แชร์

Bab 657: Roh Ular Bangkit

ผู้เขียน: Rianoir
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-09 18:34:02
"Tuan Chadwick, aku kenal orang ini."

Suara Davan cukup keras untuk memastikan semua orang di ruangan itu mendengar.

Matanya mengarah ke Ryan. "Namanya Ryan Hartono. Bukan ahli bela diri, bukan medium, bukan apapun yang perlu ditakutkan."

"Dia cuma ikut nebeng kendaraan kami ke sini. Bahkan ongkos tiket pesawat pun tidak punya."

Gordon menutup matanya selama dua detik penuh.

Lyra menoleh ke Davan dengan tatapan yang memintanya diam.

Davan tidak peduli.

Di dalam kepalanya ada satu kalkul
Rianoir

ini bab reguler terakhir hari ini Akumulasi Gem: 11/15 Akumulasi Hadiah: 70/100 Yuk tambah Gem atau Hadiah untuk bab bonus malam ini(⁠◍⁠•⁠ᴗ⁠•⁠◍⁠) jika jumlah Gem atau Hadiah telah mencapai target sebelum jam 8, maka othor akan rilis bab bonusnya malam ini Selamat Beristirahat (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 11
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Chamim Chabib
mana bab bonusnya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1367: Pedang Terbang Mengambil Kepala

    "Yorick!"Damon Devlin, Halvard Harmon, dan yang lain menatap Yorick Sinclair dengan wajah penuh ketidakpercayaan. Tidak seorang pun menyangka kalimat seperti itu akan keluar dari mulutnya. Selama ini Yorick selalu bersikap seolah orang-orang Alam Fana tidak layak berdiri sejajar dengannya, tetapi sekarang justru dialah yang lebih dulu mengusulkan perdamaian."Diam!" Yorick membentak tajam. Sorot matanya menyapu ketiganya dengan keras, lalu sebuah bisikan rahasia masuk ke telinga mereka. 'Kekuatan orang ini terlalu mengerikan. Kalau diteruskan, kita semua bisa mati di sini. Tenangkan dia dulu. Soal balas dendam, kita hitung nanti.'Damon dan yang lain langsung memahami maksudnya. Meski rasa malu dan niat membunuh terus bergejolak di dada, mereka akhirnya menekan semuanya untuk sementara."Hehe..."Ryan Hartono terkekeh pelan. Nada suaranya dipenuhi rasa meremehkan. "Kalian orang Tiga Alam Tertinggi selalu merasa berdiri paling tinggi. Tidak kusangka kalian ternyata masih tahu baga

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1366: Ubah Pedang Menjadi Mata Bajak

    Sunyi.Seluruh pelataran seolah berubah menjadi kuburan.Semua orang memandang noda merah di lantai beton dengan dada bergetar hebat. Beberapa serpih tulang Bianca Baldwin bahkan masih mengeluarkan asap tipis. Sulit dipercaya bahwa beberapa saat sebelumnya, perempuan itu masih berdiri sebagai ahli Ranah Maestro dari Keluarga Baldwin, lalu hanya dengan satu gerakan tangan Ryan Hartono, tubuhnya sudah berubah menjadi kabut darah.Rowena, Reyner, Corwin Lowell, dan yang lain hampir lupa bernapas.Mula-mula Fabian Ashvale ditekan sampai tidak berdaya. Setelah itu Ferran Draven dilumpuhkan, Senjata Spiritualnya dihancurkan, dan seluruh kultivasinya dihapus. Paman Kendrick dari Keluarga Harmon dibunuh dengan satu tinju. Sekarang Bianca Baldwin bahkan tidak sanggup menahan satu gerakan Ryan.Baru pada saat inilah mereka benar-benar memahami ucapan Ryan sebelumnya.Ketika ia berkata bahwa tahun dep

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1365: Sekali Angkat Tangan

    Mereka ingin menegakkan hati bagi dunia, menjaga takdir rakyat kecil, meneruskan ajaran para bijak yang telah terputus, dan membuka jalan damai bagi generasi setelahnya.Namun Tiga Alam Tertinggi tidak pernah mengizinkan Jalan Kaisar muncul.Karena itulah Grandmaster Quintus pergi dan tidak pernah kembali. Karena itulah Aldan Wirasena lenyap di atas kapal hantu. Dan sekarang, Ryan Hartono justru sedang menapaki jalan yang sama."Kenapa... kenapa!"Bantara nyaris kehilangan akal. Dadanya naik turun hebat, sementara air mata mengalir tanpa bisa ia tahan.'Grandmaster Quintus, Aldan Wirasena, kenapa kalian semua harus memilih Jalan Kaisar terkutuk itu? Kalian mati begitu saja, tetapi pernahkah kalian memikirkan perasaan kami yang ditinggalkan?'"Yang Mulia Hartono!"Jenderal Vance dan yang lain yang masih tersungkur di tanah menggertakkan gigi sampai rahang mereka menegang. Mata mereka memerah oleh amara

