Teilen

Bab 54

last update Veröffentlichungsdatum: 18.04.2026 17:23:36

54

Sabrina berdeham untuk menarik perhatian pria berambut gondrong. Sabrina mengulang kegiatannya itu, dan langsung memelototi Zhao Yìchen, yang memandanginya sambil mengangkat kedua alis.

Sabrina menggerakkan dagunya ke jam dinding. Zhao Yìchen melirik benda besar di dinding, sebelum meringis malu.

"Bentar lagi, ya, Na. Aku masih pengen ngobrol," rayu Zhao Yìchen.

"No way!" tegas Sabrina. "Aku sudah kasih toleransi selama 15 menit. Cukup itu!" desisnya.

"Kamu sama galaknya dengan W dan Zu."
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 127

    127 Hari berikutnya. Ruang perawatan VIP yang ditempati Elma, dipenuhi banyak orang. Sebab tidak semua orang bisa tertampung, akhirnya banyak yang keluar dan berpindah duduk di deretan bangku selasar. Di dalam ruangan, semua orang bergantian menggendong bayi bertopi merah muda, yang tetap tertidur pulas walaupun berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Dante membaca doa, sebelum mengecup dahi keponakannya dengan hati-hati. Dia mengayun bayi sembari bernyanyi lagu Mandarin, dengan suara yang cukup merdu. "Ko, gantian. Aku dari tadi belum gendong," pinta Calvin. "Hati-hati, Vin. Ini bayi, bukan boneka," tukas Dante, sembari memindahkan bayi itu ke kedua tangan adiknya. Pintu terbuka dan Wirya memasuki ruangan bersama keluarganya. Mereka menyalami kedua orang tua Elma yang telah datang kemarin malam, kemudian mereka beralih bersalaman dengan keluarga Adhitama. "Siniin bayinya, Vin," ujar Wirya. "Bang, aku baru gendong semenit," rengek Calvin. "Kamu bisa gendong lagi nanti. Aku

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 126

    126Jalinan waktu terus berjalan. Hari perkiraan lahiran Elma yang kian dekat, menjadikan Zhao Yìchen gelisah. Pria itu makin cemas, ketika Elma mulai sering mengalami kontraksi palsu. Seperti pagi itu. Zhao Yìchen ragu-ragu untuk berangkat ke sekolah, tetapi akhirnya dia pergi juga untuk melaksanakan ujian akhir kejar paket B. Pria berkemeja putih itu menyetir sembari berzikir dalam hati. Selain melancarkan, Zhao Yìchen juga tengah mengamalkan wejangan dari Mulyadi, yang telah menerangkan kegunaan dari doa-doa pendek untuk menjaga keselamatan diri. Semua anggota Paguyuban Margalutu telah merasakan manfaat tersebut. Mereka sering mengalami berbagai kejadian yang sulit dijelaskan dengan logika. Seperti yang pernah dialami Izra dan Emyr, saat mereka masih berpangkat staf HWZ, dulu. Izra dan Emyr bertugas mengecek proyek di Lombok, yang telah nyaris rampung pengerjaannya. Mereka menyewa mobil untuk pergi meninjau lokasi lain yang ditawarkan rekanan. Emyr yang menjadi sopir, membaca

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 125

    125Elma berteriak mengelu-elukan kedua mempelai yang masih berdiri di panggung bulat. Elma nyaris melompat, sebelum akhirnya ingat jika dirinya sedang hamil.Elma tersenyum ketika melihat orang-orang di sekitarnya, yang melakukan berbagai macam gaya, guna mengekspresikan kegembiraan mereka akan pertunjukan fantastis tersebut. Akong Bun dan Kakek Edward yang menempati meja sebelah kanan, turut menyoraki Wirya dan Vanetta. Sedangkan ketiga anak Wirya jingkrak-jingkrak di dekat panggung, sebelum mereka dinaikkan petugas ring 1, supaya bisa bergabung dengan kedua orang tua mereka. "Ayah, keren!" puji Bayazid, seusai menerima mikrofon yang diberikan Satya dari tepi kanan panggung. "Mama juga, keren sekali," ungkap Marwa, sebelum dia mendekap Vanetta dari sisi kiri. "Xie-xie," balas Vanetta."Aku pengen bisa kayak tadi," papar Marwa."Nanti kita latihan, Kak. Selagi alatnya masih terpasang," cetus Vanetta. "Abang bisa parkour. Mau tunjukin di sini?" pinta Wirya sembari mengusap dahinya

