Home / Romansa / Dekapan Hangat Paman Kekasihku / 199. Menjemputmu Pulang

Share

199. Menjemputmu Pulang

Author: Dita SY
last update publish date: 2026-08-15 13:05:57

​"Tunggu aku, Yenzing!" ucap Zhue sambil menginjak pedal gas mobilnya dalam-dalam menuju rumah sakit tempat sang kekasih dirawat.

​Namun, harapan perjalanan itu akan berjalan mulus seketika sirna saat matanya melirik kaca spion.

Iring-iringan mobil hitam milik anak buah ayahnya melaju kencang, mengekor ketat di belakang bagai bayangan maut.

​"Sial!" gerutu Zhue dengan dada bergemuruh panik.

​Kemalangan seolah tidak berhenti di situ. Karena terlalu cemas dan antusias, jarum suntik berisi racun m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Najwa Alhuda
LANJUTTT Thor update bab terbaru nya yaaaaa 🫰🏻🫶🏻......
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   319. Lembutnya Hati Seorang Ibu

    "Tuan, missi pertama selesai! Tidak ada korban dari tim kami. Semua anak buah Kevin tumbang. Lokasi sudah dibersihkan. Mayat-mayat mereka sudah kami buang ke danau agar dimakan buaya seperti perintah Tuan."Kabar bersihnya lorong hotel bintang lima hingga berhasil ditangkapnya Kevin dan Laura tanpa celah mendarat cepat di telinga Diego.Di dalam ruang kerja pribadi mansion Foster yang temaram, Diego meletakkan ponsel di atas meja kayu mahoni setelah mendengar informasi itu.Diego menghembus napas panjang, merapikan lengan kemejanya yang tergulung.​Di sofa seberang, Freya duduk anggun sambil menyesap teh hangat. Wajah cantiknya memancarkan ketenangan.Ia sudah mendengar laporan Yoss secara langsung mengenai eksekusi penangkapan dua ular yang selama ini mengacaukan hidup mereka.​"Kevin dan Laura sudah dalam perjalanan ke vila tengah hutan, Baby," tutur Diego, berjalan mendekati istrinya, melangkah tegap lalu mendudukkan tubuh tepat di samping Freya.Ia merengkuh pinggang ramping sang

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   318. Tumbang, Tanpa Busana

    Pertempuran peluh di dalam kamar hotel belum juga usai. Tanpa mereka sadari di luar ruang kamar mewah itu, pasukan Diego sedang menyiapkan tabung gas khusus.​Ruth mengode dengan gerakan tangan agar pengawal lain menyegel celah udara di bawah pintu dengan selotip kedap suara.Sebuah selang bening tipis berukuran mikroskopis dimasukkan secara perlahan melewati lubang kunci yang sudah dilubangi secara presisi.​"Ini racun gas yang sama yang dipakai anak buah Kevin untuk melumpuhkan Zhue di mobil," desis Ruth dingin, matanya menatap tajam lewat monitor pemantau. "Perintah Tuan Diego dan Nyonya Freya sudah jelas. Biarkan kedua orang ini merasakan siksaan dan penderitaan yang sama persis seperti yang dialami Nona Zhue.""Pembalasan yang memang pantas mereka dapatkan!" kekeh pria di depan Ruth.​Tombol katup dibuka. Gas beracun tak berwarna dan tak berbau itu menyembur halus membaur dengan udara kamar VIP yang pengap oleh aroma keringat pertempuran haram.​Di atas ranjang, erangan gairah La

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   317. Permainan Haram ++

    "Ah! Ah! Kevin! Teruskan, lebih cepat lagi!" racau Laura sambil memejamkan kedua mata."Sangat sempit, kenapa bisa serapat ini?" desah Kevin, menghentakkan tubuhnya turun naik dengan ritme cepat."Aku ... ah! Sshhhh! Merawatnya untuk Diego!" jawab Laura dengan napas terengah-engah."Pria itu lagi! Dia tidak akan mendapatkan kenikmatan ini. Tidak sebelum aku bosan!" dengkus Kevin."Euhmm! Jangan gila Kevin," racau Laura menggigit bibirnya.Desahan napas yang tertahan dan desakan gairah terus bergema menyelimuti setiap sudut kamar presidential suite yang temaram itu."Ahh! Auwwhhhh!"Laura mengerang dalam kepasrahan, jemari lentiknya mencengkeram sprei sutra secara kasar saat Kevin memacu irama pertempuran mereka di atas kasur empuk.​"Ahh ... Kevin! Ssstthhh ... lebih cepat Sayang ...." bisik Laura mendayu-dayu dengan mata masih terpejam, menyerahkan seluruh kesadarannya pada gairah membakar yang menguasai pikiran.​"Kamu selalu luar biasa, Laura ...." desis Kevin parau di sela napas y

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   316. Pertemuan di Hotel ++

