Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali

Jangan Mengejar, Suamiku! Aku Tidak Akan Pernah Kembali

last updateLast Updated : 2025-02-27
By:  Myafa Completed
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
1 rating. 1 review
167Chapters
7.7Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Setiap hari Kenaya selalu mendapatkan siksaan dari suaminya. Padahal dia sedang mengandung. Dia bertekad akan pergi setelah pundi-pundi uangnya sudah terkumpul. Tak mau melakukan hal bodoh dengan hanya pergi saja. Di saat rencana itu belum bisa terelisasi, Kean-mantan kekasihnya hadir kembali di hidupnya. “Apa kamu bahagia?” tanya Kean. “Tentu saja aku bahagia.” Kenaya menjawab dengan percaya diri. “Jika kamu bahagia, lalu apa ini?” Kean menarik tangan Kenaya. Sebuah luka di tangan Kenaya membuat Kean yakin jika Kenaya tidak bahagia. Apa Kenaya harus meminta tolong mantan kekasihnya untuk pergi atau dia akan tetap pergi sesuai dengan rencananya?

View More

Chapter 1

Bab 1 Pertemuan

“Masaklah setelah pulang!” Jerick memberikan perintah pada Kenaya ketika dalam perjalanan pulang.

“Iya.” Kenaya menjawab singkat. Dia tidak berani membantah sama sekali.

Sejujurnya Kenaya lelah sekali. Dari pagi dia sudah beraktivitas. Pagi-pagi sekali suaminya mengajaknya untuk ke pertemuan. Siangnya, suaminya mengajak ke rumah dinas walikota. Karena ingin bertemu dengan tamu mertuanya. Kini dia diminta untuk menyiapkan makan malam lagi.

Rasanya, Kenaya ingin merebahkan tubuhnya sebentar. Tubuhnya tentu saja butuh istirahat sebentar. Apalagi kini dia sedang hamil. Jelas dia sangat mudah lelah sekali.

Sesampainya di rumah, Kenaya segera menyiapkan makan malam. Meminta asisten rumah tangga membantunya menyiapkan makan malam. Mulai dari makanan pembuka hingga makanan utama disiapkan Kenaya sendiri. Sampai jam enam barulah semua masakan selesai. Tertata di atas meja.

“Sudah selesai?” Pertanyaan itu terdengar ketika baru saja Kenaya menyelesaikan masakannya.

Kenaya langsung mengalihkan pandangan ke sumber suara. Tampak suaminya keluar dari kamar.

“Cepat bersiaplah, sebentar lagi tamuku datang.” Jerick menatap istrinya.

“Baik.” Kenaya berlalu pergi. Kembali ke kamarnya untuk bersiap.

“Tunggu.” Jerick yang melihat Kenaya melewati tubuhnya langsung menghentikan istrinya itu.

Kenaya menghentikan langkahnya. Berbalik untuk menatap sang suami. Menunggu sang suami yang sedang akan bicara.

“Pakai dress turtleneck, aku tidak mau orang melihat bekas di lehermu.” Jerick memberitahu Kenaya.

Sudut bibir Kenaya terangkat. Mencibir apa yang diminta sang suami. “Aku tahu,” jawabnya singkat dan berlalu kembali mengayunkan langkahnya.

Jerick menunggu tamunya yang akan datang. Meminta asisten rumah tangga untuk menyiapkan sajian pembuka di di ruang tamu. Dia juga meminta sopir untuk menyiapkan kunci-kunci mobilnya. Karena nanti, dia ingin menunjukan pada tamunya.

Beberapa saat kemudian Kean datang. Saat pertama kali melihat rumah Jerick. Dia merasa memang anak walikota ini begitu hebat. Di usia muda rumahnya sudah megah. Kean turun dari mobil dan langsung disambut oleh Jerick.

“Pak Kean, selamat datang.” Jerick menyapa Kean yang baru saja turun dari mobil.

“Wah … rumah Pak Jerick mewah sekali. Sesuai dengan karakter Pak Jerick sepertinya.” Dari pertama kali bertemu saja, Kean sudah bisa menebak seperti apa Jerick Arkan. Pria yang tidak mau kalah dan ingin menang sendiri. Suka dipuji dengan apa yang dimilikinya.

“Benar sekali, Pak. Arsitek yang saya gunakan untuk membuat ini saya datangkan langsung dari luar negeri.” Jerick dengan sombongnya memamerkan itu pada Kean.

“Pantas saja rumah ini bagus.” Kean tersenyum.

Kean masih di halaman rumah Jerick. Garasi yang sengaja dibuka menampak mobil yang berjajar rapi di dalam garasi. Jelas mobil-mobil itu adalah mobil keluaran brand ternama. Harganya jelas tidak murah.

“Apa itu mobil klasik dari film terkenal itu?” Kean mengomentari salah satu mobil yang berjajar di garasi milik Jerick.

“Benar sekali. Mobil ini pernah dipakai syuting film di luar negeri.” Dengan bangga Jerick memamerkan.

“Wah … saya benar-benar kagum dengan Anda. Ternyata selera Anda tinggi juga.” Kean kembali memuji.

