LOGINDi dalam ruang rapat yang dihadiri lebih dari 20 orang yang duduk di kursi mereka masing-masing, terjadi ketegangan yang membuat beberapa orang berkeringat dingin. Hari ini atasan mereka tiba-tiba menghadiri rapat yang memang seharusnya di adakan untuk membahas proyek baru yang akan mereka buat. Biasanya, Bernard sebagai atasan mereka akan datang ketika semuanya sudah sempurna. Baru memulai saja pria itu sudah duduk di kursinya, mendengar dengan seksama presentasi dari karyawan yang sedang menyampaikan inspirasi mereka. Bernard juga sudah melihat proposalnya. Meskipun masih mentah, entah mengapa ia merasa jika proyek baru ini sepertinya cukup potensial dan sepertinya akan banyak digunakan oleh kaum manusia beberapa tahun mendatang. Bernard bukan kurang kerjaan hingga duduk di sini bersama karyawannya yang lain, membuat para karyawan ketakutan. Suasana hatinya sedang gembira hingga memutuskan untuk menghadiri rapat awalan seperti ini. "Nona Celine, apakah menurutmu ini akan berha
Audi melemparkan beberapa berkas yang sudah didapatkannya dari detektif yang mereka sewa. Tidak lupa juga memberikan ponsel yang menunjukkan rekaman video pengakuan dari seorang pria yang memang diarahkan untuk menyebarkan berita hoax tentang Laura. "Kamu tahu, Lau, orang yang menyebarkan rumor tentang kamu adalah Ariana. Mungkin dia ingin menekan kamu agar kamu membebaskan adiknya. Untungnya anak buah kita cepat sekali untuk menangkap orang-orang ini." Audi mendudukkan dirinya di sebelah Laura saat sahabatnya itu baru saja tiba di apartemennya. "Kamu tahu, tim mereka itu ada 20 orang dan masing-masing dari mereka memegang hampir 50 akun sosial media. Jadi tidak heran kalau dalam hitungan detik, videomu bisa viral dan banyak komentar negatif berasal dari anak buah pria itu," tambahnya lagi.Setelah beberapa hari Audi akhirnya berhasil menyelidiki sosok di balik penyebaran berita negatif tentang Laura sehingga membuatnya langsung menunjukkan bukti pada sahabatnya itu. "Aku sudah mend
"Laura, kamu tidak apa-apa? Apakah kamu terluka?"Elma langsung datang menghampiri Laura dan menatap menantunya itu dari ujung kaki sampai ujung kepala, memastikan jika tidak ada luka yang mengenai tubuh Laura akibat perbuatan Ibu mertuanya. Laura yang mendapatkan perhatian dari ibu mertuanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. "Aku tidak apa-apa, Ma." Tatapannya kemudian tertuju pada Emma. "Mungkin sepertinya nenek yang akan kenapa-kenapa. Siap-siap saja panggil ambulans," lanjutnya. "Kurang ajar sekali kamu! Kamu menyumpahiku agar aku mati?" Suara Emma menggelegar marah membuat Laura menggeleng kepalanya. "Sepertinya nenek tidak akan masuk rumah sakit. Masih bisa marah dan berteriak, Ma," ucapnya pada ibu mertuanya."Bu, sudah jangan marah-marah lagi. Ibu memanggil Laura kemari kenapa? Apakah ada masalah yang harus diselesaikan?" Elma tidak ingin konflik keduanya semakin memanas sehingga membuatnya langsung menengahi keduanya sambil menarik Laura untuk duduk di sofa. Pa
"Bisa dipastikan jika foto-foto dan juga video yang beredar benar adalah foto dan video milik Tuan Edward Gwenchi yang sudah diakui 100% jika foto itu asli bukan rekayasa." "Sampai berita ini disiarkan, Tuan Edward Gwenchi masih belum memberikan penjelasan terkait permasalahan video dan fotonya yang bocor ke publik.""Banyak masyarakat yang menilai jika pencitraan yang dilakukan oleh tuan Edward selama ini hampir saja membuat mereka memilih pria dengan moral yang sangat minim itu menjadi pepimpin kota mereka." "Ada banyak rekan wartawan juga masyarakat yang kini sudah memadati kediaman Edward Gwenchi. Polisi dan pihak keamanan pun sampai kewalahan menangani banyak sekali massa yang berdatangan.""Tuan Edward beserta keluarganya tidak tampak terlihat sama sekali sehingga membuat publik mulai bertanya-tanya kemana perginya keluarga itu yang selalu tampil di semua sosial media dan juga acara amal."Laura membaca berita yang menayangkan tentang perihal keluarga Edward. Termasuk membahas
