Share

101. Overdose

last update publish date: 2026-04-15 11:15:29

"Mau coba?" Lana menyodorkan pada Reyner.

Reyner menggeleng. "Tidak, aku masih kenyang dengan sarapan di kafe tadi. Habiskan saja untukmu," ucap Reyner memilih menyesap kafeinnya.

"Bilang saja takut gemuk, padahal kan mudah, tinggal metode bulking saja."

Reyner tertawa rendah, mengusap dagunya sekilas. "Kalau aku bulking, porsi makanku jadi tiga kali lipat. Nanti tabunganku habis hanya untuk membelikanmu sandwich cumi."

"Ngaco, ih. Mana mungkin? Iya, k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jerat Manis Istri Siri   119. Acara Pesta

    Di kubikel kerjanya, Mitha melirik ponsel yang menampilkan nama ayah tirinya, 'Papa Rezza'. Dengan malas ia mengangkatnya; jika bukan karena pria tua itu donatur tetapnya sekaligus suami ketiga ibunya, ia tak akan mau repot-repot menjawab."Siang, Pa. Ada apa? Pekerjaanku sedang banyak, nih.""Mitha, kamu baru saja bertemu kakakmu? Kenapa dia sampai marah? Apa kamu membuatnya marah lagi?" cecar Rezza.Mitha memutar bola matanya sembari memainkan ujung kukunya yang dipoles rapi."Dia saja yang sensitif, Pa. Aku cuma bekerja profesional, tapi Kak Lana sepertinya hobi mendramatisir.""Mitha, sensitif itu wajar. Dia hanya trauma. Kamu dulu pernah menggoda Elroy, mantan pacarnya yang juga kakak dari Reyner, bosmu sekarang. Tolong jangan diulangi lagi, ya," pinta Rezza halus, suaranya terdengar penuh permohonan. "Kakakmu sudah berkeluarga dan punya anak. Cari pria lain, siapa pun, asal jangan pria beristri, jangan genit." pungkasnya tegas.

  • Jerat Manis Istri Siri   118. Cuddling Time

    Reyner menghela napas, ia meraih tangan Lana dan menggenggamnya erat. "Aku ingin istriku yang hadir. Aku ingin kamu ada di sana sebagai pendampingku, bukan orang lain. Tolonglah, ini penting bagiku. Anggap saja ini cara kita untuk memulai kembali pembicaraan yang lebih baik."Lana menatap kedua anak batita itu yang mulai menguap, lalu beralih menatap suaminya. Ada kilatan tekad di matanya yang tidak Reyner sadari. Lana tidak hanya akan hadir sebagai pendamping, ia akan hadir sebagai dirinya yang dulu—Lana sang pialang ulung."Baiklah. Aku akan datang." Lana tersenyum, batinnya berkata "Tapi jangan berharap banyak aku hanya akan berdiri diam dan tersenyum seperti pajangan, Rey."Reyner tersenyum lega,"Terima kasih, Lan. Aku akan siapkan gaun terbaik untukmu," bisik Reyner sambil mengecup punggung tangan istrinya.Lana hanya tersenyum samar. Gaun terbaik? Tidak, Mas. Aku sendiri yang akan memilih 'perisai' yang akan aku pakai malam itu.

  • Jerat Manis Istri Siri   117. Kepahitan Masa Lalu

    Lana menekan tombol panggil ke nomor Rezza, papanya. "Siang, Pa? Apa kabar?""Kabar baik, Sayang. Ada apa tumben telepon Papa? Biasanya dulu kalau telepon cuma pas butuh uang buat bayar kuliah. Kalau sekarang, Papa yakin pasti bukan masalah uang," sahut Rezza di seberang sana dengan nada bergurau."Jangan menyindirku begitu, Pa. Papa tahu sendiri aku tidak suka dengan Tante Dinda dan anaknya. Langsung saja, Mitha bekerja di perusahaan mertuaku. Tadi aku bertemu dia di kantor. Kok bisa Papa tidak memberitahuku? Apa jangan-jangan sengaja supaya Mitha bisa bebas bergerak karena aku tidak tahu?""Bukan begitu, Sayang. Mitha hanya bilang ingin bekerja secara profesional dan tidak mau dituduh macam-macam olehmu karena bakal sering berinteraksi dengan suamimu.""Dituduh macam-macam? Oh, jadi dia tahu diri ya akibat dulu pernah menggoda almarhum Elroy? Ck! Kalau memang tidak ada tujuan busuk, kenapa harus takut jujur, Pa? Papa ini dari dulu sepertinya leb

