Share

Kesandung Cinta Si Ulat Buku
Kesandung Cinta Si Ulat Buku
Author: TISSA

001 Murid kelas 1

Author: TISSA
last update Last Updated: 2026-02-25 02:36:18

Mentari pagi sudah mulai bersinar, menembus celah celah tirai kamar Vania. Hari begitu cerah seakan merestui lembar baru anak kelas 1

Tuk tuk tuk.. suara ketukan pintu terdengar begitu cepat

"non.. bangun non.."

Wanita paruh baya itu pun membangunkan Vania dari tidurnya. Ia pun meletakan sarapan di samping nakas sambil mengetuk pintu kamar vania

Ia adalah Bi Asih, pembantu kepercayaan keluarga vania. Sejak Vania lahir ia sudah di asuh oleh Bi Asih.

Hoammmmh....Iya biiii

Vania pun beranjak dari tempat tidur dan membiarkan Bi Asih masuk mengantarkan sarapan.

Makasih ya bi, bibi emang yg terbaik.

Vania memeluk Bi Asih. Walapun Bi Asih adalah pembantunya ia sangat menyayangi Bi Asih layaknya Mama kandungnya sendiri.

"Hmm non mah bisa aja. Yaudah kalau gitu saya kebawah dulu ya non, mau siapin yang lain"

"Iya bi" Vania tersenyum dan segera siap siap dan memakan sarapan yang telah di antarkan Bi Asih.

Pagi ini menunjukan Pukul 07.05, Vania berpamitan dengan Bi Asih. Sementara papa nya sudah lebih dulu berangkat ke kantor.

"Bi Vania berangkat dulu ya.. "

ia pun menyalami tangan Bi Asih.

"Iya non, hati-hati, semoga hari ini menyenangkan ya"

Vania membalasnya dengan senyuman yang sangat manis, sehingga Bi Asih pun geleng-geleng kepala melihat perilaku majikannya. Baginya Vania adalah anak yang manis, anak yang baik.

Sesampainya disekolah Vania turun dari mobil. kulitnya yang putih berseri, rambutnya yang terurai membuat semua mata terpana kepadanya. Ditambah aksesoris dan tas vania yang begitu cantik bernuansa merah muda itu membuat penampilannya begitu manis.

Eriko, dan daniel semua terpana melihat kecantikan Vania. Sampai kenzo yang memanggil mereka pun tidak mendengarkan

"Woi lagi ngapain sih, kok dari tadi di panggil enggak denger"

Sontak Kenzo ngeliat arah mata mereka memandang.

"Giliran cewe aja lu di panggilin gak nyaut"

Kenzo sebagai panitia pun mengumpulkan murid-murid baru memberikan wejangan sebelum melakukan kegiatan yang namanya MOS (Masa Orientasi Siswa).

"Selamat pagi adik-adik semua, Perkenalkan saya Kenzo, saya selaku ketua OSIS sekaligus ketua panitia pada acara MOS kita pada kali ini. Saya perwakilan dari rekan-rekan saya. Sebelumnya saya ucapkan terimakasih atas partisipasi adik-adik semua yang telah turut serta dan membawa atributnya, dan saya mengucapkan selamat datang di sekolah baru

Mari berikan aplous nya dulu karena adik adik telah lulus dan sampai pada tahap ini.

Yeyyy tepuk tangan dan sorak soray gembira dari murid baru.

Kemudian di lanjutkan dengan perkenalan masing-masing osis dan seluruh murid baru. Dan setelah itu mereka melanjutkan dengan menjalankan misi yang di berikan oleh kakak panitia.

Acara berjalan menyenangkan hingga pada tahap akhir, wajah peserta yang telah lolos di berikan masker kopi. Sebagai tanda mereka telah menyelesaikan misi yang di berikan dan boleh istirahat. Kejadian itupun sengaja di rekam oleh kating sebagai kenang-kenangan dan di masukan kedalam i*******m sekolah.

Sampai pada Vania saat hendak diberikan kopi anggota OSIS pun seperti tidak tega. Dan ia banyak di berikan pertanyaan modus oleh kaka kelasnya itu, hingga kenzo pun memberikan Vania masker kopi.