Kelopak mata Laura langsung melotot ketika melihat keberadaan Bernard. "Ben? Apa yang kamu lakukan di sini?"Laura langsung bertanya saat menyadari yang masuk ke dalam ruangannya bukan Jackson melainkan Bernard.Audi yang melihat kehadiran Bernard langsung tersenyum menatap ke arah sahabatnya kemudian ia segera melangkah keluar dari ruangan dan menjaga di depan siapa tahu ada orang yang ingin masuk dan melihat keberadaan Bernard dan juga sahabatnya. Sebagai sahabat yang baik, Audi tahu hubungan seperti apa yang dijalani Laura dengan Bernard. Audi akan membantu merahasiakannya. Wanita itu juga sudah tidak sabar melihat bagaimana hubungan keduanya akan terbuka ke publik dan bagaimana reaksi Jackson saat tahu jika kekasih atasannya adalah mantan istrinya. "Kamu terluka dan aku baru tahu dari orang lain." Bernard berkata sambil menghampiri Laura. "Kenapa kamu tidak bilang padaku jika kamu terluka? Aku justru mengetahuinya sudah sangat terlambat," kata pria itu. Ditatapnya punggung La
Laura merasakan perih di punggungnya saat perawat yang menanganinya sedang menempelkan obat luka. Baik di lengan dan punggungnya memang menjadi target Edward untuk memukulnya. 11 cambukan yang diterimanya membuat Laura semakin bertekad untuk segera membalas dendam. Pria seperti Edward memang tidak pantas diberi waktu hidup berlama-lama di dunia ini. "Edward benar-benar keterlaluan. Dia mencambukmu tanpa memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi." Audi tampak menggebu-gebu berdiri di samping tempat tidur Laura. "Pria itu benar-benar berhati iblis. Semoga saja dia cepat mati," lanjutnya lagi. Sesekali wanita itu meringis saat melihat luka cambuk di punggung Laura yang cukup menyeramkan. "Mau bagaimana lagi, hal yang diutamakan oleh Edward adalah nama baiknya. Auh! Nona, tidak bisakah kamu pelan-pelan?" Laura langsung menoleh pada sosok yang menerapkan cairan di lukanya dengan mata melotot, kemudian segera ekspresi wajahnya berubah dengan kerutan di d
Laura turun dari mobilnya sambil melangkah masuk ke dalam rumah besar 2 lantai yang sudah ditempatinya beberapa waktu ini. Laura baru saja melewati pintu utama ketika melihat kain-kain yang cukup merusak pemandangan berserakan di lantai.Warnanya merah mencolok, membuat sakit mata bagi yang memand
Matahari sudah mulai tampil dengan pesona cahaya yang menyinari bumi. Celah cahaya memasuki jendela melalui pantulan kaca dengan hordeng yang tidak tertutup rapat. Sementara di sebuah tempat tidur berukuran king size dengan sprei berwarna putih, sepasang laki-laki dan perempuan masih terlelap den
Laura menatap acuh pada rombongan pria dan wanita yang saat ini sudah menunggu di bawah panggung mini yang disiapkan. Sementara di atasnya berdiri sepasang pengantin yang sudah sah menjadi suami istri hari ini. Sekelompok orang berdiri di depan panggung mini tentunya bukan tanpa alasan. Mereka men
Suasana ballroom yang terlihat mewah dan megah, di iringi suara tawa penuh pesona serta muslihat seolah menjadi backsound di setiap sudut ruangan yang saat ini dihadiri oleh banyak manusia dari berbagai macam kalangan. Malam ini, sebuah pesta mewah digelar dengan sangat meriah dan dihadiri oleh p







