Accueil / Zaman Kuno / Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu! / Kebenaran Kematian Orangtua Li Lian

Share

Kebenaran Kematian Orangtua Li Lian

Auteur: Strawberry
last update Dernière mise à jour: 2026-02-15 09:49:19

Di sudut paling gelap perpustakaan, di balik rak kayu jati hitam yang menyimpan silsilah keluarga bangsawan, terdapat sebuah dinding yang tampak biasa saja.

Li Lian meraba tepian rak, jemarinya yang sensitif mencari ketidakrataan pada permukaan kayu.

Klik.

Sebuah bagian dari rak tersebut bergeser tanpa suara, mengungkap sebuah lorong sempit. Inilah Ruang Arsip Rahasia Kaisar.

Li Lian masuk ke dalam, membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan kegelapan.

Di dalam ruangan kecil ini, udara ter
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Dantian

    "Katakan!" tuntut Chen Xu. Suaranya rendah namun penuh penekanan, seolah rasa sakit yang selama ini ia tanggung di perbatasan utara sudah mencapai puncaknya.Li Lian perlahan melepaskan diri dari dekapan Chen Xu, namun ia tidak menjauh. Ia menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan rambut hitamnya menutupi rona merah yang kini menjalar hingga ke lehernya. Jemarinya meremas ujung jubah hitam sang Jenderal dengan gugup.Rasa ragu menyusup di dalam hatinya, apakah Chen Xu akan percaya begitu saja atau dia malah akan menertawainya dan menganggap itu hal yang tabu. Yang terburuk, bagaimana kalau Chen Xu menganggap dia cabul?Tapi……."Penyakit kutukan ini... racun yang mengikat aliran energi Anda hanya bisa dinetralkan melalui penyaluran energi Dantian ke Dantian," Li Lian menjeda, tenggorokannya terasa kering.Ia bisa merasakan tatapan Chen Xu yang semakin tajam, seolah sedang menguliti setiap lapisan pertahanannya."Sentuhan kulit secara langsung harus dilakukan tanpa penghalang," lan

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Sepuluh Ribu Tahun

    Chen Xu terdiam, menatap bayangan naga di dalam giok itu, lalu beralih menatap wajah Li Lian yang tertunduk. Ia bisa melihat rona merah di pipi gadis itu. Tanpa berkata-kata, Chen Xu mengulurkan tangannya yang kasar, menarik tubuh ramping Li Lian ke dalam pelukannya yang kokoh.Li Lian tersentak, tubuhnya sempat menegang karena canggung. Ia tidak terbiasa dengan kontak fisik yang begitu intim, namun kehangatan dari dada zirah Chen Xu dan aroma maskulin yang menenangkan perlahan meruntuhkan pertahanannya. Ia membiarkan kepalanya bersandar di dada bidang sang Jenderal, mendengarkan detak jantung pria itu yang ternyata berdegup sama kencangnya dengan miliknya."Jika dia takut pada kita yang bersatu," bisik Chen Xu di telinga Li Lian, membuat bulu kuduk gadis itu meremang, "maka biarlah dia melihat ketakutannya menjadi kenyataan. Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi ular itu sendirian lagi, Lian’er."“Dan….karena kamu sudah tahu banyak, maka mulai saat ini aku tidak akan kembali ke u

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Giok Putih

    Li Lian menyadari bahwa ia kehilangan kesempatan untuk mengambil barang itu secara langsung. Namun itu tidak memutuskan usahanya, ia bergerak meluncur dari bayangan ke bayangan, mengikuti arah ke mana Kasim Zhang pergi.Perjalanan itu membawa mereka melintasi lorong-lorong sunyi menuju kediaman paling agung sekaligus paling ditakuti di istana, yaitu Kediaman Ibu Suri.Li Lian memanjat atap dengan keahlian yang ia pelajari selama masa pengasingan, bergerak di atas genteng yang licin tertutup salju tanpa menimbulkan suara sekecil pun.Melalui celah ventilasi di bagian atas kamar tidur Ibu Suri, Li Lian mengintip ke bawah. Kamar itu dipenuhi dengan aroma kemenyan yang kuat dan hiasan sutra yang berat. Ia melihat Kasim Zhang berlutut di depan sebuah lemari besar yang terbuat dari kayu cendana merah di sudut kamar—tepat di belakang tempat tidur megah Ibu Suri.Kasim Zhang menekan salah satu ukiran burung phoenix pada lemari tersebut, dan sebuah laci rahasia terbuka. Ia meletakkan kotak ka

