Share

Bab 10 Kerja Sampingan

Penulis: Ratu As
last update Tanggal publikasi: 2026-05-27 09:32:25

Setelah selesai dikupas dan dipotong, tanpa aba-aba Zayn menjejalkannya ke mulut Azalea yang tadi sedang bengong.

"Hmph--" Gadis itu tertegun.

"Kamu bisa memakannya. Semua buah ini, habiskan saja. Aku sudah tidak berselera," ucap Zayn, meletakan kupasan apelnya di piring, kemudian ia mengambil tisu dan bangkit.

"Zayn, ini sungguh?"

Zayn sudah keluar, pemuda itu bahkan tidak lagi menggubris Azalea yang bertanya memastikan.

Meski senang diberi buah-buahan premium, namun Azalea agak takut Zayn
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 197 Anak Kucing Manja

    Di apartemen, Zayn duduk santai di sofa. Mata tajamnya terus mengawasi gerak-gerik Azalea yang sejak tadi sibuk sendiri. Ia tahu betul gadis itu hanya pura-pura berbenah dan mencari-cari kesibukan semata-mata demi menghindari interaksi dengannya.​Azalea kini berdiri di depan bak cuci piring. Hanya ada satu gelas kotor di sana, tetapi ia membilasnya berulang kali, sengaja mengulur waktu sepanjang yang ia bisa.​Suara langkah kaki mendekat. Sebelum Azalea sempat berbalik, Zayn sudah berdiri tepat di belakangnya. Tanpa aba-aba, sepasang lengan kekar pemuda itu melingkar erat di pinggang Azalea, memeluknya dari belakang hingga punggung gadis itu menempel rapat di dadanya.​Azalea membeku, tangannya yang basah terhenti di atas kran air.​"Masih marah?" berbisik Zayn tepat di samping telinganya. Suaranya terdengar rendah, lembut, dan sarat akan ketulusan yang tak biasa. "Apa yang harus aku lakukan agar kamu mau memaafkanku?"​Azalea menahan napas. Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 196 Alya yang Menyedihkan

    Azalea yakin Naura hanya mengarang cerita. Gestur serta nada bicara Naura yang terlalu ngotot saat mengaku mengalami semua peristiwa itu terasa sangat janggal di matanya.​Saat jam pulang sekolah, Zayn mendadak menghadang langkah Azalea dan memaksa ingin mengantarnya pulang. Namun, Azalea sengaja bersikap dingin dan tak acuh. Tak masalah jika Zayn berpikir ia sedang merajuk; saat ini Azalea hanya sedang malas berurusan dengannya.​"Lea, aku antar sampai panti," ujar Zayn sambil memajukan sebelah kakinya untuk menghalangi jalan.​Azalea tak peduli. Ia menghindar lalu melewatinya begitu saja. "Tidak perlu."​"Lea, aku tahu kamu masih marah—" Zayn bergerak cepat meraih pergelangan tangan Azalea.​Dengan hentakan kuat, Azalea menepis genggaman itu hingga terlepas. "Jangan sentuh aku."​Azalea terus berjalan tanpa menoleh sedikit pun. Sikap acuh itu akhirnya memancing emosi Zayn. Hilang kesabaran, pemuda itu menyusul setengah berlari, menyambar tubuh Azalea, lalu membopongnya di atas bahu

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 195 Malaikat di Masa Lalu

    Azalea kembali ke kelasnya, ia tidak menangis, hanya duduk diam sembari menenangkan diri. Namun sialnya karena ia sekelas dengan Naura, mau tak mau ia harus kembali melihat wajah memuakan itu. Naura sering kali mencuri pandang pada Azalea, memberi senyum penuh ejekkan namun Azalea memilih memalingkan wajahnya. Sepanjang pelajaran, Azalea tidak bisa fokus. Beruntung bel pulang berbunyi. Ia bisa menghela napas lega, mengemasi barang-barangnya dan bersiap pulang. "Lea." Azalea kembali menahan napas saat mendengar suara Naura lagi. Padahal ia berniat ingin menjauh. Naura sudah berdiri di samping meja Azalea dan bersedekap. "Tadi waktu kamu pergi, Zayn tetep nggak hukum aku tuh. Dia cuma bilang lain kali jangan keterlaluan, kasian kamu. Itu saja." Azalea pura-pura tak acuh. "Oh ya, Zayn juga bilang. Sekali pun kalian dekat, Zayn akan tetap memihakku. Karena apa pun alasannya Zayn dekat denganmu pada akhirnya, aku adalah salah satu wanita pilihan keluarga Adinata," ucap Naura perc

