Inicio / Young Adult / Jerat Ketos Galak / Bab 6. Mainnya Kasar?

Compartir

Bab 6. Mainnya Kasar?

Autor: Sweety
last update Fecha de publicación: 2026-03-31 12:23:52

Di dapur dalam unit kamarnya di asrama putri, Andrea menuangkan air dengan gerakan lesu ke dalam gelas. Helaan napas berat keluar dari bibirnya sebelum dia minum. Bayangan ciuman pertamanya yang direbut paksa oleh ketos iblis sok suci bernama Kyrran itu masih terngiang-ngiang di kepalanya.

Dari pintu dapur, Noela muncul membawa beberapa kantong belanja dan meletakkannya di meja. "Malam ini aku mau belajar buat kue, aku sudah cari tahu kalau Tyler suka—" ucapannya terhenti saat melihat Andrea yang diam saja, seolah tidak menyadari kehadiran Noela.

"Rea…" panggil Noela. Dia akhirnya mendekat, lalu menyentuh pundak Andrea. Namun, gadis cantik itu terkesiap, gelas di tangannya tergelincir jatuh ke lantai. "Kamu kenapa, Rea?" celetuk Noela. Dia mengeluarkan bahan-bahan dari kantong belanja, sambil sesekali melirik ke arah Andrea.

"Gak ada apa-apa kok, El," jawab Andrea pelan.

Noela meniup nasar kasar. "Rea, kamu gak usah bohong, aku tahu kamu pasti ada masalah."

Andrea mengamati lawan bicaranya sedikit lama, lalu bersandar di tepi meja dapur dan melipat tangannya di dada. "Waktu aku bersihkan lab biologi, aku sebenarnya gak sengaja lihat Pak Handoko dan Lara, mereka…" Andrea mengeluarkan ponsel dan menyerahkannya pada Noela, memperlihatkan sebuah video hubungan terlarang antara guru dan siswi yang disebut Andrea.

Alis Noela menukik, dia hanya melihat video itu sekilas lalu menghentikannya. "Oke, bukannya kamu senang kalau dapat berita skandal seperti ini."

"Iya, tapi bukan di situ masalahnya." Andrea mengatur napasnya.

"Jadi?" Alis Noela terangkat sekilas.

"Setelah kabur, aku malah ngelihat Kyrran merokok di belakang lab biologi."

Dagu Noela merosot dengan kedipan mata syok. "Kyrran? Merokok?"

Andrea mengangguk pelan.

Syoknya hanya sekilas, Noela kemudian meniup napas puas, dia tampak seperti orang yang menang undian. 

"Bagus dong, kamu dapat dua berita skandal. Terus masalahnya di mana?" sahut Noela. 

Andrea mengulum bibirnya sekilas lalu menurunkan tangannya lemas. Dia berbalik dan berpegangan pada tepi meja. "Kamu tahu kan kalau ketos punya hak menghubungi dan ketemu Kepala Sekolah dengan bebas. Nah, aku mau minta bantuan dia buat bawa aku ketemu Kepala Sekolah, tapi dia gak mau. Makanya aku ancam buat sebarkan foto dia merokok. Tapi…"

Noela berhenti mengatur bahan-bahan kuenya. "Tapi kenapa?"

Haruskah Andrea cerita soal ciuman pertamanya yang dicuri Kyrran? 

Dia ragu. Alih-alih menyampaikan dengan kata-kata, Andrea memperagakan saat Kyrran mendesaknya ke pojokan kelas. Dia membenturkan kedua telapak tangannya ke meja. Dia juga melayangkan telapak tangan ke wajahnya, maksud hati ingin menunjukkan kalau tengkuknya diraih oleh Kyrran. 

Tapi, Noela menangkapnya beda. Gadis berambut pendek sebahu itu mencengkram bungkusan tepung di tangannya kencang. 

"Gak bisa dibiarin," sungut Noela, napas gadis itu memburu. "Beraninya dia nampar cewek!" gadis berambut sebatas bahu itu mengendus kasar. 

