria diam-diam merasa lega. "Sudah, Ben?" tanya Tria saat memastikan, begitu melihat pemandangan Beno yang telah memeluk sebuah dos kue. "Siap, sudah, Ndan." Tria mengangguk. "Nanti bagikan sama anak-anak." "Siap, Ndan." "Kalau ada yang kurang, bilang." "Si

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   56. Terasa Sangat Manis

    Pembicaraan antara Senja dengan sang calon mertua ternyata tidak berakhir hanya sampai disitu. Usai menasehati Senja sekaligus memberikan sedikit motivasi agar Senja lebih percaya diri kedepannya, Surya Narajendra juga tak segan untuk membangun komunikasi tentang banyak hal, termasuk bertanya tentang latar belakang keluarga Senja, sebaliknya juga dia tak lupa bercerita tentang silsilah keluarga besar Narajendra yang tak lama lagi Senja pun pasti akan menjadi bagian didalamnya. Senja sama sekali tak menyadari, betapa Surya Narajendra sangat menyukai kepribadian seorang Pelangi Senja meskipun dalam kurun waktu yang relatif singkat. Pembawaan Senja, kesopanannya dalam bertutur kata, terlebih kerendahan hati saat berhadapan dengan siapa saja terlebih dirinya selaku orang yang lebih tua. Bisa dibilang, Surya Narajendra sudah yakin betul bahwa kali ini putra kebanggaannya memang tidak salah pilih. Tapi, seolah bertolak belakang dengan kekaguman Surya Narajendra yang semakin menggunung

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   55. Tidak Ada Kata Main-Main

    "Abang gak memintanya, Yah. Semua ini atas inisiatif aku sendiri kok ..." ucap Senja menjawab rasa keheranan Surya Narajendra yang cukup kaget mendapati kehadiran Senja di rumah dinas Tria pagi itu, beserta tiga buah kue bolu pandan sekaligus. Bahkan salah satu dari ketiga kue tersebut kini telah terhidang apik diatas meja kecil yang ada di teras rumah dinas milik Tria, tempat dimana dirinya saat ini duduk ditemani segelas kopi hitam yang lagi-lagi merupakan buatan tangan sang calon menantu. "Tinggal dua hari lagi mau menikah, sebaiknya jangan melakukan pekerjaan yang berat dulu, Nak ..." ucap Surya Narajendra. Mendapati perhatian yang tulus dari calon mertuanya, Senja buru-buru menggelengkan kepala. "Hanya mengisi waktu senggang, Yah, sama sekali gak merepotkan kok. Lagipula belakangan ini karena gak ada kesibukan berarti jadi agak bosan juga. Makanya aku terpikir untuk membuat kue untuk ayah dan abang saja ..." Surya Narajendra tersenyum mendapati penjelasan Senja yang terd

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   54. Bertemu Camer

    Saat Tria dan Senja tiba di rumah dinas milik Tria yang berada di kawasan Mako, tepat didepan selasar kantor sudah terlihat banyak anggota polisi yang berkumpul menunggu apel pagi yang akan dimulai tak lama lagi.Sebagian besar dari mereka terlihat berseragam dinas seperti halnya Tria, namun ada beberapa diantaranya memakai kemeja putih lengan panjang dipadu celana hitam berbahan kain."Yang satunya biar aku aja yang bawa." ujar Senja yang buru-buru turun dari mobil begitu menyadari pergerakan Tria yang begitu mesin mobil dimatikan terlihat tergesa-gesa turun dan langsung membuka pintu mobil belakang."Oke, kalo gitu abang bawa dua sekalian ..." jawab Tria sembari menyodorkan satu buah kotak kue ke tangan Senja yang buru-buru menyambut pemberian Tria.Detik berikutnya, dengan gesit Tria terlihat sudah menumpuk dua buah kotak kue yang tersisa dan tanpa banyak bicara langsung mengangkat dan membawanya masuk kedalam rumah dinas yang terlihat lenggang.Melihat hal tersebut alhasil secara r

