Beranda / Mafia / Kesayangan Tuan Mafia / Bab 31. Dihadang Preman

Share

Bab 31. Dihadang Preman

Penulis: Davian
last update Tanggal publikasi: 2026-02-07 20:59:34

Kata-kata itu menghantam dada Laura seperti palu godam. Menekan keras dadanya. Menyesakkan sekali.

“Aku tidak mau kau hamil.”

Laura memalingkan wajahnya ke jendela mobil. Rahangnya mengeras, matanya berkilat menahan sesuatu yang nyaris tumpah. Ia tak menyangka Aslan akan mengucapkannya sejelas itu, tanpa ragu, tanpa jeda. Seolah kehamilan adalah kesalahan yang harus dihapus secepat mungkin.

Jadi Aslan memang tidak menginginkan kehamilannya.

“Tenang,” ucap Laura pelan, nyaris berbisik, tapi suar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 124. Menikah?

    Mariana terus menatap Jayden seolah tidak bisa berpaling. "Kau tahu? Nenek sudah menyiapkan kamar untukmu. Kamar terbaik di lantai dua. Ada perosotan dan kolam bola. Kau suka?"Jayden yang tadinya mengantuk kini matanya berbinar. "Perosotan? Kolam bola?""Iya! Nenek suruh Hans membuatnya khusus untukmu. Amber juga sudah membelikan mainan-mainan. Banyak sekali. Ayo, Nenek tunjukkan!"Tanpa menunggu jawaban, Mariana langsung berjalan masuk ke dalam mansion dengan Jayden masih dalam gendongannya. Laura dan Aslan mengikuti di belakang, saling pandang dengan senyum tipis.Melihat bagaimana Mariana antusias dan bersikap berbeda dari sebelumnya, menunjukkan jika ia memang sudah berubah sekarang. Wanita tua itu menerima Laura dan Jayden ***Mansion itu sungguh luar biasa. Lampu gantung kristal menggantung di langit-langit tinggi. Lantai marmer mengkilap memantulkan cahaya dengan sempurna. Tapi yang paling mengejutkan adalah dekorasi yang menghiasi setiap sudut ruangan.Balon-balon warna-warn

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 123. Nenek Buyut

    "Bawa mereka kemari. Atau aku tidak akan pernah merestui hubungan kalian berdua, hah!" teriak wanita itu marah-marah.Aslan menghela napas panjang, menjauhkan ponsel dari telinganya. Laura bisa mendengar suara Mariana dengan jelas meski tidak menggunakan mode speaker. Nenek tua itu benar-benar histeris."Nenek, sudah malam," kata Aslan dengan nada pasrah."TIDAK PEDULI! AKU TIDAK BISA TIDUR SEBELUM MELIHAT MEREKA!"Laura tersenyum kecil. Ada sesuatu yang menghangatkan hatinya dari kemarahan Mariana. Bukan kemarahan karena benci, tapi karena rindu. Karena keinginan untuk segera bertemu.Aslan menatap Laura, seolah meminta pendapat. Laura mengangguk pelan."Baiklah, Nenek. Kami akan ke sana sekarang," ucap Aslan akhirnya."SEKARANG? KALIAN BENAR-BENAR AKAN DATANG SEKARANG?""Iya, Nenek. Tapi janji, Nenek tidak akan teriak-teriak lagi. Oh ya,Jayden mungkin masih tidur."Suara di seberang langsung mereda. "Baik... baik, Nenek janji. Nenek akan bersikap baik. TAPI CEPAT!"Aslan mematikan p

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 122. Cicit Cucu Mantu

    Tiga hari kemudian, Laura dan Jayden pamit pergi. Mereka sudah membereskan semua urusan di Marseille , dibantu oleh Aslan. Hujan turun tipis-tipis saat mereka berdiri di teras rumah Julian. Aslan menunggu di dalam mobil hitam di depan pagar, mesin menyala, siap membawa mereka ke kehidupan baru.Julian jongkok di depan Jayden. "Kau ingat kata-kata Paman, kan? Be a good boy."Jayden menangis. Bocah itu memeluk Julian erat-erat. "Paman ayo ikut saja!"Aslan melihat putranya begitu dekat dengan Julian dan itu membuat hatinya cemburu. Tapi ia bisa apa? "Paman tidak bisa ikut. Paman punya pekerjaan di sini.""Tapi aku pasti akan merindukan Paman. Mommy juga," kata Jayden parau. "Paman juga akan rindu. Tapi nanti kita bisa telepon-teleponan, ya? Janji?"Jayden mengangguk sambil terisak. Julian berdiri, menatap Laura.Selamat jalan, Laura, ucapnya tanpa suara, hanya gerakan bibir.Laura tersenyum getir. "Terima kasih untuk semuanya, Kak Julian.""Pergilah sebelum hujannya besar."Laura men

