Share

Bab 141

Penulis: Gilva Afnida
last update Tanggal publikasi: 2026-07-13 21:00:50

Erma tertegun menatap suaminya dengan tatapan kosong, begitupun dengan Zahwa.

Suasana di dalam ruangan itu mendadak menjadi begitu hening.

Zahwa membeku di tempatnya. Dadanya bergemuruh, dipenuhi rasa tidak percaya. Ia benar-benar tak mengira kalau selama ini, Abinya ternyata mengetahui perbuatan bejat Faris malam itu. Selama ini, Zahwa mengira Abinya tidak mengetahui apa pun, sehingga tega memaksanya menikah dengan Devan demi menutupi rasa malu.

"A-apa maksudmu yang sebenarnya,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 231

    Di dalam mobil yang tengah membelah jalanan, Devan melirik sekilas ke arah Zahwa yang duduk di samping. Ia berdeham pelan. "Jadi... apa aja yang kalian omongin di dalam tadi? Kasih tahu dong, penasaran nih."​Zahwa menoleh, menyunggingkan senyum jahil. "Cemburu ya, karena nggak diajak rumpi bareng cewek-cewek?"​Devan tertawa kecil seraya tetap fokus menatap jalan. "Bukan gitu, Sayang. Aku cuma mau mastiin kalian udah nggak musuhan lagi."​Zahwa terkekeh melihat respon Devan, namun perlahan raut wajahnya berubah menjadi lebih serius. Ia menyandarkan punggungnya, menatap lurus ke depan.​"Aku udah minta maaf sama Kinara, Mas," ujarnya. "Aku nyesel banget karena sempat emosi dan salah paham sama dia. Kinara udah cerita semuanya..."​"Cerita soal Alex?"​"Iya." Zahwa menghela napas panjang. "Kinara jujur kalau dia emang benar-benar suka sama Alex. Dia bilang, Alex itu pria pertama yang bener-bener tulus ngelindungin dia dan ibunya tanpa mengharapkan apa-apa. Men

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 230

    Alex menghela napas panjang, mencoba menata kata-katanya agar tidak mengejutkan Kinara. "Ada hal serius yang ingin kubicarakan sama kamu."Kinara sedikit mengernyit, perasaannya mulai waswas. "Masalah apa? Soal bapak?"​Alex menggeleng. "Bukan. Ini soal kita."​Alex menahan napas sejenak, menatap mata Kinara sebelum melanjutkan, "Setelah kamu semua kekacauan ini mereda... kamu mau nggak, ikut aku?"​"Ikut ke mana?"​"Ke rumahku. Ku kenalkan kamu pada kedua orang tuaku," ucap Alex mantap.​Kinara tertegun. Matanya membelalak kaget mendengar permintaan Alex yang begitu tiba-tiba. Ia tidak pernah menyangka Alex akan melangkah sejauh ini, apalagi dalam situasi mereka yang masih belum stabil."Tapi, Mas, kita kan baru pacaran belum ada sebulan. Rasanya... kita nggak perlu terburu-buru."​"Aku tahu," sahut Alex cepat. "Tapi mikirin ucapan Zahwa kemarin, aku jadi merasa kalau aku harus membuktikan ucapanku, Ra. Aku nggak mau nunda-nunda lagi."​"Tapi aku

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 229

    ​"Aku tahu. Kemarin aku emang agak emosi merespon Zahwa karena kaget juga," aku Alex jujur. "Tapi aku serius sama Kinara, Dev. Aku enggak ada niat main-main sama sekali, apalagi buat manfaatin dia."​"Bagus kalau gitu," Devan menepuk bahu Alex pelan. "Sekarang fokus aja dulu sama pemulihan Kinara dan penanganan kasus bapaknya. Soal salah paham Zahwa dan Kinara, biar mereka selesaikan berdua di dalam. Cewek kalau udah pelukan gitu biasanya urusannya langsung kelar.""Thanks, Dev," balas Alex tersenyum lega.​Devan mengangguk pelan. Namun, ingatan tentang percakapan keluarga Alex padanya beberapa waktu lalu mendadak berkelebat di benaknya. Ia menoleh menatap Alex dengan raut ingin tahu."Berarti... Tante Fara nggak jadi jodohin kamu sama Bella dong?"​Alex seketika terdiam. Raut wajahnya berubah rumit. "Mami masih belum tahu kalau aku nolak Bella dan pacaran sama Kinara."​"Hah? Jadi... Kinara belum kamu kenalin ke Tante Fara?" tanya Devan kaget.​Alex meng

