Compartilhar

Maya Kena Karma

Autor: Dre LA
last update Data de publicação: 2026-09-10 04:34:30
Maya melangkah maju dengan histeris, mencoba meraih pergelangan tangan kekar Bayu.

"Bayu, tatap mataku! Kamu mencintaiku, kan?! Kamu tidak boleh melupakan aku!"

Namun sebelum jemari Maya menyentuh kulitnya, Bayu menepis tangan perempuan itu dengan satu sentakan kasar.

Plak!

"Jangan berani-berani menyentuh tubuh saya dengan tangan kotormu!" bentak Bayu seraya menatap jijik ke arah Maya.

"Cepat tutup dadamu itu, perempuan murahan! Pemandangan tubuhmu benar-benar membuat perut saya mual!"
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Guna-guna Baru

    "Darah lidahmu adalah ikrar sumpah matimu kepada iblis penunggu makam," pungkas Ki Rekso seraya menatap Maya dengan mata putihnya yang membeku. "Dan satu syarat terakhir yang paling berat..." Ki Rekso menyipitkan matanya seraya membisikkan instruksi laknat yang membuat ruangan seketika semakin mencekam. "Kamu harus mendapatkan sehelai pakaian dalam bekas pakai milik Nyonya Selin yang masih basah oleh aroma keringat dan parfum stroberinya." Maya menatap tajam bilah belati berkarat di hadapannya tanpa sedikit pun keraguan di dalam benaknya. Dendam kesumat yang membakar dadanya telah melenyapkan seluruh rasa takut yang tersisa. Ujung belati itu digoreskan perlahan ke ujung lidahnya, meneteskan cairan merah anyir ke atas gumpalan tanah kuburan di piring tembaga. Asap hitam seketika mengepul tipis diiringi desis aneh saat darah itu menyentuh tanah pemakaman. Ki Rekso tertawa terbahak-bahak, suara tawanya yang serak terdengar bagaikan pekikan burung gagak di tengah malam. "Darah su

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Dendam Maya!

    "Saya cuma cemas urusan hukum kemarin kembali mencoreng nama baik Nyonya," jawab Bayu jujur tanpa ada sedikit pun keraguan. Senyuman puas seorang ratu perlahan mengembang di bibir ranum Nyonya Selin. Wanita berkelas itu merasakan kemenangan telak atas segala rasa cemburu yang sempat membakar dadanya. "Bagus... karena mulai detik ini, hidupmu seutuhnya berada di tanganku, Bayu," bisik Selin seraya mengecup bibir pemuda desa itu. "Perintah Nyonya adalah takdir bagi kuli rendahan seperti saya," balas Bayu dengan seringai tengil khasnya seraya mempererat dekapannya. Si Gatot di bawah selimut sutra kembali berdenyut hangat menyambut gesekan paha mulus sang majikan. Selin tertawa kecil merasakan kebangkitan gairah sang sopir yang seolah tidak pernah mengenal kata lelah. "Tenagamu benar-benar tidak ada habisnya, Bay," desah Selin seraya menggeliat manja di atas dada kekar pemuda itu. "Melayani bidadari secantik Nyonya mana mungkin membuat saya cepat menyerah," goda Bayu seraya memba

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Obati Aku, Nyonya.

    Mobil sedan mewah itu akhirnya menerobos gerbang kediaman utama, lalu berhenti mendadak di depan undakan teras marmer. Tanpa mematikan lampu depan mobil, Bayu melompat turun dan berlari kencang menaiki anak tangga menuju lantai dua. Pintu kamar tidur utama berlantai dua itu tampak tertutup rapat dengan lampu temaram yang menyala dari dalam. Bayu memutar grendel pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu. Klek! Pintu jati berukir mewah terbuka lebar, memperlihatkan pemandangan kamar luas beraroma vanila dan stroberi yang memabukkan. Nyonya Selin duduk anggun di tepi ranjang bertiang tembaga, menyilangkan kedua kakinya yang jenjang dan mulus. Gaun tidur sutra hitam tanpa lengan membalut lekuk tubuh indahnya, mempertegas garis pinggang ramping menyerupai gitar spanyol. Wajah cantik sang janda kaya raya itu tampak sangat dingin, memancarkan aura amarah seorang ratu yang merasa dikhianati. "Bagus... sopir hebatku akhirnya ingat jalan pulang," sindir Nyonya Selin dengan nada d