  • Jerat Manis Istri Siri   116. Bergosip

    Mitha tidak berusaha mejelaskan siapa Lana sebenarnya. Ia justru tersenyum tipis yang penuh arti ke arah kakak tirinya, seolah menikmati momen Lana dipandang rendah di perusahaan suaminya sendiri.Lana berhenti tepat di samping mereka, membiarkan suasana hening sejenak sebelum ia membuka suara dengan nada bicara yang sangat tenang."Mitha, sepertinya kamu harus lebih selektif memilih teman bicara di kantor. Jangan sampai kebiasaan 'bergosip' di belakang orang menular padamu," ujar Lana tanpa menoleh, matanya tetap lurus menatap indikator lantai lift.Ia kemudian melirik Lupita dari balik bahunya, membuat wanita berkacamata cat-eyes itu sedikit kaget."Dan untukmu, Lupita... terkadang orang yang kamu anggap 'batu' hanya sedang menguji sejauh mana sopan santun seorang karyawan baru. Sayangnya, kamu tidak lulus tes itu."Pintu lift terbuka dengan bunyi denting yang nyaring. Lana melangkah masuk terlebih dahulu, membiarkan kedua wan

  • Jerat Manis Istri Siri   115. Latar Belakang Mitha

    Lana tersenyum sinis "Namanya Paramitha Oktavia, lulusan Kampus Negeri di Yogyakarta, asal Surabaya kan, Mas?"Reyner melebarkan matanya, tampak terkejut sekaligus bingung bagaimana istrinya bisa mengetahui detail data karyawan pribadinya seakurat itu."Lho, kok kamu tahu sampai sedetail itu? Aku bahkan harus cek berkas dulu buat ingat almamaternya. Kamu mengenalnya, Lan? Atau jangan-jangan kamu diam-diam sedang mengaudit divisiku?" Reyner tertawa kecil, mencoba mencairkan ketegangan meski raut wajahnya menyiratkan rasa penasaran yang besar."Sepertinya aku perlu bekerja lagi sebagai pialang daripada hanya berdiam diri di rumah. Aku tidak mau otakku tumpul. Dan soal wanita tadi... dia itu anak Dinda Maharani, anak bawaan dari ibu tiriku."Lana mengucapkannya dengan nada datar, namun matanya menatap lurus ke arah Reyner, menuntut reaksi. Ruangan yang tadinya terasa hangat mendadak diselimuti ketegangan yang dingin. Lana bisa melihat perubahan

  • Jerat Manis Istri Siri   114. Kejutan Di Kantor

    Lana tak perlu berdebat atau memamerkan identitasnya sebagai istri Reyner Alaric demi membuat wanita dengan name tag Lupita Zahira itu malu. Ia hanya membatin, mungkin Lupita karyawan baru yang terlalu bersemangat menjalankan prosedur. Saat berjalan menyusuri koridor, beberapa karyawan mengangguk hormat padanya. Bahkan ada yang menyapa dengan ramah. "Bu Lana, lama tidak kelihatan. Wah, badannya sudah kembali seperti gadis lagi nih! Sering-sering mampir dong, Bu. Ajak Bapak makan siang bareng," ucap Irene sambil tersenyum penuh arti. "Saya duluan ya, Irene," sahut Lana sambil menepuk lengan bawah Irene. Langkah Lana akhirnya sampai di depan pintu ruangan CEO. Ruangan yang sama saat mendiang Roy masih menjabat dulu. Sejak melahirkan Arlo, Lana memang baru satu-dua kali berkunjung ke sini. Tepat saat tangannya hendak meraih gagang pintu, daun pintu besar itu terbuka dari dalam. Seorang wanita muda ber

  • Jerat Manis Istri Siri   35. Reyner Poligami

    "Kau tidak setia karena sekarang kau masih berani menggodaku di sini, padahal kau sudah memilih dia!" sentak Lana kuat. Tanpa aba-aba, ia menghentakkan lututnya tepat ke arah pangkal paha Roy.Roy mengerang kesakitan, tubuhnya merosot sambil memegangi bagian pribadinya yang berdenyu

  • Jerat Manis Istri Siri   33. Kimmy Panik

    Kimmy segera menghubungi Garry dengan napas memburu dan sisa ketakutan yang kentara di wajahnya. "Mas, bagaimana ini kalau nanti benar-benar dilakukan tes DNA? Jelas-jelas ini bukan anak Reyner!" Suara bising musik dari bar

  • Jerat Manis Istri Siri   32. Memegang Kendali

    Garry terkekeh sinis, menatap Reyner dengan pandangan meremehkan. "Istri siri? Apa yang bisa dibanggakan dari status itu? Kimmy lebih berhak mendapatkan posisi sah daripada perempuan kemarin sore yang menjebakmu di vila malam itu." "Itu bukan urusanmu. Aku berhak memilih

  • Jerat Manis Istri Siri   31. Saudara Angkat Yang Janggal

    "Tapi, Rey?" ucap Kimmy berharap Reyner dilembutkan hatinya, namun pria itu membuang muka tak perduli.Pada akhirnya, Kimmy menandatangani surat itu dengan terpaksa. Goresan penanya tampak kasar, mencerminkan kemarahan dan protes yang tertahan karena ia benar-benar tak punya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status