    "Jangan lupa janjimu malam ini, Cantik," kekeh Kevin berbicara dengan Laura di telepon."Aku tidak lupa. Kalau aku lupa, kamu pasti akan mendatangiku ke rumah sakit. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal gila seperti itu!""Hahahaha," tawa Kevin pecah. "Kamu sudah tahu kegilaanku. Jadi, jangan pernah kecewakan aku. Karena aku gagal menikmati tubuh indah gadis manja itu, kamu harus menggantikannya sampai aku mendapatkan mainan baru sebagai penggantimu nanti.""Kamu gila! Sampai kapan, hah!""Ya, aku memang sudah tergila-gila dengan permainan panasmu di ranjang Sayang. Aku ingin kamu memanjakanku lagi. Asal kamu tahu, tidak ada wanita yang bisa membuatku puas sepertimu.""Sial! Aku tidak mau menjadi pemuas nafsumu! Kamu sudah tahu tujuanku, bukan? Kalau aku berhasil mendapatkan Diego, aku tidak ingin kamu mengganggu hubunganku dengan dia!""Ya, ya, ya," balas Kevin sedikit kecewa. "Untuk itu, aku ingin bersenang-senang denganmu sampai aku bosan. Jadi, tolong layani aku dengan baik,

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   315. Kejar-kejaran

    Ciiittttt!Suara ban berdecit tajam membelah keheningan malam saat Yoss membanting kemudi secara ekstrem.Mobil sedan hitam itu melintasi pembatas jalan, berputar arah secara mendadak hingga asap tebal membubung dari gesekan karet ban dan aspal basah.​"Aaghh!"Yenzing mencengkeram erat pegangan di atas pintu, tubuhnya terlempar keras ke samping akibat guncangan manuver berbahaya tersebut.​"Pegangan!" teriak Bayu sambil mengokang senjata dan melongokkan sebagian tubuhnya ke luar jendela.​DOR! DOR!"Bangsat!"Yoss menatap kaca spion di tengah, lalu mengalihkan pandangan ke depan. Mengamati pergerakan penguntit di belakang mereka.DOR! DOR!​Tembakan dilepaskan Bayu ke arah ban van abu-abu yang masih menempel ketat di belakang mereka.Namun, pengemudi van itu sangat terlatih, kendaraan berat itu meliuk tajam menghindar, lalu kembali menambah kecepatan untuk memotong jalur mereka.​BRAK!​Sisi samping van menghantam pintu depan mobil Yoss dengan benturan dahsyat.Percikan api menyembur

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   314. Dibuntuti

    "Gadis itu ada di dalam kamar, Dok." Yoss mengantar dokter kiriman Diego ke kamar Zhue.Pintu dibuka lebar.Dokter itu menghela napas lirih, menatap prihatin kondisi Zhue yang penuh luka. Perlahan ia mendekat, dan duduk di samping ranjang."Biar saya mengobati luka Anda, Nona."Lampu temaram mengiringi jemari lincah dokter kepercayaan Freya saat membersihkan luka-luka di tubuh Zhue.Sang dokter menangani pergelangan kaki Zhue yang terkilir, mengobati bekas gigitan serangga hutan, serta menjahit luka robek di jemarinya dengan sangat cermat.​Meski rasa perih sesekali menyengat kulit, Zhue sama sekali tidak meringis atau mengeluarkan suara. Tatapan matanya kosong, menerawang menembus dinding kamar.Seluruh trauma, mulai dari penyekapan di vila Kevin, kejaran anak buah preman di kegelapan belantara, hingga peristiwa mengenaskan tewasnya Nenek Diana di depan matanya sendiri, seolah membekukan seluruh saraf emosinya.​"Semua lukanya sudah dibersihkan dan dibalut dengan steril," ujar sang d

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   7. Ciuman Panas

    "Pakai gaun malammu!"​Freya seketika membeku di tempat. Baru saja kakinya menginjak lantai kamar hotel yang mewah itu, Diego sudah memberikan perintah.Matanya tertuju pada gaun malam seksi berbahan tipis yang sudah tergeletak di atas ranjang berukuran king size.​"Emm, Paman ... sebaiknya kita me

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   3. Menerima

    "Waktumu sudah habis, kamu harus memberi jawaban sekarang!"​Freya tersentak, kedua alisnya terangkat saat mendengar desakan Diego. Ini adalah pilihan paling sulit dalam hidupnya.Apakah ia benar-benar harus merelakan dirinya menjadi boneka Diego demi sebuah pembalasan dendam?​Namun, Freya sadar s

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   2. Syarat

    [Aku menerima tawaran itu]​Dengan ujung jari yang gemetar, Freya mengetik pesan singkat itu dan mengirimkannya kepada Diego.Begitu status pesan berubah menjadi 'dibaca,' Freya segera mematikan ponselnya dan melangkah pergi meninggalkan koridor ruang kerja Dani yang terasa memuakkan.​Tidak ada ja

  • Dekapan Hangat Paman Kekasihku   1. Meminta Bantuan

    "Paman, aku datang ke sini karena aku ingin .... "​"Aku akan membantumu, dengan satu syarat."​Kalimat Diego memutus kata-kata Freya. Mata Freya membulat sempurna. Bagaimana mungkin pria ini tahu maksud kedatangannya sebelum ia sempat mengucapkannya?Freya Xania seorang spesialis kandungan, tidak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status