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 194 Tidak Ada Keadilan

    Byur! ​Cairan minuman dingin beraroma manis itu membasahi wajah hingga bagian dada seragam Azalea. Es batu jatuh berhamburan di atas meja, disusul jeritan kaget dari beberapa murid di sekitar kantin.​"Naura! Kamu gila, ya?!" Jeje histeris. Ia langsung mendorong bahu Naura kuat-kuat hingga gadis itu terhuyung ke belakang. "Kurang ajar kamu!"​"Jeje, sudah!" tahan Azalea pelan. Suaranya gemetar, tetapi tangannya dengan sigap menahan Jeje agar tidak semakin tersulut emosi.​Azalea menyapu sisa cairan di wajahnya dengan telapak tangan. Belum sempat suasana kantin yang riuh itu mereda, mendadak semua hening saat terdengar langkah kaki dari arah pintu, ada bayangan pemuda yang tidak bisa diabaikan kehadirannya. ​Zayn muncul di sana, didampingi Varel yang berjalan santai di sampingnya.Zayn mengernyit halus saat menangkap kekacauan pada Azalea, terutama saat mendapati gadis itu berdiri basah kuyup.Ekspresi Zayn berubah, tidak hanya dingin dan kaku, namun ada gurat marah di wajahnya. ​Me

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 193 Naura Tahu Kelemahan Zayn

    Azalea melongo, mencerna ucapan Jeje dengan tatapan polos. Setelah beberapa detik tertegun, ia menggeleng pelan, merasa tidak yakin.​"Dia mengklaimku sebagai miliknya hanya sebagai babu," ujar Azalea dengan raut cemberut. "Apa menurutmu ada cinta di sana?"​Jeje mendengus geli melihat betapa polosnya sahabat di hadapannya ini. Ia menyandarkan punggung ke kursi lalu melipat kedua tangan di dada.​"Babu mana yang diajak menginap di apartemen? Babu mana yang tangannya dikecup dengan manis begitu?" cerocos Jeje gemas. "Lea, bangun! Kalau Zayn cuma menganggapmu babu, dia bakal menyuruh orang lain untuk mengurus semua kebutuhannya. Tapi dia maunya cuma kamu!"​Azalea mengulum bibirnya rapat-rapat. Logikanya mencoba menolak, tetapi detak jantungnya kembali berdegup kencang mengingat perlakuan Zayn tadi. ​"Tapi kami memang tidak berpacaran, Je. Zayn juga tidak pernah bilang kalau dia menyukaiku," cicit Azalea pelan seraya memainkan sedotan di gelasnya.​"Laki-laki seperti Zayn itu bertinda

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 192 Kecupan

    ​"Dan satu lagi--" Zayn masih bicara. Permintaannya serius. "Di sana, kamu tetap harus jadi 'babu'-ku," tambah Zayn dengan nada santai tanpa dosa. Tangannya bergerak mengusap pelan rambut pendek Azalea yang sudah tertata rapi. ​Azalea melotot lebar, refleks menepuk bahu tegap Zayn cukup keras penuh protes. "Zayn! Kamu banyak maunya!"​"Oh, ya?" Zayn menaikkan sebelah alisnya, berpura-pura berpikir. "Jangan harap bisa langsung pulang kalau aku masih ingin bertahan satu atau dua hari di pulau itu," bisiknya lagi. ​"Kamu benar-benar sewenang-wenang!" gerutu Azalea seraya mengerucutkan bibirnya sebal. Namun, ia tidak bisa memungkiri ada rasa hangat yang mendesir di dadanya. Cara Zayn mengusulkan hal itu menyiratkan bahwa pemuda itu sebenarnya hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama berdua bersamanya. ​Zayn terkekeh puas melihat wajah cemberut Azalea yang menggemaskan. Ia merengkuh pinggang Azalea lebih erat, mengikis jarak hingga dahi mereka saling menempel pelan.​"Bagaimana? Dea

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 6 Aku Masih Butuh Babu

    "Lea, aku minta maaf! Lea, aku minta maaf!"Enam anak perempuan itu berlari di tengah halaman sembari berteriak meminta maaf. Tidak ada perlawanan apa pun, bahkan ratu sekolah harus menerima hukuman ini. Sementara Zayn memperhatikan mereka dari jauh, dari ruang eksklusif di lantai tujuh. "Zayn, a

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 5 Minta Maaf Pada Babuku!

    Yiyi dan temannya saling lirik lalu menelan ludah. Meski bukan mereka yang memotong rambut Azalea secara langsung, namun mereka yang memprovokasi Alya. "Zayn, tidak ... kamu salah," Azalea buru-buru menyela, takut jika masalahnya semakin melebar. "Kamu salah paham, tidak ada satu pun dari mereka--

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 4 Anak Ini Milikku

    Bruuuk! Alya mendorong tubuh Azalea sampai terbentur pintu toilet lalu tersungkur ke lantai. "Sebenarnya apa salahku? Kenapa kalian berbuat kasar begini?" tanya Azalea lagi sambil meringis perih."Jangan berlagak polos!" bentak Alya. "Kamu sengaja melakukan itu, kan? Sengaja ngilangin kertas ulan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status