Home / Fantasi / Kegelapan dibalik Kedamaian / Raja Monster Roh Laba-laba

Share

Raja Monster Roh Laba-laba

Author: RajaFantasi
last update publish date: 2026-01-27 22:24:52
Iblis wanita melepaskan ratusan sulur hitam yang sangat kuat, namun Aamon menebas semuanya dan terus maju menyerang. Iblis wanita tampak terpojok, namun Aamon tidak mampu menyentuhnya secara langsung.

Tebasan energi!

Pukulan!

Aamon melepaskan tebasan energi. Iblis wanita dengan dingin meninju tebasan energi tersebut dan menghancurkannya begitu saja.

Iblis itu sadar, meskipun tebasan energi Aamon sangat kuat dan tidak terbendung, itu dapat dilawan dengan energi spiritual yang lebih besar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Aku Tidak Menyesal

    Pak tua Davin tersenyum mengejek menangkis panah darah Dien dengan tangan berselimut energi spiritual. Panah darah Dien terpecah menjadi beberapa panah yang lebih kecil dan berusaha masuk ke dalam tubuh pak tua, namun tidak berhasil karena kulit berselimut aura pak tua Davin terlalu kuat. “Panah darah yang sangat lemah. Bahkan anjing pun tidak akan mati terkena panah darah selemah itu.” Ucap pak tua Davin mengejek, lalu mengangkat jarinya sedikit keatas. “Kamu ingin tahu perbedaan kita? Kamu ingin tahu perbedaan teknik bawaan darah dan teknik sihir darah? Akan aku tunjukkan perbedaannya kepadamu, bocah!” Ucap Davin penuh kesombongan, lalu mengangkat jari telunjuknya. Dien tiba-tiba merasakan kesakitan di sekujur tubuhnya, seakan-akan sel darahnya terganggu. “Uwek!” Dien muntah darah, lalu memejamkan mata melihat apa yang terjadi di dalam tubuhnya. Dien melihat darahnya berubah menjadi duri tajam yang menusuk organ dalamnya sendiri.“Apa yang terjadi?” Tanya Dien melihat sekujur t

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Panah Darah

    Jalan Perbatasan, Tengah Hutan.Di perbatasan kota Selabatu dan kota Heywan terlihat beberapa orang memukul dua orang di tengah jalan, lalu menyeret mereka masuk ke dalam hutan untuk kembali dipukul. Dua orang malang itu adalah Leonard dan Helena yang diculik sekelompok orang atas perintah Hazib Situzoran, seorang tuan muda kaya raya yang beberapa waktu lalu ditabrak oleh Helena dan Leonard. Mereka dipukul, ditendang, dijambak, hingga disundut bara api rokok dalam pencahayaan yang berasal dari lampu mobil-mobil sekelompok penculik tersebut. “Tolong… berhenti! Sakit sekali!” Mohon Leonard melindungi kepalanya dengan dua tangannya. “Ampun… tolong ampuni aku!” Pinta Leonard memohon ampun, namun beberapa orang itu terus menendangnya hingga terhempas membentur pohon besar. “Tolong… Tolong aku!” Mohon Helena yang babak belur dihajar. “Tolong aku! Kamu juga seorang wanita!” Mohon Helena sembari merangkak menuju kaki seorang wanita yang menyaksikan dalam diam. Wanita itu membuang muka d

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Ujian Yang Tak Disengaja

    Dien menunggu munculnya iblis di sebuah warung yang tidak jauh dari gang sempit di jalan pedagang nomor 2 tersebut. Waktu terus berlalu dan tidak ada keanehan apapun di gang sempit tersebut. Tanpa terasa hari sudah malam, Dien terus menunggu dan tidak melihat iblis tersebut. Dien dari waktu ke waktu hanya melihat beberapa orang yang mabuk lewat dan kencing sembarangan di dinding gang sempit tersebut. Beberapa orang yang dikejar gelandangan yang marah karena kencing sembarangan. Dien bahkan melihat beberapa pasangan mesum keluar-masuk gang sempit yang dihuni para gelandangan. “Sepertinya iblis itu tidak berburu manusia malam ini.” Gumam Dien melihat jam handphone yang menunjukkan pukul 12 malam. Pemilik warung dari waktu ke waktu mencuri senyum kepada Dien. Pria tua itu jelas berada di dalam pengaruh topeng wajah tanpa wajah yang tidak Dien tekan. Dien sendiri risih karena terus dilihat oleh pria tua tersebut. Terlebih pria tua itu melihat Dien dengan penuh kekaguman. Selain pria tu

