Share

94.

last update publish date: 2026-09-11 23:58:07
"Aku tak pernah main-main soal ini Daf, kamu tahu aku bagaimana orang nya." Kata Tuan Kenzo dengan santai namun masih dengan tatapan tajam nya ke arah Tuan Daffa. Aluna di sana bak patung yang menonton perdebatan kusir yang sangat awet tak kunjung selesai. Bukan karena Aluna tak ingin melerai atau memberikan klarifikasi yang nyata, namun di hadapan Tuan Kenzo dirinya takut akan salah bertindak. Jadi Aluna memilih diam dan akan bersuara saat Tuan nya meminta.

Kini giliran Tuan Daffa yang menata
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   96.

    Mas aku bawakan bekal untuk mu sarapan, kenapa tadi tidak sarapan dulu di rumah?" kata Aluna yang mengabaikan tatapan dingin Tuan Kenzo. "Aku sibuk, dan sudah sarapan tadi di mobil. Lebih baik kamu bawa pulang kembali saja makanan itu!" Jawab Tuan Kenzo tegas tanpa mempedulikan perasaan dan perubahan raut wajah Aluna yang tiba-tiba berubah. "Sarapan apa di mobil mas?" Tanya Aluna yang masih tak ingin menyerah. "Sandwich, Rangga yang membelinya." Jawab Tuan Kenzo dengan santainya. Sedangkan nama yang tiba-tiba terseret itu pun sedikit terkejut juga panik berada di antara drama rumah tangga Tuan nya. "Ya sayang sekali, padahal aku sudah memasakkan nya untuk mu dan bela-belain datang supaya kita bisa makan bersama." Jelas Aluna yang tampak sedikit kecewa dengan jawaban Tuan Kenzo, meskipun begitu tidak membuat Tuan Kenzo merasa iba. "Aku tidak memintamu untuk masak dan mengantarkan nya ke kantor. Lebih baik sekarang kamu bawa kembali makanan mu itu dan segera kembali ke ma

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   95

    "Mas aku bawakan bekal untuk mu sarapan, kenapa tadi tidak sarapan dulu di rumah?" kata Aluna yang mengabaikan tatapan dingin Tuan Kenzo. "Aku sibuk, dan sudah sarapan tadi di mobil. Lebih baik kamu bawa pulang kembali saja makanan itu!" Jawab Tuan Kenzo tegas tanpa mempedulikan perasaan dan perubahan raut wajah Aluna yang tiba-tiba berubah. "Sarapan apa di mobil mas?" Tanya Aluna yang masih tak ingin menyerah. "Sandwich, Rangga yang membelinya." Jawab Tuan Kenzo dengan santainya. Sedangkan nama yang tiba-tiba terseret itu pun sedikit terkejut juga panik berada di antara drama rumah tangga Tuan nya. "Ya sayang sekali, padahal aku sudah memasakkan nya untuk mu dan bela-belain datang supaya kita bisa makan bersama." Jelas Aluna yang tampak sedikit kecewa dengan jawaban Tuan Kenzo, meskipun begitu tidak membuat Tuan Kenzo merasa iba. "Aku tidak memintamu untuk masak dan mengantarkan nya ke kantor. Lebih baik sekarang kamu bawa kembali makanan mu itu dan segera kembali ke m

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   94.

    "Aku tak pernah main-main soal ini Daf, kamu tahu aku bagaimana orang nya." Kata Tuan Kenzo dengan santai namun masih dengan tatapan tajam nya ke arah Tuan Daffa. Aluna di sana bak patung yang menonton perdebatan kusir yang sangat awet tak kunjung selesai. Bukan karena Aluna tak ingin melerai atau memberikan klarifikasi yang nyata, namun di hadapan Tuan Kenzo dirinya takut akan salah bertindak. Jadi Aluna memilih diam dan akan bersuara saat Tuan nya meminta. Kini giliran Tuan Daffa yang menatap ke arah Aluna dengan tanda tanya besar juga rasa penasaran. Tahu apa yang lebih besar dari itu? rasa sebuah pengharapan, berharap Aluna menyangkal semua apa yang sudah dikatakan oleh Tuan Kenzo tadi. "Kenapa?" Tanya Aluna tak mengerti saat ditatap sedemikian rupa oleh Tuan Daffa. "Perjelas semuanya Lun? Jika kamu yang berkata, saya akan langsung percaya." kata Tuan Daffa mengutarakan maksudnya. Baginya sangat percuma kini meladeni Tuan Kenzo yang jelas tidak akan ada habisnya. Aluna yang

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   93.