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 121. Berbesar Hati

    Sementara itu, Aslan dan Laura masih duduk di dermaga. Piring-piring kosong sudah disisihkan. Kini mereka hanya duduk berdampingan, kaki menjuntai di tepi dermaga, memandang kapal-kapal nelayan yang mulai berlabuh."Aku sudah bicara dengan pengacaraku," kata Aslan memecah kesunyian. "Proses perceraianku dengan dia hampir selesai. Tinggal tanda tangan."Laura mengangguk tanpa berkata apa-apa."Dan aku sudah siapkan rumah untuk kita di kawasan perumahan yang aman. Satpam 24 jam, kamera keamanan di setiap sudut. Jayden bisa pindah sekolah ke sana. Ada taman bermain yang bagus.""Kau sudah merencanakan semuanya, ya?" Laura tersenyum getir."Karena aku tidak mau kehilangan kalian lagi."Laura menoleh ke arah Aslan. Lelaki itu tampak berbeda dari yang ia kenal dulu. Dulu Aslan adalah pria ambisius yang selalu mengejar kekuasaan, yang rela mengorbankan apa pun demi posisi. Kini ada kelembutan di matanya. Atau mungkin itu hanya ilusi? Mungkin Aslan tetap sama, hanya saja Laura sekarang lebih

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 120. Janji Jagoan

    Matahari sore mulai menggantung rendah di ufuk barat, menebarkan cahaya jingga ke seluruh permukaan dermaga kecil tempat Laura dan Aslan duduk berdampingan. Aroma laut bercampur dengan wangi seafood yang baru saja mereka pesan dari pedagang kaki lima di sekitar pelabuhan.Aslan mengupas kulit udang dengan gerakan yang terampil—terbiasa dengan kemewahan, namun tangannya tetap lincah melakukan hal sederhana seperti ini. Ia menyodorkan udang yang sudah bersih ke mulut Laura. Hal yang tak pernah ia lakukan pada siapapun, kecuali pada Laura."Buka," katanya dengan nada memerintah tapi penuh kasih.Laura tersenyum malu. "A-aku bisa makan sendiri.""Aku tahu. Tapi biarkan aku melakukan ini. Untuk mengobati kepergianmu selama hampir 7 tahun ini."Laura akhirnya membuka mulut, membiarkan Aslan menyuapinya. Rasa udang goreng tepung itu terasa biasa saja, tapi ada manis yang berbeda di lidahnya. Mungkin karena perhatian, mungkin karena rasa bersalah yang mulai luruh, atau mungkin karena ia akhir

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 119. Hatimu Milik Dia

    Laura tak menjawab. Bukan karena ia tidak punya suara, tetapi karena ada ribuan pertanyaan yang berputar di kepalanya seperti angin puyuh. Di satu sisi, ia tahu Aslan benar. Keselamatan Jayden adalah segalanya. Di sisi lain, meninggalkan Julian terasa seperti mengkhianati seseorang yang telah hadir saat ia tidak punya siapa-siapa.Julian bukan sekadar tetangga baik hati yang suka mengantarkan makanan setiap malam Minggu. Julian adalah sosok yang menemani Jayden belajar membaca ketika Laura sibuk, Julian selalu menjaganya juga seperti seorang kakak baginya. Julian yang membawa mobilnya ke bengkel ketika mogok di tengah hujan. Julian yang tidak pernah menanyakan masa lalunya, tidak pernah memaksa cerita tentang hatinya.Namun, Julian juga bukan miliknya. Mereka tidak pernah berkomitmen. Akan tetapi, saat Laura tahu kalau Julian ada rasa padanya, mengapa seberat ini?Aslan seolah membaca kegalauan Laura. Lelaki itu mendekat, meraih dagu Laura dengan dua jarinya, menatap wajahnya yang ter

  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 25. Rindu

    Aslan berdiri kaku di tempatnya.Kata-kata Laura masih menggema di kepalanya, terutama ketika wanita itu menyebut bunga matahari, tanaman kecil yang ia tanam dengan penuh harapan di halaman rumah ini. Harapan yang kini ia sendiri yang paksa patahkan.Ia tidak menoleh, karena tak memiliki keberanian

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 24. Di usir

    "Sudah dua kali dia dalam bahaya. Jelas, ini bukan ancaman biasa," gumam Aslan dengan mata menggelap dan rahang mengeras.Ia pun memutuskan sesuatu yang besar, agar Laura dan Alisha tidak berada dalam bahaya. Satu-satunya cara yang harus ia lakukan."Rick, kemari!" ujar Aslan saat menelpon Rick.Ta

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 20. Kelemahan Aslan

    Lelaki berkumis dan memiliki mata yang menyeramkan itu, tampak tidak percaya begitu saja dengan perkataan Ron. Ia tidak mungkin percaya perkataan pria itu dengan mudahnya, itu semua karena Ron adalah sepupu Aslan."Kenapa? Apa kau tidak percaya dengan perkataanku, Tuan Maxime?" tanya Ron saya menat

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Kesayangan Tuan Mafia   Bab 21. Beban

    Aslan dan Rick kembali ke rumah dengan langkah berat. Pencarian singkat mereka di sekitar area parkir tak membuahkan hasil apa pun. Orang yang melempar batu itu lenyap begitu saja, seolah memang sudah menyiapkan jalan kabur sejak awal.“Tidak ada jejak, Tuan,” lapor Rick setelah memastikan seluruh

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status