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1364: Jalan Kaisar

    "Kaisar Iblis Gila dari Selatan, berani-beraninya kau!"Begitu bentakan murka Yorick Sinclair jatuh, udara di sekeliling pelataran seolah langsung memadat.Selain Rowena, Reyner, dan Corwin Lowell, wajah para ahli Tiga Alam Tertinggi mengeras hampir bersamaan. Mereka semua berasal dari keluarga kuno yang telah mewarisi Jalan Bela Diri selama ribuan tahun. Sejak kecil, mereka terbiasa berdiri di atas orang lain dan memandang dunia biasa dari ketinggian. Kapan pernah ada seseorang dari Alam Fana yang berani menantang mereka seterang ini?Lebih dari itu, Ryan Hartono baru saja membunuh Paman Kendrick dari Keluarga Harmon tepat di depan mata mereka. Sekarang, bukannya mundur, ia justru berniat membunuh mereka semua.Sombong.Benar-benar sombong.Ini bukan lagi sekadar penghinaan, melainkan tantangan terbuka kepada Tiga Alam Tertinggi."Hahahaha!" Ryan tiba-tiba tertawa keras. Tawanya bergema ke segala arah, membuat malam seakan ikut bergetar. Tekanan dalam suaranya bahkan membuat be

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1363: Satu Tinju Membunuh Maestro

    Merasakan niat membunuh yang membuncah dari tubuh Ryan Hartono, Yorick Sinclair dan orang-orang di sisinya tanpa sadar bergetar. Perasaan gelisah, takut, dan sesal muncul bergantian di dalam dada mereka. Baru sekarang semuanya sadar bahwa sejak awal justru merekalah yang terus memancing seekor macan keluar dari sarangnya.Yorick menarik napas dalam-dalam, berusaha menekan rasa takut yang mulai merayap di hatinya. "Kaisar Iblis Gila dari Selatan, apa... apa yang hendak kau lakukan?"Ryan tidak menjawab.Ia hanya berjalan perlahan ke arah mereka dengan kedua tangan berada di belakang punggung. Setiap langkahnya terdengar jelas di tengah kesunyian pelataran, membuat tekanan di udara semakin berat. Tidak ada tergesa-gesa dalam gerakannya, tetapi justru ketenangan itu yang membuat mereka semakin gelisah.Semula Ryan memang mengira tidak semua orang dari Tiga Alam Tertinggi sama seperti Cain Baldwin. Karena itulah ia bersedia datang ke perundingan malam ini. Namun setelah melihat sika

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1362: Ada Orang yang Harus Dibunuh

    "Hahaha, bagus! Bagus sekali!"Setelah kesunyian mematikan berlangsung cukup lama, tawa keras Bantara akhirnya memecah suasana. Lelaki tua itu berdiri dengan tubuh penuh luka. Lengan kirinya masih menggantung tidak berdaya, sementara darah mengering di sudut bibir dan pakaiannya. Namun kedua matanya justru dipenuhi kelegaan dan rasa bangga yang sulit disembunyikan.Tadi, ketika Ferran Draven tiba-tiba turun tangan, Bantara benar-benar mengira Ryan Hartono berada dalam bahaya besar. Ryan baru saja bertarung melawan Fabian Ashvale, sementara Ferran jelas jauh lebih kuat dan bahkan membawa Senjata Spiritual. Dalam kemurkaannya, Bantara sampai kehilangan ketenangan yang selama ini selalu ia pertahankan.Seumur hidupnya, belum pernah ia semarah tadi.Sebab di matanya, Ryan adalah satu-satunya harapan dunia kultivasi Garudapolis. Serangan Ferran terhadap Ryan sama saja dengan mencoba menghancurkan harapan itu di depan matanya sendiri. Bagaimana mungkin ia tidak meledak?Namun siapa san

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 9 - Klub Malam Puncak Emas

    Ryan berjalan keluar dari Kompleks Graha Sentosa dengan langkah tenang namun penuh tekad. Matahari pagi menyinari jalanan Kota Sentralis yang mulai ramai dengan kendaraan dan pejalan kaki.Dia menghentikan taksi di pinggir jalan dan naik ke kursi belakang."Ke mana, Pak?" tanya sopir taksi, seorang

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 8 - Masakan Kaisar Iblis

    Ryan berjalan perlahan ke kamar Aira. Mengintip dari celah pintu, dia melihat putrinya tertidur di tempat tidur kecil, masih mengenakan pakaian lengkap, seolah kelelahan setelah menangis.Ryan masuk dengan hati-hati, setiap langkahnya pelan. Dia mendekat ke tempat tidur dan menatap wajah putrinya y

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 7 - Janji Ryan

    "Elena menangis sambil memeluk Aira," Hendrik melanjutkan, suaranya hampir berbisik. "Dia memeluk putrinya sangat erat. Aira saat itu menangis kencang, tidak mengerti apa yang terjadi. Elena... Elena mencium keningnya berkali-kali, lalu menitipkan kalungnya, kalung berliontin bulan sabit emas, ke A

  • Kaisar Iblis Gila Kembali Ke Kota   Bab 1 - Kepulangan Sang Kaisar

    Malam itu, langit Kota Sentralis mendung tanpa bintang. Bulan purnama bersembunyi di balik awan tebal, menciptakan suasana yang mencekam. Di Taman Melati, sebuah taman kota yang biasanya ramai, kini sepi dan sunyi.Tiba-tiba, langit meledak.JEDER!Sebuah kilat raksasa menyambar tepat di tengah ta

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status