Share

Bab 157 - Semua Demi Roni

Author: Frands
last update publish date: 2026-09-06 09:30:59

Ajeng masih memegang asbak itu dengan tangan gemetar, napasnya tersengal-sengal. Matanya menatap Bram dengan tatapan yang keras, berbeda dari sebelumnya. "Aku tidak mau melakukan ini, Mas! Aku tidak mau!"

Bram mengusap pelipisnya, masih terkejut, "Tapi tadi kau setuju! Kau bilang tidak masalah!"

Ajeng menatap Bram dengan mata yang berubah—tidak lagi penuh ketakutan, tapi penuh keberanian yang Roni tidak pernah lihat sebelumnya.

"Aku sengaja mendekatimu untuk membunuhmu!" suaranya tegas,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Bab 157 - Semua Demi Roni

    Ajeng masih memegang asbak itu dengan tangan gemetar, napasnya tersengal-sengal. Matanya menatap Bram dengan tatapan yang keras, berbeda dari sebelumnya. "Aku tidak mau melakukan ini, Mas! Aku tidak mau!" Bram mengusap pelipisnya, masih terkejut, "Tapi tadi kau setuju! Kau bilang tidak masalah!" Ajeng menatap Bram dengan mata yang berubah—tidak lagi penuh ketakutan, tapi penuh keberanian yang Roni tidak pernah lihat sebelumnya. "Aku sengaja mendekatimu untuk membunuhmu!" suaranya tegas, "Aku tahu semua kebusukanmu! Aku tahu kau dalang di balik kasus Roni!" Roni yang masih tak terlihat di sudut ruangan, terkejut mendengar itu. Dadanya berdegup kencang. Bram? Dalang di balik semua yang menimpanya? Ajeng melanjutkan, "Aku mendengar percakapan teleponmu dengan Rangga sebelum kejadian! Kau yang mengatur agar Roni dituduh seolah memperkosa Mbak Heni! Kau yang menyuruhnya memprovokasi warga!" Bram terdiam, wajahnya berubah pucat, lalu merah karena amarah. "Kau jangan asal bicar

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Bab 156 - Apa Maksudmu?

    Roni masih berdiri di sudut ruangan tanpa terlihat. Pemandangan di depannya seolah mengiris hatinya, meski ia sadar tidak memiliki hak atas Ajeng. Bram mendekatkan wajahnya ke pipi Ajeng. Namun Ajeng justru menarik diri dari pangkuan Bram. "Kau kenapa, Ajeng?" Tanya Bram bingung. Ajeng memalingkan muka. "Aku ingin makan dulu sebelum kita berhubungan." "Apa? berhubungan?" Roni berteriak namun suaranya tetap tak terdengar oleh mereka berdua. Roni mendekat berharap mereka bisa menyadari kehadirannya. "Mas Bram," Panggil Roni di dekat wajah pria itu. "Jangan, Mas Bram! Kenapa kamu tega melakukan ini pada Ajeng?!" Roni semakin panik, ia beralih ke Ajeng yang kini sedang berganti baju di balik lemari yang terbuka untuk menutupi tubuh Ajeng dari Bram maupun Roni. "Ajeng, jangan Ajeng!" Panggil Roni semakin panik. Namun usahanya sia-sia karena dirinya tak dapat dilihat maupun didengar berkat kekuatan Dewi Murni. Tiba-tiba suara ketukan dari luar pintu terdengar. Bram langs

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Bab 155 - Dada yang Sesak

    Roni dan Mina melangkah masuk ke lobi hotel yang mewah. Lampu kristal berkilau di langit-langit, dan aroma parfum lembut menyebar di udara. Roni berjalan ke meja resepsionis dengan langkah mantap, sementara Mina mengikuti di belakangnya, sesekali menatap sekeliling dengan kagum."Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" sapa resepsionis dengan senyum profesional."Saya mau menyewa kamar," kata Roni, "kalau bisa yang di sebelah kamar pria yang baru saja check-in beberapa menit lalu. Pria dengan kemeja batik hitam."Resepsionis mengerjapkan mata, lalu mengecek komputernya, "Oh, kebetulan ada satu kamar kosong tepat di sebelahnya, Pak. Nomor 308." Roni tersenyum tipis, "Saya ambil itu." Setelah proses check-in selesai, Roni dan Mina naik ke lantai tiga. Sesampainya di depan kamar 308, Roni membuka pintu dan membiarkan Mina masuk terlebih dahulu. Kamar itu cukup nyaman, dengan tempat tidur besar dan jendela yang menghadap ke pemandangan kota."Wah, kamarnya bagus," kata Mina, duduk di