Jerick menepuk bahu Kean. “Pakailah kata aku-kamu saja. Sepertinya itu akan membuat kita lebih akrab.”

“Baiklah, aku akan menurutimu.” Kean tersenyum.

“Ayo aku tunjukan koleksiku.” Jerick mengajak Kean untuk masuk ke garasi.

Kean menurut saja. Mengikuti Jerick yang memamerkan koleksi mobilnya. Kean terus memuji Jerick. Tahu bagaimana bicara dengan orang yang ingin selalu dipuja. Sambil melihat koleksi mobil Jerick, Kean sesekali melihat ke sekitar. Mencari keberadaan Kenaya-mantan kekasihkunya. Dia ingin memastikan jika benar Kenaya adalah istri Jerick.

“Mari kita pindah ke dalam rumah. Kita nikmati secangkir kopi.” Jerick mengajak Kean masuk ke rumah.

Kean mengangguk. Mengikuti Jerick masuk ke dalam rumah. Saat masuk ke ruang tamu, dia tidak menemukan siapa pun di sana. Kean memerhatikan ruang tamu. Ruang tamu dengan desain klasik itu tidak ada sama sekali panjangan foto pemilik rumah.

“Silakan duduk.” Jerick dengan sopan mempersilakan Kean.

Kean segera duduk tepat di depan Jerick. Masih dengan mode awas. Melihat ke sekitar. Siapa tahu, dia melihat Kenaya.

“Pak Jerick tinggal sendiri?” tanya Kean memastikan. Memancing pria sombong di depannya.

“Aku tinggal dengan istriku.” Jerick tersenyum.

“Aku pikir kamu belum menikah. Ternyata kamu sudah menikah.”

“Umurku sudah tiga puluh lima tahun. Jadi aku sudah pas untuk menikah.”

“Benarkah umurmu tiga lima puluh tahun. Aku pikir kamu seumuran denganku.” Kean pura-pura terkejut.

Jerick tertawa. “Aku sudah tua.”

“Jangan bilang seperti itu. Aku jadi malu karena umur muda, tetapi wajah seperti seumuran denganmu. Kamu benar-benar masih terlihat muda.” Rasanya jadi penjilat itu tidak enak. Namun, Kean sadar jika kontrak perizinan itu penting. Hal begini sudah biasa dalam bisnis. Jadi mau bagaimana akhirnya Kean ikut saja alurnya.

Jerick hanya tertawa. Merasa bangga dipuji-puji oleh Kean.

Di dapur, Kenaya mendengar jelas suara suaminya yang tertawa. Dia sudah menebak apa yang membuat suaminya tertawa. Apalagi jika bukan dipuji-puji. Dia sudah biasa mendengar hal itu. Orang-orang yang datang ke rumah selalu melakukan itu. Menjilat untuk memudahkan perizinan mereka.

“Bi ….” Kenaya menghentikan asisten rumah tangga yang membawakan kopi untuk tamu Jerick.

“Iya, Bu.” Asisten rumah tangga berhenti.

“Biar saya saja yang antarkan.” Kenaya ingin melihat penjilat macam apa kali ini yang datang.

Tanpa menunggu jawaban asisten rumah tangga, Kenaya mengambi nampan berisi kopi. Dia berjalan keluar untuk memberikan kopi tersebut. Kenaya memilih menundukkan pandangannya. Takut Jerick akan marah jika dia memandangi tamunya.

Kean yang tiba-tiba melihat seorang wanita keluar membawa nampan berisi cangkir kopi langsung terpaku. Tubuhnya lemas ketika melihat wanita yang dilihatnya. Dia adalah wanita yang telah mencampakannya dan memilih menikah dengan orang lain. Wanita yang menghancurkan hatinya berkeping-keping.

Tadinya Kean ingin memastikan jika yang dilihatnya salah, rasanya hatinya sakit. Terasa seperti dihujam belati. Terkoyak dan terluka. Begitu sakit mendapati Kenaya yang berada di depannya kini telah menjadi istri pria lain.

Kean memerhatikan Kenaya dari atas sampai ke bawah. Satu hal yang menjadi perhatiannya adalah perut Kenaya yang besar.

Dia hamil?

Pertanyaan itu terlintas di pikiran Kean. Mimpinya indah membangun rumah tangga dan memiliki anak bersama runtuh seketika. Karena kini Kenaya sudah hamil anak pria lain.

“Kenapa kamu yang mengantarkan minuman?” tanya Jerick yang melihat sang istri.

“Bibi sedang merapikan meja. Jadi aku yang berikan.” Kenaya masih menunduk sambil menaruh cangkir miliki suaminya. Kenaya segera beralih ke tamu Jerick. “Silakan.” Dia meletakan cangkir sambil mengangkat wajahnya sedikit agar dapat melihat tamu yang datang. Kedua bola matanya yang indah langsung membulat sempurna ketika melihat siapa tamu suaminya.

Kean.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Comments

user avatar
Meilina Nainggolan
Cerita yang menarik.. Sukses selalu
2025-02-26 11:31:07
0
167 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status