Share

Bab 1054

Author: Imgnmln
last update publish date: 2025-04-11 23:25:07

Murid‑murid Saibu Care mengepung kelompok bayangan itu, namun senyum penghinaan terlukis di wajah Derby dan saudara‑saudaranya.

Loward melirik pada Beverly dan Sienna, bibirnya terangkat. "Cantik sekali!”

Beverly mendengus, dia memegang pisau pendek di tangannya. “Kalian, manusia-manusia busuk! Beraninya mengusik Saibu Care?!”

Saat Viqi mendengar kata itu, dia menyeringai lalu mencabut pedangnya, namun Loward menahan. "Jangan merusak kecantikan mereka. Belajarlah bersopan.”

Derby menunduk, tata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Jamuga
Semoga debay dan ibu nya tidak apa2… informasi nya author nya baru lahiran…
goodnovel comment avatar
Faizal Sofyan
penasaran nih
goodnovel comment avatar
Ngurah Irianto
rugi berlangganan terus nggak ada kelanjutannya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1828

    Namun kemarahan mulai muncul.Bisik-bisik berubah menjadi cacian, lalu meningkat menjadi teriakan penuh emosi. Banyak keluarga dan klan yang merasa dipermainkan. Tapi di saat yang sama, tidak ada yang cukup percaya diri untuk melangkah maju sendirian.Nathan mengamati semuanya dengan tenang. Tatapannya tajam, membaca arah situasi yang mulai memanas.Tanpa banyak bicara, ia memberi isyarat ringan. “Kita mundur dulu.”Nada suaranya terdengar datar, tapi jelas mengandung keputusan.Raze, Nalan, Kieran, serta yang lain langsung memahami maksudnya. Mereka bergerak perlahan, menarik pasukan mereka menjauh dari garis depan, memilih keluar dari pusaran konflik yang mulai terbentuk.Dan benar saja, tak lama setelah itu, kekacauan pecah.Beberapa pihak yang tidak tahan lagi mulai menyerang, mencoba membuka jalan dengan paksa. Sementara itu, kelompok Alric merespons tanpa ragu, serangan dibalas dengan serangan, benturan energi memenuhi udara.Percikan cahaya dari benturan senjata berhamburan, su

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1827

    Angin di sekitarnya seolah ikut melambat.“Aruna…”Whooshh—!Dalam satu gerakan ringan, Pedang Aruna muncul di tangannya, bilahnya bergetar halus, memancarkan cahaya merah yang langsung menyelimuti area di sekitarnya. Aura tajamnya menyebar tanpa ditahan, menekan ruang di sekelilingnya hingga beberapa orang tanpa sadar mundur setengah langkah.Udara terasa begitu berat.Di sudut kerumunan, Rudeus langsung mengangkat kepala, matanya membesar saat menangkap aura pedang itu.“Pedang spiritual…?”Nadanya nyaris berbisik, tapi penuh ketertarikan. Tatapannya berubah dipenuhi keserakahan.“Orang ini bukan dari dunia fana biasa,” gumamnya pelan. “Pedang seperti itu tidak mungkin dimiliki tanpa latar belakang dari Sektor Bayangan.”Namun Nathan sama sekali tidak memedulikan tatapan itu. Seluruh fokusnya sudah terkunci pada Inti formasi.Kekuatan Taiju mulai mengalir ke dalam Pedang Aruna, perlahan namun pasti, membuat getaran bilahnya semakin kuat.BZZZT!Suara dengungan rendah terdengar, sepe

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1826

    Riven langsung menyela dengan nada penuh sinisme. “Kalau tahu, kenapa tidak dari tadi bergerak? Atau kamu menunggu kami capek dulu supaya bisa ambil keuntungan sendiri?”Nathan bahkan tidak menoleh, nada suaranya tetap datar saat menjawab. “Apa yang kulakukan bukan urusanmu.”Kalimat itu jatuh ringan, tapi cukup untuk membuat suasana langsung menegang.Riven terdiam, rahangnya mengeras. Namun tidak ada bantahan yang keluar.Alric mengamati itu semua dengan saksama sebelum akhirnya membuka suara lagi. “Kalau kau bisa menghancurkan formasi ini, aku akan membiarkanmu masuk bersama kami ke dalam.”Namun Nathan hanya menggeleng pelan. “Aku bisa menghancurkannya,” ucapnya santai, “Tapi aku tidak tertarik masuk bersama kalian. Kalian saja yang duluan.”Kalimat itu membuat beberapa orang mengernyit.Riven bahkan mencibir tanpa menahan diri. “Kau takut?” katanya sinis. “Atau kau sudah tahu di dalam ada sesuatu yang tidak bisa kamu tangani?”Nathan hanya tersenyum tipis.Kerumunan langsung berg