Andrea terkesiap, lalu menggeleng cepat. "Eh, enggak kok, El, cuma—" kalimat Andrea terputus. 

"Padahal dia yang salah karena melanggar aturan," desis Noela. Wajahnya memerah, kepalanya seperti mendidih. Noela menarik tangan Andrea, langkahnya cepat menuju pintu keluar unit kamar mereka.

"El, kita mau ke mana?" tanya Andrea bingung.

"Ketemu Kyrran," jawab Noela dengan mata berkilat penuh emosi. Dia merampas kantong tepung yang baru saja dibeli. 

Andrea sempat menoleh ke meja saat tangannya ditarik. "Bukannya kamu mau belajar bikin kue?"

"Bikin kue bisa ditunda, Rea." Dia mempererat pegangannya pada pergelangan tangan Andrea.

Beberapa saat kemudian, Noela dan Andrea akhirnya tiba di ruangan ketua OSIS. Pintu terbuka keras tanpa aba-aba.

Brak!

Kedua gadis itu masuk dengan langkah cepat dan tegang. Di balik meja besar di ujung ruangan, Kyrran duduk tenang sambil bersandar sedikit di kursinya, tatapannya tajam penuh terkendali.

"Kalian gak punya sopan santun ya?" Suara cowok itu datar. Tidak keras, tapi cukup untuk membuat udara terasa lebih berat.

Noela akhirnya melepas tangan Andrea. Genggaman yang sejak tadi penuh emosi itu hilang, menyisakan ketegangan di setiap ketukan langkahnya. Sementara itu, Andrea terdiam di belakang, napasnya masih tidak stabil, matanya menatap ke arah Kyrran tapi tubuhnya seperti tertahan.

Sepatu Noela berhenti tepat di depan meja besar itu. Tatapannya berkilat api emosi. 

Tanpa ragu sedikitpun, satu telapak tangannya menghantam permukaan meja. "Jangan kasar-kasar dong jadi cowok!" suara Noela naik beberapa oktaf. 

"Kamu ternyata ketua OSIS yang gak pantas dijadikan panutan. Memang pantas dilabeli ketos iblis." Tatapan gadis itu menantang.  "Kenapa kamu kasar sama Rea? Minta maaf gak!?" tuntutnya. 

Kyrran tidak langsung menjawab. Dia hanya mengangkat pandangannya sedikit, menatap tangan yang masih menekan mejanya, lalu naik ke wajah Noela. Tatapan mereka bersua—yang satu penuh amarah, yang satu tetap dingin.

"Kenapa?" sahut Kyrran. Dari Noela, dia kemudian mengalihkan tatapan pada Andrea yang terpaku di belakang sofa. “Memang kemarin mainnya kasar?” suaranya datar tapi penuh kendali. 

"Pakai nanya lagi!" Emosi Noela memuncak, tanpa ragu dia melayangkan kantong tepung di tangannya ke wajah Kyrran.

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Comentarios (6)
goodnovel comment avatar
Devisa
Lmaaooo kena tepung
goodnovel comment avatar
Kirari
makanya jgn kasar kyrran
goodnovel comment avatar
amanda
iyaa kyrran kmu itu emg kasar itungannya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 57

    Setelah meninggalkan restoran, Andrea segera masuk ke mobil Kyrran. Begitu duduk di kursi penumpang, ia melihat kekasihnya mengambil sebuah paper bag berisi pakaian serba hitam dari jok belakang."Ini, Sayang." Kyrran menyerahkan paper bag itu pada Andrea.Ia menerimanya, lalu tersenyum tipis. "Oke, kamu keluar dulu. Aku mau ganti pakaian."Kyrran terdiam dengan sebelah alis yang menukik tajam. "Kenapa aku harus keluar, Sayang? Aku sudah pernah melihat kamu te—""Baby Ran, keluar!" ucap Andrea tegas."Oke, oke." Kyrran mengangkat kedua tangan, menyerah. "Galak banget, sih, Baby Reaku."Meski menggerutu, Kyrran tetap keluar dari mobil dan menutup pintunya. Sementara itu, Andrea segera berganti pakaian. Ia mengenakan atasan hitam, celana panjang senada, serta sepatu yang nyaman untuk bergerak.Setelah selesai, Andrea mengetuk kaca jendela dan Kyrran langsung membuka pintu dan kembali duduk di kursi pengemudi. Tatapannya se

