Home / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 197 Anak Kucing Manja

Share

Bab 197 Anak Kucing Manja

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-08-18 19:52:59

Di apartemen, Zayn duduk santai di sofa. Mata tajamnya terus mengawasi gerak-gerik Azalea yang sejak tadi sibuk sendiri. Ia tahu betul gadis itu hanya pura-pura berbenah dan mencari-cari kesibukan semata-mata demi menghindari interaksi dengannya.

​Azalea kini berdiri di depan bak cuci piring. Hanya ada satu gelas kotor di sana, tetapi ia membilasnya berulang kali, sengaja mengulur waktu sepanjang yang ia bisa.

​Suara langkah kaki mendekat. Sebelum Azalea sempat berbalik, Zayn sudah berdiri tepa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 197 Anak Kucing Manja

    Di apartemen, Zayn duduk santai di sofa. Mata tajamnya terus mengawasi gerak-gerik Azalea yang sejak tadi sibuk sendiri. Ia tahu betul gadis itu hanya pura-pura berbenah dan mencari-cari kesibukan semata-mata demi menghindari interaksi dengannya.​Azalea kini berdiri di depan bak cuci piring. Hanya ada satu gelas kotor di sana, tetapi ia membilasnya berulang kali, sengaja mengulur waktu sepanjang yang ia bisa.​Suara langkah kaki mendekat. Sebelum Azalea sempat berbalik, Zayn sudah berdiri tepat di belakangnya. Tanpa aba-aba, sepasang lengan kekar pemuda itu melingkar erat di pinggang Azalea, memeluknya dari belakang hingga punggung gadis itu menempel rapat di dadanya.​Azalea membeku, tangannya yang basah terhenti di atas kran air.​"Masih marah?" berbisik Zayn tepat di samping telinganya. Suaranya terdengar rendah, lembut, dan sarat akan ketulusan yang tak biasa. "Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?"​Azalea menahan napas. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 196 Alya yang Menyedihkan

    Azalea yakin Naura hanya mengarang cerita. Gestur serta nada bicara Naura yang terlalu ngotot saat mengaku mengalami semua peristiwa itu terasa sangat janggal di matanya.​Saat jam pulang sekolah, Zayn mendadak menghadang langkah Azalea dan memaksa ingin mengantarnya pulang. Namun, Azalea sengaja bersikap dingin dan tak acuh. Tak masalah jika Zayn berpikir ia sedang merajuk; saat ini Azalea hanya sedang malas berurusan dengannya.​"Lea, aku antar sampai panti," ujar Zayn sambil memajukan sebelah kakinya untuk menghalangi jalan.​Azalea tak peduli. Ia menghindar lalu melewatinya begitu saja. "Tidak perlu."​"Lea, aku tahu kamu masih marah—" Zayn bergerak cepat meraih pergelangan tangan Azalea.​Dengan hentakan kuat, Azalea menepis genggaman itu hingga terlepas. "Jangan sentuh aku."​Azalea terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Sikap acuh itu akhirnya memancing emosi Zayn. Hilang kesabaran, pemuda itu menyusul setengah berlari, menyambar tubuh Azalea, lalu membopongnya di atas bahu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 195 Malaikat di Masa Lalu

    Azalea kembali ke kelasnya, ia tidak menangis, hanya duduk diam sembari menenangkan diri. Namun sialnya karena ia sekelas dengan Naura, mau tak mau ia harus kembali melihat wajah memuakan itu. Naura sering kali mencuri pandang pada Azalea, memberi senyum penuh ejekkan namun Azalea memilih memalingkan wajahnya. Sepanjang pelajaran, Azalea tidak bisa fokus. Beruntung bel pulang berbunyi. Ia bisa menghela napas lega, mengemasi barang-barangnya dan bersiap pulang. "Lea." Azalea kembali menahan napas saat mendengar suara Naura lagi. Padahal ia berniat ingin menjauh. Naura sudah berdiri di samping meja Azalea dan bersedekap. "Tadi waktu kamu pergi, Zayn tetep nggak hukum aku tuh. Dia cuma bilang lain kali jangan keterlaluan, kasian kamu. Itu saja." Azalea pura-pura tak acuh. "Oh ya, Zayn juga bilang. Sekali pun kalian dekat, Zayn akan tetap memihakku. Karena apa pun alasannya Zayn dekat denganmu pada akhirnya, aku adalah salah satu wanita pilihan keluarga Adinata," ucap Naura perc

