LOGIN"Nggak mau cerai? Sekarang kamu jadi orang terkaya, kekuasaanmu besar. Kamu ngotot nggak mau cerai dan aku juga belum menemukan siapa pria selingkuhanmu. Jadi, kalau kamu nggak mau cerai, aku juga nggak bisa berbuat apa-apa terhadapmu. Tapi, saat kamu sudah nggak lagi punya apa-apa, pria selingkuhanmu itu pasti akan melindungimu. Saat itu, cerai atau nggak, bukan lagi kamu yang menentukan!"Adrian berpikir seperti itu, karena dia paham satu kebenaran dalam masyarakat. Ketika seorang wanita terpuruk, akan muncul pria yang melindunginya. Sementara, ketika seorang pria terpuruk, sebagian besar wanita akan menunjukkan rasa tidak sukanya, tidak lagi menghormatinya dan bahkan memilih untuk menjauhi pria tersebut.Pikiran Adrian kembali ke kenyataan. Adam sudah tidak lagi berada di ruang perawatan. Namun, di ruang perawatan masih banyak pasien lain, sebagian besar dalam kondisi kritis dan darurat. Bagaimanapun, ICU ini adalah tempat yang paling dekat dengan gerbang kematian.Saat jam kerja be
Benar saja!Mantan direktur rumah sakit menyuruh Adrian meninjau kembali rencana pengobatan Adam sedetail mungkin dan meminta Bisma untuk mengawasinya.Adrian mengambil berkasnya dan bersiap menjelaskan semuanya dari awal, tetapi tiba-tiba dia menerima pesan dari Kamila.[Adrian, ada yang mengirimiku pesan seperti ini, “Hati-hati pada Adrian, dia sejak awal nggak berniat menyembuhkanku.” Apa kamu memang benar-benar nggak pernah berniat untuk menyembuhkan Adam?][Siapa yang mengirimkan pesan itu?][Istrinya Adam.][Kalau memang mau mencari-cari kesalahan, alasan apa saja bisa dicari.]Adrian menghela napas di dalam hati. Meski tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, seharusnya memang ada sedikit kekeliruan. Akan tetapi, kekeliruan ini seharusnya tidak besar, jika tidak, istri Adam pasti sudah melapor ke polisi.Adrian mempertimbangkannya sejenak, lalu kembali memaparkan rencana pengobatan Adam. Isinya pada dasarnya sama seperti poin-poin yang sudah didiskusikan bersama tim, sesuai stand
Pasangan suami istri itu berpisah dengan suasana yang tidak harmonis.Adrian sedang makan ketika Kamila meninggalkan rumah sakit. Tak lama kemudian, ada yang mengetuk pintu dan masuk. Ternyata, orang itu adalah Dhea.Dhea menutup pintu, lalu menghampiri Adrian dan berkata, "Ayah, aku sangat merindukanmu, makanya aku datang mencarimu.""Kamu ini memang nggak pernah bisa diam!" Adrian ingin marah, tetapi tidak bisa. Dia lalu bertanya, "Sudah makan belum?""Belum. Aku, aku baru saja mendapatkan penghargaan dalam ujian. Aku sengaja datang untuk memberitahumu, lalu ingin mengajakmu makan." Dhea melirik makanan Adrian. Adrian sudah selesai makan. Dhea berpikir jika dirinya ikut makan, makanan itu akan habis. Dhea pun lalu mengeluarkan dua juta dari tasnya dan menyerahkannya kepada Adrian."Katakan dengan jujur, dari mana uang ini? Menang taruhan dari teman sekelasmu?" tanya Adrian. Makin lama Adrian menghabiskan waktu bersama Resti dan Dhea, makin dia memahami siapa Dhea sebenarnya. Di sekol
Melihat Kamila ikut masuk ke lift, juga ikut ke ruangannya, Adrian pun berkata, "Kamila, kamu masih belum paham hubungan di antara kita? Kita sudah seperti ini, apa mungkin aku masih mau merayakan peringatan yang sama sekali nggak ada artinya denganmu?""Kenapa nggak ada artinya? Kita sudah bersama selama bertahun-tahun, bagaimana bisa nggak ada artinya?" Kamila merasa kesal dengan kata-kata Adrian, apalagi dengan sikap Adrian. Sudah sekian hari tidak bertemu, Kamila mengira sikap Adrian akan sedikit lebih baik. Namun, kenyataannya, pria itu tetap sama seperti sebelumnya."Selama bertahun-tahun ini, seperti apa dirimu yang sebenarnya, kamu jauh lebih tahu dibanding siapa pun! Kamu bisa membohongiku, tapi kamu nggak bisa membohongi dirimu sendiri. Selingkuh selama belasan tahun, hebat juga kamu!""Aku nggak ….""Hehehe, aku tahu kamu akan menyangkalnya. Kamu akan bilang aku nggak punya bukti! Lagian, kamu bahkan bisa nggak mengakui hasil tes DNA. Jadi, bukti sekalipun nggak ada artinya
