Share

Bab 229 Di Pihak Zayn

Author: Ratu As
last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-02 16:22:46

​Zayn menjawab santai tanpa ragu sedikit pun. "Kesulitan apa yang sampai berani memposisikanmu seperti itu? Aku hanya perlu memelototinya jika itu karena seseorang."

"Tapi jika bukan, yang penting kamu tahu beres, aku akan membuat selesai apa pun yang berani menjadi penghalang. Kamu tidak punya pilihan untuk menjauh, apa pun itu."

​Suara Zayn terdengar begitu tenang, namun terkandung kepastian di dalamnya. Zayn dengan gaya dominannya selalu bisa menahan Azalea, mengunci setiap keraguan gadis it
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 229 Di Pihak Zayn

    ​Zayn menjawab santai tanpa ragu sedikit pun. "Kesulitan apa yang sampai berani memposisikanmu seperti itu? Aku hanya perlu memelototinya jika itu karena seseorang.""Tapi jika bukan, yang penting kamu tahu beres, aku akan membuat selesai apa pun yang berani menjadi penghalang. Kamu tidak punya pilihan untuk menjauh, apa pun itu."​Suara Zayn terdengar begitu tenang, namun terkandung kepastian di dalamnya. Zayn dengan gaya dominannya selalu bisa menahan Azalea, mengunci setiap keraguan gadis itu tanpa memberi ruang sedikit pun untuk pergi.​Azalea terkekeh pelan, menggelengkan kepalanya melihat keangkuhan khas yang selalu terpancar dari diri kekasihnya. Jawaban yang sangat menggambarkan Zayn—pemuda yang tidak akan pernah membiarkan apa pun merenggut hal yang sudah menjadi miliknya.​"Tipikal Zayn sekali," bisik Azalea, menyusupkan jemarinya ke sela-sela jari Zayn, menyatukan genggaman mereka. "Lalu kenapa kamu malah cemas soal aku? Kalau kamu sendiri tidak akan membiarkanku pergi, ber

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 228 Kehangatan

    Pertanyaan Zayn benar-benar menggiring pemikiran Azalea. Meski gadis itu masih ragu dan ingin percaya jika kebaikan Raven saat itu bukan modus, namun apa yang Zayn katakan pun tidak sepunuhnya salah. Sekarang ia hanya harus lebih berhati-hati lagi. "Sudahlah, aku percaya kamu tidak akan mengulanginya." Zayn menarik tubuh Azalea di saat gadis itu masih mematung dan tampak berpikir berat. Azalea tersentak ke dada bidang itu, Zayn mengungkungnya dalam dekapan yang erat dan protektif. "Asal berjanji tidak akan menggubris Raven lagi, aku akan memaafkanmu," kata Zayn terdengar sangat meyakinkan. Azalea terdiam, kepalanya ditekan oleh Zayn agar bersandar di dada bidang itu. Posisinya sekarang benar-benar terintimidasi, Zayn melakukan pemaksaan. Namun itu tidak terlihat menakutkan, karena Zayn memperlukan Azalea seolah boneka menggemaskan yang sedang ia lindungi."Baiklah, aku janji--"Azalea mengangguk-angguk pelan dalam dekapan Zayn, tak lagi berniat memanjangkan perdebatan. Ia bisa m

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 227 Terlalu Naif

    Keringat dingin merembes di pelipis Azalea. Tenggorokannya terasa kaku, namun ia berusaha keras mempertahankan raut wajahnya agar tetap tenang. Ia mundur selangkah, sampai benturan pelan pada meja makan di belakangnya menghentikan gerakannya.​Zayn melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Meski gerakannya tenang dan terukur, aura dingin yang terpancar dari ketenangannya terasa menghimpit. Tatapannya lurus mengunci Azalea, menuntut kejujuran tanpa perlu menaikkan nada bicara.​"Itu ... itu dari... ." Azalea tergagap. Ia menahan napas, menatap pada Zayn meski ada desiran panik yang mencoba menguasainya. Pikirannya berputar cepat, menyadarkan dirinya bahwa berbohong di depan Zayn hanya akan memperburuk situasi.​Zayn menumpukan kedua tangannya di tepi meja makan, membatasi ruang gerak Azalea tanpa menyentuhnya. Ia memiringkan kepala sedikit, memperhatikan tiap detail ekspresi kekasihnya yang berusaha bertahan di bawah intimidasinya.​"Dari siapa, Lea?" ulang Zayn pelan. Sua

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 226 Pesan dari Lelaki Lain

    Nadanya terdengar santai dan penuh perhatian, tetapi intonasi suaranya begitu menekan hingga sanggup membuat tenggorokan Azalea mendadak kering. ​Gerakan tangan Azalea yang hendak memotong daging terhenti di udara. Pegangannya pada gagang pisau mengencang. Jantungnya berdegup kencang, menghantam dadanya sendiri dengan rasa panik yang kembali menyeruak. Bayangan sosok Raven dengan senyum tengilnya di kafe tadi sore mendadak membayang jelas. ​Azalea berusaha keras menetralkan mimik wajahnya, menarik napas sehalus mungkin agar Zayn yang menempel di punggungnya tidak merasakan ketegangan otot tubuhnya. ​"Tidak ada kok, Zayn. Memangnya kenapa?" jawab Azalea mencoba membalikkan pertanyaan seraya melanjutkan potongannya. ​Zayn diam sejenak. Matanya melirik ke arah jemari Azalea yang memotong daging dengan ritme yang sedikit lebih cepat dari biasanya. "Hanya tanya saja. Aku khawatir..." bisik Zayn menggantung, membiarkan kalimatnya melayang di udara saat kecupannya mendarat halus di teng

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 225 Gadis Polos

    "Gadis itu sangat polos. Memang siapa yang akan cidera berat hanya karena terlindas roda sepeda kecilnya itu--"Raven menyunggingkan senyum penuh arti. "Tapi itu justru membuatku tertarik dan menganggap gadis itu lucu dan imut." Raven masih saja dengan khayalannya tentang Azalea. Azalea menggeser ikon hijau di layar ponselnya dengan jemari yang masih dingin. Jantungnya berdegup kencang, berpacu berlebihan seolah ia baru saja melakukan kejahatan besar. Ada rasa bersalah yang aneh dan menusuk—perasaan ganjil seperti seseorang yang baru saja diam-diam menemui selingkuhan, padahal kenyataannya sama sekali tidak seperti itu. Ia hanya melunasi tanggung jawab atas kecelakaan sepele juga balas budi karena Raven sudah menolongnya kemarin. ​Namun, fakta bahwa ia menyembunyikan pertemuan ini dari Zayn membuat rasa panik itu terasa begitu nyata.​"Halo, Zayn?" sapa Azalea, berusaha keras menetralkan helaan napasnya agar tidak terdengar terengah-engah.​Suasana hening sejenak di seberang tel

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 224 Main-Main dengan Cewek Zayn

    ​Azalea yang mulai menyadari tatapan itu merasa tidak nyaman. Ia menoleh kembali, menatap Raven dengan alis bertaut. "Kenapa? Ada sesuatu di wajahku?"​Raven langsung terkekeh halus, memutus tatapan selidik itu dengan cengiran khasnya yang santai. "Tidak apa-apa. Cuma penasaran, kamu memang selalu seserius ini ya kalau sedang berhadapan dengan orang baru?"Azalea berdeham, ia tidak berniat menjawab. Ia justru membantin memang ia terlihat sangat serius? Sebenarnya bukan begitu, biasanya ia justru ramah dan aktif berkomunikasi. Tapi entah kenapa sekarang Azalea merasa harus menjaga jarak dengan pria lain. Mungkin karena di mana pun wajah Zayn selalu membayanginya. Raven tiba-tiba teralih pada sebuah tas jinjing kain berukuran sedang yang sejak tadi diletakkan Azalea di samping kursi.Dari celah tas yang sedikit terbuka, terlihat beberapa tabung cat minyak, kuas berbagai ukuran, dan ujung kanvas kecil yang terbungkus rapi.​"Kamu suka melukis?" tanya Raven tiba-tiba, menunjuk tas itu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 3 Balas Dendam Ratu Sekolah

    Tatapan itu membuat Azalea gugup, ada sesuatu yang berdebar aneh. Ia langsung menyerahkan botol minum Zayn padanya. "Jawab aku. Kamu mengerti?" tekan Zayn. Azalea mengangguk cepat. "Iya… mengerti." Zayn melepas tangan Azalea, lalu menunjuk handuk kecil di tangan gadis itu dengan dagunya. "Bantu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 2 Peraturan Pertama, Harus Tahu Siapa Yang Harus Kamu Layani

    Pemilik kontrakan itu pergi dengan langkah menghentak dan lirikan sinis. "Ibu," Azalea menghampiri ibunya. Suara sang putri membuat Dina buru-buru bangkit dan mengusap air matanya. "Lea? Kamu sudah pulang?" ucapnya gugup sambil memaksakan senyum. "Lea sudah pulang dari tadi." Lea mengus

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!   Bab 1 Jadi Babu Raja Sekolah

    "Tuan muda, bagaimana caramu akan menghukum gadis beasiswa miskin ini?" Suara itu membuat jantung Azalea serasa mau copot. Meski siswa itu bicara dengan nada rendah, ucapannya sarat cibiran untuk memojokkan Azalea. Takut-takut Azalea mendongakan wajahnya, menatap sosok anak lelaki yang kini berd

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status