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 56

    "Aku akan menanggung semua biaya pengobatan adikmu sampai dia benar-benar sembuh. Sebagai gantinya, kamu harus menggantikan Andrea di ranjangku."Begitulah tawaran yang Jasper ajukan kepada Cassandra kurang lebih enam bulan yang lalu. Atau mungkin sudah terhitung tujuh bulan.Terdesak oleh biaya rumah sakit adiknya yang terus membengkak, Cassandra akhirnya menerima tawaran tersebut. Ia tak punya pilihan lain. Kesembuhan sang adik jauh lebih penting daripada harga diri yang harus ia pertaruhkan.Sejak saat itu, setiap kali Jasper menginginkan Andrea tunangannya, pria itu akan mencari Cassandra.Jasper bahkan menyuruh gadis itu mengenakan topeng setiap kali mereka berhubungan intim. Dengan begitu, Jasper bisa berpura-pura bahwa gadis yang berada dalam kungkungannya adalah Andrea—tunangannya yang selama ini tak pernah benar-benar bisa ia miliki.Di ranjang Jasper bisa menggilai Cassandra yang ia anggap Andrea.Namun, tiap setelah me

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 55

    Restoran yang dipilih Jasper memiliki suasana elegan dengan pencahayaan hangat dan alunan musik lembut. Meja-meja ditata berjauhan sehingga percakapan para pengunjung tidak mudah terdengar oleh orang lain.Jasper memilih meja untuk dua orang di dekat jendela. Setelah mempersilakan Andrea duduk, ia mengambil tempat tepat di hadapan gadis itu.Tak lama kemudian, hidangan mereka tiba.Awalnya, makan malam itu berlangsung cukup menyenangkan. Jasper bercerita tentang kuliahnya, beberapa rencana yang sedang ia persiapkan untuk pertandingan basket dan Andrea menanggapinya dengan ramah."Kamu sendiri bagaimana? Kuliah kamu lancar?" tanya Jasper sembari memotong steak di piringnya."Lumayan, tugas lagi banyak-banyaknya sekarang," ucap Andrea."Jangan terlalu memaksakan diri, ya. Kamu harus jaga kesehatan," ucap Jasper penuh perhatian.Andrea mengangguk. "Iya, kamu juga."Jasper tersenyum, lalu mengambil gelasnya. Ia meny

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 54

    Sore harinya, Andrea berdiri di depan cermin kamar sembari merapikan gaun yang jatuh lembut di bawah lututnya. Gaun berwarna putih gading itu memiliki potongan sederhana dengan detail pita kecil di bagian pinggang. Rambut hitam panjangnya diikat setengah, sementara riasan gadis itu dibuat tipis agar terlihat alami.Bersamaan saat ia berbalik membelakangi cermin, ponsel Andrea bergetar, memunculkan notifikasi pesan dari Kyrran di layar.[Aku sudah di dekat gerbang, Sayang. Ingat, jangan manis-manis depan dia]Andrea tersenyum kecil sembari mengerutkan kening saat menatap stiker karakter lucu dengan gambar api-api di kepala yang dikirim Kyrran."Dasar…" gumamnya seraya mengetik balasan.[Iya, Baby Ran. Tenang saja]Setelah itu, Andrea memasukkan ponsel ke dalam tas kecil yang berwarna senada dengan gaunnya, lalu melangkah keluar dari asrama.Di dekat gerbang asrama, Jasper yang mengenakan kemeja biru navy, menunggu di samping mobilnya. Di tangan cowok itu terdapat sebuket bunga dengan p