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Bab 154 - Aku Mau

    "Ron?" suara Mina memecah lamunannya, "Kau lihat apa?" Roni tersentak, kembali fokus pada Mina yang menatapnya dengan bingung. "Eh... tidak, tidak ada. Sepertinya aku melihat orang yang ku kenal," jawabnya cepat, berusaha tersenyum. Mina menoleh ke arah yang sama, tapi kerumunan orang sudah menutupi sosok Bram dan wanita itu. "Apa kau punya kenalan yang kerja di sini?" tanya Mina lagi. Roni menggeleng, "Tidak. Mungkin hanya perasaanku saja." Ia berusaha mengalihkan perhatian, "Ayo, kita beli tiketnya. Filmnya akan segera mulai." Roni menggandeng tangan Mina dengan sedikit terburu-buru, berusaha menjauh dari tempat itu. Roni dan Mina memasuki ruang bioskop yang redup. Lampu-lampu mulai padam, dan layar besar mulai menampilkan iklan-iklan sebelum film dimulai. Mereka berdua duduk di deretan tengah, dengan Mina di sisi kiri Roni. Mina tampak sangat antusias, matanya berbinar menatap layar yang mulai bergerak. "Seru sekali, ya, Ron?" bisik Mina, masih belum bisa menyembunyik

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Ban 153 - Wanita yang Dikenal

    Bi Tutik masuk ke dapur dengan membawa tiga kantong plastik berisi belanjaan. Ia tersenyum melihat Roni dan Mina mencuci piring bersama. "Wah, kalian berdua makin akrab aja, ya?" canda Bi Tutik sambil meletakkan nampan di meja kecil. Mina memanfaatkan momen itu, "Bi Tutik, aku mau minta ijin. Aku dan Roni mau pergi ke bioskop. Boleh?" Bi Tutik menatap mereka bergantian, lalu tersenyum lebar, "Tentu saja, Min. Kalian berdua pergi saja. Nikmati waktu kalian." Mina tersenyum lega, "Terima kasih, Bi Tutik!" Roni juga mengangguk, "Terima kasih, Bi." Bi Tutik mengangkat jari telunjuknya, "Tapi ingat, jangan pulang terlalu malam. Aku tidak kalau Nyonya pulang malam ini." Mina dan Roni saling pandang dengan senyum, lalu mengangguk patuh. "Kalau begitu aku mandi dulu." Ujar Roni pada Mina. Wanita itu mengangguk dan berjalan ke arah kamarnya. Setelah Roni selesai mandi, Bi Tutik datang dengan sehelai kemeja polos biru muda lengan pendek dan celana bahan hitam yang masih

  • Jangan Egois! Roni Milik Kita Semua!   Bab 152 - Ajakan kencan

    Roni menggelengkan kepala, menatap Dewi Murni dengan tatapan yang tegas. "Tidak, Dewi Murni. Aku tidak mau menggunakan sihirmu untuk memanipulasi Mina. Itu tidak adil baginya." Dewi Murni mengerjapkan mata, sedikit terkejut, "Apa kau yakin, Ron? Ini akan mempercepat segalanya." Roni mengangguk, "Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri. Aku tidak mau memulai hubungan dengan kebohongan dan sihir." Dewi Murni menatapnya lama, lalu tersenyum—senyum. "Kau benar-benar percaya dengan dirimu, Roni. Kamu pikir pesonamu yang membuat para wanita itu rela menyerahkan tubuhnya padamu." Roni tersenyum tipis, "Jika bukan karena pesonaku mana mungkin aku juga nenaklukkanmu, Dewi Murni." Dewi Murni mengangguk, lalu mundur beberapa langkah, "Baiklah. Aku akan mengawasi seberapa jauh sepak terjangmu. Tapi ingat, jika kau butuh bantuan, aku akan membantumu.." Roni mengangguk, "Terima kasih, Dewi Murni." Wanita itu menghilang, diikuti oleh Baccan dan Buccan yang setia, meninggalkan Ron

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status