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Maya Kena Karma

    Maya melangkah maju dengan histeris, mencoba meraih pergelangan tangan kekar Bayu. "Bayu, tatap mataku! Kamu mencintaiku, kan?! Kamu tidak boleh melupakan aku!" Namun sebelum jemari Maya menyentuh kulitnya, Bayu menepis tangan perempuan itu dengan satu sentakan kasar. Plak! "Jangan berani-berani menyentuh tubuh saya dengan tangan kotormu!" bentak Bayu seraya menatap jijik ke arah Maya. "Cepat tutup dadamu itu, perempuan murahan! Pemandangan tubuhmu benar-benar membuat perut saya mual!" Tubuh Maya gemetar hebat mendengar makian yang begitu menyakitkan dari bibir pria yang selama ini dia puja. Di mata Bayu saat ini, Maya tak lebih dari orang asing menjijikkan yang mencoba menjebaknya di sebuah kamar kumuh. Bayu melirik jam tangan di pergelangan kirinya, lalu matanya membelalak panik. "Aduh, sialan! Jam berapa ini?!" gumam Bayu seraya menepuk dahinya sendiri. "Nyonya Selin pasti sedang menungguku di kamar tidur utama rumah mewah!" Wajah pemuda desa itu mendadak berub

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Cairan Mencurigakan

    Bayu melangkah mendekati meja kayu, lalu meraih cangkir seng yang masih mengepulkan uap hangat tersebut. Aroma bunga kantil dan kemenyan yang tercium menusuk hidung sempat membuat kening pemuda desa itu berkerut heran. "Kenapa baunya aneh sekali, Maya?" tanya Bayu seraya menatap cairan putih semburat ungu di dalam cangkir. Maya menahan napasnya di atas dipan, memasang wajah memelas seraya memegangi dadanya yang terbuka. "Itu karena sari kekuatanku sudah bercampur rasa sakit dari demamku, Bay," bisik Maya dengan suara parau yang bergetar rapuh. "Tolong cepat minum semuanya sampai tetes terakhir, Bayu... dadaku rasanya mau pecah..." Melihat penderitaan perempuan di hadapannya, Bayu membuang jauh-jauh rasa curiganya demi menolong sesama orang desa. Cangkir seng itu ditempelkan ke bibirnya, lalu diteguknya cairan tersebut dengan beberapa tegukan rakus. *Glek... glek... glek!* Maya tersenyum buas di dalam hatinya saat melihat jakun Bayu bergerak naik turun menelan racun kutukan t

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   Tipu Daya Maya

    Pemuda bertenaga kuli itu segera melangkah maju, lalu memberanikan diri merengkuh pinggang ramping Nyonya Selin yang meliuk menyerupai gitar spanyol. "Nyonya Selin, dengarkan saya dulu," bisik Bayu dengan suara bariton yang teramat lembut dan menenangkan tepat di samping telinga sang majikan. Aroma parfum stroberi yang mewah seketika kembali membelai hidung Bayu, mengikis hawa amarah yang sempat membakar ruangan. "Lepaskan tangan kasarmu, Bayu! Pergi saja temui perempuan susumu itu!" tolak Selin pura-pura meronta, meski tubuhnya justru pasrah bersandar di dada bidang sang pemuda. "Bagi saya pribadi, tidak ada satu pun wanita di dunia ini yang bisa menandingi kelas, kecantikan, dan kemewahan Nyonya Selin," rayu Bayu seraya mengecup pelipis sang majikan. "Lalu kenapa kamu masih berniat menemuinya, hah?!" tanya Selin seraya menatap manik mata Bayu dengan tatapan rapuh. "Maya tinggal di kontrakan kumuh dekat stasiun, Nyonya. Kalau dia sampai tewas karena kejang atau komplika

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   2. Godaan Nyonya

    “Ikuti saja perintahku dan jangan membantah! Untuk bayarannya, akan kuberi tambahan bonus, khusus dari aku. Paham?” Nyonya Selin berbisik pelan, lantas mendekatkan wajahnya ke wajah Bayu.“Si-siap, Nyonya, saya siap melakukan apapun demi kebaikan Nyonya.”Nyonya Selin akhirnya bernapas lega, yang k

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   1. Puasin Aku

    "Sayang, satu kali lagi, dong. Please, Sayang. Aku belum puas nihh...."Suara rengekan Nyonya Selin, istri bos tempat Bayu bekerja, tak sengaja didengar oleh Bayu yang siap menjemput sang bos untuk berangkat kerja. Dia baru seminggu bekerja di sini, karena membutuhkan biaya untuk sekolah adiknya di

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   6. Pak Bram Selingkuh?

    Nyonya Selin menatap kedua pelayan wanitanya dengan ekspresi datar, lalu berkata dengan nada sedingin es, "Besok akan ada acara penting di rumah ini. Kamu, Lastri, bersihkan seluruh toilet dan dapur. Sementara kamu, Sumi, bereskan kamar atas.""B-baik, Nyonya.""Dan kamu, Bayu...."Tatapan Nyonya S

  • Jatah Malam Untuk Nyonya   5. Malam Panas

    "I-ya, Nyonya?"Bayu menoleh, dan Nyonya Selin melemparkan sebuah kedipan mata yang super menggoda. Kedipan yang seketika membuat Si Gatot di dalam celana Bayu kembali mendadak berdenyut kencang."Nggak ada, makasih untuk hari ini, ya."Bayu mengangguk dan berjalan gontai menuju kamar pembantu di p

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status