Home / Urban / Kebangkitan Sang Raja Teknologi / Bab 73. Segalanya Bertemu

Share

Bab 73. Segalanya Bertemu

Author: KiraYume
last update Last Updated: 2025-08-30 18:14:46

Clara menegakkan punggungnya. Dari tadi ia hanya memperhatikan, membiarkan Raven dan Tirta bertukar dugaan. Kini potongan puzzle itu mulai merangkai pola yang familiar baginya.

“Ini masuk akal,” ucapnya mantap.

“Radja nggak akan menyewa tim profesional papan atas seperti Dominion. Terlalu mahal, terlalu berisiko. Yang dia butuhkan justru tim bayaran kelas menengah, cukup terlatih tapi mudah diatur. Orang-orang yang efektif, tapi tidak sempurna. Orang-orang yang cukup ceroboh untuk menjatuhkan SD card di TKP.”

Raven menghela napas panjang, menutup matanya sesaat. Ada kelelahan yang berat, bercampur dengan rasa getir karena jawaban itu terasa begitu dekat.

“Ya. Bukannya nggak mungkin,” katanya pelan, lalu membuka mata menatap Clara. “Kita tahu siapa musuh kita sejak awal. Kita terlalu banyak distraksi hingga melupakan lawan kita yang sebenarnya.”

Clara menjahit serangkaian benang-benang logika. “Jadi, penculikan ini…” ia menatap layar laptop yang masih memunculkan foto itu, “…adalah
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 74. Di Waktu Yang Tersisa

    “Raven benar. Kita tidak bisa langsung menyerbu,” suara Kinar terdengar tegas dari layar panggilan video, seolah mengambil alih ruangan meski ia hanya berupa proyeksi. Tatapannya menusuk, nada suaranya tanpa kompromi. “Kita bahkan belum tahu berapa banyak orang yang ada di dalam, seberapa berat persenjataan mereka, dan yang paling penting, di mana tepatnya Freya dan Leo disekap. Satu langkah gegabah bisa berarti kehilangan mereka selamanya.”Kata-katanya membuat ruangan bunker sejenak membeku. Semua orang tahu Kinar benar, tapi mengakui kebenaran itu berarti menelan frustrasi mereka sendiri.“Kita butuh intelijen,” lanjutnya, nada suaranya turun sedikit, lebih dingin tapi tak kalah mantap. “Kita butuh mata di dalam, sebelum kita bicara soal penyelamatan.”Tirta sudah mencondongkan tubuh ke layar komputer, jemarinya bergerak cepat. “Aku akan coba meretas jaringan di sekitar area itu. CCTV publik, lalu lintas Wi-Fi industri, bahkan sinyal satelit yang lewat. Akan ada celah. Entah itu k

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 73. Segalanya Bertemu

    Clara menegakkan punggungnya. Dari tadi ia hanya memperhatikan, membiarkan Raven dan Tirta bertukar dugaan. Kini potongan puzzle itu mulai merangkai pola yang familiar baginya. “Ini masuk akal,” ucapnya mantap. “Radja nggak akan menyewa tim profesional papan atas seperti Dominion. Terlalu mahal, terlalu berisiko. Yang dia butuhkan justru tim bayaran kelas menengah, cukup terlatih tapi mudah diatur. Orang-orang yang efektif, tapi tidak sempurna. Orang-orang yang cukup ceroboh untuk menjatuhkan SD card di TKP.”Raven menghela napas panjang, menutup matanya sesaat. Ada kelelahan yang berat, bercampur dengan rasa getir karena jawaban itu terasa begitu dekat. “Ya. Bukannya nggak mungkin,” katanya pelan, lalu membuka mata menatap Clara. “Kita tahu siapa musuh kita sejak awal. Kita terlalu banyak distraksi hingga melupakan lawan kita yang sebenarnya.”Clara menjahit serangkaian benang-benang logika. “Jadi, penculikan ini…” ia menatap layar laptop yang masih memunculkan foto itu, “…adalah

