FAZER LOGINKoko diceramahin Lien. Puas!
90Seunit mobil van hitam melintasi jalan raya. Sang sopir membelokkan kendaraan ke kiri dan berhenti di depan gerbang besar.Seorang penjaga keamanan mendekat dan menyapa sopir itu dengan ramah. Kemudian penjaga tersebut membukakan gerbang, dan mobil van melaju memasuki area perumahan elite di barat Kota Sydney. Seorang petugas lainnya yang berada di pos, menghubungi rekannya melalui sambungan telepon. Kemudian dia keluar dari pos dan jalan menuju motornya, yang diparkirkan dekat kantor pengelola. Petugas keamanan itu memacu motornya menuju blok kedua, sebelum blok tiga di mana rumah Bryan berada. Sang petugas menghentikan kendaraan di depan rumah ujung kanan, yang telah disewa sejak seminggu lalu. Frey memasuki rumah itu dan mendatangi teman-temannya yang berada di ruangan belakang. Mereka tidak berbicara sedikit pun, melainkan langsung mengenakan berbagai atribut khas pengamanan.Tidak berselang lama, kelompok kecil pimpinan Dilbert itu telah melangkah ke halaman belakang. Mereka
89Suara obrolan Zikria dan Yang Halburt, terdengar dari luar kamar yang pintunya terbuka lebar. Zhao Yìchen memusatkan pikiran untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita Tian Johanna, yang tengah menjadi pasiennya.Hasil pemeriksaan medis perempuan tua tersebut menyatakan dia menderita gerd. Namun, Zhao Yìchen curiga itu bukan hanya sekadar gerd, tetapi ada unsur lainnya. Zhao Yìchen memanggil Zikria yang segera memasuki ruangan. Zhao Yìchen meminta Zikria untuk mengerahkan tenaga dalamnya, guna mendeteksi adanya elemen gaib di tubuh pasien.Zhao Yìchen belum dibaiat hingga tenaga dalamnya belum kuat. Dia mengamati Zikria yang tengah menggeser kedua telapak tangannya di atas badan Tian Johanna. "Nyonya, tolong tarik napas dan tahan sebentar," pinta Zikria yang segera dikerjakan perempuan tua tersebut. Zikria memejamkan mata dan memusatkan pikirannya ke telapak tangan kanan. Kedutan yang cukup kuat terasa dan Zikria meminta Johanna untuk mengulang inhale serta exhale. Kala denyu
88Ruang rapat Yang Company terlihat ramai orang, yang hampir semuanya keturunan Chinese. Mereka tengah mendengarkan penjelasan Yang Glyn, sang direktur marketing, tentang proyek aliansi para pebisnis berdarah Tionghoa, di seputar Australia dan New Zealand. Selanjutnya, giliran Wirya yang berdiri untuk menerangkan proyek terbaru para bos muda Indonesia, yang akan dikendalikan sepenuhnya oleh GUNZ, perusahaan baru bentukan Wirya dan teman-temannya. Wirya dan semua Power Rangers telah mempersiapkan perusahaan masing-masing, sebagai pusat kegiatan mereka seusai lengser dari jabatan di PB dan PBK. Meskipun jenis perusahaan itu hampir sama, tetapi semuanya telah diatur rapi dan tidak saling tumpang tindih. Wirya memperkenalkan Zikria, yang menjadi wakil resmi GUNZ di Australia. Pria berkumis tipis itu akan menjadi tangan kanan Jauhari, dan nantinya mengambil alih tugas Jauhari, setelah lelaki berlesung pipi itu kembali menetap di Indonesia. Selain Zikria, Fikri dan teman-temannya di la
87Acara selamatan atas kebebasan Jauhari dimulai dengan pengajian. Ratusan jemaah masjid besar di Sydney, menghadiri acara tersebut atas undangan Bryan, yang cukup aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan di sana.Bryan yang menjadi mualaf sejak 2 tahun lalu, sering berdiskusi dengan Imam masjid ataupun para Ustaz lainnya. Pria berbadan tinggi besar itu tidak kesulitan untuk melakukan banyak ibadah, karena istrinya, Sekar Prameswari Dewawarman, orang tuanya, dan kedua Adik Bryan serta sang ipar, adalah muslim. Ibu Bryan, Gemala, dulunya Nasrani. Setelah 3 tahun ayahnya Bryan wafat, Gemala menikah dengan Hendra, seorang duda beranak 1. Baik Gemala maupun Hendra tidak pernah memaksa Bryan untuk berpindah keyakinan. Mereka membiarkan pria itu tetap menjadi Kristen.Hubungan kasihnya dengan Sekar, membuat hati Bryan mulai condong ke Islam. Puncaknya, dia sempat bernazar. Bila Jauhari divonis ringan dan Harzan serta ketiga rekannya dibebaskan dari segala tuntutan, maka Bryan akan menjadi
86Zhao Yìchen menciumi kedua pipi Zayd, sebelum memberikan bocah itu pada pengasuh. Zhao Yìchen memandangi adiknya yang tengah memberikan petuah pada Bayazid dan Marwa, yang membalas ucapan bundanya dengan anggukan. Sekian menit berlalu, Delany melenggang menuju pintu masuk terminal keberangkatan domestik. Diikuti Tati, pengasuh yang baru bekerja sebulan, sembari mendorong kereta bayi. Akhtar dan Badar menyusul kedua perempuan itu sambil mendorong troli. Setelahnya, Wirya mengajak kedua anaknya untuk kembali ke mobil. Zhao Yìchen mengekori langkah ketiganya sambil berbincang dengan Fikri, Gwenyth, dan Zikria, yang akan ikut berangkat ke Sydney. "Zik, kopermu, kok, cuma 1?" tanya Wirya, sesaat setelah memasuki kursi tengah mobilnya. "Aku hanya bawa baju, Bang. Lainnya dipacking di dus besar. Gabung sama paketan buat tim Girish," terang Zikria, seusai memasang sabuk pengaman di kursi kiri depan. "Zikria pandai ngemat baju," seloroh Fikri yang bertugas sebagai sopir. "Tuls. Tiap di
85"Kamu, bisa mijat atau apa, gitu?" tanya Zulfi. "Enggak bisa, Bang," beber Agung. "Belajar sama Koko, supaya tukang pijat kami bertambah. Itu dibutuhkan buat jadi bagian promosi. Sambil mijat, kamu pancing para bos supaya mau pakai tenaga sekuriti dan pengawal. Atau ikut nanam saham di proyek kami. Itu yang Koko lakukan di Australia, dan berkat dia, banyak celah yang bisa ditempati tim PB dan PBK di sana," pungkas Zulfi."Ya, Bang. Aku mau belajar sama beliau." "Persiapkan ijazah, baju kerja dan perlengkapan lainnya. Sabtu depan, berangkat ke Jakarta. Ikut sama Nandi, dia juga mau rapat di kantor HWZ sana. Senin, langsung kerja. Nanti diatur sama Yahya, tim HRD, terserah dia mau nempatin kamu di mana." "Muhun, Bang. Makasih banyak atas bantuannya." Agung mengatupkan kedua tangannya di depan dada. Dia benar-benar senang, karena bisa bekerja seperti Nandi. Maman dan Ika saling melirik. Mereka kaget, karena Zulfi mau membantu Agung mendapatkan pekerjaan, sedangkan teman-teman Mam
12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg
27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den
18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed
13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila







