공유

Chapter. 109

작가: Vanilatte733
last update 게시일: 2026-08-22 08:01:25

Suasana seketika menjadi tegang tatkala Xiu Meng membalas bentakan ayahnya.

Sebagai seorang putri, sudah berkali-kali ia mendengar ayahnya mengeluh dan membandingkan dirinya dengan laki-laki.

Xiu Meng tahu rasa sakitnya dan tidak ingin putrinya merasakan hal serupa

"Kau berani melawanku hanya karena anak perempuan ini!"

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 218 [END]

    Lu Si menyipitkan mata bulatnya, memandang sang jenderal dengan raut wajah yang sangsi dan penuh kecurigaan. "Benarkah, Jenderal Ling-Ling?" panggil Lu Si, sengaja menggunakan nama ejekan lamanya untuk memancing pria itu.Zhao Ling mengangguk mantap tanpa ada keraguan di wajahnya.Melihat reaksi tenang itu, Lu Si bertumpu pada satu kakinya, melipat tangan di depan dada sambil mendongak menantang. "Kalau memang tidak berpura-pura, lalu kenapa waktu itu kau diam saja seperti patung di seberang jalan? Aku sampai mengira kau sedang dirasuki makhluk halus karena melamun terlalu lama!"Mendengar ingatan masa lalu itu diungkit, sudut bibir Zhao Ling sedikit berkedut, menahan senyum yang hampir lolos. Ia menghela napas pendek sebelum akhirnya memutuskan untuk jujur mengenai apa yang sebenarnya berputar di kepalanya hari itu

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 217

    Feng Wu Lan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi naga, melipat jari-jarinya di depan dada sambil terus menatap tajam ke arah bawah."Sifatnya masih sangat kekanakan," kata Feng Wu Lan tiba-tiba, menjabarkan tabiat adiknya. "Dia suka sekali bermain, bicaranya selalu blak-blakan, dan sama sekali tidak bisa menjaga ucapan dari mulutnya."Wajah Zhao Ling tetap tegak. "Saya tahu.""Dia juga sering melanggar aturan istana karena perilakunya yang sangat aktif dan tidak bisa diam. Tingkat percaya diri dengan kecantikan wajahnya sudah kelewat batas, dan terkadang... dia suka bertingkah manja yang berlebihan," lanjut Feng Wu Lan, memijat pelipisnya pelan seolah membayangkan betapa pusingnya dia menghadapi tingkah laku adik perempuannya itu sehari-hari."Saya tahu, Yang Mulia

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 216

    Zhao Ling menarik napas panjang, mengisi paru-parunya dengan udara ruangan yang harum, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang bergemuruh riuh di dalam dada. Ia menegakkan punggungnya, mendongak, menatap langsung ke arah mata Ibu Suri dengan binar mata yang dipenuhi oleh keteguhan mutlak seorang pria yang sudah selesai dengan penantiannya."Saya... datang untuk memohon restu Yang Mulia Ibu Suri. Saya ingin mempersunting Putri Lu Si untuk menjadi istri sah saya, mendampingi hidup saya hingga akhir hayat," ucap Zhao Ling dalam satu tarikan nafas, tegas dan tanpa keraguan sedikit pun.Keheningan sempat berlangsung selama beberapa saat di dalam aula. Sunyi yang tercipta sempat membuat jantung Zhao Ling berhenti berdetak selama satu detik penuh, khawatir jika ada pertimbangan politik atau keluarga yang akan menghambat permintaannya.

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 215

    Zhao Ling tertegun sejenak mendengarnya. Kata-kata Lu Si yang jujur, tanpa saringan, dan penuh dengan dukungan mutlak itu selalu berhasil memukul bagian paling lembut di dalam dadanya.Pria itu menghentikan seluruh pergerakannya. Suasana di koridor kayu itu mendadak terasa senyap, menyisakan suara hembusan angin sore yang memainkan ujung jubah mereka.Lu Si yang melihat Zhao Ling tiba-tiba diam ikut menghentikan kalimatnya. Sebelum sempat gadis itu membuka mulut untuk bertanya mengapa pria itu menatapnya dengan pandangan yang begitu dalam, Zhao Ling tiba-tiba mengambil satu langkah besar maju.Langkah kaki Zhao Ling yang tiba-tiba membuat jarak di antara tubuh mereka menyusut begitu cepat. Jarak yang tersisa kini begitu intim, hingga Lu Si bisa merasakan kehangatan tubuh pria itu dan mencium aroma samar kayu gaharu

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 214

    Ruangan kembali hening. Namun, kali ini keheningan itu sama sekali tidak diiringi oleh bisik-bisik protes atau gumaman tidak setuju. Tidak ada satu pun jenderal senior yang melangkah maju untuk menyuarakan keberatan. Tidak ada menteri yang mengangkat suara untuk mempertanyakan keputusan tersebut.Karena semua orang di ruangan itu tahu. Mereka semua adalah saksi hidup.Zhao Ling telah membuktikan dirinya berkali-kali, bukan dengan retorika atau silsilah keluarga, melainkan dengan hasil nyata di lapangan yang berdarah. Selama setahun terakhir, pria itulah yang siang dan malam berkuda menembus badai salju untuk membuka kembali jalur logistik yang sempat lumpuh total pascaperang, memastikan rakyat di provinsi barat tidak mati kelaparan. Pria itu pula yang menata ulang sistem pertahanan di pos-pos perbatasan luar yang kacau, melatih ribuan pasukan baru dengan disipl

  • Kebangkitan Kembali Sang Phoenix   Chapter. 213

    _o0o_Matahari pagi menyiram atap-atap genting Aula Militer Kekaisaran Feng dengan cahaya keemasan yang dingin. Di dalam ruangan berlantai batu hitam tersebut, atmosfer terasa begitu padat, hampir-hampir mencekat tenggorokan siapapun yang melangkah masuk. Para jenderal senior, perwira tinggi, dan menteri-menteri penting telah memenuhi posisi mereka masing-masing sesuai dengan tingkat hierarki militer. Pakaian zirah mereka yang terbuat dari besi pilihan berkilat tertimpa cahaya, sementara jubah-jubah resmi mereka yang berwarna merah tua dan hitam berdesir pelan setiap kali ada pergerakan.Hari itu, menurut jadwal yang tertera pada gulungan sutra di tangan para juru tulis, seharusnya hanyalah rapat rutin bulanan. Sebuah pertemuan untuk membahas pembagian logistik musim dingin, laporan berkala mengenai kondisi pos-pos penjagaan di garis perbatasan luar, serta eval

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status