Teilen

Bab 478

Cathy
Jantungku berdebar kencang selama berada di dalam minivan Natalie. Dia menepati janjinya dan mengantarku ke terminal bus. Karena kedua orang tuanya sudah tidur dan dia tidak ingin membangunkan mereka, Natalie menyetir sendiri. Dia memang bisa mengemudi.

"Natalie, aku mulai gugup! Gimana kalau dia menangkapku? Gimana kalau dia tahu aku melarikan diri darinya?" seruku.

Telapak tanganku sampai berkeringat karena gugup.

Melarikan diri setelah membuat sebuah kesepakatan bukanlah perkara mudah. Aku ak
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 486

    Sudut Pandang Betty:Mungkin itu adalah hal paling menyakitkan yang pernah dikatakan seseorang kepadaku. Mentang-mentang aku miskin, mereka menganggapku perempuan yang mengincar uang?Mungkin aku masih bisa menahannya, tetapi aku justru berharap Joseph menuruti keinginan keluarganya. Seharusnya dia membiarkanku pergi dari rumahnya agar tidak ada masalah lagi.Toh tidak ada perasaan apa pun dalam pernikahan kontrak kami. Kami bersama hanya karena kontrak, tidak lebih."Aku tahu kamu mengincar uang cucuku! Berapa banyak yang kamu inginkan agar kamu menjauh dari Joseph?"Aku tidak bisa menahan isak tangis ketika Esti menghinaku tepat di hadapanku."Nenek! Cukup! Aku bawa Betty ke sini bukan untuk dihina Nenek. Kalau Nenek nggak bisa menerimanya, terserah! Aku nggak peduli kalau keluarga ini mau mengusirku!" ujar Joseph kepada neneknya dengan marah."Kamu lebih membela perempuan itu daripada keluargamu sendiri? Joseph, apa kamu sudah lupa kalau darah Keluarga Makuta mengalir dalam tubuhmu?

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 485

    "Sayang, Nenek sudah menunggumu sejak tadi malam. Nenek senang sekali kamu akhirnya memutuskan untuk mengunjungi kami," kata Esti dengan gembira sambil mencium pipi cucunya, Joseph.Aku hanya memperhatikan mereka dalam diam karena terlalu canggung untuk mendekat.Di daerah tempat tinggalku, Esti dikenal sebagai wanita kaya yang baik hati dan taat beragama. Orang-orang mengatakan dia sering memberikan sumbangan dalam jumlah besar kepada gereja dan berbagai organisasi lain yang membutuhkan bantuan finansial."Maaf, Nenek. Aku pergi jemput istriku, jadi tadi malam aku pulang terlambat. Nenek sudah tidur waktu kami tiba," kata Joseph kepada neneknya."Istri? Kamu sudah punya istri, Sayang? Sejak kapan?" tanya Esti dengan bingung.Sepertinya dia benar-benar tidak percaya cucunya sudah menikah."Ya, Nenek nggak salah dengar. Aku sudah menikah," kata Joseph sambil tersenyum dan melirikku.Dia memberi isyarat agar aku mendekat. Aku menurut meskipun gugup dan takut membayangkan bagaimana reaksi

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 484

    "Abraham, cukup! Joseph sudah menikah dan nggak ada yang bisa kamu lakukan untuk mengubahnya!" tegur Alexis kepada suaminya. Dia juga sudah berdiri dan sedang menahan suaminya yang murka.Crop top dan celana pendek yang dikenakannya terlihat sangat seksi. Kulitnya yang putih tampak semakin menonjol. Kalau dilihat sekilas, dia bahkan lebih pantas dianggap sebagai putri Abraham.Sepertinya rumor yang pernah kudengar memang benar."Aku nggak akan menerima pernikahanmu dengan wanita yang bukan dari kalangan kita, Joseph! Aku akan dipermalukan di depan wali kota dan aku nggak akan membiarkan itu terjadi!" teriak Abraham kepada Joseph."Ayah nggak bisa berbuat apa-apa. Pernikahan kami sudah tercatat secara resmi. Apa pun yang Ayah lakukan, aku nggak akan membiarkan Ayah mengatur hidupku!" balas Joseph dengan marah.Aku hampir menangis ketakutan. Abraham sangat marah, begitu pula Joseph. Sikap mereka sama sekali tidak terlihat seperti ayah dan anak."Beri dia uang, ajukan perceraian, lalu sin