"Mau bikin aku kehilangan pekerjaan? Aku juga akan bikin kalian kehilangan pekerjaan!""Jangan lakukan pada orang lain apa yang nggak ingin kamu lakukan pada dirimu sendiri!""Saat kalian semua kehilangan sandaran, aku ingin lihat, apa lagi yang kalian punya?"Adrian merasa kesal, tetapi dia dengan cepat bisa menenangkan diri dan mulai bekerja.Adrian lalu melihat istri Adam dan Bisma sedang berbisik-bisik. Ketika Adrian menghampiri mereka, istri Adam justru menghindar.‘Apa ada masalah dengan Adam? Apa istrinya Adam mencurigai sesuatu ….’ Adrian merasakan firasat buruk. Namun, dia sangat percaya diri dengan metode yang digunakannya. Selama Adrian tidak membiarkan Adam sadar, mustahil bagi pria itu untuk bangun. Hanya saja, sebelumnya Adrian tidak mengisolasi Adam secara total, jadi mungkin di situlah celahnya.Namun, sekecil apa pun celahnya, seberapa banyak yang bisa diketahui istri Adam? Adam tidak bisa berbicara dan tidak bisa menulis. Informasi apa yang bisa disampaikan Adam? Seka
Lindri tentu saja mengatakan bahwa dia tidak akan mengkhianati Adrian. Setelah berkali-kali memastikan jika Hardi tidak akan hidup lebih lama lagi, barulah Lindri meminta adiknya untuk mengantarkan Adrian pergi.Kurang dari sepuluh menit kemudian, Lindri melihat Juwita kembali seorang diri. Lindri pun bertanya kepada Juwita, "Di mana orangnya?""Dia turun di tengah jalan dan nggak mau kuantar. Jelas sekali dia nggak ingin aku tahu tempat tinggalnya. Dia juga punya rahasia yang nggak ingin diketahui orang lain. Kalau nggak ada yang lain, aku akan kembali ke tempatku. Kamu sendirian nggak apa-apa, ‘kan?""Nggak apa-apa. Adrian bilang, Hardi akan tidur pulas sampai jam delapan hingga sembilan besok pagi dan akan bangun dengan sendirinya. Aku nggak melihat Adrian melakukan apa pun, menurutmu apa dia akan menipuku?""Apa maksudmu dengan ‘apa yang akan dilakukan Adrian?’""Memberi racun, memberi obat, atau cara lainnya.""Kalau begitu, mungkin pemikiranmu yang terlalu sederhana. Tapi, pernah
Menghadapi tatapan menyelidik Haris, Adrian pun berkata, "Ini benar. Awalnya aku juga nggak percaya dengan kenyataan ini. Makanya, aku melakukan beberapa kali tes. Tapi, hasilnya … kesimpulannya selalu sama."Haris tidak terburu-buru untuk berbicara. Dia menatap Adrian dengan tajam, seakan sedang me
Mendengar hal itu, Adrian yang sudah bersiap sejak awal tidak takut untuk membalas tatapan istrinya. "Kamila, kamu sekarang orang terkaya di Kota Raksi. Kekayaanmu diperkirakan mencapai 160 triliun. Aku nggak bakal jadi orang yang serakah dan minta setengah dari kekayaanmu, karena itu bukan aku yang
Adrian masuk ke bar dan mencari wanita pemilik bar tersebut. Begitu melihat pemilik bar itu berambut panjang bergelombang dan berwarna hitam legam, Adrian kembali curiga jika rekaman kamera pengawas yang dilihatnya di hotel adalah palsu.Benar saja, saat Adrian ingin mengembalikan biaya kamar dan ua
Menghadapi tuntutan istrinya yang tidak masuk akal itu, Adrian tentu saja langsung menolaknya. "Nggak mungkin! Aku nggak salah bicara. Hasil tes DNA itu nyata, jadi perselingkuhanmu itu juga nyata. Kamu sudah nggak setia dan nggak suci lagi. Jadi, pernikahan kita nggak ada gunanya lagi dipertahankan