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Kakek Oldtrosh

    Di suatu ruangan yang remang-remang terlihat seorang pria (George) menyantap sepotong daging mentah. Pria berambut cepak dan berwarna merah itu tampak begitu menikmati daging mentah tersebut. Habis sepotong daging, pria itu langsung mengambil daging mentah yang ada di sampingnya lalu memakannya dengan penuh kenikmatan. “Enak! Enak! Enak!”“Ini sangat enak!” Ucap George sangat menikmati daging mentah tersebut. BRAK! Tiba-tiba pintu ruangan luas namun remang-remang itu ditendang terbuka oleh seorang pria berjubah hitam (Ludza). Pria berjubah hitam itu menatap George yang sangat menikmati daging mentah, lalu menghindari lampu ruangan yang jatuh menimpanya. “George malam ini sebaiknya kamu jangan berburu manusia lagi. Orang-orang itu mulai mengendus keberadaan kita. Untuk sementara waktu kita sembunyi dulu, agar rencana besar yang mulia berjalan dengan sempurna tanpa kendala.” Ucap Ludza melambaikan tangan ringan, membuat lampu yang hancur perlahan-lahan menyusun sendiri dan menjadi l

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Misi Yang Belum Selesai

    Dien dengan cepat berlari dan memeluk nenek Rose yang perlahan-lahan ambruk. Dien tidak membiarkan wanita tua itu jatuh menyentuh tanah. Darah segar perlahan-lahan menetes dan membasahi duri tanah yang menusuk jantung nenek Rose. Wanita tua itu terlihat muntah darah dan diujung nafas, bahkan bernafaspun sulit baginya. Kapten Waden, Eira, dan Kateline hanya diam melihat apa yang Dien lakukan. Mereka tidak melarang maupun mengizinkan, mereka hanya diam menyaksikan saat-saat terakhir guru dan murid tersebut. Mereka bahkan ikut merasakan kesedihan Dien yang akan kehilangan gurunya. "Guru... guru... guru!" Panggil Dien menahan tubuh nenek Rose yang perlahan-lahan ambruk. Dien dengan cepat menggunakan sihir memutar waktu untuk mengembalikan kondisi wanita tua itu ke kondisi semula. Belum sempat Dien menggunakan sihirnya, nenek Rose memegang tangan dan menghentikannya. "Dien." Panggil nenek Rose lembut memegang tangan Dien. "Guru jangan banyak bicara dulu. Aku..." Ucap Dien berusaha men

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Pengkhianat

    Pria tombak (Gibs) menyingkirkan puing bangunan yang menimbunnya, lalu menatap nenek Rose yang terbang dan menatapnya dingin. Gibs tertawa dingin sembari menepuk-nepuk pakaiannya seakan-akan menyingkirkan debu yang mengotori pakaian mahalnya tersebut. "Nenek tua, apakah kamu ingin mengkhianati yang mulia?" Tanya Gibs."Aku hanya menyelamatkan muridku dari iblis seperti kalian." Balas nenek Rose menatap dingin, lalu menunduk menghindari sabetan batang besi wanita iblis (Nayla) yang bergerak cepat menyerangnya. CEKREK! Nenek Rose dengan cepat mencekik leher Nayla dan mengangkatnya setinggi mungkin, lalu menghempaskannya menghancurkan tanah di bawah kakinya. Nayla terluka cukup parah dengan leher yang membiru akibat cekikan nenek Rose yang begitu kuat. "Anak anjing. Cengkramannya sangat kuat. Ini sangat sakit." Gumam Nayla meringis kesakitan mengelus lembut lehernya yang membiru. Gibs tiba-tiba sudah di belakang nenek Rose dan melancarkan tebasan tombak ke leher wanita tua tersebut.

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Cincin Lima Elemen Kesatuan

    Setelah ledakan berakhir, kapten Waden menarik sihir ratusan tombak tanah raksasa miliknya, membuat matahari yang tertutup tombak tanah raksasa kembali menyinari area pertarungan, dan terlihatlah area tersebut sudah menjadi kawah besar yang sangat dalam. Dien terlihat terluka bakar parah akibat le

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Berlebihan

    Luke bertahan dengan perisai kura-kura, sebuah senjata sihir tipe pertahanan yang dia miliki. Luke dengan cepat mengambil gulungan segel yang tergeletak di lantai, karena terlalu terburu-buru mengeluarkan perisai kura-kura, lalu memasukkannya ke dalam kantong celana depan.BANG! Dien sudah di depa

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Dunia Monster

    Dien pulang larut malam. Dia bertemu ibu yang menunggunya di ambang pintu, wanita tua itu tersenyum hangat melihat kedatangan Dien. Wajah keriputnya yang pucat pasi menjadi cerah ketika melihat Dien pulang. Melihat ibunya, Dien tersenyum, lalu menyerahkan buah-buahan yang dibelinya kepada ibu yang

  • Kegelapan dibalik Kedamaian   Peramal Tua

    Kantor kepolisian, kota Selabatu.Dien Moretz keluar dari markas pasukan malam yang berada di bawah tanah kantor kepolisian kota Selabatu. Dia bertemu beberapa polisi yang berlalu-lalang, melihat beberapa polisi yang bermain judi, melihat beberapa polisi tidur di jam kerja, melihat beberapa polisi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status