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1825

    Di sisi lain, Kaidar yang bersembunyi di sudut memperhatikan semuanya dengan gelisah. Sorot matanya bergerak cepat, menghitung, menimbang, lalu akhirnya tak bisa menahan kekhawatiran yang mulai naik ke permukaan.“Tuan Abyss, dengan kekuatan sebanyak itu ditambah senjata tingkat Origin saja masih tidak cukup. Kalau mereka tidak bisa menghancurkannya, bukankah rencana kita akan berantakan?”Suara itu terdengar pelan, tapi jelas.Entitas di dalam dirinya langsung merespons, nada suaranya terdengar dingin. “Sekumpulan orang yang hanya tahu menggunakan tenaga tanpa otak. Menghancurkan formasi bukan soal siapa paling kuat, tapi siapa yang tahu di mana inti penguncinya. Dengan jumlah sebanyak itu, tidak ada satu pun yang bisa membaca struktur dasar formasi benar-benar memalukan.”Sementara itu, di garis depan, tekanan dalam tubuh Alric terus meningkat. Gagal satu kali masih bisa diterima, tapi dua kali kegagalan di hadapan begitu banyak orang jelas bukan sesuatu yang bisa dia abaikan.Reput

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1824

    Nathan mengangguk pelan, ekspresinya tetap santai seolah pertanyaan itu tidak berarti banyak.“Satu tebasan cukup.”Jawaban itu terdengar ringan. Namun tidak ada kesombongan di sana, hanya kepastian.Nathan sudah menemukan titik inti formasi itu sejak awal. Dengan kendali energi miliknya, ditambah Pedang Aruna, menghancurkan lapisan ini bukanlah masalah.Tapi dia tidak bergerak. Matanya menyipit tipis, memperhatikan sekitar. Ia sedang menunggu.Kaidar dan Empat Ksatria Abyss belum terlihat. Dan satu orang lagi—pemuda yang dia temui di restoran—juga belum menunjukkan dirinya.Orang-orang seperti itu tidak mungkin diam tanpa alasan. Ini bukan soal kekuatan lagi, tpai siapa yang lebih sabar.Nathan memilih menahan diri. Namun tidak semua orang memiliki kesabaran yang sama.Lalu, langkah kaki terdengar.Alric maju ke depan. Aura di tubuhnya naik perlahan, cukup untuk menarik perhatian banyak orang di sekitar. Ia berhenti beberapa langkah dari formasi, lalu menyapu kerumunan dengan tatapan

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 1823

    “Justru karena itu,” jawab Arkhon Abyss pelan. “Semakin sulit dibuka, semakin mereka percaya bahwa di dalamnya ada sesuatu yang berharga.”Hening sejenak.“Keserakahan manusia itu sederhana. Kau hanya perlu memberi penghalang, dan mereka sendiri yang akan menghancurkannya.”Kaidar terdiam.Pelan-pelan, dia mulai mengerti.Kembali ke kerumunan, waktu terus berjalan. Menit bergeser tanpa suara, detik jatuh satu per satu seperti tetesan air di ruang kosong. Namun tak satu pun yang bergerak.Tidak ada yang cukup bodoh untuk jadi yang pertama. Tidak ada yang cukup yakin untuk mempertaruhkan nyawa.Sampai akhirnya, langkah kaki terdengar.Tap. Tap. Tap.Seorang lelaki tua melangkah keluar dari kerumunan. Janggutnya lebat, wajahnya keras, sorot matanya tajam seperti pisau yang sudah lama diasah. Gerakannya mantap, tanpa ragu, seolah keputusan itu sudah dia ambil jauh sebelum semua orang di sini datang.Kerumunan langsung bereaksi.Bisik-bisik muncul.Pandangan beralih, semua mata tertuju pad

  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 705

    Pada saat ini, Nathan menunjukkan tanda-tanda kegagalan, kalau mereka tetap tinggal maka mereka akan mati. Dihadapkan dengan kematian, semua orang itu kabur, sejak awal mereka tidak memiliki hubungan dengan Nathan. Alasan mengapa mereka merekomendasikan Nathan menjadi Ketua Martial Shrine, adalah ag

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 747

    Marcel berkata pada Prisly. “Prisly, bawalah yang lainnya pergi ke ruangan sebelah, ada yang ingin aku bicarakan pada Nathan.”Prisly mengangguk, lalu membawa Sarah, Beverly dan yang lainnya pergi ke kamar sebelah.Setelah Sarah dan yang lainnya pergi, Marcel dan Zephir tiba-tiba berlutut di depan Nat

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 736

    “Kalian Saibu Care benar-benar sangat arogan, apakah kalian tidak menganggap bahwa diatas langit masih ada langit?” Melihat Herold yang bersikap arogan, mata Hudson sedikit menyipit.Herold menatap Hudson dan mengernyitkan keningnya. “Siapa kamu? Apakah bantuan yang direkrut oleh Vito?”“Dia adalah Pe

    last updateLast Updated : 2026-03-25
  • Kembalinya sang Dewa Perang   Bab 780

    “Ditempat sedingin ini kenapa air kolam itu tidak membeku?” Beverly bertanya dengan bingung saat melihat air yang seperti tinta di kolam itu.“Lihat, ada seseorang di dalam kolam!” Saat itu, Prisly berteriak kaget.Nathan dan yang lainnya melihat ke arahnya, dan menemukan sebuah batu besar yang ter

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status