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 72. Mengubah Segalanya

    “Kami sudah mencoba membukanya,” kata Kinar, suaranya pelan tapi tegang. Ia mengangkat kartu memori mungil itu di depan kamera, seolah memperlihatkan artefak kuno. “Selain fisiknya sudah rusak, kemungkinan besar datanya juga terenkripsi. Tim forensik kepolisian bilang butuh waktu berminggu-minggu untuk pulihkannya.” Ia berhenti sejenak, matanya menatap tajam ke arah Raven. “Apa kalian bisa melakukan sesuatu?”Raven mencondongkan tubuhnya ke depan, sorot matanya menyala dengan harapan yang sudah lama meredup. “Apakah kau bisa mengirimkannya?”Tanpa banyak kata, Kinar mengangguk. “Bisa, kita punya kurir khusus. Jalur tercepat.”Beberapa jam kemudian, kurir bersenjata memasuki bunker Quantix. Kotak kecil bersegel diserahkan ke Raven, seolah mereka sedang menerima relik berharga. Dengan hati-hati, Raven membuka segel itu, lalu meletakkan SD card ke atas meja kerja.“Baiklah,” gumamnya. “Mari kita lihat rahasia kecil apa yang kau sembunyikan.”Raven menatap kartu memori kecil itu seakan se

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 71. Itu Adalah Serpihan Bukti

    Raven berdiri di depan papan tulis digital, stylus di tangannya mengetuk perlahan. Nafasnya panjang, seperti sedang merangkai benang kusut di kepalanya. Tim lain menunggu, hening, hanya bunyi kipas server yang terdengar di bunker.“Baik,” katanya akhirnya, menuliskan garis besar dengan huruf besar dan tegas:INSIDEN SATU – Pengintaian : Senyap, presisi. Menggunakan teknologi spectral imaging. Tujuannya mengumpulkan informasi. Tidak ada korban.Raven berhenti sejenak, menoleh ke Clara dan Tirta, lalu melanjutkan:INSIDEN DUA – Penculikan : Kasar, brutal. Menggunakan truk lapis baja, kekerasan terang-terangan. Tujuannya membawa Freya dan Leo secara fisik. Berisiko tinggi.Dua kolom besar itu kini berdiri berdampingan di layar. Kontrasnya terasa mencolok, seakan dua tangan yang berbeda menggambar dengan tinta yang tak sama.Raven menoleh lagi ke timnya. “Sekarang, apa yang bisa kita simpulkan? Dari sudut pandang strategis, kedua operasi ini… tidak berasal dari prinsip yang sama.”Clara b

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 70. Tenggelam Dalam Kebingungan

    “Ini adalah pertaruhan kita yang terakhir,” ujar Raven, suaranya tegas tapi ada getar halus di ujung kalimatnya. “Kita buktikan kalau kita tahu lebih banyak daripada sekadar nama perusahaan boneka mereka.”Keheningan menggantung di bunker setelah itu. Hanya suara kipas pendingin server yang berputar, mengisi ruang dengan desisan mekanis. Semua menatap layar utama, seolah-olah tatapan mereka bisa memaksa jawaban keluar lebih cepat.Satu jam berlalu. Dua jam.Tidak ada apa-apa.Tirta mulai menggigiti kukunya, kebiasaan lama yang muncul tiap kali ia cemas. Clara berdiri mondar-mandir, wajahnya penuh tekanan. Raven tetap duduk di kursinya, menatap layar dengan tatapan kosong, tapi rahangnya mengeras.Lalu tiba-tiba ….TING!Sebuah notifikasi muncul. Tapi bukan dari kanal yang sama dengan sebelumnya. Jalurnya berbeda. Lebih dalam. Lebih bersih. Lebih canggih. Protokol enkripsi yang terdeteksi di layar bahkan membuat Tirta mendesis pelan.“Ini… bukan Argent Vanguard,” katanya sambil mencon

  • Kebangkitan Sang Raja Teknologi   Bab 69. Setelah Mereka Membalas

    “Oke, kita menemukan pintunya.” Clara berdiri dengan tangan terlipat, menatap layar yang menampilkan logo perusahaan boneka Argent Vanguard. Suaranya tegang. “Sekarang… apa yang harus dilakukan?”“Kita kirim pesan. Ancaman langsung. Kita paksa mereka keluar dari persembunyiannya.”Clara langsung membelalak. “Apa? Kau gila?!” Suaranya meninggi, membuat para junior yang duduk di belakang refleks berhenti mengetik. “Kau mau memprovokasi organisasi mafia seperti mereka?! Salah-salah mereka bisa menyerang balik kita semua hanya karena salah kata!”“Justru itu intinya!” balas Raven cepat, hampir membentak. Tangannya mengepal di atas meja. “Kalau benar mereka yang menculik Freya dan Leo, pesan ini akan membuka negosiasi. Kita butuh respon, Clara! Kita nggak bisa terus menunggu!”Clara maju selangkah, wajahnya memerah. “Dan kalau bukan mereka, gimana?”Raven menatap balik, matanya berkilat. “Maka pesan ini akan membuat mereka sangat marah karena difitnah. Tapi musuh yang marah… akan menunju

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status