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 228

    Kinara pun menurut. Ia memejamkan mata sejenak, ingatannya sebelum pingsan perlahan berputar kembali. Bayangan amukan sang ayah mendadak membuat dadanya kembali terasa sesak. Ia membayangkan jika sang ibu yang mendapat pukulan sang ayah, ia tak akan bisa membayangkannya.Kedua matanya seketika terbuka saat ia teringat dengan kondisi ibunya. ​"Ibuku di mana, Mas?" tanyanya cemas saat menoleh ke arah Alex. "Ibu tadi sendirian di rumah soalnya Mbak Yuni sedang libur."​"Kamu tenang aja. Ibumu aman, sudah aku titipkan sama tetangga."​Kinara mengangguk perlahan, merasa sedikit lega. Namun, kepalanya yang masih berdenyut mendadak kembali tegang saat teringat dengan posisi ayahnya. Kinara takut jika pria itu akan kembali datang dan melancarkan ancamannya.​"Kalau... pria itu? Dimana dia sekarang?" cicit Kinara ragu.​Alex langsung paham siapa yang dimaksud dengan pria itu. ​"Dia udah diurus sama kepolisian. Sekarang kalian aman."​Kinara menghela napas panjang dan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 227

    Sementara itu, di dalam ruangan bangsal VVIP, Alex duduk di samping Kinara yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit. Ia terus menggenggam jemari Kinara. Pandangannya bahkan tak lepas dari wajah Kinara yang dihiasi beberapa memar, membuat batin pria itu terasa sedih karena gadis itu tak kunjung membuka kedua matanya.​Ingatannya terlempar pada percakapannya dengan dokter beberapa saat yang lalu.​"Bagaimana kondisi Kinara, Dok? Apa ada luka yang serius?" tanyanya.​Dokter menghela napas pelan. "Secara umum, untungnya tidak ada trauma berat atau patah tulang pada tubuh Pasien. Luka memar dan lebam di kulitnya bisa disembuhkan dengan pengobatan luar."​Alex sedikit bernapas lega. "Tapi kenapa dia pingsan lama dan belum siuman juga, Dok?"​"Pingsannya Pasien dipicu oleh kombinasi beberapa hal," jelas dokter seraya menunjuk hasil pemeriksaan laboratorium. "Tubuhnya mengalami syok akibat rasa sakit fisik, ditambah lagi tingkat stres emosional yang cukup tinggi.

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 226

    Zahwa seketika mematung. Piring di tangannya hampir saja terlepas jika Devan tidak cepat-cepat menahannya. Mata Zahwa membelalak, menatap suaminya dengan raut ketidakpercayaan.​"Kinara... masuk rumah sakit?" bisiknya dengan suara bergetar. "Kamu bercanda, kan, Mas?"​Devan menggeleng pelan, raut mukanya makin tegang. "Aku serius, Sayang. Barusan aku dapat telepon dari Alex. Katanya kamu susah dihubungi, makanya dia menghubungiku tadi."​Ucapan Devan seketika menghantam dada Zahwa. Ingatannya mendadak terlempar pada kejadian sejak kemarin sore, dimana ia sengaja mengabaikan layar ponselnya yang berulang kali menyala menampilkan panggilan dari Kinara. Ditambah lagi, sejak subuh tadi ia begitu sibuk menyiap acara hingga tak sempat menyentuh ponselnya.​Rasa bersalah mendadak menelusup dan meremas hatinya hingga sesak. Air mata mulai menggenang di sudut matanya.​"Ponselku... dari tadi pagi belum aku cek, Mas," ucapnyaa terbata-bata, napasnya mulai tersengal menahan

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 7

    "Apa? Devan memintamu mencarikan kado untuk Valerie? Apa dia masih waras?" Zahwa sampai harus menjauhkan ponsel dari telinganya begitu mendengar lengkingan suara Kinara."Dan kamu menerima permintaan itu begitu saja?" Suara Kinara terdengar tak terima."Mau bagaimana lagi?" Zahwa menghela napasnya

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 3

    Zahwa merasakan dadanya sesak. Ia meremas flashdisk di tangannya hingga pinggirannya yang tajam melukai telapak tangannya.Valerie yang sejak tadi diam, menyesap minumannya lalu menyandarkan kepala di sandaran sofa dengan anggun. "Sudahlah, jangan bahas itu. Aku nggak keberatan, kok. Bagiku, berad

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 2

    Zahwa tersentak. Ia segera menyembunyikan ponselnya di balik punggung. "E... Enggak kok, enggak ada apa-apa."Devan melangkahkan kakinya mendekati Zahwa. Ia menarik paksa tangan Zahwa, merebut ponsel dari genggamannya sebelum Zahwa sempat mengunci layar.Mata kehitaman Devan menyapu layar ponsel Z

  • Ketika Aku Mulai Melepaskanmu   Bab 1

    [Aku minta maaf kalau harus kirim ini, tapi foto ini mulai ramai di media sosial. Bukannya ini suamimu, si Devan?]Zahwa menatap nanar isi pesan yang dikirim oleh sahabatnya, Kinara. Ia menggeser layar ke bawah dan membaca judul dari tautan berita yang terlampir: "Arsitek Muda, Devan Buana Sakti,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status