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Menyusup

    “Ampung Yang Mulia, mungkin ada orang yang mencurinya dan tertinggal di sana. Sungguh hamba tidak tahu apa-apa”Permaisuri Xiao tampak ingin menyela, bibirnya terbuka namun ia segera terdiam saat Ibu Suri memberinya tatapan tajam. "Jika kau menemukan catatan tentang 'pembunuhan' Permaisuri terdahulu, mengapa kau menyimpannya sendiri? Mengapa tidak kau laporkan kepada otoritas hukum sejak lama? Menahan bukti kejahatan adalah tindakan makar yang bisa dihukum penggal!"Li Lian tetap bersujud, dahinya menempel pada lantai yang membeku. Suaranya terdengar bergetar namun penuh perhitungan yang matang. "Mohon ampun, Yang Mulia Ibu Suri. Hamba tidak melaporkannya karena hamba... hamba takut. Saat menemukan itu di tumpukan kitab tua, hamba hanyalah seorang gadis yang terbuang dan tak berdaya di kuil. Siapa yang akan percaya pada kata-kata seorang Putri yang sedang diasingkan dan dicap membawa sial? Hamba khawatir jika hamba menyerahkannya pada sembarang orang, hamba justru akan dilenyapkan

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Dokumen Forensik

    Li Lian tersenyum getir, meski kesadarannya mulai terseret ke dalam kegelapan yang pekat. Ia menatap wajah pria itu untuk terakhir kalinya, mencoba merekam setiap gurat wajahnya. "Ah... apa aku harus mati untuk kedua kalinya hanya demi bisa bertemu denganmu lagi, Jenderal?""NONA LI LIAN! NONA!"Li Lian tersentak hebat. Tubuhnya menegang, dan ia membuka matanya dengan napas tersengal-sengal yang nyaris mencekik kerongkongannya. Jantungnya berdegup kencang seolah baru saja dipacu menembus badai di padang utara. Kepalanya terasa sangat berat dan pening, ia baru menyadari bahwa dirinya rupanya jatuh tertidur dengan kepala bertumpu di atas meja kerja kayu yang keras di Paviliun Pengobatan.Di tangan kanannya, ia masih menggenggam giok putih pemberian Chen Xu dengan sangat erat, hingga buku-buku jarinya memutih dan kaku. Di hadapannya, setumpuk gulungan kertas medis dan catatan tanaman obat masih berserakan dalam kekacauan, ditemani sebatang lilin yang sudah hampir habis terbakar, menin

  • Jenderal, Nyonya Muda Menginginkanmu!   Menahan Rindu

    Musim dingin telah benar-benar tiba, memeluk ibu kota dengan hawa dingin yang menusuk hingga ke sumsum tulang. Li Lian berdiri mematung di balkon paviliunnya, menatap langit yang kelam pekat tanpa satupun bintang yang berani memunculkan diri. Malam itu seolah-olah semesta pun ikut bersembunyi, menahan napas dari intrik berdarah yang sedang terjadi di jantung istana. Di kejauhan, kepingan salju mulai turun dengan anggun, menutupi atap-atap istana yang megah dengan selimut putih yang dingin dan bisu. Namun, keindahan itu terasa hambar di mata Li Lian, karena baginya, salju itu hanyalah debu dingin yang menutupi banyak bangkai rahasia.Pikirannya terbang jauh, menembus ribuan mil menuju perbatasan utara—tempat di mana seorang pria yang sangat ia rindukan mungkin sedang berdiri tegak di atas tembok pertahanan yang membeku. Rindu itu datang tanpa permisi, menyesakkan dada hingga Li Lian merasa paru-parunya mengecil, sulit untuk sekadar menghirup udara malam yang tajam. Tanpa banyak ka

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status