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 194 Tidak Ada Keadilan

    Byur! ​Cairan minuman dingin beraroma manis itu membasahi wajah hingga bagian dada seragam Azalea. Es batu jatuh berhamburan di atas meja, disusul jeritan kaget dari beberapa murid di sekitar kantin.​"Naura! Kamu gila, ya?!" Jeje histeris. Ia langsung mendorong bahu Naura kuat-kuat hingga gadis itu terhuyung ke belakang. "Kurang ajar kamu!"​"Jeje, sudah!" tahan Azalea pelan. Suaranya gemetar, tetapi tangannya dengan sigap menahan Jeje agar tidak semakin tersulut emosi.​Azalea menyapu sisa cairan di wajahnya dengan telapak tangan. Belum sempat suasana kantin yang riuh itu mereda, mendadak semua hening saat terdengar langkah kaki dari arah pintu, ada bayangan pemuda yang tidak bisa diabaikan kehadirannya. ​Zayn muncul di sana, didampingi Varel yang berjalan santai di sampingnya.Zayn mengernyit halus saat menangkap kekacauan pada Azalea, terutama saat mendapati gadis itu berdiri basah kuyup.Ekspresi Zayn berubah, tidak hanya dingin dan kaku, namun ada gurat marah di wajahnya. ​Me

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 193 Naura Tahu Kelemahan Zayn

    Azalea melongo, mencerna ucapan Jeje dengan tatapan polos. Setelah beberapa detik tertegun, ia menggeleng pelan, merasa tidak yakin.​"Dia mengklaimku sebagai miliknya hanya sebagai babu," ujar Azalea dengan raut cemberut. "Apa menurutmu ada cinta di sana?"​Jeje mendengus geli melihat betapa polosnya sahabat di hadapannya ini. Ia menyandarkan punggung ke kursi lalu melipat kedua tangan di dada.​"Babu mana yang diajak menginap di apartemen? Babu mana yang tangannya dikecup dengan manis begitu?" cerocos Jeje gemas. "Lea, bangun! Kalau Zayn cuma menganggapmu babu, dia bakal menyuruh orang lain untuk mengurus semua kebutuhannya. Tapi dia maunya cuma kamu!"​Azalea mengulum bibirnya rapat-rapat. Logikanya mencoba menolak, tetapi detak jantungnya kembali berdegup kencang mengingat perlakuan Zayn tadi. ​"Tapi kami memang tidak berpacaran, Je. Zayn juga tidak pernah bilang kalau dia menyukaiku," cicit Azalea pelan seraya memainkan sedotan di gelasnya.​"Laki-laki seperti Zayn itu bertinda

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 192 Kecupan

    ​"Dan satu lagi--" Zayn masih bicara. Permintaannya serius. "Di sana, kamu tetap harus jadi 'babu'-ku," tambah Zayn dengan nada santai tanpa dosa. Tangannya bergerak mengusap pelan rambut pendek Azalea yang sudah tertata rapi. ​Azalea melotot lebar, refleks menepuk bahu tegap Zayn cukup keras penuh protes. "Zayn! Kamu banyak maunya!"​"Oh, ya?" Zayn menaikkan sebelah alisnya, berpura-pura berpikir. "Jangan harap bisa langsung pulang kalau aku masih ingin bertahan satu atau dua hari di pulau itu," bisiknya lagi. ​"Kamu benar-benar sewenang-wenang!" gerutu Azalea seraya mengerucutkan bibirnya sebal. Namun, ia tidak bisa memungkiri ada rasa hangat yang mendesir di dadanya. Cara Zayn mengusulkan hal itu menyiratkan bahwa pemuda itu sebenarnya hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama berdua bersamanya. ​Zayn terkekeh puas melihat wajah cemberut Azalea yang menggemaskan. Ia merengkuh pinggang Azalea lebih erat, mengikis jarak hingga dahi mereka saling menempel pelan.​"Bagaimana? Dea

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 2 Peraturan Pertama, Harus Tahu Siapa Yang Harus Kamu Layani

    Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status