Home / Urban / Kembalinya Kaisar Abadi / Sisi yang berlawanan

Share

Sisi yang berlawanan

Author: Mr. Mystery
last update Last Updated: 2026-03-13 07:49:56

Keesokan paginya.

Aruna yang sedang khawatir dan panik tentang apa yang terjadi kemarin malam menatap berita di televisi dengan tatapan kosong dan kebingungan.

Kekacauan yang membuatnya hampir tidak bisa tidur semalaman ternyata hanyalah sebuah kecelakaan semata.

Memang benar, apa yang terjadi di villa Danan semalam memang masuk berita lokal, atau bahkan nasional. Karena bagaimanapun, identitas Danan sebagai putra gubernur sangat sensitif.

Namun, berita yang masuk hanyalah sebuah kebakaran bela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Berbakti

    "Maaf sekali," dengan senyum sopan, Aruna berkata, "Kakakku sedang ada urusan lain, jadi dia tidak bisa mengantar Ara ke sekolah. Jika Anda punya waktu, Anda bisa datang ke rumah kami nanti."Thomas mengangguk dan tersenyum, tapi sebelum dia bisa membuka mulutnya, Robert segera berkata, "Tidak, tidak perlu! Kami hanya ingin mengucapkan terima kasih! Tuan Arya pasti sedang sibuk! Kami tidak akan mengganggu lagi!"Dengan itu, Robert segera melirik ke arah Thomas, dan Thomas segera memahami maksudnya sambil buru-buru mengeluarkan sebuah kartu rekening bank, dan menyerahkannya kepada Aruna."Ini?" Melihat kartu rekening itu, Aruna sedikit terkejut dan menoleh ke arah Thomas dengan sedikit kebingungan."Nona Aruna," Thomas buru-buru meletakkannya di tangan Aruna dan berbicara, "sebelumnya kami belum benar-benar mengucapkan terima kasih atas bantuan yang Tuan Arya berikan. Oleh karena itu, kami ingin mengucapkan terima kasih yang lebih tulus. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi tolong jan

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Hukuman yang lebih buruk daripada kematian

    Dokter itu mengangguk berat dengan permintaan maaf di wajahnya."Bukankah kalian seorang dokter? Apakah kalian tidak bisa melakukan apa pun?"Menggelengkan kepalanya, dokter itu menjawab dengan nada tak berdaya, "Pak Bram, kami ingin meminta maaf. Meskipun kami bekerja keras, kami sama sekali tidak bisa melakukan apa pun! Kejadian ini berada di luar imajinasi kami, atau bahkan belum pernah terjadi di dunia medis sebelumnya. Saya khawatir—""Baiklah. Aku mengerti! Kau bisa pergi." Bramasta mengangguk mengerti, tidak ingin lagi mengatakan apa pun dan hanya menatap Danan di ranjang rumah sakit.Menyaksikan keponakannya yang sebenarnya terlihat baik-baik saja tanpa sedikit pun luka atau memar di tubuhnya, tapi sama sekali tidak bisa melakukan apa pun selain menatap dirinya dengan mata penuh air mata, wajah Bramasta terlihat sangat suram.Dia bukan orang bodoh, dan tahu apa yang terjadi sebelumnya!Sebagai orang-orang dengan statusnya, dia tahu bahwa kejadian di villa kemarin bukanlah sesu

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Sisi yang berlawanan

    Keesokan paginya.Aruna yang sedang khawatir dan panik tentang apa yang terjadi kemarin malam menatap berita di televisi dengan tatapan kosong dan kebingungan.Kekacauan yang membuatnya hampir tidak bisa tidur semalaman ternyata hanyalah sebuah kecelakaan semata.Memang benar, apa yang terjadi di villa Danan semalam memang masuk berita lokal, atau bahkan nasional. Karena bagaimanapun, identitas Danan sebagai putra gubernur sangat sensitif.Namun, berita yang masuk hanyalah sebuah kebakaran belaka! Tanpa ada korban jiwa selain Danan yang kini dirawat di rumah sakit dengan keadaan baik-baik saja.Kronologis juga diakibatkan oleh korsleting listrik yang akhirnya membakar seluruh villa!"Apakah benar-benar tidak terjadi apa-apa?"Tatapan mata Aruna tampak kosong dan penuh kebingungan saat menyaksikan berita pagi hari.Karena sejujurnya, dia sangat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi! Bahkan dia masih melihat jelas banyaknya pengawal Danan yang ikut terbakar di dalam villa.Namun, berit