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 124

    124Sepekan telah berlalu. Sabtu pagi menjelang siang, area parkir gedung PBK dipenuhi banyak mobil dan motor. Seratus petugas keamanan berjaga di depan pagar, hingga ke ujung perempatan sisi kanan dan kiri jalan raya.Petugas keamanan tambahan telah disiagakan di sekitar jalan kecil yang berada di belakang gedung. Mereka harus memastikan tidak ada awak media yang akan menyusup dari banyak jalan alternatif, yang tersebar di sekitar area.Sementara di lobi utama, puluhan staf HWZ dan GUNZ, berjibaku untuk mengecek semua undangan elektronik yang ditunjukkan para tamu. Selain di sana, pemeriksaan ulang dilakukan di lantai 10. Sebelum kemudian para tamu diarahkan menaiki lift khusus direksi, untuk menuju roof top di lantai 15. Hadirin terpukau dengan dekorasi unik ruangan luas tersebut, yang bernuansa fuchsia dan silver. Setiap sisinya ditutupi tirai fuchsia dan rangkaian bunga putih serta merah. Lima boot khusus berfoto disiagakan di sisi kiri pintu masuk, dan tim fotografer sangat sigap

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 123

    123Acara akad nikah Wirya dan Vanetta diadakan satu pekan seusai lamaran. Walimahan itu akan dilaksanakan di resor BPAGK Pangalengan 2, supaya tidak tercium awak media. Jumat siang, rombongan kedua calon pengantin berangkat ke Pangalengan. Mereka menggunakan mobil pribadi, karena hari Minggu nanti mereka akan berpencar menuju tujuan masing-masing. Zhao Yìchen menumpang di mobil MPV putih milik almarhumah Delany, yang disopiri Irawan, dan mengangkut keluarga Vong serta Elma. Sepanjang perjalanan itu Zhao Yìchen dan Irawan bergantian menjelaskan berbagai peristiwa, dimulai dari kedatangan Vanetta serta Jane, pada akhir Januari kemarin. Qianfan manggut-manggut. Sebelumnya dia hanya mendengar sepenggal kisah itu dari Frederick. Qianfan belum sempat berbincang berdua dengan Wirya, karena menantunya itu tengah sangat sibuk. Tawa Myron yang berada di kursi belakang bersama Zhao Yìchen dan Qianfan, mengejutkan orang-orang di sekitar. Kala gelakak Myron kian mengencang, Zhao Yìchen mengam

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 122

    122Gideon tidak bisa menolak ketika dikirim pulang petugas imigrasi. Gideon yakin, jika dirinya diusir, karena desakan dari Vanetta, melalui perpanjangan tangan Wirya dan tim PBK. Gideon sudah mencoba menghubungi Vanetta, Jasver dan Jane. Namun, ketiganya kompak memblokir nomor telepon Gideon. Sementara Marcello, tidak bisa menolak untuk dideportasi, sesuai dengan keterangan Jasver yang dihubunginya tadi pagi. Pada awalnya, Gideon mengira dideportasi menggunakan pesawat umum. Namun, ternyata pria tua itu dan kelima anak buahnya diantarkan petugas bandara, ke pesawat kecil berlogo Adhitama. Setelah mereka memasuki kabin, beberapa orang berseragam safari hitam menaiki pesawat dan duduk di enam kursi depan. Mereka tetap diam hingga pesawat tinggal landas, kemudian dua pria berbadan jangkung pindah ke dekat kursi yang ditempati Gideon dan Marcello."Perkenalkan, Tuan Liu. Namaku, Aditya, direktur operasional PBK," tutur lelaki bertampang selembe. "Dan ini, Dimas, manajer operasional P

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 12

    12 Cayden mengulum senyuman, sesaat setelah mendengar penuturan Harper mengenai kejadian kemarin malam. Cayden terkekeh setelah Harper menggerutu, karena beberapa korban dari pihak gangster, yang mengalami patah tangan ataupun patah kaki, akibat disiksa tim PBK. Setelah tawanya lenyap, Cayden berg

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 27

    27Kehadiran Zhao Yìchen pagi itu, disambut teriakan banyak karyawan di gedung PBK. Mereka berebutan untuk menyalami pria berambut gondrong, yang telah mencukur kumisnya hingga klimis. Zhao Yìchen melayani rekan-rekannya yang mengajak berbincang selama belasan menit. Kemudian dia memasuki lift den

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 18

    18 Zhao Yìchen memandangi Jauhari yang tengah berlatih di palang besi. Pria bertubuh langsing itu memperagakan senam ala atlet dengan cukup baik.Jauhari melentingkan badannya dua kali, lalu dia melepaskan pegangan pada palang, dan melompat turun sambil koprol. Jauhari mendarat di tanah dengan sed

  • Kelana Penyintas Waktu    Bab 13

    13Zhao Yìchen mengamati presiden komisaris LB Company, yang tengah berbincang dengan Bryan, Keven, dan Jourell. Zhao Yìchen menyukai pria tua yang rambutnya telah memutih seluruhnya itu, yang sangat ramah.Zhao Yìchen kagum dengan gaya santai yang ditampilkan Li Thorne. Zhao Yìchen membatin, bila

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status