"Aduh ka jangan banyak-banyak"

"Gapapa nanti juga ilang sendiri"

Vania sontak saja manyun, karna sebelum kesekolah ia sudah pakai skin care dan pakai bedak ysl.

"Luntur sudah kecantikan ku ini" vania hanya pasrah dan bergumam di dalam hati.

"Nyebelin banget deh"

Vania pun duduk di bawah batang seri di taman sekolah sambil manyun. Ia tidak mengenali siapapun disekolah itu Tiba tiba saja dua orang siswi mendekatinya.

"Hai, kenalin aku Esti"

"Kenalin aku Mutia"

Esti pun mengulurkan tangannya. Kemudian juga dilakukan oleh Mutia.

Vania yang merunduk pun sontak menghadap ke atas. Dan membalas jabat tangan Esti dan Mutia

"Hai, aku Vania"

Mereka pun berkenalan dan bercanda tawa.

"Aku gak nyangka loh ternyata rumah kita deketan ya, cuma beda kompleks aja" (Vania)

"Iya juga ya, jangan jangan jurusan kita juga sama lagi ya?" (Esti)

"Iya juga yah, kamu ngambil jurusan apa Van? (Mutia)

"Aku ipa mut"

"Wah sama dong kita" jawab Esti dan Mutia kompak.

Esti dan Mutia sudah sahabatan dari SMP mereka sudah janjian, mereka alumni yang sama yakni SMP di Al- Azhar, Sedangkan Vania di SMP Pelita.

"Wah bisa nih, kapan kapan kita ngerjain tugas bareng ya" (Vania)

"Boleh juga tuh idenya vania" sahut Esti

Muti pun manggut-mangut tanda setuju

"Gue sih Oke oke aja"

Ting nong.. istirahat sudah selesai saat nya memasuki jam pelajaran. Para siswa dan siswi pun berhamburan menuju kelas.

"Perhatian perhatian, bagi anak kelas 1 di harapkan menuju sumber suara"

Buk dewi adalah guru Bk memanggil siswa dan siswi kelas 1 untuk memberitahukan pengumuman tentang pembagian kelas masing-masing.

"Wih ada pengumuman guys, yuk cabut kesana" ajak Esti

Ayo ayo, seru Mutia dan Vania.

Anak-anak pembagian kelas sudah di buatkan, silahkan kalian baca di Mading sekolah, dan cari kelas kalian masing-masing. Setelah ini Wali kelas kalian akan menyusul.

Murid kelas 1 sangat antusias dengan pembagian kelas barunya, keseluruhan kelas 1 dengan berbeda jurusan totalnya ada 10 kelas. Sekolah ini memang cukup besar dan banyak diminati oleh masyarakat.

Setelah selesai memilih kelas, Vania pun mengajak Esti dan Mutia ke kantin. Semua mata tertuju kepada mereka sontak mereka jadi pusat perhatian. Mereka bertiga cantik- cantik dan bening. Tak sedikit dari mereka yang langsung di dekati kakak kelas.

Di kantin mata vania tertuju dengan cowok yang duduk sendirian. Saat matanya bertatapan cowok itu langsung pergi.

Pov si cowok

"Nih anak ngapain ngeliatin gue dari tadi, ganggu aja". Ia hanya mampu bergumam di dalam hati.

Azkara memang gemar membaca buku, ia disekolah sebelumnya dijuluki si kutu buku.

Ia bertekad untuk masuk universitas terkenal, kalau perlu lulus kuliah di alvard.

Ia memang tidak berminat untuk berteman, apalagi berpacaran. karena baginya akan mengganggu konsentrasinya dalam belajar, dia hanya ingin lebih fokus kepada pelajaran. Meskipun begitu setiap ada seseorang mendekatinya dia tetap merespon dengan baik. Namun saat di tatap Vania ia hanya gugup saja di tatap seorang perempuan.

POV Vania

"Dih kenapa langsung pergi, apa gara-gara gue liatin ya? Tapi masak sih gara-gara itu doang dia pergi"

"Hah lu kenap ngedumel sendiri van?"

hesti pun keheranan

"Iya tau tuh" sahut mutia

"Tadi gue ngeliatin cowo, terus tiba2 dia pergi gitu aja pas tatap mata sama gue"

Ego Vania pun tidak terima, karena baru kali ini dia seperti di tolak mentah-mentah oleh seorang cowok.