    "Kenapa kamu mengambil jatah makan ku? apa di rumah besar mu itu tidak ada makanan? sampai-sampai harus numpang makan di sini?" Sergah Tuan Kenzo dengan sangat sinis menatap ke arah Tuan Daffa yang masih bersikap dengan sangat tenang. Mereka sudah cukup lama berteman, sehingga hal seperti ini tidak menjadi masalah bagi Tuan Daffa, dia sudah cukup tahu dan sangat mengenal watak dan karakter Tuan Kenzo, sehingga tidak kaget melihat Tuan Daffa yang saat ini sedang dalam mode tak terbantahkan. "Aku tidak mengambil nya, bukankah tadi kamu bilang pada Luna jika kamu sudah sarapan? Dia bahkan hampir memberikan makanan mu ini pada security jika aku tidak mengajak nya sarapan di sini." Jelas Tuan Daffa masih dengan begitu tenang, sedangkan Tuan Kenzo sendiri semakin kesal dengan Aluna yang menurut nya seenak nya saja membagikan makanan untuknya kepada orang lain. "Diam lah... sekarang aku lapar lagi." kata Tuan Kenzo membuat Tuan Daffa tersenyum sinis melihat tingkah Tuan Kenzo yang ba

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   92.

    "Kamu di sini? lagi apa?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul di belakang Aluna. Sontak saja Aluna segera melihat ke sumber suara. "Mas... " Kata Aluna yang terkejut melihat sosok yang beberapa hari ini sudah lama tak ditemuinya. "Lagi apa di sini? kamu kerja di sini juga?" Tanya laki-laki yang tak lain adalah Tuan Daffa. "Ahh... emmm... itu... " Tiba-tiba Aluna bingung harus menjawab seperti apa. Mana mungkin Aluna mengatakan jika dirinya datang ke kantor suaminya sendiri untuk mengantarkan sarapan? tentu saja itu tidak akan Akuna lakukan karena sejauh ini Tuan Daffa belum tahu tentang pernikahan nya bersama dengan Tuan Kenzo. Buka Aluna yang tidak ingin mengatakan nya, tapi Tuan Kenzo yang tidak mempublikasikan status mereka bahkan dengan teman-teman dekatnya. "Mas Daffa sendiri lagi apa di sini? setau aku kantor Mas Daffa bukan di sini?" Tanya Aluna yang mengalihkan pertanyaan nya, pasalnya dia sendiri juga merasa heran kenapa bisa ketemu Daffa di tempat itu. "Saya ada

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   91.

    "Mas aku bawakan bekal untuk mu sarapan, kenapa tadi tidak sarapan dulu di rumah?" kata Aluna yang mengabaikan tatapan dingin Tuan Kenzo. "Aku sibuk, dan sudah sarapan tadi di mobil. Lebih baik kamu bawa pulang kembali saja makanan itu!" Jawab Tuan Kenzo tegas tanpa mempedulikan perasaan dan perubahan raut wajah Aluna yang tiba-tiba berubah. "Sarapan apa di mobil mas?" Tanya Aluna yang masih tak ingin menyerah. "Sandwich, Rangga yang membelinya." Jawab Tuan Kenzo dengan santainya. Sedangkan nama yang tiba-tiba terseret itu pun sedikit terkejut juga panik berada di antara drama rumah tangga Tuan nya. "Ya sayang sekali, padahal aku sudah memasakkan nya untuk mu dan bela-belain datang supaya kita bisa makan bersama." Jelas Aluna yang tampak sedikit kecewa dengan jawaban Tuan Kenzo, meskipun begitu tidak membuat Tuan Kenzo merasa iba. "Aku tidak memintamu untuk masak dan mengantarkan nya ke kantor. Lebih baik sekarang kamu bawa kembali makanan mu itu dan segera kembali ke ma

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   8. Salah Paham

    "Akkh ... sakit ... tolong lepaskan!" Pinta Aluna yang meringis menahan perih di pergelangan tangan nya."Masuk..!" Satu kata penuh ketegasan juga kemarahan yang memuncak."Aauu ..." Tubuh ramping Aluna terlempar begitu saja di kursi penumpang. Tak lama tubuh besar lain nya ikut masuk dengan nafas

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   7. Kabur?

    Tuan Kenzo pergi meninggalkan Aluna begitu saja saat makanan miliknya sudah habis. Tanpa menghiraukan Aluna yang masih berkutat dengan makanan nya sendiri. "Nyonya kenapa makanan nya hanya diaduk-aduk saja? Apakah Nyonya muda tidak menyukai nya? Saya akan buatkan yang baru untuk nyonya." Kata Bik

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   6. Bukan Nyonya Sungguhan

    Aluna tak bisa tidur dengan tenang. Setiap perkataan yang Tuan Kenzo lontarkan padanya terus berputar dalam benak Aluna. Gadis itu merasa terhina, di hadapan Tuan Kenzo dirinya seolah tidak punya harga diri. Aluna berfikir jika hal ini terjadi karena pernikahan balas budi yang hanya bertahan di a

  • Kesandung Cinta Tuan Mafia   5. Malam Pertama atau Bukan?

    Malam semakin larut, Aluna dan Tuan Kenzo berpamitan untuk kembali ke mansion meninggalkan kediaman Tuan Damian.Di depan Tuan Damian Aluna dan Tuan Kenzo bersikap layaknya seorang pasangan suami istri pada umum nya, meskipun Aluna sendiri tahu jika hal itu hanya penuh dengan kepura-puraan saja. Me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status