Share

Bab 112 -

Author: Pipin
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-03 09:55:20

"Tenang, Elian... Tenang," gumamnya, mencoba mengatur napas yang terasa semakin pendek. "Sarah sudah pernah tidur dengan pria lain. Dia pernah menikah, dia punya masa lalu yang kelam. Mungkin itu bukan anakmu. Ya, mungkin dia hanya mencari kambing hitam karena dia sudah bangkrut."

​Pikiran itu menjadi satu-satunya pelampung yang bisa ia pegang agar tidak tenggelam dalam kegilaan. Ia mencoba membangun tembok penyangkalan di kepalanya. Namun, bayangan wajah bayi itu kembali melintas—garis rahangn
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 215 - Aku bukan anak kecil!

    "Lana... aku sudah bilang kan, jangan dekat-dekat dengan dia," bisik Saka. Sebagai kakak, ia tidak bisa membiarkan adiknya dekat dengan pria yang menurutnya adalah personifikasi dari kesialan.Lana tersentak, menoleh dan mendapati Saka sudah berdiri di samping motor besarnya yang terparkir tepat di depan pintu keluar pasar. "Kak? Kenapa bisa ke sini?"Lana menghela napas frustrasi. Padahal ia sudah berencana untuk pulang naik bus—meski melelahkan, setidaknya ia merasa mandiri. Tapi kehadiran Saka menghancurkan rencana "pelarian" kecilnya itu."Om Elian yang menyuruhku menjemput. Beliau ada urusan mendadak dan membawa sopir rumah, Tante Rinjani juga sedang sibuk di butik," terang Saka, matanya tidak lepas menatap Eran dengan pandangan penuh permusuhan.Eran yang sedari tadi hanya diam sembari menyampirkan tas kameranya, kini menatap Saka dengan dahi mengernyit. Ia merasa pernah melihat wajah ini, tapi memorinya tentang masa sekolah sudah ia buang j

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 214 - Tugas Utama

    "Nggak punya teman? Please, gue bisa dapetin siapa pun kalau gue mau. Termasuk lo," ancam Lana dengan nada angkuh yang khas, mencoba mempertahankan harga dirinya yang mulai tersudut.​Eran tertawa hambar lalu berkata, ​"lo kira di sini ada yang bakal tertarik sama lo? Atau sama nama besar keluarga lo? Liat sekeliling lo. Di sini isinya mahasiswa beasiswa yang harus kerja sampingan buat makan, atau anak pegawai biasa, bahkan anak buruh tani. Nggak ada yang punya waktu buat peduli sama drama 'Tuan Putri' kayak lo. Di sini, lo itu bukan siapa-siapa."​Lana terdiam, dia tidak bisa membantah,karna dia tahu, itulah kenyataannya.Tak lama pintu kelas terbuka lebar. Beberapa mahasiswa senior masuk dengan wajah "garang" yang dibuat-buat, membawa tumpukan kertas dan pita kain.​"Oke, perhatian semuanya! Mahasiswa baru, silakan berdiri!" teriak salah satu senior.​Lana mengernyit. Di tahun ini, tradisi Inaugurasi dan Pengakraban masih kental, meski bentuknya

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 213 - Eran

    "Ya ampun, akhirnya aku sampai juga di sini," gumamnya sambil menatap sekeliling.Ia akhirnya berdiri di depan gerbang kampus yang tampak semakin renta. Hari ini, ia sengaja memilih pakaian paling simpel yang ia punya—kaus polos berwarna putih dan celana denim gelap. Ia berharap bisa sedikit membaur dan tidak menarik perhatian. ​Apalagi, ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia menaiki bus umum. Pengalaman yang membuatnya berkali-kali mual karena bau asap dan sesak, namun ia bertahan demi sebuah kata: kebebasan.​Begitu ia melangkah melewati gerbang, atmosfer kampus yang "berbeda" itu kembali menyergapnya. Dan entah karena kutukan atau kebetulan, mata Lana langsung tertuju pada satu titik di koridor utama.​Di sana, bersandar pada pilar gedung yang catnya mengelupas, berdiri Eran.​Pria itu tampak sedang menghisap sebatang rokok dengan gaya masa bodoh. Rambut gondrongnya yang berantakan tertutup kupluk hitam, dan tatapannya yang sayu namun tajam sedang mengawasi lalu lalang mahasisw

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 212 - Kiss

    "Om! Aku sudah cukup usia kalau hanya untuk menikah!" seru Sonya, tak mau kalah. Ia berdiri tegak, menantang tatapan Antonio dengan keberanian yang entah datang dari mana. "Kamu jangan macam-macam. Dengar, kamu masih harus kuliah, harus mengejar cita-citamu. Menikah itu urusan belakangan," balas Antonio. Suaranya berusaha tetap tegas, meski sebenarnya batinnya sedang jungkir balik. "Lalu, apa Om mau kita terus-terusan seperti ini selama empat tahun ke depan?" Antonio menghela napas panjang, mencoba memberikan pengertian yang paling logis. "Aku akan berusia 46 tahun, Sonya, saat kamu lulus nanti. Dan seandainya saat itu kamu memilih pria lain yang lebih muda, aku akan mendukungmu sepenuhnya. Bukan karena aku melanggar kata-kataku sendiri—aku menyayangimu—tapi aku ingin gadis yang aku sayangi tumbuh menjadi wanita yang kuat dan pintar." "Om..." gumam Sonya, matanya mulai berkaca-kaca. "Tidak. Mamamu tidak akan pernah melepasmu begitu saja, aku tahu itu. Sekarang pulang, sopirku aka

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 211 - Om, ayo nikah.