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   53. Tidak Salah Pilih

    Bertepatan dengan Tria yang sukses memarkirkan mobilnya di seberang jalan, tepat didepan gang sempit yang biasanya menjadi akses masuk ke rumah Senja, secara bersamaan pula sosok yang hendak ia jemput itu terlihat berjalan keluar dari mulut gang.Sangat jelas terlihat bagaimana Senja cukup kerepotan dengan keberadaan tiga buah dus kue berbentuk persegi yang saling bertumpuk dalam genggamannya, ditambah lagi dia harus mengepit tas kecil yang tersampir di bahu kanan.Mendapati pemandangan tersebut sontak Tria melompat turun dari mobil secepat kilat, langsung berlari kecil menyongsong sosok Senja yang ternyata juga langsung notice akan keberadaan Tria dengan outfit khasnya yakni seragam dinas."Bisa-bisanya diborong sekali angkut. Kenapa gak ngomong kalo bawaannya sebanyak ini sih, Nja?" ujar Tria sambil buru-buru mengambil alih tiga buah dus kue yang saling bertumpuk itu sekaligus."Banyak gimana? Cuma tiga dus kue kok ..."Tria terlihat menggelengkan kepalanya mendapati jawaban ngeyel

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   52. Lampu Hijau

    Usai berbincang dengan Mpok Hindun hingga nyaris menjelang Isya, mendadak Senja seolah mendapatkan sebuah pencerahan, yang membuatnya menyesal mengapa tidak terpikir olehnya sama sekali dalam kurun waktu dua hari terakhir ini.Untuk itulah setelah Mpok Hindun pamit pulang, Senja buru-buru menunaikan sholat Isya kemudian dengan langkah pasti dia menuju ke warung terdekat dari rumahnya, yang menjadi tempat dirinya berbelanja kebutuhan sehari-hari."Beragam amat belanjaannya, Nja? Mau bikin kue ya?" tanya pemilik warung dengan nada suara yang ramah, begitu menyaksikan belanjaan Senja yang meliputi beberapa butir telur, tepung terigu, gula pasir, pengembang kue, pasta pandan dan masih ada beberapa jenis barang lainnya yang identik dengan bahan-bahan untuk membuat kue "Iya, Bu." jawab Senja, singkat."Emang rencananya mau bikin kue apa, Nja?" ujar ibu itu lagi, yang kini sudah mengambil ancang-ancang untuk menjumlah berbagai barang belanjaan Senja yang teronggok diatas meja kasir."Bolu pa

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   7. Mampu Mengalihkan Dunia

    "Nak, anggaplah semua ini merupakan bagian dari proses kehidupan yang harus kamu jalani. Ayah percaya, akan ada hikmah indah yang sedang menanti didepan sana, hanya saja kamu harus kuat, sabar, ikhlas serta tawakal dalam menjalani semua prosesnya terlebih dahulu. Satu hal yang harus kamu ingat, Tria

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   3. Ajakan Menikah

    (Sepenggal kisah tentang Senja). Wanita itu adalah Pelangi Senja, sehari-harinya orang-orang memanggilnya Senja. Umurnya baru dua puluh lima tahun, namun selangkah lagi dia sudah akan menyandang status janda. Senja merupakan anak semata wayang yang sejak umur delapan tahun, telah kehilangan kasih

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   2. Langganan

    Sepintas Tria bahkan bisa menyimpulkan bahwa nada suara Senja terkesan sedikit kesal atas laporan para tetangga. Padahal dengan begitu banyak bagian wajahnya yang membiru itulah yang pastinya telah menguatkan tekad para tetangga untuk berinisiatif melaporkan kejadian penganiayaan suaminya kepada pi

  • Janda Kembang Milik Polisi Perjaka   1. Pertama Bertemu

    "Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat. Jika kasus ini diteruskan, maka suami ibu bisa kena pasal ..." "Saya tidak berniat meneruskan." "Apaa ...?" "Pak Polisi, tolong segera kabulkan permohonan pembebasn suami saya. Sungguh, saya lelah sekali menjalani semua pemeriksaan ini. Saya juga berh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status