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 53

    Siang harinya, Andrea berjalan menuju ruang baca arsip di lantai paling atas perpustakaan kampus. Tempat itu jarang dikunjungi mahasiswa karena sebagian besar koleksinya berupa dokumen lama dan jurnal akademik yang hanya bisa dibaca di tempat. Suasananya tenang, dengan beberapa meja kayu panjang dan jendela besar yang menghadap ke taman belakang fakultas. Di salah satu sudut ruangan, Kyrran sudah menunggunya. Cowok itu duduk dengan laptop terbuka di hadapannya. Namun, begitu melihat Andrea datang, Kyrran segera menutup layar laptop tersebut dan mengisyaratkan agar gadis itu duduk di sebelahnya. "Kenapa, Baby Ran?" tanya Andrea sembari meletakkan tasnya di atas meja. "Kok tiba-tiba ngajak ketemu di sini?" "Kamu harus lihat ini, Sayang." Kyrran mengeluarkan ponselnya, kemudian membuka beberapa foto yang sejak pagi tadi terus mengusik pikirannya. Ia menyerahkan ponsel tersebut kepada Andrea tanpa banyak bicara.

  • Jerat Ketos Galak   Campus Era 52

    Keesokan paginya, Kyrra yang sudah siap berangkat ke kampus menghampiri ranjang. Andrea masih terlelap di balik selimut—dengan rambut sedikit berantakan dan wajah yang tampak begitu tenang.Cowok itu membungkuk, lalu mengecup lembut dahi kekasihnya."Hmm… kamu udah mau berangkat?" gumam Andrea dengan mata masih terpejam."Iya, Sayang," ucap Kyrran dengan suara rendah.Andrea bergerak sedikit, berniat membuka mata, tetapi Kyrran lebih dulu mengusap kepalanya dengan lembut."Aku anterin sampai depan pintu," tawar gadis itu dengan suara serak khas bangun tidur."Enggak usah, Sayang. Kamu lanjut tidur aja." Kyrran merapikan selimut yang menutupi tubuh Andrea. "Aku sudah siapin sarapan buat kamu di meja. Jangan lupa makan sebelum berangkat ke kampus ya."Kali ini, Andrea membuka mata perlahan. Ia mendongak menatap cowok yang berdiri di sisi ranjang itu, kemudian tersenyum kecil."Makasih ya, Baby Ran Sayang," ucap Andrea.Kyrran membalas senyum Andrea dengan kecupan singkat di kening gadi

  • Jerat Ketos Galak   Bab 132. Menenangkan Andrea

    "Gak punya bukti, kan?" sahut Kyrran lagi. Tatapannya semakin menyeramkan. Cowok itu kemudian mempertegas. "Asal kalian tau, aku yang ada di lab bersama Andrea malam tadi."Andrea mendongak, memperhatikan Kyrran yang masih memeluknya erat. Tak pernah ia sangka akan dibela oleh

  • Jerat Ketos Galak   Bab 5. Ancaman

    Setelah kelas selesai, satu per satu siswa keluar dari kelas. Biasanya, Andrea juara satu siswa yang meninggalkan kelas paling cepat. Tapi, kali ini gadis itu menahan diri.Setelah melihat Kyrran beranjak dari kursi, gadis itu ikut bangkit dan langsung menghampiri cowok itu."Kyrran," kata Andrea.

  • Jerat Ketos Galak   Bab 4. Imbalan Tutup Mulut

    Apa kata Noela kalau melihat Andrea cuma pakai handuk dan berduaan dengan cowok di kamarnya. Andrea buru-buru mendorong Kyrran keluar dari kamar. Cowok tinggi itu sendiri tidak ada perlawanan, membiarkan punggungnya didesak pergi. Dia menggeser pintu balkon dan menarik tirai dengan sekali gerakan

  • Jerat Ketos Galak   Bab 1. Skandal di Lab Biologi

    "Andrea Ilsa Shimano dari kelas 11-D, silakan ke ruangan dewan kedisiplinan sekarang juga."Suara pengumuman dari interkom sekolah menggema di setiap sudut Alveroz International High School.Percakapan siswa pada deretan meja panjang kafetaria langsung mereda. Hampir semua kepala menoleh bersamaan

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status