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 483

    Keesokan paginya, aku terbangun karena merasakan tepukan ringan di pipiku. Perlahan aku membuka mata dan langsung melihat wajah Joseph."Bangun, Betty. Sarapan dulu, setelah itu kamu boleh tidur lagi," katanya.Aku perlahan bangun dan duduk sambil menguap."Maaf. Aku tidur nyenyak sekali," kataku dengan malu.Ini malam pertamaku bersamanya, tetapi aku justru bisa tidur dengan sangat lelap. Bahkan tidak terlintas di pikiranku bahwa dia mungkin akan mengingkari ucapannya dan melakukan sesuatu yang buruk padaku.Namun, sepertinya selama ini aku memang salah menilainya. Dia ternyata cukup baik. Kalau tidak, mungkin tadi malam dia sudah melakukan sesuatu padaku."Bersiaplah. Kita akan turun ke ruang makan bersama," katanya sambil berjalan menuju jendela. Dia membuka tirai tebal dan seketika seluruh kamar dipenuhi cahaya.Sepertinya hari sudah cukup siang. Aku bangun kesiangan."Maaf, Joseph," kataku tanpa sadar.Dia kembali duduk di ranjang, sementara aku buru-buru masuk ke kamar mandi untu

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 482

    Alexis tidak menjawab, jadi kami langsung meninggalkannya.Kami naik ke lantai dua dan langsung menuju kamar Joseph.Aku masih tidak percaya dengan percakapan mereka tadi. Rahasia yang baru saja terungkap benar-benar mengejutkan. Sepertinya masih akan ada banyak hal lain yang kuketahui dalam beberapa hari ke depan."Abaikan wanita itu. Kalau dia melakukan sesuatu padamu, segera beri tahu aku. Jangan biarkan dia meremehkanmu. Aku nggak mau punya istri yang lemah," kata Joseph saat kami memasuki kamarnya.Aku mengedarkan pandangan dengan santai.Ada sebuah ranjang besar, tetapi kamar itu terasa begitu kosong dan tidak bernyawa. Tidak ada dekorasi sama sekali, seolah-olah dia hanya menggunakan kamar ini untuk tidur. Selain ranjang dan sebuah meja kecil di sampingnya, nyaris tidak ada apa-apa lagi."Sepertinya ucapanmu tadi benar-benar membuatnya malu, Joseph. Mungkin sebenarnya dia hanya mengkhawatirkanmu. Itu sebabnya dia mengatakan hal-hal seperti tadi," kataku.Dia menatapku sejenak la

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 481

    Meskipun gugup, aku memaksa diriku untuk memercayai Joseph. Dia sudah berjanji tidak akan melakukan apa pun padaku tanpa persetujuanku."Joseph, akhirnya kamu pulang juga! Gimana perjalananmu?"Kami sudah berada di dalam kediaman dan baru hendak naik ke lantai atas ketika aku melihat ibu Aaron sedang menuruni tangga.Itu Alexis. Dia mengenakan gaun tidur merah yang seksi.Aku tahu usianya bahkan belum mencapai 40 tahun, jadi dia masih pantas mengenakan pakaian seperti itu. Orang tua Natalie pernah memberitahuku bahwa ayah Joseph menghamili Alexis ketika dia masih sangat muda dan dari hubungan merekalah Aaron lahir.Meskipun menikah di usia muda, tubuh Alexis masih berlekuk indah. Sepertinya dia memang sengaja menunggu Joseph pulang karena dia bahkan sampai memakai lipstik merah.Aku mulai gugup, terutama ketika dia mengangkat sebelah alis dan mengamatiku dari atas sampai bawah."Kenapa kamu masih belum tidur? Jangan bilang kamu menungguku," kata Joseph serius kepada ibu tirinya.Alexis

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status