Mag-log inSetelah mendaki sampai ke puncak gunung, aku mengalami hipotermia. Kedua teman masa kecilku yang pernah bersumpah untuk melindungiku dengan nyawa mereka malah sama sekali tidak melirikku. Yang satu sibuk mengeluarkan semua pakaian untuk membungkus tubuh Lucia, yang satu lagi sibuk menggunakan tubuhnya untuk menghangatkan Lucia. Aku kedinginan sampai penyakit jantungku kambuh. Ketika aku memohon pada mereka untuk menolongku, mereka malah langsung murka. “Chloe Winata! Kenapa kamu masih saja cemburu di saat-saat seperti ini! Kalau dingin, ya lari beberapa putaran sana!” “Setelah pulang nanti, kami akan belikan kamu 100 jaket bulu. Tapi sekarang, kamu nggak boleh rebutan sama Lulu!” Untungnya, ketika tim penyelamat tiba, aku berhasil diselamatkan meskipun nyawaku sudah di ujung tanduk. Selama seminggu aku diopname di rumah sakit, mereka tidak datang menjengukku. Dari postingan sosial media, aku baru tahu bahwa mereka sibuk merayakan pesta ulang tahun Lucia. Persahabatan belasan tahun ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan senyuman seorang putri sopir. Aku pun menelepon ayahku. “Ayah, aku bersedia nikah sama putra Keluarga Januar.”
view moreSegala sesuatu bisa berubah. Hanya saja, aku tidak mengira perubahannya secepat ini.Baru saja aku hendak berbicara, tiba-tiba muncul sebuah payung besar di atas kepalaku. Levin muncul di belakangku dan berkata dengan lembut, “Sudah selesai bicara? Ayo masuk.”Aku menemukan sedikit kecemasan yang tersembunyi dalam matanya. Levin merasa takut. Dia takut kebersamaan kami selama sebulan yang pendek ini masih tidak dapat menandingi belasan tahun yang kuhabiskan dengan Jared dan Theo.Namun, dia tidak tahu bahwa segala sesuatu bisa berubah. Theo dan Jared bisa berubah, aku juga bisa berubah.Aku menggenggam tangan Levin, lalu menatap kedua pria yang terlihat menyedihkan di depanku.“Janji itu bisa berubah. Sekarang, aku pilih Levin.”Seusai berbicara, aku menarik Levin masuk ke rumah.Keesokan harinya, saat aku bangun dan dirias untuk menghadiri upacara pernikahan, aku baru tahu bahwa Jared dan Theo berdiri di luar semalaman. Mereka baru pergi dengan terhuyung-huyung setelah fajar menyingsi
Malam ini, hujan juga turun seperti hari di mana Jared dan Theo menurunkanku dari mobil pada hari itu. Hanya saja, situasinya kali ini terbalik. Aku berdiri di bawah atap, sedangkan mereka kehujanan.Kedua orang itu terlihat menyedihkan. Jas mereka juga sangat kusut.Theo terlebih dahulu berkata, “Chloe, kami sudah dipecat sama dewan direksi, juga diboikot di industri ini! Sekarang, kami bahkan nggak dapat pekerjaan. Kenapa kamu tega melakukan hal seperti ini!”Begitu mendengar ucapannya, aku pun tertawa. Bumerang yang mereka lempar dulu akhirnya mengenai diri mereka sendiri. Pada hari aku memutuskan untuk mengakhiri semua hubunganku dengan mereka, aku sudah mentransfer semua sahamku. Orang yang menerima sahamku itu tidak lain adalah saingan terbesar mereka. Berhubung orang itu telah menjadi pemegang saham terbesar di perusahaan dan memiliki dendam dengan mereka, hal pertama yang dilakukannya begitu mengambil alih perusahaan adalah mengadakan rapat dewan direksi dan memecat mereka.M
“Makasih atas bantuanmu tadi.”Setelah naik ke mobil, aku berinisiatif untuk menjaga jarak dengan Levin. Meskipun kami akan segera menikah, dia masih adalah orang asing bagiku.Aku kira dia akan mengantarku pulang. Tak disangka, dia malah langsung melajukan mobilnya ke sebuah restoran.“Kita makan saja dulu. Habis makan, kita baru bicara lagi.”Di luar dugaan, semua makanan yang dipesan Levin adalah makanan favoritku. Ketika aku hampir selesai makan, tiba-tiba terdengar lantunan piano yang romantis di restoran.Levin berjalan ke hadapanku, lalu berlutut dengan satu kaki sambil menyodorkan sebuah cincin permata yang sangat besar ke arahku. Dia menatapku dengan penuh perasaan dan berkata, “Ini cincin yang sudah kusiapkan untukmu dari awal. Aku mau menyematkan cincin ini ke jarimu secara pribadi.”Aku pun tercengang. Bukankah kami hanya murni dijodohkan demi kepentingan keluarga?Dia menyadari kebingunganku dan tersenyum sambil menunduk.“Kita lahir di rumah sakit yang sama. Selama ini, a
Ekspresi Lucia langsung berubah drastis. Ketika Theo dan Jared tanpa sadar ingin menghampiriku, dia tiba-tiba berkata sambil menangis, “Andaikan saja ayahku masih hidup ....”Theo dan Jared langsung terkejut, lalu berjalan ke arah Lucia lagi.“Lulu, kamu kenapa? Kenapa kamu tiba-tiba teringat ayahmu?”Lucia yang diapit oleh dua orang menangis tersedu-sedu.“Saat masih hidup, keinginan terbesar ayahku adalah melihatku menikah. Aku lagi mikir, entah betapa gembiranya dia kalau bisa melihatku mengenakan gaun pengantin. Sayangnya, dia nggak bisa melihatnya lagi ....”Air mata Lucia mengalir bagaikan keran. Theo merasa sangat sakit hati. Dia buru-buru menyeka air mata Lucia sambil menghibur, “Lulu, jangan nangis ....”Ketika aku sedang menonton pertunjukan seru itu, Jared tiba-tiba berbalik dan membentakku, “Chloe, cepat minta maaf sama Lulu!”Aku pun tercengang dan tidak memercayai pendengaranku. “Kenapa aku harus minta maaf?”Jared mengadang di depan Lulu dan berkata dengan penuh keadila
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu