Share

Bab 9 Menjenguk Pacar

Author: Ratu As
last update publish date: 2026-05-27 09:31:10

"Mencium orang pingsan?" Zayn menarik sudut bibirnya. "Maksudnya aku hendak menciummu, begitu? Apa kamu sedang bermimpi?"

Zayn mengelak dengan tenang dan senyum mencibir, meski begitu ia hanya memundurkan wajahnya sedikit.

Mata gadis itu membulat penuh waspada.

"Kalau kamu bukan mau mencium, lalu untuk apa mendekatkan wajahmu sedekat itu?!"

Azalea tidak lagi sabar untuk terus menahan napas. Jadi ia menyentak napasnya, hingga membuat Zayn benar-benar menjauhkan wajah tampannya.

"Sialan! Napas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 144 Azalea Histeris

    ​Marvel melihat istrinya yang tampak sangat terkejut sekaligus terluka akibat kalimat kejam yang baru saja dilontarkannya. Ia pun segera tersadar bahwa tidak seharusnya ia berbicara sekasar itu jika ingin membujuk Marta.​"Marta," Marvel kembali merendahkan suara, mencoba meredam ketegangan. "Maaf, bukan maksudku berkata seperti itu... Kita sudah sama-sama tua. Untuk apa lagi memikirkan perceraian? Menurutku, itu sama sekali tidak ada gunanya. Kenapa kita tidak fokus saja pada karier dan mempersiapkan masa senja kita nanti?"​Marvel terus mencoba membujuk. Lelaki itu memang memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah emosinya dalam sekejap, berupaya bicara selembut mungkin demi membuat suasana hati Marta mereda.​Namun, Marta hanya memalingkan wajahnya dengan dingin, enggan menatap wajah sang suami.​"Aku berjanji akan jujur mulai sekarang. Bahkan, semua kebohongan yang pernah aku lakukan di masa lampau, aku akan mengatakannya semua kepadamu!" Marvel melangkah maju, lalu meraih jema

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 143 Lelaki Manipulatif

    Napas Marvel memburu. Darahnya seolah mendidih ke ubun-ubun melihat pemandangan yang tersaji di depan matanya. Tanpa membuang waktu lagi, ia menendang pintu kayu itu hingga terbuka lebar dan membentur dinding dengan suara dentuman keras.​BRAK!​Marta dan Bram sontak terlonjak kaget. Pria muda itu dengan cepat menarik tangannya menjauh dari tubuh Marta, wajahnya mendadak pucat pasi seperti mayat.​"Lancang sekali kamu!" bentak Marvel dengan suara menggelegar. Ia melangkah cepat, lalu mencengkeram kerah kemeja Bram dan menyentakkannya kasar ke arah pintu. "Keluar dari sini sebelum saya hancurkan kamu! Keluar!"​Bram yang ketakutan tidak berani membantah. Ia buru-buru memungut pita ukurnya yang terjatuh di lantai, lalu lari tunggang-langgang meninggalkan ruangan tanpa berani menoleh lagi.​Setelah pintu tertutup, suasana ruangan mendadak mencekam. Marvel berbalik menatap istrinya dengan dada naik-turun menahan murka. Sementara itu, Marta perlahan turun dari meja kerja dengan sangat te

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 142 Mengukur Dada di Ruang Kerja

    Tanpa membuang kata lagi, Zayn langsung menarik jemari Azalea dan membawanya pergi dari tempat itu.Sepanjang jalan tidak ada bicara, Azalea menangis lirih sampai Zayn berhenti di sebuah taman pinggiran kota, lalu mengajak Azalea beristirahat sebentar di sana. Keduanya duduk di bawah pohon besar yang rindang. Azalea menunduk canggung, matanya sembab dengan hidung yang masih memerah. "Kalau masih mau menangis ya menangis saja, siapa bilang harus berhenti," kata Zayn yang tiba-tiba menarik Azalea dan menahan kepalanya agar bersandar di lengan Zayn. Azalea terdiam sesaat kemudian kembali sesenggukan. Gadis itu menumpahkan rasa sesaknya dengan menangis di samping Zayn. "Aku tidak tahu kenpa Om Marvel bisa jadi ayahmu. Tapi ... apa itu sungguh?" tanya Zayn pelan saat Azalea mulai tenang. Pemuda itu masih tidak menyangka dan bingung bagaimana Awal mulainya, ia juga masih belum percaya. Namun melihat Azalea yang seperti itu, Zayn tidak bisa terus menyangkal. "Zayn--" Azalea bicara de

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 141 Anak Pemerkosa

    Azalea sempat mematung. Ia menoleh ke belakang, namun belum ada tanda-tanda kehadiran Zayn di sana. Sementara itu, Marvel terus mendesaknya dengan tatapan menuntut.​Jujur, Azalea tidak berniat menolak. Ia sendiri teramat penasaran dengan apa yang hendak dikatakan oleh pria di hadapannya ini. Maka dengan langkah pelan dan berat, ia akhirnya masuk ke dalam mobil.​"Kita bicara di restoran terdekat saja, ya. Kebetulan tadi saya belum sempat makan siang," ujar Marvel memecah keheningan di dalam mobil.​Azalea tidak menjawab. Ia hanya mengangguk sekilas dan kembali duduk mematung dengan sikap waspada yang kentara.​Tidak lama kemudian, mobil yang mereka naiki membelok ke arah sebuah restoran mewah. Azalea mengikuti langkah kaki Marvel yang memilih area lantai atas agar bisa duduk dan berbicara dengan lebih leluasa.​Suasana seketika terasa sangat canggung. Azalea duduk dengan memalingkan wajahnya lurus ke arah dinding kaca yang menembus langsung ke jalanan di bawah. Sementara itu, Marvel

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 140 Imut-Imut

    Marvel tersentak. Pertanyaan itu di luar dugaannya dan langsung memicu insting medisnya sebagai seorang dokter. Wajahnya menegang sekilas sebelum ia berusaha mengendalikan ekspresinya kembali normal.​"Secara prosedur klinis medis, Ayah... pengambilan sampel sperma atau sperm retrieval umumnya dilakukan melalui metode masturbasi dalam kondisi pasien sadar penuh agar sampel yang dihasilkan optimal," jelas Marvel dengan nada suara yang ditekan seprofesional mungkin.​Ia menjeda kalimatnya, menatap Adinata dengan sorot mata serius. "Namun, jika pasien berada dalam kondisi tidak sadar atau di bawah pengaruh anestesi total, pengambilan sampel hanya bisa dilakukan melalui tindakan bedah minor seperti PESA (Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration) atau TESE (Testicular Sperm Extraction). Itu adalah prosedur aspirasi jarum langsung ke area testis untuk menyedot sperma."​Adinata menyimak penjelasan itu tanpa mengubah ekspresi datarnya sedikit pun. "Tindakan bedah minor? Apa itu berisiko?"​

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 139 Pembekuan Sperma

    Zayn sebagai ketua dewan siswa sekaligus ketua panitia tampak berjalan berkeliling bersama beberapa guru untuk memastikan acara berjalan lancar. Hampir semua anggota dewan siswa sibuk dengan tugas mereka masing-masing demi menyukseskan bazar ini.​Langkah kaki Zayn mendadak melambat saat ia melewati area tengah aula. Tatapan matanya langsung tertuju pada Azalea yang sedang sibuk memandu pengunjung. Ia sempat memperhatikan bagaimana jemari Azalea dengan lincah mengetuk layar tablet, menjelaskan perkembangan teknologi fiksi digital yang membuat minat baca remaja meningkat pesat. ​Namun, pemandangan itu terusik saat sebuah sosok mendekat.​"Lea, apa kamu suka membaca? Rekomendasikan novel yang bagus untuk mengisi waktu luang dong," pinta Sandy yang kini berdiri di samping Azalea.​Dengan profesional, Azalea tetap menjelaskan sambil memegang tablet dan menunjukkan layarnya pada Sandy. Namun, posisi mereka menjadi sangat dekat. Sandy bahkan seolah sengaja berdiri mepet dan sedikit membu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 35 Kontrak Kerja

    "Kontrak kerja?" Kening Zayn berkerut. Azalea meringis malu-malu. "Hanya perjanjian secara tertulis agar kita sama-sama tidak rugi. Nanti kamu jelaskan detail bayarannya, dan aku juga jelaskan detail pekerjaan yang akan aku garap." Gadis itu sudah berubah lebih cerewet dan pintar bernegosiasi. K

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 27 Dalam Dekapan Zayn

    Bugh! Suara hantaman terdengar keras, Azalea merunduk dan memejam. Namun hingga suara itu berlalu, ia sama sekali tidak merasakan sakit. Ia justru merasakan dekapan yang hangat dan erat. Azalea membuka matanya, ia tidak melihat apa pun kecuali dada bidang Zayn yang menghimpitnya. "Za--Zayn..." A

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status