"Mungkin perasaan lu aja kali van, mungkin dia mau ke kelas atau ke toilet."

"Hah iya ya"

Vania pun manggut manggut oleh penuturan mutia

"Yuk balik ke kelas, gak sabar mau liat siapa aja temen kita, dan siapa wali kelas kita"

Esti pun mengajak teman temannya

"Iya yuk guys" sahut Mutia

Mereka ber tiga pun menuju kelas dan duduk di bangku masing-masing

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   006 Salah Sasaran

    Hari pun berganti pagi, mereka pun berkutat pada aktifitas masing-masing. Langit yang mendung disertai bau hujan yang bercampur dengan tanah, tidak memudarkan semangat mereka untuk menjalani kehidupan. Sesampainya di sekolah Vania dan para murid lainnya melaksanakan apel pagi sebelum memasuki kelas masing-masing. Sorot mata Vania tengah mencari Azkara. tatapannya menyusuri barisan para murid. namun ia tak menemukan azkara. "Kemana ya tuh bocah" Vania hanya mampu bergumam dalam hati. Raut wajahnya berganti menjadi datar seolah sedang kehilangan semangat hidupnya. "Van, liat tuh Kenzo kayaknya ngeliatin ke arah sini deh" Esty yang sedari tadi memperhatikan Kenzo merasa tertohok ketika Kenzo balik menatapnya. Sehingga ia menoel Vania karena salting. "Ngeliatin lu kali ty" Jawab Vania ngasal Esty pun tersipu malu. Karena ia memang naksir kepada Kenzo. "Tapi kenzo ganteng banget ya Van, mungkin gak kalau dia bisa jadi milik gue." "Ya mungkin aja Ty. Di dunia ini gak ad

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   005 Rahasia kelam si ulat buku

    Vania terus menunggu di depan gerbang, dan benar saja Azkara melewatinya. Vania langsung tancap gas mengikuti Azkara diam-diam. "Loh kok arahnya kesini" "RSJ Harapan Jaya?" Vania mengeja nama rumah sakit tersebut. Vania pun heran mengapa Azkara berhenti di RSJ. Ia pun bertanya-tanya di dalam hati. "Siapa yang sakit jiwa?" "Hah jangan-jangan bener dugaan gue, si ulet nih yang konslet akibat kebanyakan belajar hehe" Vania pun terkekeh sendiri. Diam diam vania masih mengikuti Azkara. Karena ia masih sangat penasaran. Sampai akhirnya langkahnya terhenti di depan sebuah ruangan. Ia mencoba menguping pembicaraan Azkara di samping ruangan tersebut. "Huuuu huu hu hu" Tangis Vita "Mah Azka datang, mamah please jangan sedih lagi." "Kamu janji sama mamah, kalau kamu bisa dapetin nilai terbaik. Kalau perlu kamu harus jadi juara umum disekolah" "Iya mah, Azka usahain yah. Tapi mamah janji jangan sedih lagi". Azkara memeluk wanita paruh baya itu. Dalam hatinya ia sangat merasa

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   004 Tiba-tiba keliling Kota

    Vania terus terusan merasa sedih karena perkataan papahnya tadi. Ia pun memutuskan untuk pergi ke TPU tempat dimana mamahnya di makamkan. Ia bercerita banyak sekali ia mencurhkan isi hatinya di makam mamahnya. "Mah aku kangen banget sama mamah. Mamah tau gak, aku sekarang udah SMA. Aku sekarang udah berubah mah. Aku gak pernah berantem lagi, aku berusaha jadi lebih baik. Walapun belum seperti keinginan papah." Vania hanya getir menahan tangis, tapi air mata itu tetap saja tumpah. Ia terus menangis sampai tidak terasa waktu menunjukan pukul 18.00 Wib. Vania meninggalkan makam mamahnya dengan lunglai. Ia pun duduk sebentar di taman kota. Tanpa sengaja Azkara melihatnya "Itu Vania bukan ya? Tumben dia sendirian, mana mukanya kusut banget lagi. kayak kanebo kering." "Woi" Azkara menepuk pundak Vania berharap dia kaget "Ulet, ngapain lo disini, lo ngikutin gue ya?" "Ulet.. ulet. Siapa yang lo bilang ulet" "Ya, elo lah. Siapa lagi?" "Kalau gue ulet, berarti lu tai nya" "Ih nyeb