    Karin diam, omelannya terhenti seketika. Ia menatap Saka seolah pria itu baru saja kehilangan kewarasannya akibat hantaman balok di bahu tadi. ​"Kamu... kamu barusan kena pukul di kepala juga ya? Kok ngomongnya ngaco!" seru Karin, wajahnya memerah padam, entah karena sisa emosi atau karena malu yang mendadak menyerang. ​"Gue serius, Rin. Gue suka cewek yang bisa jagain gue," goda Saka sambil tertawa kecil, meskipun wajahnya sedikit meringis saat rasa perih di bahunya mulai menjalar. ​"Nggak!" tegas Karin tanpa ragu. "Aku lebih suka cowok yang bisa diandelin, daripada yang cuma bisa ngandelin ceweknya." ​Sudah tidak terhitung berapa kali Saka ditolak mentah-mentah. Di saat mahasiswi lain di kampus berusaha keras mencuri perhatiannya, Karin justru menghindarinya seolah Saka adalah wabah yang harus dijauhi. Penolakan itu bukannya membuat Saka menyerah, malah membuatnya semakin penasaran. ​"Gue emang nggak jago berkelahi kayak lo, tapi gue pasti bisa jadi tameng lo kok suatu hari nan

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 210 - Ayo kita pacaran

    Setelah pembicaraannya dengan Antonio di teras berakhir, Elian melangkah masuk ke ruang tengah. Di sana, Rinjani sedang duduk bersama Lana, menatap layar televisi yang masih menyiarkan berita duka dari keluarga Wijaya.​"Kasihan ya, Sayang, keluarga Jacob," ujar Rinjani saat Elian duduk di sampingnya. "Sekalipun aku merasa Sefa bukan wanita yang bisa diajak kerja sama dengan baik, tapi kalau dia menghilang begitu saja, rasanya iba juga. Apa menurutmu, Sefa juga mengikuti langkah kakaknya... bunuh diri?"​Elian terdiam. Ia memilih menyimpan rapat-rapat rahasia tentang keterlibatan Antonio dalam menyelamatkan perusahaannya. Ia tidak ingin istrinya tahu bahwa di balik runtuhnya Wijaya, ada tangan dingin teman lamanya yang bekerja sebagai perisai. Elian hanya mengangguk pelan, matanya tetap tertuju pada TV yang menyala, meski pikirannya melayang jauh.​Pandangan Elian kemudian beralih kepada Lana. Anak gadisnya itu tampak sedang menyiapkan beberapa keperluan untuk esok hari.​"Lana, besok

  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 107 - Model Vs desainer Galak

    ​Sore itu di studio baru "Boy’s Touch", Boy sedang sibuk dengan kapur jahitnya di atas kain beludru. ​Tiba-tiba, pintu kaca studionya terbuka dengan denting lonceng yang kencang. Masuklah Nabila dengan gaya catwalk seolah-olah lantai studio itu adalah panggung Paris Fashion Week.​"Boy! Miss me?" s

    last updateHuling Na-update : 2026-03-29
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 97 - Berakhir nya Tahta Hendra Baskara

    ​"Bagaimana dengan pembelian saham tambahan itu? Kenapa laporannya belum masuk?!" bentak Hendra.​"M-maaf, Tuan Hendra. Ada kendala teknis dari bank koresponden di Kamboja," jawab sekretaris itu dengan suara bergetar. "Sistem mereka menolak otorisasi transaksi kita sejak pagi tadi."

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 96 -

    ​"Duh, El! Rasanya pengen banget gue sewa tukang santet paling mumpuni se-Asia Tenggara, biar paman lo itu bisulan sebadan-badan! Kesal banget gue, masa karya seni gue dianggap kayak tumpukan koran bekas. Minimal kasih dia gatal-gatal yang nggak sembuh tujuh turunan deh, biar dia nggak sempat mik

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Kesayangan Tuan Elian   Bab 101 - Harga diri Lelaki

    Boy melangkah gontai menuju parkiran.Tanpa berpikir panjang, ia melajukan kendaraannya menuju kediaman Elian. Namun, tujuannya kali ini bukan sang kakak, melainkan sosok yang selalu punya sisi lembut untuk mendengarkan keluh kesahnya.​Sesampainya di sana, Boy langsung menghampiri Rinjani yang teng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status