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Malam yang menyala

    "Siapa kau sebenarnya?!"Menatap sosok Arya yang masih tenang dan menatap dirinya dengan tatapan dingin dan acuh tak acuh tanpa sedikit pun bergerak, Danan akhirnya tahu apa itu kengerian yang sebenarnya.Menahan rentetan tembakan senjata api tanpa bergerak atau menghindar, dan hanya berdiam diri di tempatnya seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa, apa sebenarnya Arya ini?Bagaimana bisa dia menciptakan penghalang tipis yang tampak rentan tapi menjadi lebih kuat daripada baja?Arya, siapa sebenarnya dia?Wajah Danan pucat pasi, dan saat melihat Arya masih tidak bergeming saat menatap dirinya, ketakutan ekstrem perlahan-lahan membuatnya tanpa sadar kencing di celananya.Aruna yang ada di samping dan melihat apa yang terjadi juga tampak pucat.Sama halnya dengan Danan, ia juga tercengang dan tak bisa bereaksi saat menyaksikan sosok Arya di sana.Bahkan dia juga mulai ragu-ragu, apakah pria ini masih kakak laki-lakinya? Kakak laki-laki yang di masa lalu tampak seperti kutu buku dan sel

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Tekad Aruna

    "Bagaimana? Apa kau mau menerima tawaranku?" Danan kembali bertanya saat melihat Aruna tetap diam."Aku..." Aruna terbangun dari lamunannya, dan melihat sosok Danan di depannya.Dalam beberapa detik pertama, dia memang merasa lelah dengan semua hal yang ia lakukan lima tahun ini. Beberapa kali ia juga sempat untuk menyerah.Namun, saat mengingat wajah Kiara yang tampak murung, suntikan untuk tidak pernah menyerah tiba-tiba datang untuk membuatnya terus berjuang.Lalu, saat ia memikirkan ekspresi Kiara yang selama beberapa hari ini terus tersenyum dan tertawa bahagia dengan kembalinya Arya, Aruna langsung menggigit bibirnya, dan menatap Danan dengan tatapan tajam.Sekalipun Kiara bukan anak kandungnya, dia masih tetap keponakannya!Mengurusnya di saat hanya ada dirinya di dunia ini, apa yang salah? Bukankah itu juga kewajibannya? Apalagi kehidupannya akhir-akhir ini sudah jauh lebih baik!Menyerah sekarang, dan meluapkan semua penderitaan selama ini kepada kakak laki-lakinya, apa bedan

  • Kembalinya Kaisar Abadi   Satu kesalahan

    "Kau?"Terkejut, ekspresi Marta sedikit berubah saat melihatnya muncul secara tiba-tiba, tapi karena dia memang bukan orang biasa, dia kembali tenang.Dengan senyum tipis, dia juga mulai mengepalkan tangan kanannya dan meninju Arya tepat di wajahnya.Menggunakan kurang dari setengah kekuatannya, Marta tampak puas saat melihat Arya sama sekali tidak berniat untuk menghindar.Hanya saja, suara "bang" keras yang segera disusul oleh suara "krak" layaknya tulang patah membuat wajah Marta seketika berubah menjadi pucat."Aargh!"Sambil menjerit, Marta yang buru-buru mundur ke belakang, dan menemukan jika rasa sakit hebat tiba-tiba datang dari pergelangan tangan kanannya. Saat melihat apa yang terjadi, dia juga tidak bisa untuk tidak mengubah wajahnya saat menemukan jika seluruh tangannya sudah remuk seolah-olah dihancurkan dengan kekuatan kasar.Tangannya—tangannya yang telah dilatih selama puluhan tahun dengan teknik pengerasan tulang—hancur hanya karena meninju wajah pemuda ini?Ini tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status