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   003 Putus

    Setibanya di kelas Vania hanya banyak melamun. Sesekali ia hanya membuang nafas berat. Mutia dan Esti yang memahami sikap Vania langsung bertanya "Lu kenapa Van" "Iya, gak biasanya lu ngelamun begini, lagi ada masalah ya?" Vania pun cerita apa yang ia alami kemarin. perihal pacarnya tidak membalas pesannya, dan kejadian tadi pagi. "Gak biasanya dia gak bales chat gue, dulu dia gak pernah bersikap dingin ke gue." "Yaudah lu yang sabar ya Van. Gimana kalau hari ini kita nge mall aja, Siapa tau bisa nenangin pikiran lo" "Iya bener tuh kata Esti" Vania pun tersenyum "Makasih ya, kalian udah baik banget ke gue" Setelah bel pulang sekolah berbunyi, para murid pun berhamburan keluar gerbang. Tak terkecuali dengan Vania dan Cs. Vania dan teman nya mereka langsung menuju mall. Sesampainya di mall mereka makan ramen, Beli ice cream, dan main capit di team zone. Sampai akhirnya Vania memeregoki pacarnya jalan dengan cewe lain. Vania pun sempat foto pacarnya dengan wanita it

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   002 Hari yang melelahkan

    Setelah selesai berkenalan dengan wali kelas, dan teman-teman sekelasnya. Mereka pun berhamburan pulang setelah bunyi bel. "Bye Van, Bye ti. gue pulang duluan ya udah di jemput" Mutia melambaikan tangannya kepada Vania dan Hesti. Tak lama kemudian Hesti juga di jemput. "Gue duluan ya Van" "Iya hati-hati" "Lo juga" "Bye" "Bye" Vania pun ke parkiran menuju mobilnya. Tanpa disengaja saat hendak membuka pintu ia menyenggol motor seseorang, yang tak lain itu adalah Azkara. Dan menyebabkan helemnya jatuh berguling-guling. "Duh maaf gue gak sengaja" "Mangkanya pake mata" Vania pun kesal dan bete karena dari tadi azkara selalu ketus. Azkara pun meletakkan buku yang ia baca di atas jok motor miliknya, dan mengambil helemnya yang sudah jatuh berguling guling itu. Saat ia hendak mengambil helemnya Vania mendesak agar ia mau menggeser motornya. "Aduh, ini motor butut bisa di pinggirin dulu gak?" "Apa lu bilang tadi? Motor butut? Lu gak tau apa ni motor kesayangan gue" "Bodo amat, s

  • Kesandung Cinta Si Ulat Buku   001 Murid kelas 1

    Mentari pagi sudah mulai bersinar, menembus celah celah tirai kamar Vania. Hari begitu cerah seakan merestui lembar baru anak kelas 1Tuk tuk tuk.. suara ketukan pintu terdengar begitu cepat"non.. bangun non.."Wanita paruh baya itu pun membangunkan Vania dari tidurnya. Ia pun meletakan sarapan di samping nakas sambil mengetuk pintu kamar vaniaIa adalah Bi Asih, pembantu kepercayaan keluarga vania. Sejak Vania lahir ia sudah di asuh oleh Bi Asih.Hoammmmh....Iya biiiiVania pun beranjak dari tempat tidur dan membiarkan Bi Asih masuk mengantarkan sarapan.Makasih ya bi, bibi emang yg terbaik.Vania memeluk Bi Asih. Walapun Bi Asih adalah pembantunya ia sangat menyayangi Bi Asih layaknya Mama kandungnya sendiri."Hmm non mah bisa aja. Yaudah kalau gitu saya kebawah dulu ya non, mau siapin yang lain""Iya bi" Vania tersenyum dan segera siap siap dan memakan sarapan yang telah di antarkan Bi Asih.Pagi ini menunjukan Pukul 07.05, Vania berpamitan dengan Bi Asih. Sementara papa nya sudah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status